Halaman

Anda Capek & Lelah Hadapi Musibah? Mungkin Saatnya Melemaskan Nafsu

Saya tahu anda sudah berusha keluar dari ujian, tapi nggak bisa. Oleh karena itu mungkin sekarang saatnya. Anda Capek & Lelah Hadapi Musibah? Mungkin Saatnya Melemaskan Nafsu.

 

SANTAPAN ROHANI, JIKA ANDA LELAH DAN CAPEK HADAPI SIHIR MULAILAH MELEMASKAN NAFSU

Ada yg mo nimbrung nih 🤦🏻‍♀️Dada lgsg sesak... Senyum2 pula. Ini msih senyam senyum. Udh stgh2..... Kyk gini trs ustd.. Skrg udh gk prnh ikut ruqyah online lg sya ustd.. Udh capek... Mles kerasukan terus. Capeeekkk

Jawab: Diatas adalah chat sahabat yang nyaris kerasukan saat sekilas ngobrol dengan saya. Dan memang beliau ini mudah sekali kerasukan. Sudah ruqyah berkali kali sampai lelah dan capek. Sehingga pada akhirnya memutuskan untuk berhenti ruqyah.

Bagi sahabat yang kena sihir sudah bertahun tahun saya yakin pernah mengalami fase "lelah sangat". Sudah melakukan berbagai cara dan ikhtiar namun gangguan tidak juga kunjung reda. Sampai pada akhirnya pasrah bermandikan penderitaan.

Dan memang terkdang kita butuh waktu untuk menyerah saja. Paling tidak untuk sementara. Sebab mau gimana lagi? Sudah melakukan segala cara tapi tak kunjung sembuh. 

Dengan penyerahan ini paling tidak kita belajar melemaskan nafsu yang selama ini sangat ngotot ingin keluar dari lumpur musibah. Justru dengan melemaskan nafsu inilah biasanya anda akan mendapatkan pencerahan baru. Mengapa demikian? Sebab kita saat ini sedang sampai di artikel santapan rohani.

Yuk kita lanjut...

Sahabat ayuk kita sesekali melemaskan nafsu untuk kemudian mulai membuka hati lebar lebar. Coba renungkan dalam dalam bahwa selain nafsu/ jiwa kita dan segenap mahluk sudah terlebih dahulu ada nafsiyah yang menopang semuanya segalanya. Dalam bahasa lain sebelum kita mengenal "diri" sudah ada "diri" tunggal yang mengatur alam semesta. Bahkan sebelum alam semesta ada, nafsiyah (diri) tunggal itu sudah ada.

Sebelum kita lahir ke dunia ini, alam semesta sudah terlebih dahulu ada. Alam yang diatur oleh "diri" tunggal. Jika anda melihat matahri bersinar maka jauh sebelum anda lahir matahari itu sudah bersinar menerangi bumi. Planet dan bintang beredar sesuai garis edarnya. Itulah secuil kehendak dari "diri" tunggal. Kehendaknya sudah seperti itu dan tidak ada satu mahlukpun yang bisa merubah.

Supaya tidak membingungkan langsung saja yang saya maksud diri tunggal adalah Tuhan...

Artinya yang berkehendak supaya kita ada dan lahir di dunia ini adalah Tuhan. Ini sama dengan lahirnya planet dan bintang milyaran tahun yang lalu, semua karena kehendak Tuhan. Planet dan bintang tidka bisa lahir sendiri lalu beredar sendiri kecuali tunduk kepada sebuah kehendak tunggal. Demikian pula saya dan anda...

Kita lahir bukan kehendak sendiri. Jantung berdetak, dar4h mengalir, nafas keluar masuk dll juga bukan keinginnan kita sendiri. Semuanya berasal dari kehendak tunggal. Karena dari awal semuanya adalah kehendak Tuhan maka sampai akhir juga kehendak Tuhan. Tidak ada sebesar dzarah kehendak mahluk. Sebab jika mahluk bebas berkehendak maka bisa bisa Tuhan yang mengatur mahluk jadi pusing. Sebab ada milyaran kehendak yang berbeda beda.

Akan tetapi sebenarnya semua kehendak berasal dari satu kehendak tunggal. Apa yang kamu kira kehendakmu sebenarnya berbingkai kehendak Tuhan. Karena tidak ada yang luput dari pengetahuan Tuhanmu meskipun hanya sebesar atom.

Artinya ketika kamu kena sihir itu bukan kehendakmu tetapi kehendak Tuhan. Saat kamu menderita lahir dan batin itu juga bukan keinginanmu tapi keinginan DIA yang menciptakan dan mengatur alam semesta. Sedangkan kita hanyalah satu butir pasir ditengah padang pasir yang sangat luas. Dalam bahasa lain kisah penciptaanmu dan segala ceritanya tidak lebih besar dari penciptaan alam semesta. Bahkan terlalu kecil kalau dibandingkan.

Oleh karena itu sesekali lemaskan nafsumu, biarkan DIA bercerita melalui dirimu sendiri. Saya dan anda dari awalnya tidak ada, lalu diadakan menjadi satu akun bagian dari cerita semesta alam. Karena dari awal kita nggak ada maka tidak akan bisa membuat cerita. Sebab semua cerita adalah cerita diriNya. 

Lemaskan nafsumu seiring dengan melemaskan kehendak dan keinginanmu. Artinya mulailah belajar untuk tidak mengklaim "ini kehendakku", sebab yang benar adalah "ini Kehendak_Ku". Lagian sejak kapan saya dan anda menciptakan mahluk yang bernama kehendak?. Pun mulai belajar untuk tidak mengklaim "ini hidupku" tapi yang benar adalah "ini hidup_Ku". Dudukkan diirmu pada maqom tiada, karena yang ada hanyalah DIA.

Ketika kamu sudah melemaskan nafsu/ diri/ jiwa atau egomu maka pada saat itu engkau sebenarnya sedang belajar pasrah dengan segala kenyataan. Pasrah lalu mengakui kalau sebenarnya hidup ini bukan hidupku, takdir ini bukan takdirku, cerita ini bukan ceritaku. Dengan kepasrahan inilah saya dan adna akan menjalani hidup dengan ringan.

Mengapa ringan? Sebab sudah nggak perlu mikir apa apa lagi. Sudah kosong alias tiada. Menjdi ringan sebab sudah menyerahkan hidup kepada hidupnya Tuhan.

Mau hidupku dibikin kena sihir biarkan saja, toh sudah bukan urusanmu lagi melainkan menjadi urusan Tuhan. Mau rumah tangga hampir kandas, ekonomi hancur, nama baik terinj4k in4k dll biarkan saja. Sekali lagi toh itu semua bukan ceritamu tetapi cerita Tuhan. Terserah keinginan dan kehendak nafsiyah tunggal alias Tuhan saja, sebab memang hanya DIA yang ada lalu membuat ceritamu ditengah cerita alam semesta.

Tulisan diatas saya ketik dengan bahasa umum. Jika saya tarik menjadi bahasa agama islam saya yakin anda akan semakin paham dan menganggukkan kepala.

Yuk kita mulai...

Kamu merasa hidup, merasa ada, meraasa bebas berkehendak dll padahal sejatinya semua itu ditopang oleh satu keberadaan tunggal. Inilah yang disebut dengan tauhid. Tauhid itu maknanya adalah tunggal. Artinya berjuta juta kehendak dan keinginan mahluk muaranya sebenarnya ada pada satu kehendak Tunggal. 

Artinya orang yang paham tauhid adalah orang yang ngerti kalau diirnya nggak akan bisa lepas dari kehendak Allah meskipun hanya satu inchi. Termasuk semua kisah hidupmu tidak akan bisa lepas dari skenario Allah yang sudah ditulis pada jaman azali. Ceritanya plek tidak ada keluar dari skenario sekecil apapun.

Sehingga tugas kita hanyalah pasrah saja dan tunduk saja. Tidak ada pilihan selain itu. Oleh karena itu pasrahlah, bahasa arabnya islamlah atau muslimlah. Ketika kamu pasrah/ islam maka kita hanya bisa menjadi saksi saja, bahwa yang membuat cerita hanyalah Allah. Menjadi saksi bahasa arabnya syahadat. Maka bersyahadatlah bahwa tidak ada segala sesuatu melainkan Allah.

Ketika menjalani dinamika kehidupan, ada susah ada senang, ada musibah ada kebahagiaan dll maka nafsumu mulai dominan. Ketika nafsumu mulai berontak dengan skenario yang sudah ditetapkan maka segera sadar. Sadarlah kepada persaksian yang sudah engkau ucapkan dari awal yaitu syahadat "laailaaha illallaah". Ketika sudah sadar maka ikut alur saja. Meresap, melebur, terhubung dan menyatu dalam cerita Tuhan. Bahasa arabnya sholat. Oleh karena itu sholatlah.

Saat engkau menjalani cerita kehidupan seringkali nafsu merecoki skenario Tuhan. Oleh karena itu bersihkanlah dirimu dari kencenderungan nafsu. Bahasa arabnya zakaah atau zakat. Setelah itu tahan diri, kendalikan diri, sabar terhadap proses yang seringkali membuatmu reaktif. Seperti anda menonton pertandingan sepakbola seringkali reaktif mengomentari pemain harus begini harus begitu. Jangan begitu, tapi tahan diri, sebab permainan belum selesai. Menahan diri bahasa arabnya shiyam atau puasa.

Kemudian yang kelima adalah membingkai semuanya dan mengarahkan maksud dan tujuan untuk kembali kepada Allah. Artinya anda sengaja melakukan demikian karena sedang berkiblat kepada AKU bukan kepada aku. Bahasa arabnya menyengaja atau berkiblat adalah al hajj atau haji.

Ketika 5 langkah kepasrahan atau ketundukan sudah benar benar anda lakukan barulah anda melihat surga. Artinya jika saya dan anda ingin mendapatkan hikmah dari ujian yang saat ini sedang dihadapi caranya adalah "jadilah islam". Dalam bahasa lain ketika anda sudah islam/ pasrah maka anda akan mengerti alasan mengapa di berikan ujian sihir. Mengerti karena melihat dan menyaksikan. Inilah iman yang haqqul yaqin.

Dan untuk memulainya diawali dengan berhenti berontak lalu mulai melemaskan nafsumu sendiri. Keep calm & terima kenyataan.

Semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar