Cara Menyembuhkan Penyakit yang Kronis

Hampir semua penyakit jasad berawal dari pikiran, ini penelitian sains. Penyakit dari pikiran memicu penyakit kronis. Bagaimana Cara Menyembuhkan Penyakit yang Kronis? Simak penjelasannya.

 

SANTAPAN ROHANI, MENYEMBUHKAN PENYAKIT RUHANI DAN JASMANI SEKALIGUS, BEGINI CARANYA...

Tulisan ustadz di group pelajaran yg sangat mahal.nyes seperti minum kalau LG haus.. Sll tadz.samgat trimakasih ilmunya sangat bermanfaat ....sy beruntung bisa ketemu ustadz p langit sy banyak sekali perubahan yg sy alami. sy lebih bisa mawas diri intropeksi diri.ihklas menerima takdir Alloh.dan sy paham semua makar sihir sy bisa melawan sihir banyak sekali pelajaran yg kudpt.trimakadih p langit semoga beliau sehat panjang umur amin🤲

Jawab: Nyes itu tanda hatimu tersirami air kehidupan. Mak nyess adem. Makanya jika ingin hatinya adem bacalah tulisan santapan rohani dengan hati yang jujur. Insya Allah nyesss...

Dalam dunia medis 80 bahkan 90 persen akar masalah penyakit berasal dari pikiran. Dan saya sangat setuju dengan penelitian sains ini. Bahwasanya pikiranmulah yang menyebabkan munculnya berbagai penyakit secara fisik. Sementara pikiran dalam dunia medis menyakut segala hal yang bernilai abstrak. Yaitu apapun yang anda pikirkan dan juga rasakan.

Dalam bahasa lain penyakit ruhani adalah penyumbang terbesar dari penyakit jasmani, yaitu 80 sampai 90 persen. Artinya ketika ruhaniahmu sakit maka akan memicu munculnya berbagai penyakit jasmani mulai dari migren, asam lambung, hipertensi, jantung, autoimun, tumor, kangker, alzemier, vertigo dan masih banyak lagi.

Sehingga ketika anda terserang penyakit secara fisik/ jasmani maka perlu untuk melongok kondisi ruaniahmu. Misalnya sebagaimana WA sahabat, "Dan ibuk saya di rumah suka marah2 hampir satu rumah MARAH MARAH , saya masih mau cari kos kosan gak kuat di rumah. Dan saya priksa ke dokter kena di duga terkena TIROID penyakit hormon bawaan STRESS dan termasuk AUTOIMUN". 

dari contoh kasus diatas penyakit ruhaniahnya apa saja? Jawabannya marah marah, stress dan lain sebagainya. Marah marah dan stres ini memicu berbagai penyakit yaitu tiroid dan autoimun. Sehingga obat secara medis adalah dari dokter, tetapi obat non medisnya adalah JANGAN MARAH dan JANGAN STRESS.

Terkait dengan penyakit ruhaniah, Allah menyinggung dalam surat Al Baqarah ayat 10, artinya: "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (QS Al Baqarah: 10)

Artinya dalam hatimu ada penyakit dimana dengan itu akan bertambah penyakit lainnya yaitu penyakit jasmani. Apa saja penyakit dalam hati? Banyak misalnya kemarahan, dendam, kebencian, permusuhan, ketakutan, kecemasan, kekhawatiran, iri, dengki, hasad, angkuh, sombong, riya' dan masih banyak lagi. Kira kira dirimu ada penyakit diatas tidak?

Ketika hatimu berpenyakit maka otomatis cepat atau lambat akan menjadi pemicu penyakit jasmani. Inilah bahasa Al Qurannya adzab yang pedih karena kita kebanyakan berdusta. Dustanya adalah lisan mengatakan sabar tapi hati menjerit, mulut mengatakan ikhlas tapi hati berontak. Kesimpulannya lisan mengatakan beriman tapi hatinya ingkar atau kufur. Ingkar kepada siapa? Kepada Allah.

Mengapa ingkar kepada Allah? Karena hati tidak percaya bahwa Allah yang mengurus semuanya. Yang dipercaya adalah kemampuan dirimu sendiri. Meskipun seribu kali kamu bilang percaya atau beriman kepada Allah tapi khan buktinya hatimu penuh kecemasan dan ketakutan. Ingat masa lalu takut, ingat masa depan khawatir. Ini sudah jadi bukti kongkret bahwa imanmu adalah dusta. Nah sekarang pas banget kalau surat Al Baqarah ayat 10 itu buat saya dan anda khan?

Oleh karena itu sebaiknya ketika baca Quran dan ada ayat yang menyentil, cobalah buka hatimu sebenarnya ayat itu menyentil dirimu sendiri. Kamu jangan sok bener dimana mengarahkan bacaan Al Quran itu untuk orang lain. Nanti malah tidak akan mendapatkan pencerahan. Misalnya ayat ini, simak ya?

Artinya: Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS Al Baqarah: 8-9)

Kita khan cenderung melemparkan ayat ini kepada orang lain. Apalagi ayat sebelumnya menceritakan tentang orang kafir lalu menganggap yang kafir adalah orang lain. Padahal lebih pas ayat diatas ditujukan untuk kita. Kitalah yang kafir atau bahasa indonesianya ketutup. Yang ketutup apanya? Hatinya. Hatinya ketutup dari Allah. Buktinya khan kamu suka marah, stress, cemas, khawatir dll. Ini tanda hati yang tertutup.

Karena dirimu stress, depresi dll ketika menerima ujian lalu memicu munculnya berbagai penyakit fisik. Misalnya kumat asam lambungnya, migren, sampai kangker. Bukankah ini sudah jadi bukti yang konkret? Apakah kita kasih saja mengelak dan mengatakan "aku beriman kepada Allah?". Apapun omonganmu kenyataannya itu hanya menipu Allah. Atau sebenarnya bukan menipu Allah tapi menipu dirimu sendiri, tapi nggak sadar.

Sehingga yang perlu ada lakukan adalah, "sadar". Sadarlah kamu sudah berbohong, akuilah kalau dirimu sudah berdusta. Supaya apa? Supaya Allah memberikan hidayah atau petunjuk atau jalan bagaimana caranya supaya hati benar benar beriman kepada Allah. Mengakui dengan sadar inilah yang disebut dengan taubat. Taubat/ taabaa atau kembalilah kepada Allah supaya hatimu yang sakit bisa sembuh, seiring dengan kesembuhan penyakit fisik.

Dan proses kembali ini bukan dengan sekedar baca istighfar loh? Tetapi proses perjalanan yang berlika liku. Prosesnya bisa bertahun tahun, belasan tahun bahkan berpuluh puluh tahun. Tetapi mau tidak mau anda harus menempuh jalan ini supaya selamat dunia dan akherat.

Artinya proses beriman hanya kepada Allah membutuhkan proses yang tidak sebentar. Proses membersihkan hati dari berbagai penyakit hati adalah proses yang penuh dinamika. Dalam bahasa lain belajar tazkiyatun nafs itu butuh perjuangan dan kegigihan. 

Mengapa demikian?

Sebab lawanannya adalah dirimu sendiri. Mau tidak mau engkau harus bisa menaklukkan egomu sendiri untuk kemudian belajar pasrah kepada Allah. Dan ini sungguh sungguh tidak mudah, apalagi selama ini sudah bercokol ribuan tuhan tuhan lain dalam hatimu. Tuhan tuhan lain selain Allah yang sudah mengakar dalam qalbumu. 

Apa tuhan tuhan lain selain Allah yang sudah bercokol kuat dalam hatiku dan hatimu? Misalnya gini, "Jangan salahkan aku jadi begini, tapi salahkan mereka yang membuatku jadi begini". Nah mereka mereka ini sudah menjadi tuhan dalam hatimu. "Gara gara sihir hidupku hancur", nah sihir sudah menajdi tuhan selain Allah dalam hatimu. Silahkan sekarang itung ada berapa tuhan lain selain Allah dalam qalbumu. Itulah yang harus anda bersihkan.

Caranya bagaimana?

Caranya dengan mengalahkan nafsumu yang menyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah. "Aku marah karena pasanganku tidak perhatian". Nah sekarang kalahkan nafsumu dengan meyakini pasanganmu bukanlah tuhan. Pasanganmu hanyalah alat bagi Tuhan untuk menguji kesabaran dan keimanan dalam hatimu. Kalahkan dirimu sendiri untuk kemudian sabar menerima kekurangan pasangan. Bisa? 

"Aku stress karena daganganku sekarang sepi. Gimana bisa kasih makan keluarga kalau begini?". Nah sekarang kalahkan nafsumu yang meyakini dagangan sebagai tuhan selain Allah. Bisnismu dibikin sepi untuk menguji imanmu, apakah engkau percaya kepada dagangan apa kepada Allah. Kalahkan nafsumu lalu belajarlah untuk tetap tenang meskipun bisnismu bangkrut. Bisa?

Nyatanya tidak mudah khan? Tetap saja marah marah karena pasangan cuek, khawatir karena bisnis bangkrut, sedih karena kehilangan harga diri. Makanya pantas saya dan anda terkena berbagai penyakit fisik misalnya asam lambung, migren, hipertensi dll. Pantas apa enggak? Pantas atau enggak begitulah mekanismenya yang berjalan otomatis.

Karena hati beriman hanya kepada Allah saja bukan sesuatu yang mudah, makanya seringkali saya mengajak sahabat semua untuk belajar iman dari hal hal yang kecil dulu. Ketika hati kita beriman kepada hal hal yang kecil dulu lama kelamaan akan beriman juga kepada ujian yang besar. Mengapa demikian? Karena rumusnya adalah iman, amal sholeh = reward/ pahala/ surga. Catat paragraf ini ya?

Contoh belajar iman yang kecil kecil dulu misalnya begini. Kalau sebelumnya anda marah saat kehilangan sendal, maka sekarang ketika sendalnya ilang dimasjid, jangan marah lagi. Malahan anda bisa coba beli beberapa sendal selop dan taruh dimasjid supaya bisa digunakan oleh jamaah lain. Bisa? Bisalah sebab hanya sekedar sendal kok. Dan jangan lupa lakukan karena Allah, lalu lihat keajaiban apa yang terjadi. Misalnya seiring waktu anda diberikan rezeki lebih sehingga bisa beli sendal yang branded, atau dapat hadiah sendal dari sahabat. Anda harus peka, sebab ini bukan kebetulan. Inilah yang disebut dengan reward/ pahala/ surga. Catet ya?

Atau ketika ada pengemis didepan rumah biasanya anda mengusir, atau kalau ngasih 2 ribu dengan menggerutu, dan menginginkan pengemisnya segera enyah dari rumahmu. Sekarang kalau ada yang minta minta coba sambut dengan senyuman. Kasih 10.000 plus air dan gorengan. Bisa? Bisalah, sebab nggak berat. Saya jamin pengemisnya akan mendoakan kebaikan untukmu. Setelah itu lihat apa yang terjadi. Misalnya beberapa hari setelah kasih pengemis 10.000 tiba tiba anda dapat rezeki nomplok 100.000. Camkan ini bukan kebetulan, tapi reward/ pahala atas keimananmu.

Kumpulkan butiran butiran iman setiap hari setiap saat setiap waktu. Nanti pelan pelan tuhan tuhan lain dalam hatimu akan berkurang dan terus berkurang. Seiring dengan terkikisnya rasa cemas, stress, khawatir, sedih dll dalam hatimu. Sampai akhirnya anda mampu untuk menerima ujian Allah yang lebih besar. Misalnya kena sihir yang membuat hidupmu hancur lebur. Kalau sebelumnya kamu mengisi hari harimu dengan dendam dan kemarahan, maka gantilah dengan penerimaan. Mengapa menerima? Jawabannya silahkan berkaca kepada kisah ilang sendal, dan kisah pengemis.

Teruslah berusaha menerima dengan ikhlas dan ridho ujian dari Allah, sehingga engkau mendapatkan reward/ pahala atas keimananmu. Seiring dengan rasa bahagia yang muncul direlung hatimu. Bahagia karena beriman kepada Allah ternyata tidak akan pernah berakhir dengan kekecewaan. Endingnya adalah hatimu yang selama ini sakit kronis bisa sembuh. Yang semua cemas dan khawatir karena percaya bisikan nafsu, berganti dengan tenang dan bahagia karena percaya dengan janji janji Allah. Kesembuhan ruhaniahmu seiring dengan kesembuhan penyakit jasmanimu. 

Yang semula sering migren tiba tiba sembuh. Asam lambung, hipertensi, autoimun bahkan kangkernya bisa sembuh. Siapa Yang Menyembuhkan? Jawabannya jelas, Allah.

Semoga mencerahkan, share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Menyembuhkan Penyakit yang Kronis

Hampir semua penyakit jasad berawal dari pikiran, ini penelitian sains. Penyakit dari pikiran memicu penyakit kronis. Bagaimana Cara Menyemb...