Musibah adalah Jalan untuk Menjadi Kekasih Allah

Berikut saya share artikel dengan judul Musibah adalah Jalan untuk Menjadi Kekasih Allah. Jika dirasa artikjelnya bermanfaat share ke yang lain ya? Syukron

 

SANTAPAN ROHANI, PESAN UNTUKMU YANG PERNAH KEHILANGAN SESUATU YANG SANGAT DICINTAI

Tulisan ini untuk sahabat semua yang sedang diberikan musibah apapun itu. Terutama musibah sihir yang menghancurkan segala sendi kehidupan. Tulisan ini saya kirim ke salah satu grup WA lingkungan, berhubung teman saya anggap saja namanya Pak Budi salah satu tokoh masyarakat beberapa hari yang lalu sedang diberikan ujian oleh Allah. Yaitu anaknya yang masih remaja kecelakaan yang merenggut ny4wanya. Sekeluarga benar benar shock terutama istrinya yang sering sekali pingsan.

Tulisan ini bukan untuk menghibur dan memotivasi. Tetapi inilah map atau jalan yang sebenar benarnya untuk kembali kepada Allah bagi mereka yang ingin kembali. Simak ya?

.

.

Semua orang yang mengatakan beriman pasti akan diuji. Mau kita sholat, ngaji, jadi orang baik, suka sedekah atau apapun pasti akan diuji. Suatu saat nanti kita semua pasti akan diuji dengan sebuah ujian yang begitu menyesakkan jiwa. Dan ketahuilah orang yang dicintai Allah pasti ujiannya bukan yang kaleng kaleng. Ujian yang ugal ugalan, diluar nalar dan akal sehat. Mau dilogikakan seperti apapun tetap tidak akan masuk akal. Sebab ranahnya bukan lagi akal tetapi IMAN.

Sebagaimana ceramah Ustadz kita Syeikh Abdullah (bukan nama sebenarnya) yang mengutip QS Al Baqarah salah satu ujian yang menyesakkan jiwa adalah ujian kehilangan. Kalau hanya kehilangan sendal, hilang uang, hilang cincin dll itu biasa. Yang luar biasa adalah kehilangan jiwa/ orang yang sangat dicintai. Sedang cinta cintanya, sayang sayangnya lalu diambil Allah, itulah ujian yang dahsyat disatu sisi. Disisi lain itulah jalan untuk menaikkan maqom dan derajat kita disurga. Dunia dan akherat.

Syaratnya adalah meyakini dalam hati, "Innalillaahi wainna ilaihi rojiuun". Kita semua ini milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Kemudian belajar sekuat tenaga untuk bersabar dengannya. Sabar karena Allah. Sabar karena semuanya hakikatnya milik Allah, bukan milik kita. Maka pandanglah Allah yang berhak memiliki segalanya, niscaya pelan pelan hati kita yang bergemuruh akan tenang kembali.

Artinya musibah yang kita alami adalah ujian keimanan. Yaitu kemana arah wajah hatimu menghadap ketika diberikan ujian. Apakah memandang mahluk (gara gara mahluk) atau hati kita mampu memandang Allah dibalik musibah. Kalau hati kita memandang mahluk maka akan memicu kemarahan dan dendam berbingkai penderitaan. Kalau hati kita mampu memandang Allah dibalik ujian maka akan kebuka hikmah. Akan terbuka pintu surga.

Untuk memanndang Allah dibalik musibah kehilangan memang sangat sangat tdak mudah sekali. Perlu waktu bukan sehari dua hari bahkan bebulan bulan untuk benar benar mengikhlaskan. Iblis akan terus menunggangi nafsu untuk membisikkan pemberontakan terhadap takdir. Tapi saya percaya sesiapa yang diberikan musibah berat, artinya Allah sudah memberikan kemampuan. Allah memilihnya karena kita mampu dan akan dimampukan.

Maka katakan ujian ini karena Allah, jangan katakan dalam hatimu ini gara gara dia, ini karena dia dan mahluk. Katakan, "ini karena Allah" meskipun dadamu berguncang dan pipimu melelehkan air mata. Katakan, "Aku ikhlas ya Allah" meskipun tangisanmu harus pecah. Dan tidak ada masalah kita menangis setiap hari sebab kita bukan malaikat, kita hanya manusia biasa. Yang penting tangisannya karena sedang belajar bersabar membersamai Allah yang datang bersama takdir.

Maka saya yakin seyakin yakinnya sebenarnya Pak Budi dan Ibu Budi beserta keluarga adalah insan yang disayang dan dicintai Allah. Pak Budi spesial dimata Allah. Yakin sekali dan tidak ada keraguan sedikitpun. Saya yakin pak Budi dan keluarga pelan pelan akan sabar dan menerima takdir. Sabar dan ikhlas karna Allah bukan karena yang lain.

Dan pada saat itulah karena keteguhan imannya, seluruh malaikat memberikan penghormatan kepada anak Adam atas perintah Allah. Hikmah besar akan dialami dan dirasakan di dunia dan akherat. Sementara Allah yang sangat mencintainya akan memberikan tanda cinta yang tak pernah sirna abadi selamanya. Yaitu surga seluas langit dan bumi. 

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: (Semua karena) Tuhan kami ialah "Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Fushshillat: 30-32)

Buat pak Budi dan keluarga, bukan hanya malaikat yang akan memberikan penghormatan atas perintah Allah. Tetapi kami juga angkat topi sebab bapak dan keluarga spesial di mata Allah. Dan ketika pak Budi dan bu Budi beserta keluarga lapang dadanya, ikhlas dengan kepergian ananda, lalu mampu bersabar karena Allah maka bapak dan keluarga adalah kekasih Allah. Saat itulah seluruh warga tak terkecuali harus belajar dan berguru kepadanya. Karena bapak bukan hanya tokoh masyarakat dilingkungan tetapi juga guru akherat yang sesungguhnya.

Alfakir 

Pak Adhin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musibah adalah Jalan untuk Menjadi Kekasih Allah

Berikut saya share artikel dengan judul Musibah adalah Jalan untuk Menjadi Kekasih Allah. Jika dirasa artikjelnya bermanfaat share ke yang l...