Bagaimana Jika Sudah Berusaha Ikhlas Tapi Nggak Bisa

Penginnya sih ikhlas tapi ikhlas itu ternyata jujur. Ternyata nggak bisa. Ternyata dadanya masih sakit. Nah Bagaimana Jika Sudah Berusaha Ikhlas Tapi Nggak Bisa. Simak penjelasannya ya?

 

BAGAIMANA KALAU SUDAH BERUSAHA IKHLAS TAPI NGGAK BISA

...sya ingin move on bapak tapi kalau lihat mereka,yg sampai hari ini msih belum berhenti merusak itu yg bikin sya diam dan bermuka datar,,pdhl hati sya ingin membalas kejahatan dengan kebaikan tapi praktiknya susah msih trauma,ingatan2 itu belum hilang. Mungkin hati sya yg masih kotor ...sya selalu berharap pada Allah semoga Allah karunikan hati yg bersih,hati yg selamat,,sya rindu bgaimana rasanya punya hati yg selamat,,yaa Allah

Jawab: Sebelum saya menjelaskan panjang lebar camkan bahwa tidak ada satu manusiapun hidup yang benar benar ikhlas. Yang ada adalah berjuang untuk lebih ikhlas. Baik anda, saya, mereka dan siapapun juga. Baik orang awam, orang pintar, ustadz, ulama dan semua manusia.

Artinya jangan berkecil hati ketika engkau berjuang untuk ikhlas tapi belum benar benar mampu. Sudah mau berjuang untuk lebih ikhlas, lebih menerima, lebih mengendalikan diri itu sudah buagus banget nget nget...

Ikhlas itu ada tingkatannya. Dan tingkatan saya dan anda disebut ikhlas mukhlisin. Yaitu ikhlasnya manusia yang mencoba menerima kenyataan pahit karena pamrih tertentu. Biasanya pamrih dalam bentuk pahala dan surga.

Sedangkan segelintir orang saja yang memang benar benar ikhlas. Orang ini disebut dengan ikhlas mukhlasin. Artinya bener bener ikhlas tidak mengharapkan apapun baik pahala surga dll. manusia mukhlasin bukan dikarenakan perjuangan dirinya untuk ikhlas tetapi karena pilihan Allah. Artinya yang membuat demikian adalah Allah sendiri.

Orang seperti inilah (mukhlasin) yang tidak akan bisa diganggu oleh Iblis dan balatentaranya.

Artinya: Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlas di antara mereka". (QS Al Hijr: 39-40)

Orang ikhlas mukhlasin itu dihina diam, dipukul juga diam, disantet diam saja, dikhianati juga diam. Diam tidak protes, tidak menyalahkan, tidak membetulkan. Diamnya adalah membiarkan kenyataan apa adanya tanpa penghakiman. Tanpa menjudge salah dan benar.

Orang ini tetap ibadah, tetap sholat tapi tidak berharap apapun. Karena orang ini meyakini bukan dirinya yang sholat tetapi Allah yang menggerakkannya. Dirinya hanya seperti wayang yang tidak bisa melakukan apapun tanpa peran sang dalang.

Mengapa orang mukhlasin diam saja saat diberikan musibah bertubi tubi? Mengapa saat dipukul, dihantam, dijedodin tetap diam tanpa melakukan perlawanan sedikitpun? Jawabannya karena nafsunya sudah mati, dirinya sudah mati.

Lihat saja orang yang sudah meninggal dunia, ia tidak melakukan perlawanan sedikitpun saat dimandikan, dikafani dan dikuburkan. Atau bayangkan saja anda memukul, menghina, atau menusk orang yang sudah mati, apakah mereka akan membalas? Tentu tidak, sebab ia sudah m4ti.

Mati yang bagaimana? Mati yang dimaksud adalah menyerahkan kepunyaan kita kepada Allah baik. Yaitu menyerahkan sifat wujud kita, hidup kita, kehendak kita, keinginan kita, penglihatan dan pendengaran kita, ilmu kita dll kepada Allah. Intinya menyerahkan dirinya, nafsunya, egonya dan segala kepunyaannya kepada Allah.

Mengapa orang mukhlasin bisa m4ti? karena yang mematikan adalah Allah. Dirinya tidak akan bisa mematikan nafsunya, hanya Allah yang bisa. Hanya Allah yang bisa mematikan dan menghidupkan. Artinya ketika Allah mematikan hambaNya, justru detik itulah ia hidup dengan hidup yang sebenar benarnya. Kekal bersama Sang Pecipta.

Kembali kepada chat sahabat tentang kegelisahannya karena belum bisa benar benar ikhlas. Jangan khawatir, bukan cuma anda, saya juga belum bisa benar benar ikhlas. Yang bener adalah belajar lebih ikhlas dari sebelumnya.

Jika berjuang lebih menerima dan lebih ikhlas dengan ujian lalu berharap pahala dan surga juga tidak ada masalah. Karena memang manusia pasti punya pamrih. Yang penting berharapnya kepada Allah bukan kepada mahluk. Kalau nggak punya pamrih disebut malaikat. Malaikat nggak punya nafsu makanya nggak punya pamrih. Kayak robot

Jika meninggal belum benar benar ikhlas juga tidak ada masalah, yang penting sudah berusaha bersabar dengan ujian sampai akhir hayat. Justru memetik kesbaran ditengah ujian itulah bekal yang sangat berharga.

Meskipun memang biasanya orang yang dimatikan oleh Allah selagi masih hidup di dunia adalah orang orang yang diberikan musibah yang paling berat. Saking beratnya hingga mati rasa.

Artinya saya dan anda yang diberikan musibah sihir berpeluang dimatikan nafsunya oleh Allah. Ia sudah mati meskipun masih berjalan jalan di dunia. Merekalah orang yang disebut mukhlasin yang tidak akan bisa diganggu iblis.

Sehingga orang yang tidak bisa diganggu iblis bukanlah saya, anda, ustadz, peruqyah, ulama, professor, sarjana agama atau siapapun. Artinya siapapun orangnya terserah Allah. Bisa siapa saja, bisa saya, anda, orang ndeso, orang kota, orang yang nggak paham agama, orang yang kayaknya kurang waras, orang amerika, orang arab, orang eskimo dan siapapun.

Sekali lagi tidak usah khawatir ketika anda merasa belum bisa benar benar ikhlas. Sebab memang tidak ada satu manusia hidup yang bisa ikhlas. Yang bisa benar benar ikhlas hanya orang yang sudah m4ti. Begitu kira kira.

Semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Begini Cara Naik Ke Langit 7 dan Bertemu Allah

Hidup di dunia adalah start awal dalam perjalanan kembali ke asal. Dan asal kita adalah dari Allah maka akan kembali kepada_Nya. Simak artik...