Bagi anda pencari khodam pendamping dari bangsa jin wajib baca ini. Sebab anda bisa menundukkan bukan hanya jin tapi juga malaikat. Simak Praktekkan Dzikir Ini Niscaya Khodam Malaikat Akan Tunduk.
SANTAPAN ROHANI, PRAKTEKKAN DZIKIR INI, JANGANKAN KHODAM, MALAIKAT JUGA AKAN TUNDUK
Assalamualaikum.. izin bertanya kalo dzikir kolbu itu ada kodamnya nga pak ustad
Jawab: Waalaikumsalam. Pada prinsipnya apapun yang anda dzikirkan boleh boleh saja dan bagus. Mau dzikirnya dilafadzkan, atau dalam hati (dzikir qalbu). Mau dzikir syareat, dzikir sunnah, dzikir tarekat, atau dzikir lainnya bagus bagus saja. Semakin banyak dzikir semakin bagus, asalkan dzikirnya mengingat Allah.
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS Al Ahzab: 41)
Memang siang tadi saya menulis tentang khodam pendamping yang didapatkan salah satunya dari ajaran ilmu hikmah, tenaga dalam asmaul husna, dzikir makrifat atau dzikir di perkumpulan lainnya. Secara istilah bagus misalnya dzikir makrifat, buaaagussss sekali. Tapi secara praktek banyak yang keliru sebab niatnya sudah salah. Niatnya nggak jauh jauh dari tembus alam gaib, kesaktian, kewibawaan, asihan, pelarisan dan semacamnya. Dalam bahasa lain dzikirnya bukan ingat Allah tapi ingat kesaktian. Atau Allah dijadikan jongos supaya mengabulkan keinginanmu biar punya kelebihan dan karomah. Ini keliru.
Kalau anda ikut perkumpulan atau padepokan dzikir dengan niat ingin menguasai ilmu kesaktian tertentu maka yang masuk itu jin. Atau bahasa lainnya khodam. Mengapa yang masuk adalah jin? Makanya tulisan saya sebelumnya dibaca baik baik ya? Alasannya sebab hakikatnya yang dzikir itu nafsumu bukan hatimu. Memang secara lahiriah lisanmu berdzikir misalnya dzikir "laailahailallah" 10.000 kali tapi sebenarnya nafsumu yang dzikir "ingin sakti dan punya kelebihan". Hawa nafsumu bergetar memancarkan energi yang bersifat magnet ke semesta, yaitu energi keinginan supaya punya linuwih atau karomah.
Dan keinginan hawa nafsumu akan disambut oleh entitas energi lainnya di semesta. Yaitu energi yang sesuai dengan muatan hawa nafsumu yang dipancarkan. Misalnya saat anda dzikir dengan tujuan ingin berwibawa dan ditakuti manusia lain maka yang masuk khodam macan, harimau, banteng dan hewan buas lainnya. Biasanya ketika khodam ini masuk seperti ada energi listrik yang masuk ke dalam tubuhmu. Dan setelah itu anda menjadi berani, kuat, berwibawa, menakutkan dan semacamnya. Ini akibat jiwa/ nafsumu kemasukan jin yang berwibawa seperti macan. Karena kemasukan macan maka penginnya berantem melulu. Dan saat berantem tiba tiba menajdi sangat kuat.
Anda menyangka kalau asbab dzikir lalu diberikan karomah oleh Allah, padahal nggak begitu. Kekuatan yang anda miliki karena kemasukan macan. Kalau nggak percaya sudah kemasukan siluman macan coba dibacakan ayat kursi 3 kali pasti macannya mulai bangun lalu marah marah. Dan kalau anda masih nggak percaya coba ingat ingat kembali dampak setelah anda kemasukan khodam. Biasanya anda punya 2 kepribadian, mudah emosi, syahwat tinggi, mudah cemas, penginnya berantem dll. Dan hawa itu adalah hawa setan. Mana ada hawa inginnya berantem atau hawannya ingin naikin istri tetangga adalah hawa malaikat. Ada ada saja.
Tapi kalau anda tidak ngikut perguruan, padepokan, majelis dzikir tertentu ya silahkan saja dzikir. Mau dzikir tarekat, dzikir qolbu, dzikir hu, dzikir sunnah atau apapun itu bagus, silahkan saja. Yang penting jangan ada nafsu ingin sakti. Maka Peluang kemasukan jin khodam itu seribu satu. Misalnya malam ini anda ingin dzikir laailahaillallah seribu kali maka itu bagus dan nggak akan kemasukan jin. Meskipun dengan dzikir itu terselip keinginan supaya urusannya lancar, hajatnya terkabul, supaya anaknya sholeh, sihirnya sembuh dll. Gpp itu khan doa.
Yang penting setelah doa adalah tawakal. Percayakan hasilnya kepada Allah. Dalam artian hawa nafsumu jangan maksa maksa supaya Allah segera mengabulkan. Meskipun setelah sekian hari dzikir ribuan kali tapi usaha anda tetap seret maka tawakallah. Atau setelah itu hajat belum terkabul maka tawakal kepada Allah. Percayakan semua kepada_Nya. Ini baru bener.
Tapi diluar itu semua apapun tujuan dzikir anda itu terserah kamu. Mau ada tujuan ikut padepokan dzikir supaya tembus alam gaib, supaya dikasih karomah, supaya sakti atau apapun itu terserah saja. Atau dzikir sendiri dirumah supaya hajatnya terkabul juga terserah kamu. Karena memang pemahaman masing masing orang tentang dzikir itu beda beda. Ada yang paham sebatas bacaan misalnya yang dimaksud dzikir itu harus pakai lafadz. Ada juga yang dzikirnya dalam hati saja, meskipun sebenarnya bukan dzikir hati. Tapi dzikir di alam pikiran anda. Dzikir yang tak berlafadz secara lahiriah tapi diucapkan dalam pikiranmu. Silahkan saja lanjutkan, sampai Allah memahamkan saya dan anda tentang dzikir.
Saya setiap hari juga dzikir secara lafadz kok. Sholat itu khan dzikir. Dan wiridan setelah sholat apakah sesuai sunnah atau tidak juga dzikir. Artinya semua orang islam pasti sering berdzikir secara lafadz. Dan nggak ada tuh ceritanya kemasukan khodam. Malah banyak yang makin sholeh, makin baik dan makin lancar urusannya.
Tapi saya mengajak diri sendiri dan anda semua untuk menyelam lebih dalam lagi. Bagaimana cara menyelami dzikir lebih dalam? Sebelum membahasnya anda harus tahu dulu arti dari dzikir. Dzikir itu ingat Allah. Yang ingat itu hatinya. Hatinya ingat Allah bukan ingat mahluk. Hatinya ingat Allah bukan ingat sihir, dukun, pelaku dzolim, hajat, harta benda, jabatan dll.
Bagaimana cara dzikir ingat Allah? Yang diingat apanya?
Nah ini sangat penting untuk anda pahami dan praktekkan. Saya kasih beberapa contoh nih. Misalnya hari itu anak anakmu hanya bisa makan nasi sama tempe lalu membuatmu bersedih maka segera ingat Allah jangan ingat mahluk. Hatimu jangan ingat, "gara gara sihir anakku jadi makan seadanya". Akan tetapi yakini dalam hatimu bahwa nasi tempe itu pemberian Allah. Maka makanlah dan nikmatilah pemberian Allah itu, setelah selesai makan ucapkan hamdalah. Esok hari ternyata ada tetangga yang nganter nasi sama ayam, maka ingat dalam hatimu hakikatnya itu rezeki dari Allah karena engkau sudah mulai pinter bersyukur. Lalu anda bisa tersenyum bahagia sambil dzikir, "Yaa Rozzaaq". Nah ini baru dzikir yang keren.
Contoh lain anda kehilangan sendal jepit yang baru dibeli saat sholat jumat. Lalu anda menggerutu, "Tahu aja maling ada sendal baru, sialan". Maka buru buru istighfar dan ingat Allah jangan ingat pencuri sendalmu. Ingatlah hakikatnya yang ngambil adalah Allah lalu ucapkan subhanallah kemudian sabaarrr. Subhanallah itu maknanya adalah maha suci Allah dari anggapanmu yang mencuri sendal adalah mahluk. Maha suci Allah dari anggapanmu yang meyakini Allah butuh pembantu/ serikat untuk menguji imanmu. Seiring waktu anda diberikan rezeki sehingga bisa beli sendal branded, maka ingatlah itu hadiah Allah atas kesabaranmu saat kehilangan sendal jepit. Lagi lagi lisanmu mengucap subhanallah. Nah ini baru dzikir yang sebenar benarnya dan mustahil kemasukan jin, setan, khodam atau siluman apapun.
Maka berdzikirlah atau ingatlah Allah sebagaimana contoh diatas sehingga anda mulai terbiasa dengan ujian yang lebih besar. Misalnya saat anda kena sihir. Jika anda orang yang beriman maka dzikirkanlah Allah dalam hatimu sebanyak banyaknya saat kena sihir (lihat kembali surat Al Ahzab ayat 41 ya?). Maksudnya adalah jika memang kamu adalah orang yang beriman maka ingat dalam hatimu yang mengujimu adalah Allah bukan mahluk (sihir dan komplotannya). Cuman khan yang sering terjadi dilapangan yang diingat dalam hati adalah mahluk. Allah nya nggak diingat kecuali hanya sebatas bibir saja. Bibirnya fasih mengucap, "Yaa Allah", tapi yang diingat hatinya adalah mahluk. Yaitu mahluk yang anda yakini memiliki kekuatan selain Allah yang dengan itu membuat hatimu penuh kemarahan, dendam dan kekecewaan.
Sehingga saat anda kena sihir atau saat diuji dengan musibah yang berat, itulah hakikatnya ujian iman. Yaitu ujian kemana arah wajah hatimu menghadap, apakah menghdap Allah atau menghadap mahluk. Coba direnungkan firman Allah berikt ini:
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." (QS Al Ankabut: 2-3)
Sudah dibaca ayat diatas? Artinya orang yang benar adalah orang yang ketika diuji dengan ujian yang berat lalu hatinya tetap ingat/ berdzikir kepada Allah. Mungkin saja jiwanya marah, kecewa, sedih dll lalu buru buru istighfar lalu ingat/ dzikir kepada Allah. Setelah itu hatinya lebih tenang dan lebih lapang dari sebelumnya.
Sehingga makna dzikir yang saya maksud kali ini bukanlah dzikir lafadz, bukan dzikir jahr, bukan dzikir sirr, bukan dzikir di pikiran. Dzikir yang saya maksud adalah dzikir keyakinan. Yaitu hatimu ingat dan meyakini semuanya dari Allah. Dan dzikir ini tidak bersuara, tidak berlafadz. Dzikir tanpa kata. Meskipun jika diucapkan juga nggak apa apa yang penting paham makna dzikir yang saya maksudkan. Misalnya ketika anda diserang jin lalu baca ayat ruqyah kemudian muntah muntah dan merasa lega. Anda meyakini semua dari Allah lalu berucap dengan lisan anda "Alhamdulillah" beberapa kali. Artinya ucapan hamdalah anda adalah kenyataan untuk melihat kondisi hati. Yaitu hati yang meyakini semua karena Allah bukan karena bacaan ruqyahmu.
Cuman khan banyak yang melakukan sebaliknya. Lisan dan akal pikiranmu berdzikir ribuan kali tapi hatinya kosong. Celakanya lisan berdzikir menyebut Allah tapi hatinya berisi banyak sekali keinginan hawa nafsu. Misalnya lisan berdzikir menyebut Allah, tapi hatimu menyebut sakti, kaya, kebal dll. Makin banyak lafadz dzikir yang diucapkan malah semakin membutakan hati dari Allah. Itulah yang menyebabkan setannya masuk.
Oleh karena itu cobalah untuk belajar dzikir yang sebenar benarnya. Yaitu dzikir tanpa kata tapi ingat. Dzikir bukan iqro'. Dzikir atau ingat Allah dalam hatimu. Sadar bahwa semua yang melakukan adalah Allah bukan mahluk. Sadar bahwa yang kasih makan, yang kasih duit, yang kasih jodoh, yang kasih keturunan, yang kasih kelancaran dll adalah Allah. Termasuk ingat dan sadar yang memberikan ujian kepadamu adalah Allah lalu dengan itu lapang hatinya.
Jika setelah itu anda diberikan kelebihan, karomah, ilham, mukjizat, ladunni, dan apapun namanya maka pasti aman. Sebagaimana nabi dan rosul dahulu kala yang diberikan mukjizat dari Allah karena keimanannya. Misalnya saat meruqyah pasien sebentar langsung sembuh, mengusap kaki orang yang lumpuh langsung bisa berjalan, mendoakan orang langsung makbul dll maka pasti aman. Dan itu tidak akan membuatmu angkuh dan sombong sebagaimana praktisi yang dengan dzikirnya bisa ngobatin misalnya. Mengapa pasti tidak sombong? Sebab hatinya dzikir atau ingat Allah bukan ingat mahluk. Hatinya meyakini semua karena Allah, yang melakukan adalah Allah. Malah anda sangat takut ketika ada orang yang memujimu, sebab anda merasa tidak melakukan apa apa. Anda takut kalau mereka menuhankan dirimu.
Termasuk ketika saya dan anda diijinkan Allah untuk melihat alam gaib, misalnya lihat jin, lihat surga, neraka, langit 7 dll. Saat tembus alam gaib anda tidak merasa sudah melakukannya sebab meyakini semua karena Allah. Yang memperjalankan adalah Allah. Tidak ada sedikitpun kesombongan apalagi merasa sakti. Sebab hati meyakini yang hebat dan sakti hanya Allah. Sedangkan diriku dan dirimu nothing.
Dan ini semua biasanya dialami oleh mereka yang diberikan ujian berat lalu hatinya tetap dzikir atau ingat Allah. Meskipun pada awal awalnya penuh kemarahan, dendam dan kesedihan sampai akhirnya paham bahwa semuanya dari Allah lalu lapang hatinya. Dirinya ikhlas dan ridho dengan ujian yang tidak masuk akal. Dirinya menerima dengan lapang ketika rumah tangganya, ekonominya, harga dirinya dll hancur. Dalam artian pada titik tertentu rela meletakkan ego dan akal pikirnya untuk kemudian beriman kepada Allah. Ketika itulah baisanya Allah memperlihatkan hal hal yang tidak masuk akal kepadanya. Kejadian yang tidak masuk akal tapi masuk iman.
Misalnya rezekinya kebuka dengan cara yang tidak masuk akal, urusannya lancar dengan cara yang tidak masuk akal, orang orang didatangkan dengan cara yang tidak masuk akal dll. Atau doanya makbul, diberikan pemahaman yang orang lain tidak paham, jalan jalan ke langit 7, bisa tahu masa depan dll. Karena semuanya tidak masuk akal maka bukan mahluk yang melakukannya tetapi Allah. Dengan itulah bertambah keimanan diatas keimanan.
Soo jika sahabat ingin berdzikir yang lebih dalam dari sekedar lafadz maka praktekkan apa yang saya tulis ini ya? Yaitu ingat Allah dalam hatimu jangan ingat mahluk. Apapun itu. Jika anda terus melakukannya maka jangankan khodam jin, malaikat saja akan tunduk. Tapi bukan tunduk kepadamu tapi tunduk kepada perintah Allah. Allah yang menyuruh mereka bukan kamu. Allah yang memerintahkan mereka untuk melayani, menolong dan membantumu.
Pertanyaannya siapa yang melayani dan menolongmu ketika hatimu selalu dzikir kepada Allah? Awas jangan salah loh? Hatimu jangan ketipu oleh penampakan manusia, khodam, malaikat atau segenap mahluk lainnya.
Demikian Praktekkan Dzikir Ini Niscaya Khodam Malaikat Akan Tunduk
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar