Semua orang pasti mengalami masalah kehidupan, ada yang berat ada yang ringan. Itulah ujian. Bagaimana solusinya? Simak Solusi Segala Permasalah Hidup Hanyalah Pasrah Menyerah.
SANTAPAN ROHANI, SOLUSI SEGALA PERMASALAH HIDUPMU HANYA SATU, APA ITU? BACA SAMPAI SELESAI
Ustadz saya baru aja kelar membaca santapan rohani yg d tulis ustadz hati saya gemeter dan air mata saya sampai jatuh ustadz.Alhamdulillah Allah telah mempertemukan saya dgn pendekar langit.Saya yakin Allah sayang sama saya.sbnry saya mau cerita banyak ustadz dr saya nikah sampai saat ini ustadz.tp bgmn caranya ustadz.terimakasih banyak ya ustadz🙏 (Sahabat 1)
Terimakasih atas wawasan ilmu dan pencerahannya, saya tertolong dan tersadar dg tulisan² dari pak ustadz, saya mengalami semua kasus yg tersebutkan. (Sahabat 2)
Jawab: Bagi sahabat yang sedang lelah jiwa raga karena ujian yang datang bertubi tubi saran saya sering sering baca tulisan saya bertajuk santapan rohani ya? Bagi anda yang rumah tangganya berantakan, yang patah hatinya karena dis3lingkui, yang trauma pasca perceraian, yang usahanya nyungs3p, yang punya pengalaman trauma masa lalu, yang sering dibull1 dll.
Khususnya bagi anda yang merasakan penderitaan lahir dan batin asbab sihir wajib sering mampir ya? Insya Allah pelan pelan akan mendapatkan pencerahan. Lalu setelah itu hatimu yang panas membara bisa adem kembali.
Tapi sekali lagi baca santapan rohani dengan qalbumu. Dengan hatimu yang jujur. Jangan sampai akalmu, keilmuwanmu, dalilmu, hapalanmu, madzabmu dll diikutsertakan. Sementara dipinggirkan dulu, setelah selesai membacanya baru boleh diambil kembali. Sebab kalau anda membacanya masih membawa serta kepintaranmu yang ada malah ker4cunan.
Mengapa demikian? Karena bahasa hati itu sangat sulit untuk dimanifestasikan dengan kata kata. Kalau diterjemahkan dengan kata kata nanti otakmu yang berisi banyak hapalan pasti menolak. Misalnya ketika saya menulis "memaafkan Allah", mosok Allah berbuat kesalahan? Syirik nih sesat tuh, khan otakmu langsung mengarah kesitu. Padahal maksud saya memaafkan Allah adalah ikhlas dan ridho terhadap takdir.
Dan banyak istilah dan bahasa hati yang saya sampaikan, ketika masuk ke otakmu langsung reaktif. Langsung ny0lot. Makanya biasanya saya menggunakan beberapa kalimat yang berbeda, dimulai dari tingakat awal sampai kalimat yang lebih dalam. Mana mana kalimat yang bisa anda terima itu saja yang dipakai. Yang belum bisa merasuk dalam hatimu di skip saja.
Kali ini saya hanya ingin meyakinkan sekali lagi bahwa anda yang sedang diberikan musibah ugal ugalan itu tandanya Allah sayang dan cinta kepadamu. Sebagaimana bunyi hadits yang kurang lebih, "Ketika Allah mencintai suatu kaum maka akan diuji (dengan musibah yang ugal ugalan)". (Hadits Thabrani)
Dan pada saatnya anda akan paham sepaham pahamnya maksud "diuji" bukan sekedar ujian biasa. Tapi ujian yang mampu membuatmu menyerah kalah. Sebab ujian yang biasa saja tidak akan mampu membuat nafsu menyerah. Mengapa demikian? Sebab kharakter nafsu itu ngeyelnya tingkat dewa. Bahkan ujian yang berat sekalipun perlu waktu bertahun tahun sebelum pasrah dan menyerah (baca: muslim).
Ya benar sekali bahwa kharakter nafsu itu ngeyelnya level up. Kalau belum benar benar mentok tok tok pasti tidak akan mengakui Tuhan. Kalau belum terpojok disudut ring dan tidak ada jalan keluar lagi, maka nafsu tetap ngeyel. Seakan akan nafsu berkata, "Apa? Tuhan? Aku nggak kenal tuh. Aku ya aku, sedangkan Tuhan aku nggak kenal"
Sekali lagi saya katakan bahwa ujian ugal ugalan yang anda alami adalah tanda bahwa Allah mencintaimu. Kalau Allah sudah mencintaimu maka berlakulah hadits qudsy berikut ini:
"....Jika Aku telah mencintainya, maka (Aku) menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, (Aku) menjadi penglihatan yang dia melihat dengannya, menjadi tangan yang dia memukul dengannya, menjadi kaki yang dia berjalan dengannya. Jika dia memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi..” (Hadits Qudsy)
Jadi puncak cinta Allah kepada hamba_Nya yang terpilih adalah seperti hadits qudsy diatas. Artinya ketika Allah mencintaimu maka DIA akan menggantikanmu. Yaitu Allah lah yang akan menjadi pendengaran, penglihatan, tangan dan kakimu. Kalau sudah begitu berlakulah kun fayakun.
Paragraf diatas kalau nyampe di otakmu pasti langsung ditolak. Mosok Allah menggantikan manusia, lalu menjadi pendengaran, penglihatan, tangan dan kaki? Ini mustahil. Nggak mungkin Allah menjadi manusia. Gitu khan?. Itu bukan kata saya loh, tapi itu hadits qudsy. Makanya bagi kamu yang mengatakan mustahil baca lagi hadits qudsy diatas beberapa kali. Kalau ragu dengan redaksi haditsnya silahkan tanya ke gurumu atau browsing.
Artinya Allah memberikanmu musibah yang ugal ugalan sebenarnya endingnya supaya kamu nggak lelah, nggak capek, nggak marah, nggak sedih, nggak kuatir dan nggak menderita lagi selama lamanya. Supaya saya dan anda selalu nyaman, tenang, bahagia, makmur dan sejahtera selama lamanya. Itulah tujuannya.
"Tapi ustadz, kenapa harus dikasih musibah yang ugal ugalan dari segala sisi?"
Coba kita renungkan bareng bareng. Bayangkan ada seorang petinju nomor satu didunia ditantang oleh petinju amatir. Cuma jumlah petinju amatirnya ada seribu. Lalu masuklah petinju nomor satu ke dalam ring. Beberapa saat lamanya sang petinju berhasil menjungkalkan puluhan petinju amatir, namun petinju lainnya datang silih berganti. Pada akhirnya satu pukulan mengenai telak ke wajah petinju nomor satu diikuti pukulan pukulan lainnya.
Petinju nomor satu di dunia enggan untuk menyerah. Dengan sisa sisa kekuatan ia berhasil menjungk4lkan satu dua petinju amatir lainnya. Yang jadi masalah petinju amatir datang bagaikan air bah yang membuat petinju nomor satu akhirnya jatuh terk4par. Bangun lagi jatuh lagi dan terk4par lagi begitu berulang kali.
Mengapa petinju nomor satu enggan untuk menyerah? Sebab dirinya merasa menjadi yang terhebat. Meskipun sekujur badannya bersimb4h darah ia belum juga mengibarkan bendera putih. Dengan kemarahan memuncak sang petinju berusaha bangkit, "aku petinju nomor satu nggak boleh kalah, grrrrrr...". Belum sempat bangkit sudah kena b0g3m mentah berkali kali sehingga tersungkur. Dengan kesedihan dan kekecewaan memuncak sang petinju masih saja mencoba bangkit, "aku khan nomor satu, mengapa bisa kalah seperti ini? Aku nggak boleh kalah. Apa kata dunia kalau aku kalah?".
Akhirnya sang petinju terpojok disudut ring dengan bersimb4h d4rah. Pukulan bertubi tubi datang dari depan belakang kiri dan kanan. Dalam kepedihan yang teramat sangat sang petinju nomor satu di dunia menangis, "Tuhan, mengapa nasibku seperti ini? Berikan aku kekuatan sehingga bisa menang".
Setelah kekuatannya sudah habis dan sudah tidak ada jalan keluar lagi akhirnya sang petinju nomor satu meruntuhkan keangkuhan dan kesombongannya seraya berteriak, "aku mengaku kalah". Lalu ting ting tiiiing, dengan segera sang wasit menghentikan pertandingan. Sang petinju yang angkuh akhirnya kalah, sementara seribu petinju amatir menang KO.
Dari cerita fiktif diatas saya harap anda mulai bisa memahaminya. Paham bahwa petinju nomor satu di dunia ya kamu. Kamu yang merasa ada, bisa, kuat dan kuasa. Sementara seribu petinju amatir adalah takdir. Akan ada masanya anda akan dipukul oleh takdir dari depan belakang kiri dan kanan. Artinya anda akan diberikan berbagai macam musibah dari segala penjuru. Pasti akan ada masa dimana berkali kali anda berusaha melawan takdir sehingga b0ny0k bersimb4h dar4h.
Mengapa anda terus melawan takdir? Sebab anda sombong karena merasa bisa dan kuasa. "Wahai takdir, aku akan melawanmu dan tidak akan pernah menyerah", gitu khan katamu? Dan kesombonganmu akan dijawab oleh takdir dengan pukulan yang membuatmu terjatuh berkali kali. Hingga pada akhirnya ketika kamu sudah terpojok disudut ring dalam kondisi yang sangat mengen4skan barulah anda mengatakan, "aku menyerah".
Siapa yang mengatakan itu? Jawabannya qolbumu bukan lisanmu yang sudah terlalu banyak berdusta. Anda dengan jujur mengakui kekalahan dan kelemahanmu dengan mengibarkan bendera putih saat sudah terpojok dan mustahil ada jalan keluar. "Ya aku (nafsumu) menyerah kalah, dan kalian (takdir) pemenangnya. Sekarang terserah kalian mau melakukan apa, aku tidak kuasa melawan lagi".
Apa yang terjadi setelah kamu menyerah kepada takdir? Yang terjadi seperti pertandingan tinju yaitu wasit menghentikan pertandingan. Sementara anda dipapah keluar ring dan diobati. Diobati apanya? Hatinya yang selama ini angkuh. Saat diobati anda masih merasakan pedih dan perih sebagai akibat adanya bekas pukulan, akan tetapi anda menerimanya sebab sudah mengaku kalah.
Artinya ketika anda menyerah kepada takdir maka anda tetap akan merasakan kepedihan untuk sementara waktu. Tetapi dibalik kepedihan itu ada rasa damai dan tenang yang tidak bisa dilukiskan dengan kata kata. Mengapa demikian? Sebab saat itu anda merasa Allah sudah dekat. Hingga ketika lukamu sembuh maka nyatalah siapa sebenarnya DIA yang ada dibalik takdir.
Saat pertama kali hatimu mengatakan pasrah, mungkin kepedihan ujian masih anda rasakan. Tteapi anda kuat sebab merasa Allah sudah dekat. "Ya Allah terserah engkau saja, kami hanya hamba_Mu yang tiada daya upaya". Kata kata ini pasti akan menguatkan hatimu. Semakin anda merasa Allah dekat semakin tidak berasa ujiannya. Hingga pada akhirnya kepedihan dan kesedihan itu hilang sebab qalbumu merasa sudah bersama Allah. Sudah dekat tiada jarak.
Siapa yang ada dibalik takdir ujian? Jawabannya semua tahu, Allah. Realitas takdir dalam bentuk ujian kehidupan hakikatnya adalah Allah yang datang untuk mengalahkan tuhan tuhan lain selain diri_Nya, yaitu nafsumu. Dan ketika nafsumu sudah diserahkan kepadaNya maka DIA sendiri yang akan menggantikanmu. Ketika itulah berlaku hadits qudsy diatas. Dibaca lagi ya biar nggak gagal paham.
Sehingga PR saya dan anda sebenarnya simpel saja yaitu "menyerahlah, pasrahlah". Bahasa arabnya muslimlah. Teorinya sederhana tapi prakteknya ruar biasa. Buktinya sampai detik ini anda masih melawan takdir khan? Meskipun anda masih melawan takdir paling tidak mulai paham bahwa menjadi muslim yang sebenar benarnya ternyata nggak mudah.
Dari tulisan santapan rohani kali ini saya yakin anda sudah paham bahwa solusi segala permasalahan hidupmu hanya satu yaitu, "Jangan berontak lagi, menyerahlah terhadap takdir". Sebagaimana yang dilakukan sahabat kita berikut ini:
"Tapi Alhamdulillah, spt tulisan ustdz saya melihat sesuatu yg Allah inginkan dengan musibah ini.. Secara dunia saya hancur, tetapi dlm keimanan justru di sini lah saya menemukan puncak kepasrahan total saya pada sang pencipta akan hidup saya, sehingga memandang dunia jd ringan aja." (WA dari sahabat)
Ayuk siapkan berndera putih lalu kibarkan..
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar