Apakah Masuk Neraka atau Surga Sudah Takdir? Kalau iya betapa beruntungnya yang ditakdirkan masuk neraka dan betapa celaka orang yang masuk surga. Bingung? Simak penjelasannya Apakah Masuk Neraka atau Surga Sudah Takdir.
APAKAH MASUK NERAKA SUDAH TAKDIR?
Di balik musibah ada Allah di balik dukun ad Allah di balik segala sesuatu ad Allah. Trus apakah hidup manusia sudah di takdir kan tad apakah seorang dukun sudah di takdir kan untuk masuk neraka
Jawab: Setiap manusia memiliki maqom yang berbeda beda. Maqom itu anggap saja tingkatan, kelas, level atau apapun yang penting anda paham.
Disetiap maqom atau tangga ada pemahaman dan kesadaran yang berbeda beda. Bayangkan ada sekolah SD, SMP, SMA sampai universitas dimana masing masing memiliki pelajaran yang berbeda beda tergantung tingkat pertumbuhan otaknya masing masing.
Tidaklah mungkin materi kuliah diberikan kepada anak SD, atau materi anak SMP atau SMA dikasihkan kepada profesor. Nggak nyambung. Itulah sebabnya banyak perdebatan disana sini terutama tentang agama.
Mengapa banyak perdebatan? karena isi kepala dan pemahaman masing masing berbeda. Versi kebenaran masing masing berbeda. Jika kebenaran versi anak SD dipaksakan pada bangku kuliah maka nggak akan ketemu selama lamanya. Bukan karena salah atau benar akan tetapi semua benar, hanya salah penempatan saja.
Kadang saya menulis materi untuk level 1, kadang level 2 kadang level tertinggi. Setiap tulisan dilahap oleh orang yang berada pada kelasnya dan ditolak bahkan dihujat oleh orang lain yang beda kelas.
Termasuk pertanyaan sahabat diatas, "apakah seorang dukun sudah di takdir kan untuk masuk neraka?". Untuk memahami hal ini tergantung pada level kesadaran dan pemahaman masing masing.
1. Maqom pertama
Untuk level pertama maka secara lahiriah menjadi dukun itu adalah pilihan. Boleh menjadi dukun atau mau bertaubat itu terserah pribadi masing masing. Mau masuk surga atau mau masuk neraka itu pilihan masing masing. Disini seakan akan Allah tidak ikut campur pilihan setiap manusia.
Termasuk pada saat anda kena sihir, maka kesembuhan ada pada dirimu sendiri. Sejauh mana anda ikhtiar ruqyah, gigih belajar, ikut seminar dll sebagai bagian dari usaha meraih kesembuhan. Seakan akan Allah tidak ikut campur. Mau sembuh atau tidak semua ada ditangan masing masing. karena andalah pencipta takdirmu sendiri.
Dilevel ini biasanya perbuatan dominan digerakkan oleh diri atau nafsu. Misalnya didebat balas mendebat, dihina balas menghina, di santet balas menyantet. Atau paling tidak gigih ruqyah dengan niat mengembalikan santet kepada dukun dan pelakunya. Dan ternyata kebanyakan manusia yang mengaku beragama ada di level ini.
2. Maqom kedua
Di maqom ke dua manusia sudah mulai sadar bahwa ujian itu datangnya dari Allah. Tugas manusia adalah menyelesaikan ujiannya dengan sebaik baiknya. Jika kita mau berusaha maka Allah akan memberikan jalan. Jika kita enggan berusaha maka Allah tidak akan memberikan jalan kesembuhan.
Dalam bahasa lain jika kita mau menjadi orang baik, beribadah lebih giat dan berdoa lebih rajin maka Allah akan menunjukkan jalan keluar. Artinya adanya ujian adalah jalan bagi manusia apakah mau menyembah Allah atau mengingkarinya. Kalau mau menyembah Allah dalam bentuk ibadah dan doa maka akan diberikan kesembuhan lalu masuk surga. Jika enggan beribadah dan berdoa maka akan masuk neraka.
Ditahap ini surga dan neraka adalah keputusan Allah, Akan tetapi hadiah surga dikarenakan asbab amal ibadah dan ikhtiar manusia. Pun dengan adzab neraka adalah keputusan Allah yang disebabkan manusia berontak terhadap takdir.
Jika dukun mau bertaubat maka Allah akan memberikan jalanNya sehingga diampuni dan masuk surga. Namun jika dukunnya enggan bertaubat maka akan diadzab dalam neraka.
Orang yang berada di maqom ini ketika diberikan ujian berusaha untuk bersabar dan meredam kekecewaan dengan harapan dapat balasan berupa kebaikan, kesembuhan dan surga. Ketika disantet berusaha untuk meredam kemarahan disatu sisi, dan ikhtiar ruqyah disisi lain. Harapannya sihirnya bisa hancur dan dukunnya mendapaktkan balasan dari Allah.
3. Maqom ke tiga
Orang yang sudah berada di maqom ini meyakini bahwa datangnya ujian semata mata kehendak Allah. Apakah dengan ujian ini orang tersebut mampu menjalaninya dengan sabar atau tidak juga urusan Allah. Semua ditangan Allah, sedangkan mahluk hanyalah wayang yang tidak bisa apa apa dan tidak kuasa apa apa.
Artinya orang yang berada di maqom ini meyakini sebenarnya cerita Tuhan sudah selesai. Bukunya sudah selesai dibuat, dan sekarang ini sedang ditayangkan dalam sebuah film. Dan film tersebut tidak akan berubah dari skenario yang dahulunya pernah dibuat.
Artinya jika dukun masuk neraka maka itulah takdirnya. Termasuk nasib saya, anda, mereka dan semua manusia sudah ditentukan jauuuh sebelum drama dunia digelar. Semua sudah diatur dan kita semua tidak bisa menolak. Kita semua hanya menyaksikan perbuatan Tuhan.
4. Maqom ke empat
Dimaqom ini sudah tidak ada lagi pertanyaan. karena orang yang berada dimaqom ini merasa dirinya sudah tiada. Dirinya merasa nggak ada Yang Ada hanya Allah sendirian. Mosok orang mati bisa bertanya tentang urusan Allah? Mosok sesuatu yang nggak ada bisa bertanya tanya?
Orang yang sudah dimaqom ini ketika diberikan ujian sihir tidak protes, ketika dikasih kekayaan biasa saja, ketika dikasih penderitaan juga tidak ada rasa. Sebab dirinya merasa tiada/ sudah mati sejak dahulu kala. Yakni sejak Allah Ada dan Kekal maka yang lain tiada.
Orang ini tetap bekerja, aktifitas, mendengar dan melihat tetapi dirinya tidak merasa melakukannya. Dirinya merasa bahwa yang melakukan semuanya adalah Allah. Tidak ada sesuatu yang lain meskipun hanya sebesar atom baik dilangit maupun dibumi kecuali Allah.
Di maqom ini sudah tidak ada lagi pertanyaan apapun. Tidak ada pertanyaan apakah masuk surga atau masuk neraka. Sudah tidak ada lagi yang menyembah dan disembah. Sudah tidak ada lagi yang menyaksikan dan disaksikan. Karena yang menyembah dan disembah, menyaksikan dan disaksikan pada hakikatnya satu jua, ahad.
Terus bagaimana dong? Apa yang harus aku lakukan?
Silahkan saja lakukan apa yang menurutmu benar. Contoh kasus ujian sihir. Jika anda meyakini dukun harus dihancurkan bagaimanapun caranya maka just do it. Jika anda meyakini dengan ruqyah bisa sembuh dan bisa menumbangkan dukunnya maka lakukanlah. Jika cara ruqyah anda dengan mengendalikan dada yang bergemuruh maka lakukan saja.
Atau jika anda berjuang bersabar sejenak dengan harapan akan mendapatkan hadiah surga maka lakukalah. Atau anda masa bodoh dengan sihir yang menyerang karena meyakini semua hanyalah sandiwara Tuhan maka sok atuh.
Silahkan jalani saja kehidupanmu sebab ruang dan waktulah yang akan memahamkanmu. Anda akan ngerti hikmahnya seiring waktu.
Sebagaimana saya dahulu kala saat diserang setan saya pasti menyerang balik. Ketika pikiran digeret kepada kenangan masa lalu pasti saya menyalahkan pasangan. Ketika berpapasan dengan pelaku sihir saya baca baca dengan niat semoga sihirnya berbalik. Tapi lama kelamaan saya mengerti sesuatu yang orang lain tidak akan pernah mengerti sebelum sampai.
Lama kelamaan saya ruqyah sesekali saja dan lebih banyak meredam dada yang bergemuruh berisi kemarahan dan dendam. Lama kelamaan ketika banyak bisikan buruk datang saya mengucapkan selamat datang dukun, selamat datang jin dan selamat datang ujian.
Lama kelamaan saya mengucapkan, subhanallah. Maknanya adalah maha suci Allah dari apapun yang manusia sifatkan kepadaNya. Saat membaca kalimat ini saya melihat dan meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Sehingga ketika setan datang maka ruhaniah saya tidak melihat mahluknya tetapi melihat Allah dibalik segala galanya.
Dengan ingat (dzikir) akan hal ini hati saya menjadi tenang, meskipun diluaran sedang terjadi hujan badai. Meskipun diserang dari segala penjuru hati saya tetap tenang dan kalem selalu. Mengapa demikian? Karena ruhaniah saya tidak melihat mahluk akan tetapi sedang melihat Allah bermain sandiwara dunia.
Tetapi untuk maqom ke 4 saya belum bisa. Meskipun saya paham bahwa akan diarahkan kesana. Yaitu merasa diri tiada yang ada hanya Allah. Saat ini saya masih ingin melihat dan menyaksikan pertunjukan Tuhan. Artinya masih merasa ada yang menyaksikan dan disaksikan.
Tapi meskipun belum sempurna saya bisa mengetahui dan meyakini apa apa yang mungkin belum anda yakini. Saya meyakini karena sudah menyaksikannya dan merasakannya. Saya sudah paham dan yakin tentang sakitnya sakaratul maut, alam kubur, surga dan neraka. Saya paham apa itu islam, iman, taubat, hijrah, syirik, kafir dll. Kalau dahulu memaksakan diri yakin karena tulisan, bacaan atau ceramah dari ustadz namun sekarang ini meyakini karena menyaksikan dan mengalami sendiri.
Dan semua itu terjadi bukan karena kehendak saya. Sebagaimana kena sihir juga bukan rencana saya. Semua terjadi tiba tiba. Dan semua musibah tersebut mengantarkan kami kepada pemahaman yang benar benar baru. Yaitu pemahaman yang lebih dalam tentang hikmah kehidupan. Sekali lagi semua bukan karena kehendak saya, tetapi diantarkan.
Dan sahabat yang kena sihir juga akan mengalami hal yang sama atau mirip. Hanya masalah proses dan waktu saja. Saya yakin anda akan dihantarkan kepada sebuah pemahaman baru yang benar benar berbeda dari sebelumnya. Sebuah pemahaman ketuhanan. Yaitu Tuhan yang sedang memperkenalkan diriNya melalui realitas takdir kehidupan.
Semoga mencerahkan
Wallaahu a'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar