Halaman

Begini Cara & Mekanisme Memuji Allah dengan Benar

Banyak yang melafadzkan dzikir pujian kepada Allah. Cuma banyak yang nggak faham hakikat memuji Allah. Disatu sisi lisannya memuji Allah tapi disisi lain hatinya memuji mahluk, ini salah. Simak Begini Cara & Mekanisme Memuji Allah dengan Benar.

 

PUJILAH Aku SETINGGI LANGIT 

Masyaa Γ€llah.. Ustdz baik skali,,.smga ustadz pnjang umur shat sellu,, d limpahkan rezeki dan smga jg kliniknya akan lbih mujrab dan bemnfaat sluruh umst trutma yg trkena pnyakit shir, snga Allah sllu mrdjoi dn mngabulkn sgla doa²nya untuk org² yg mmbtuhkn ksembuhan.. Aamiin...Aamiin Ya Rabbal'alamiin...🀲 (Dari Fulan A)

Untung nya ada minyak Ruqyah dari pak ustadz, jika ada serangan mendadak saya gunakan dan Niat kan, Alhamdulillah plong . Jujur saya menangis pak ustadz 😭😭😭. Gak bisa berkata apa-apa lagi πŸ˜­πŸ™ Memang jujur sangat membantu, semua produk klinik pendekar langit, menghilangkan rasa sakit' baik' medis dan non medis,  Alhamdulillah terimakasih ya' Allah 🀲 Balas lah kebaikan pak ustadz, pendekar langit ini πŸ˜­πŸ™(Dari fulan B)

Jawab: Saya pribadi bersyukur kepada Allah dijadikan perpanjangtangan Tuhan untuk membantu sesama. Meskipun sejujurnya ada keuntungan dunia yang saya dapatkan yaitu dari infak anda misalnya pada saat memesan minyak ruqyah PL.

Kami berterimakasih kepada sahabat semua yang sudah mempercayakan kepada kami untuk meracik minyak ruqyah lalu memberikan infak sesuai dengan kemampuan masing masing. Banyak atau sedikit infak anda Insya Allah saya tidak akan komplain. Pun nominal yang anda berikan tidak pernah saya upload. Biarlah antara aku dan kamu saja.

Mengapa saya sangat menjaga kondisi hati tentang hal ini?

Karena dari awal kami meracik media ruqyah saya belajar meyakini bahwa saya digerakkan oleh Allah untuk melakukannya. Secara pandangan hati saya tidak merasa sudah membuat minyak ruqyah yang sudah dipakai oleh ribuan orang. Pandangan mata hati loh ya? kalau pandangan mata lahiriah memang saya Pendekar Langit yang meraciknya.

Ketika anda mendapatkan manfaatnya, saya juga tidak merasa yang melakukannya. Pun ketika ada sahabat yang merasa minyak ruqyah PL tidak berefek, saya juga tidak mempedulikannya. Mengapa demikian? karena saya sedang belajar meyakini semua adalah perbuatan Allah.

Termasuk ketika saya dan keluarga dapat rezeki dari infak anda. Secara lahiriah tentu kami berterimakasih kepada pemesan. Tetapi hatiku sedang belajar untuk berterimakasih kepada Allah yang menggerakkan tanganmu. Saat rekening saya bertambah, mata lahiriah saya memandang ada transferan dari sifulan. Akan tetapi batin saya memandang Allah yang sedang membagi rezeki.

Ketika ada sahabat yang transfer hanya cukup untuk ongkir, hati saya berucap, "makasih Ya Allah atas rezekiMu hari ini". Ketika ada sahabat yang transfer lebih, hati saya juga berucap, "makasih Ya Allah atas rezeki lebih hari ini". Hati saya sedang belajar untuk tidak melihat segala sesuatu selain Allah.

Jujur terkadang saya sedih ketika hari ini belum ada rezeki untuk makan keluarga. Hati saya bertanya tanya, "Ya Allah apakah kami melakukan kesalahan?". Tidak berapa lama ada yang transfer yang mana hanya cukup untuk ongkir, mata saya berkaca kaca, "Ya Allah makasih, akhirnya engkau kasih kami rezeki. Ini sudah cukup kok". Lalu sore hari ada lagi yang transfer dengan nominal yang cukup untuk makan hari ini dan esok. Akhirnya saya menangis, "Makasih ya Allah, udah cukup kok, kami sudah sangat bersyukur jangan ditambah lagi".

Malamnya tiba tiba ada yang transfer dari negara sebelah yang jumlahnya jauh dari cukup alias lebih lebih. Pada akhirnya saya tidak bisa berkata apa apa lagi. Yang ada hanya sujud dan pujian demi pujian teruntuk Yang Maha Penyayang.

Cara pandang seperti ini sudah saya latih sejak kena sihir dahulu. Dalam hal ini khususnya saat ekonomi sedang morat marit. Berkali kali dadaku sesak tiada terkira menunggu datangnya pertolongan Allah. Seringkali saya dahulu ngojek hanya bawa uang pas pasan atau kurang bahkan beberapa kali malah minus. Nangis saya dalam perjalanan pulang ngojek tidak bawa uang. Saya membayangkan anak istri menahan lapar dari pagi dan berharap saya pulang membawa rezeki.

Sesampai dirumah wajah mereka kecewa sebab hari ini ngojek tidak membawa hasil. Zonk. Saya berkata dengan terbata bata, "Sabar ya nak? Papa belum bisa menepati janji untuk makan pakai lauk telor dan bebek hari ini". 

Tapi batin saya mengatakan seiring air mata yang berlinangan, "Ya Allah nggak apa apa tidak dapat rezeki hari ini dari ngojek, kami ikhlas kok". 

Ketika sedang menghibur anak anak yang kelaparan tiba tiba datang kerabat saya mengetuk pintu. Anak anak berlarian keluar dan mendapati pak liknya datang membawa 2 porsi nasi bebek dan nasi telor. Tidak cuma itu sebab anak anak saya dikasih sangu masing masing 50.000.

Mungkin bagi anda hal ini sepele. Tetapi tidak buat saya. Berkali kali aku bertanya dalam hati, apakah ini kebetulan? Dari mana pak lik tahu kalau anak saya yang kecil ngidam nasi telor, sementara anak saya yang gede pengin makan nasi bebek? Di cari cari faktor kebetulan darimanapun nggak akan ketemu. 

Hanya satu saja kemungkinannya yaitu "Allah Maha Mengetahui segala isi hati". Dari situlah dada saya semakin teraduk aduk membawa muatan syukur yang tiada terkira. "Makasih ya Allah, makasih, makasih".

Kisah diatas adalah kisah nyata yang saya tambah dan kurangi. Pointnya adalah bersandar kepada mahluk pasti kecewa, bersandar kepada Allah pasti puas dan bahagia. Ini bukan sekedar kata kata bijak, tetapi harus anda alami sendiri.

Back to laptop...

Banyak sahabat yang WA saya mengucapkan banyak terimakasih sebab minyak ruqyah PL sangat membantu mereka. Mereka memuji muji saya. Secara lahiriah tidak ada yang salah. Namanya hubungan muamalah harus pandai pandai berterimakasih kepada orang lain yang membantu.

Namun ketika saya dapat pujian kdang kadang saya khawatir. Kami khawatir pujian itu masuk ke hatimu, itu keliru. Kalau pujian itu masuk ke hatimu artinya engkau menuhankan mahluk. Oleh karena itu jangan puji saya tetapi pujilah Allah. 

Bagi sahabat yang berinteraksi dengan saya atau memakai produk ruqyah dari kami, maka camkan...

Pandang secara lahiriah saya adalah pendekar langit yang menulis artikel ini dan atau meracik minyak ruqyah PL. Pandang secara lahiriah dengan kedua mata dzohirmu saya adalah mahluk yang tidak bisa bergerak kalau tidak digerakkan Allah. Ketika anda mendapatkan manfaat dari produk kami, anda boleh berterimakasih kepadaku. Tetapi disaat bersamaan batinmu berterimakasih kepada Allah yang ada dibalik pendekar langit. 

Ketika sudah menyangkut pandangan hati, lenyapkan pendekar langit, minyak ruqyah dan segenap mahluk lainnya. Sisakan hanya satu nama dalam hatimu yaitu Allah.

Seakan akan saja engkau berinteraksi dengan pendekar langit, minyak ruqyah, peruqyah, ustadz dll. Hanya seakan akan saja. Seolah olah saja. Sebab pandangan mata hati mengatakan "sebenarnya engkau sedang berinteraksi dengan Allah". 

Artinya ketika anda mendapatkan pemahaman setelah membaca tulisan saya, sebenarnya bukan saya yang memahamkanmu tetapi Allah. Ketika menggunakan minyak ruqyab PL lalu "plong", itu bukan saya yang melakukannya tetapi Allah. Ketika engkau sembuh pasca diruqyah, sebenarnya bukan peruqyah yang melakukannya tetapi Allah. 

Sadarlah akan hal ini sobat. Lalu ucapkan ribuan terimakasih kepada Allah. Jangan puji saya tetapi pujilah Allah. Pujilah Allah dengan pujian setinggi tingginya. 

Latihlah cara pandang tauhid ini dalam semua lini kehidupan. Percayalah tiba tiba engkau akan berubah jadi mellow. Dikit dikit nangis. Anda akan sering menangis sebab mengalami sendiri betapa baik dan sayangnya Allah kepadaku, kepadamu dan kepada segenap mahlukNya.

Semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar