Halaman

▼

Cara Ikhlas Jangan Lihat Isi Cerita Takdirmu

Bagaimana caranya bisa hati tenang dan lapang meskipun bermandi ujian? Bagaimana cara ikhlas yang natural? Simak penjelasan Cara Ikhlas Jangan Lihat Isi Cerita Takdirmu.

 

SANTAPAN ROHANI, JANGAN LIHAT CERITANYA TAPI LIHATLAH SUTRADARA

Saya menangis bersama anak saya yg 7thn dan 10bln..sidang cerai nanti tgl 5 mohon doa nya pak ustadz.. Dan saya jg minta pencerahan nya pak .. Saya merasa kalah melawan sihir tafriq& jin dasim.. Bagaimana cara nya utk bs tegar& iklas akan takdir rumah tangga saya. 🙏🙏

Jawab: Saya dan anda tidak akan pernah bisa tegar dan ikhlas ketika menghadapi kenyataan sebagaimana yang dialami sahabat diatas. Bagaimana mungkin ketika anaknya masih kecil kecil harus berpisah dengan pasangan karena ada orang ke 3. Anda tidak akan pernah bisa tegar dan ikhlas selama lamanya.

Pasti hatimu sangat terluka. Batinmu pedih dan perih. Dan kalau engkau bertanya apakah ada obatnya? Maka jawabannya nggak ada obatnya. Hatimu pasti terluka selamanya. Kecuali..... Kecuali saya dan anda mau menerima Allah. 

"Aku tidak bisa terima dengan perlakuan ini. Dimana Allah ustadz? Allah tidak mendengar doaku. Mengapa Allah membiarkan aku tersiksa seperti ini?"

TIDAK. Allah tidak sedang membiarkanmu. Justru DIA hadir sangat dekat maka terimalah. Dimana Allah kok sangat dekat? Jawabannya ya disitu. Allah hadir di ujian yang sedang anda hadapi. Sebab musibah yang anda alami semua cerita dan skenario Allah.

Ketika kamu cekcok dengan pasangan, digugat cerai, ada orang ke 3 dll disitulah Allah hadir. Persis didepanmu. Allah lah yang membuat cerita takdir Allah juga hadir didalamnya. Sebab Allah meliputi segala sesuatu. 

Saya dan anda merasa tersiksa karena tidak mau menerima Allah yang hadir persis didepanmu. Atau dalam bahasa lain sebenarnya kamu tidak mampu melihat Allah yang hadir setiap detik. Saya dan anda buta dari Allah. Bukan buta mata dzohirnya tapi buta yang ada dalam dada. Buta mata hatinya.

Kita tidak mampu melihat Allah karena selama ini yang selalu dilihat adalah mahluk. Yang kita lihat selalu dukun, pelaku sihir, pasangan, orang ke 3 dan mahluk mahluk lainnya. Padahal mereka semua digerakkan oleh Allah. Mereka tidak punya daya kekuatan meskipun sebesar dzarah kalau tidak diijinkan oleh Allah. 

Dalam bahasa lain semua mahluk sebenarnya hanya patung/ berhala atau bangkai. Saya, anda dan meraka semua sebagaimana wayang yang tidak bisa membuat cerita sama sekali. 

Tapi khan saya dan anda tidak mampu melihat dan mengenal Allah, makanya dengan itu hatimu sangat menderita. Mengapa tidak mampu mengenal Allah? Sebab mata dzohirmu yang selalu digunakan untuk melihat. Sedangkan mata batinmu berada dalam kegelapan. Karena gelap itulah hidupmu nabrak nabrak.

Oleh karena itu hidupkan mata hatimu yang ada dalam dada. Sadarlah bahwa dibalik sesuatu ada sesuatu. Dibalik mahluk dan segala sesuatu ada Allah. Kalau dibalik segala sesuatu tidak ada Allah alias semua punya daya kekuatan sendiri tentu hancur leburlah alam semesta ini. Sebab masing masing bergerak, hidup, berkehendak dan berkeinginan sendiri sendiri alias tidak ada yang mengaturnya. 

Tapi khan kenyataannya alam semesta ini bergerak dengan sangat harmoni. Tidak ada sedikitpun celah yang merusak keseimbangan alam. Artinya ada yang Tunggal mengatur harmoni alam semesta ini. Termasuk saya dan anda.

Tugas kita hanyalah menerima Allah yang datang setiap detiknya. Yang menerima apanya? Hatinya. Hatimu kudu menyambut Tuhan dengan hati yang lapang, riang gembira. 

"Tapi mengapa saya diberikan ujian seberat ini?". Sebab selama ini kita buta terhadap Allah. Makanya kemudian disadarkan. Seperti orang yang sedang bengong lalu dicubit sedikit keras supaya sadar. Dan sekarang anda sedang dicubit oleh takdir supaya dengan itu menyadari bahwa ada DIA dibalik takdir.

Sahabat, tulisan ini tidak akan mampu menyadarkanmu. Yang bisa menyadarkanmu adalah dirimu sendiri. Sadar atau bahasa arabnya sudur, diindonesiakan lagi menjadi dada. Disitulah yang harus anda senter. Kalau didalam dadamu ada rasa sakit artinya ada yang salah disitu. Salahnya dimana? Salahnya karena selama ini didadamu meyakini mahluk memilki daya kekuatan selain Allah.

Mahluk itu apa? Mahluk adalah takdir yang membawa berbagai cerita. Misalnya pasangan yang hendak menceraikan, orang ke 3, jin dan segala sesuatu didalamnya disebut dengan mahluk. Oleh karena itu hatimu jangan memandang takdirnya tapi pandanglah DIA yang membawa dan menguasai takdir.

So ditonton saja cerita takdir_Nya meskipun dadamu masih berkecamuk. Mata dzohimu menonton ceritanya yang mengharu biru tapi mata hatimu lihatlah sutradaranya. Ketika mata hatimu melihat sutradaranya maka anda akan sadar bahwa itu semua hanyalah cerita. dalam bahasa lain itu semua nggak serius alias hanya main main.

Ketika hatimu sudha mampu melihat cerita dari diri_Nya maka otomatis anda akan mengenal_Nya. "Oooh ini hanya cerita main main toh, ya udahlah terserah sutradaranya saja". Ketika maqom hatimu sudah seperti itu sutradara akan merancang skenario lainnya. Skenario yang seperti apa? Yang happy happy dan selalu happy ending.

Mengapa selalu happy ending? Sebab dirimu sudah mengenal DIA dibalik segala cerita. Kalau dalam bahasa kita kita gini, "Yaaah akhirnya Aku ketahuan. Ya udah deh karena kamu sudah tahu itu cerita_Ku maka ceritanya akan Aku bikin happy ending. Sebab Akulah sebaik baik sutradara".

Semoga mencerahkan

Syukron

Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar