Halaman

Ajal Itu di Tangan Izroil apa Allah?

Ajal itu ditangan siapa? Apakah ditangan musibah, kecelakaan, izroil apa Allah? Nah bingung khan? Simak artikel Ajal Itu di Tangan Izroil apa Allah?

 

SANTAPAN ROHANI, AJAL ITU DITANGAN ALLAH, DITANGAN IZROIL APA DITANGAN JIN/ SIHIR?

Maaf pak ustadz mungkin kalo menurut saya, sakaratul maut sulit itu bisa jadi di karna kan sudah kehendak Allah ataukah mungkin sedang di azab oleh allah, bagaimana mungkin malaikat maut sulit mengambil nyawa seseorang apa lagi sudah waktunya atau sudah ajalnya. Setahu saya kalo org sulit sakaratul maut itu org yg dosanya banyak dan melakukan kesalahan yg fatal mangkir dari agama atau melarang syariat islam (Ssahabat 1)

Kurang tepat... Karena mana mungkin malaikat susah untuk mencabut nyawa padahal sudah ketetapan allah.. (Sahabat 2)

Jawab: Beberapa waktu lalu saya menulis bahwa orang yang kerjasama dengan jin matinya susah. Dan mekanismenya memang begitu. Kalau nggak percaya ya silahkan saja coba buat kerja sama dengan jin, nanti khan anda akan mengalami sendiri apakah matinya susah apa tidak.

Ketika saya menulis ini ada beberapa sahabat yang berkomentar yang intinya ajal itu sudah menjadi ketetapan Allah. Benarkah demikian? Iya benar memang begitu dalam pandangan ruhaniah atau keimanan. Tapi kalau dalam pandangan akal atau lahiriah nggak begitu.

Artinya masih sangat banyak sahabat yang tidak paham mana lahiriah mana ruhaniah. Mana akal mana hati. Semua dicampur aduk sehingga malah membuat bingung dan rancu. Kalau alam keimanan dimasukkan ke alam akal atau lahiriah jadi kacau. Misalnya karena meyakini rezeki ditangan Allah lalu enggan untuk kerja atau ikhtiar. Kalau demikian maka bisa bisa dirimu tidak bisa memberi nafkah keluarga dan anak anakmu.

Karena meyakini sakit itu sudah ketetapan Allah sehingga nggak mau ruqyah dengan alasan semua sudah ketetapan Allah. Kalau begitu kapan anda sembuh? Atau karena meyakini ajal ditangan Allah lalu terjun dari lantai 2. Maka secara akal maka anda pasti bertemu dengan ajal atau paling tidak cacat permanen.

Sebaliknya kalau alam akal/ lahiriah anda masukkan ke alam hati atau ruhaniah atau keimanan jadinya syirik atau menduakan Allah. Misalnya anda meyakini sihir itu memiliki kekuatan selain Allah itu syirik namanya. Atau meyakini dalam hati uang bisa mengabulkan hajat, nasi bisa bikin kenyang dll ini namanya syirik. Atau anda meyakini kamulah yang cerdas, kamu yang berilmu, kamu yang kaya, kamu yang mulia dll maka bisa jadi syirik sebab mengaku aku yang bukan milikmu.  

Karena syirik maka pelakunya masuk neraka. Misalnya karena meyakini pelaku sihir memiliki kekuatan selain Allah maka ketika ketemu atau berpapasan hatimu bergemuruh berisi dendam dan kemarahan. Dendam dan kemarahan inilah neraka buatmu. Atau karena kamu meyakini ini kekayaanku maka ketika suatu saat nanti kekayaannya diambil dan hidup miskin maka akan membuatmu sedih dan putus asa. Sedih dan putus asa inilah neraka buatmu.

Artinya tempatkan segala sesuatu sesuai pada tempatnya. Ketika membahas akal misalnya membahas mekanisme sihir maka gunakan akalmu. Supaya dengannya anda paham cara kerja sihir, cara setan menyerang, cara pelaku ngecas sihir dll sebagai bagian dari proses belajar meraih kesembuhan. Tapi ketika sudah masuk ke alam ruhaniah atau keimanan maka hilangkan semua mahluk lalu sisakan Allah saja.

Kalau terkait dengan kerja sama dengan jin apakah pelakunya susah matinya? Secara pembahasan lahriah atau akal memang begitu. Ada mekanisme yang masuk akal mengapa bisa terjadi demikian. Namun ketika sudah masuk alam keimanan maka hilangkan wajah mahluk sehingga dengannya meyakini ajal itu ditangan Allah. 

Artinya kalau membahas dari sisi keimanan maka ajal bukan ditangan sihir, ditangan pembnh, bahkan ditangan malaikat izroil. Mereka semua hanyalah mahluk yang mempunyai tugas dan tanggung jawab masing masing. Apakah ajalnya ditangan sihir, ditangan jin, karena kecelakaan, karena sakit dll itu semua sebenarnya nama lain dari izroil. Dan dibalik itu semua pelakunya Tunggal yaitu Allah sendiri. Tapi kalau kita nongol lagi ke alam lahiriah maka kematian itu ada asbabnya, misalnya seperti yang saya tulis diatas karena sihir, kecelakaan, sakit dll. Kalau menyelam lagi ke alam ruhaniah maka semua asbab kematian diatas pelakunya adalah Tunggal yaitu Allah. Paham tidak sampai disini?

Saya kasih contoh lain biar semakin paham lalu sadar

Rezeki ditangan Allah. 

Jodoh ditangan Allah

Sembuh ditangan Allah

Semua orang yang beragama akan mengatakan poin yang saya tulis diatas semau ditangan Allah. Atau dalam bahasa lain semua sudah ketetapan Allah. Itu khan ucapan lisanmu yang seringkali dusta. Apa indikasi ucapanmu dusta? Indikasi atau tandanya adalah ketika dihina anda marah marah lalu membalas hinaan. Ketika duitmu didompet ilang anda sedih nggak ilang ilang. Ketika anakmu bandel anda kecewa dan bentak bentak. Apalagi ketika anda kena sihir maka semua pemberontakan hati akan keluar.

Mengapa demikian? Sebab hatimu meyakini semua karena mahluk bukan karena Allah. Dalam bahasa lain ucapanmu rezeki, jodoh, ajal ditangan Allah hanyalah dusta. Buktinya dalam hal yang sepele saja anda meyakini semua karena mahluk sehingga marah marah. Padahal ketika anda dihina, ketika duit ilang, ketika anak bandel itu juga ditangan Allah atau ketetapan Allah. Kalau anda meyakini semua ketetapan Allah maka seharunya hatimu tetap lapang. Atau marahnya sebentar saja kemudian sadar lalu segera istighfar. 

Ketika anda meyakini rezeki itu ditangan Allah maka ketika hari ini sudah ikhtiar maksimal tapi dapatnya sedikit tetap lapang. Jika anda meyakini jodoh ditangan Allah, ketika sudah berusaha taaruf tapi belum juga menemukan pasangan maka hati tetap ikhlas. Ketika anda meyakini sembuh ditangan Allah lalu ketika sudah ikhtiar kesana kemari belum juga sembuh maka hatimu tetap ridho. Ini baru bener.

Rezeki itu ditangan Allah, tapi kesadaran ini ada di alam keimanan atau alam qalbu. Tapi ketika turun ke langit dunia maka rezeki itu ada jalannya misalnya kerja, bisnis, jualan produk, jasa dll. kalau anda meyakini rezeki ditangan Allah lalu bermalas masalan untuk ikhtiar yaa nggak akan dapat banyak. Demikian juga terkait ajal, maka ajal itu ditangan Allah, tapi ini di alam ruh. Ketika turun ke langit dunia (akal) maka penyebab ajal itu macem macem. Ada yang karena sakit, kecelakaan, kena sihir, dicekik jin dll.

Sehingga ketika saya menulis orang yang kerja sama dengan jin matinya susah itu bahasan di alam dunia/ akal. Ketika membahas tentang asbab maka nggak ada hubungannya dengan statement, "ajal ditangan Allah". Ketika kejadiannya orang yang kerja sama dengan jin lalu susah matinya dan melihatnya dengan kaca mata qalbu maka itu juga sudah ketetapan Allah. Tapi kalau muncul ke permukaan atau alam dunia maka penyebabnya adalah karena ada perjanjian dengan bangsa jin. kalau masuk lagi ke alam hati ternyata semua itu cerita Allah.

Kesimpulannya adalah ketika kita turun ke langit dunia maka nampaklah seribu nama seribu rupa mahluk sebagai asbab segala sesuatu. Namun ketika kita menyelam ke alam qalbu maka hanya ada Allah. Atau dalam bahasa lainnya ketika kita naik ke langit qalbu (akherat) maka dibalik seribu nama seribu rupa ada satu nama dan satu wajah saja yaitu Allah. Artinya di alam dunia ada sejuta cerita tapi yang membuat sejuta cerita dengan sejuta mahluk di alam dunia yaa Allah sendiri.

Ketika maqom hatimu sudah duduk disitu inilah yang disebut dengan mentauhidkan Allah. Sinonim mentauhidkan Allah adalah menunggalkan, mengesakan atau mengahadkan dan tidak menduakan dengan apapun jua. Ketika maqom hatimu sudah mentauhidkan maka pasti lapang dengan apapun yang terjadi. Mengapa pasti lapang? Sebab hatimu meyakini ternyata yang melakukan bukan mahluk tapi Allah. Karena Allah adalah Tuhan yang sebenar benarnya maka dirimu mempercayakan semua skenario kepada diri_Nya. Karena hanya DIA lah sebaik baik pembuat skenario.

Begitu kira kira, share ya?

Syukron

Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar