Halaman

Bagaimana Cara Meyakini Ujian Datangnya dari Allah?

Apa yang menyebabkan kita keecewa terhadap ujian? Sebab kita meyakini ujian datang dari mahluk bukan dari Allah. Bagaimana Cara Meyakini Ujian Datangnya dari Allah? Simak jawabannya ya?


 SANTAPAN ROHANI, BAGAIMANA CARA MEYAKINI SEMUA INI DATANG DARI ALLAH?

Assalamualaikum pak ustadz. Bagaimana cara menyelami kalbu pak ustadz, semakin saya paksa  untuk tunduk dan yakin bahwa semua ini datangnya dari allah semakin serasa ada yang berontak, serasa lebih halus bisikannya membuat saya semakin tersiksa. Apa karena bacaan saya belum sampai ke hati, semakin saya resapi bacaannya seakan tak pernah sampai ke hati serasa ada yang menghalangi, apakah itu yang di sebut dengan nafsu pak ustadz dan bagaimana cara menjinakkannya.

Jawab: Waalaikumsalam. Paling tidak dengan kenyataan ini anda jadi paham bahwa ternyata tidak mudah khan menerima takdir yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan?. Jika Allah datang bersama takdir untuk menguji manusia, artinya nggak mudah khan tunduk kepada Allah? Dalam bahasa lain nggak mudah khan beriman/ percaya dan berislam/ tunduk? Kesimpulannya faktanya nggak mudah hati kita menyembah Allah. 

Kalau beriman lalu masuk islam secara syariat mah mudah banget. Cukup lisan berucap dua kalimah syahadat lalu jadilah orang muslim. Lalu ketika sudah beragama islam, pak ustadznya berani menjanjikan dengan surga. Secara syariat dan hukum fikih memang nggak salah dengan statement diatas, tapi tidak sesederhana itu. Sebab makna iman dan islam nggak sesederhana ucapan. Ada makna yang jauuh lebih dalam dibalik iman dan islam dimana dengannya manusia bisa masuk surga.

Iman dan islam atau bahasa lainnya menyembah Allah itu lebih dalam dari sekedar ucapan syahadat. Iman dan islam itu tentang pembuktian by pengalaman. Iman atau percaya kepada Allah adalah ketika wajah dalam hatimu memandang Allah bukan mahluk. Sedangkan Islam adalah kondisi hati yang pasrah dan tunduk kepada apapun kehendak dan ketetapan Allah yang digelar melalui realitas takdir.

Ketika anda sulit sekali untuk ikhlas dan lapang menerima ujian yang bertolak belakang dengan keinginan artinya saya dan anda belum menyembah Allah dengan benar. Dalam bahasa yang ngemplang ketika kita berontak dan marah kepada takdir yang buruk menurut kita, itu sama artinya kita menyembah setan. Apakah dengan itu anda yakin masuk surga? Apakah dengan sholat dan ngajimu kemudian meyakini sudah jadi ahli surga? Coba direnungkan dengan jujur.

Sahabat kita bertanya, "Bagaimana cara menyelami kalbu pak ustadz, semakin saya paksa  untuk tunduk dan yakin bahwa semua ini datangnya dari allah semakin serasa ada yang berontak, serasa lebih halus bisikannya membuat saya semakin tersiksa.". 

Pertanyaannya adalah mengapa sulit sekali untuk tunduk dan yakin bahwa semua datangnya dari Allah? Contoh kasus sulit sekali hati lapang ketika menerima kenyataan teman yang dahulu kita bantu malah menusuk dari belakang. Atau mengapa sulit sekali memaklumi pasangan yang sangat kita percaya malah berselingkuh menduakan cinta. Jawabannya karena kita percaya/ beriman lalu menyandarkan diri kepada akal. Sedangkan penglihatan akal hanya bisa menjangkau materi/ mahluk. Sebab akal melihat dengan matamu bahwa engkau ditusuk dari belakang oleh teman dan atau dikhianati oleh pasangan.

Jelas jelas secara akal engkau melihat dengan mata kepala sendiri ada mahluk yang mengkhianatimu lalu dengannya engkau tak terima. Engkau berontak, engkau marah, engkau dendam karena nyata nyata dirimu dirugikan. Makanya mau engkau sholat semalam suntuk, ngaji sampai khatam, dzikir ribuan kali, berdoa sampai nangis dll tetap saja hatimu panas membara. Mengapa demikian? Sebab pandanganmu baru sampai diakalmu belum masuk ke hatimu. Pandanganmu baru sampai kepada mahluk bukan kepada Allah. 

"Lalu bagaimana cara menyelami qalbu?". Caranya adalah belajar tembus pandang. Tembuskan pandanganmu sampai ke hati. Dan tembok pertama yang harus anda hancurkan supaya pandanganmu sampai ke hati adalah akalmu sendiri. Artinya anda harus berjuang sekuat tenaga untuk meletakkan akalmu. Sulit apa mudah? Swuuliiit sekali. Selalu saja nafsu menyembah akal, sementara akalmu selalu dibisiki oleh setan. 

Selalu saja akalmu berbisik, "Sunggguh temanmu adalah manusia yang tidak tahu berterima kasih. Mosok selama ini sudah dibantu malah menusuk dari belakang. Ini nggak bisa diterima dan kamu harus membalasnya". Seperti itulah bisikan akal yang ditunggangi setan dan sihir. Selama kamu masih beriman kepada bisikan akal maka selama itu pula pandanganmu tidak akan bisa sampai ke hati. Dalam bahasa lain selama kamu masih menyembah setan maka selama itu pula akan masuk neraka. Bentuknya apa? Bentuknya adalah hatimu yang terbakar oleh dendam dan kemarahan.

Jika akherat ada di hatimu maka akheratmu sedang berada dalam neraka. Mosok nggak sadar? Mosok kamu mengatakan begini, "Tunggu saja pasti aku akan menuntutmu dipengadilan akherat dan kamu pasti akan masuk neraka". Sadar hoyyy. Yang sedang terbakar api neraka di akherat adalah dirimu. 

Sahabat kita curhat, "Apa karena bacaan saya belum sampai ke hati, semakin saya resapi bacaannya seakan tak pernah sampai ke hati serasa ada yang menghalangi, apakah itu yang di sebut dengan nafsu pak ustadz dan bagaimana cara menjinakkannya."

Ya benar bacaanmu belum sampai ke hati karena terhalang oleh tembok yang bernama akal. Itu semua terjadi karena nafsumu menghadap/ beriman kepada bisikan akal. Oleh karena itu supaya bacaanmu masuk ke hati maka berjuanglah untuk meletakkan logika akal pikirmu. Memang ujianmu itu nggak masuk akal oleh karena itu letakkan akalnya. Sebab mau dicerna dengan akalmu maka sampai kapanpun ujianmu tidak masuk akal. Karena itulah kamu merasa sangat tersiksa.

Ketika anda berjuang untuk meresapi bacaannya lalu seakan terhalang oleh sesuaitu itu sudah bagus. Sebab anda sudah berjuang untuk menghancurkan halangan itu. Karena dalam tembok akal banyak berkerumun jin dan setan makanya anda akan mengalami gesekan. Yaitu kepalamu terasa makin panas dan dadamu makin bergejolak. 

Coba katakan dengan lisanmu begini, "Ya Allah aku ikhlas ditusk oleh teman sendiri, aku menerima dikhianati oleh pasangan sendiri. Aku ridho hidupku dihancurkan oleh sihir". Kata kata diatas hanyalah rangkaian kata kata, tapi mengucapkannya ketika hidupmu hancur karena sihir swuulit sekali. Mulut terasa kaku. Tapi Ketika anda mampu mengucapkannya maka yang terjadi adalah gesekan energi yang cukup kuat. Gesekan energi ini membuat akal dikepalamu semakin panas disisi lain dadamu bergemuruh. Jika anda terus mengucapkannya dalam waktu tertentu baisanya muntah muntah. Mengapa muntah? Sebab setannya keluar.

Ketika setannya keluar anda relatif merasa lega, tapi ini belum berakhir. Selama tembok akalmu masih kokoh berdiri maka pasti akan kumat lagi. Mau seribu kali ruqyah kalau akalmu belum mau diletakkan maka selama itu akan kumat lagi. Oleh karena itu sekali lagi letakkan akalmu yang mengatakan "aku didzalimi oleh mahluk". Lalu tembuskan pandanganmu sampai hati yang mengatakan, "Aku diuji oleh Allah". 

Ketika kamu ruqyah sebenarnya tidak sebatas mengeluarkan setan dari akal dan jiwamu tapi sedang menembak tembok akalmu. Sebab ruqyah adalah bacaan Al Quran yang mana bacaan itu berasal dari hati bukan dari akal. Oleh karena itu baca terus sampai tembok akalmu tembus meskipun baru satu inchi. Meskipun akalmu sudah berlubang baru satu inchi itu sudah lumayan bagus. lakukan setiap hari sampai tembok akalmu runtuh.

Sahabat yang dirahmati Allah. Hidup itu ujian. Ujian apa? Ujian mengenal Allah. Dan ujian sihri yang anda alami adalah jalan untuk mengenal Allah. Siapa yang bisa mengenal Allah? Apakah saya, anda, ustadz, ulama? Ternyata jawabannya bukan. Bukan hamba/ mahluk yang mengenal Allah. Tidak ada satupun mahluk yang mampu mengenal Allah. Mengapa demikian?

Untuk menjawab pertanyaan diatas anda harus mengerti bahwa sebelum segala sesuatu ada maka yang ada adalah Yang Ada. Dalam bahasa lain sebelum adanya mahluk hanya DIA Yang Ada. Allah sudah ada sebelum segala sesuatu ada. Kemudian Allah berkehendak untuk menciptakan alam semesta termasuk diri anda sendiri. Dirimu itu berasal dari Yang Ada atau Allah. Sehingga hakikat yang ada hanya Allah sendiri. 

Sehingga jawaban siapa yang bisa mengenal Allah? Maka jawabannya adalah Allah sendiri. Oleh karena itu jika hari ini dirimu sedang mengalami ujian yang berat maka JALANI SAJA. Jalani saja dengan segala dinamikanya sambil menyadari bahwa asal kita semua sebenarnya nggak ada. Insya Allah pada titik tertentu anda akan dipahamkan oleh Allah tentang sesuatu yang orang lain belum paham. Dipahamkan tentang apa? Tentang Allah. Tentang "hanya Allah yang ada". Tentang "Laailaaha ilallaah". Segala sesuatu hakikatnya nggak ada karena yang ada hanya Allah sendirian.

Denikian Bagaimana Cara Meyakini Ujian Datangnya dari Allah?

Syukron

Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar