Rumah sakit jiwa disesaki oleh pasien yang jiwanya sakit. Apakah mereka bisa sembuh? Ya ada yang sembuh ada juga yang belum sembuh. Nah bagaimana Cara Menyembuhkan Penyakit Jiwa, Skizofrenia, Gila dll? SImak tulisannya ya?
BEGINI CARA MENYEMBUHKAN PENYAKIT JIWA, TRAUMA, SKIZO, GIL4 DAN SEMACAMNYA
Soalnya saya agak bingung. saya sudah sakit jiwa dari 2020, dan gejalanya selalu berubah-ubah, seperti hilang gejala lama, lalu datang lagi gejala yang baru di tambah ayah saya, menginginkan saya bekerja secara formal dan mempunyai penghasilan yang stabil, terus psikiater saya juga bilang kesaya, kalau pengobatan pasien jiwa itu harus sabar, tidak bisa langsung cepat, sekarang umur saya sudah 23 tahun, saya enggak bisa bekerja seperti orang lainnya, jadi kalau psikiater saya bilang kalau saya itu mengalami skizofrenia dan gejalanya ada delusi yang sangat kuat,
Dan kalau menurut psikiater saya, di otak saya ada ketidakseimbangan zat kimia, dan itu harus di obati dengan obat dari psikiater, namun kalau saya merasa seperti ada kekuatan yang menghalangi saya untuk maju, dan saya juga mengalami penyakit malas yang luar biasa dan suka menunda-nunda,
Jawab: Seseorang datang ke psikiater atau psikolog dikarenakan mengalami gangguan psikish. Kalau anda ingin konsultasi masalah psikish bisa ke psikolog. Tapi kalau sudah berkaitan dengan medis sebaiknya ke psikiater. Karena hanya psikiater yang bisa meresepkan obat untuk penyakit kejiwaan.
Artinya psikolog dan psikiater adalah orang yang membantu anda untuk menyembuhkan penyakit kejiwaan. Apa saja penyakit kejiwaan? Ada banyak misalnya
1. Depresi
2. Bipolar, gangguan suasana hati
3. Skizofrenia, psikotik
4. Anxiety, kecemasan
5. Anoreksia/ gangguan makan
6. Was was/ OCD
7. Gangguan kepribadian
8. Kecanduan
9. Stress pasca trauma
10. Gila
Diatas adalah 10 jenis penyakit kejiwaan atau psikish. Ketika anda konsultasi ke psikiater biasanya akan dilakukan terapi yang disebut psikoterapi. Misalnya dengan metode hipnoterapi, terapi perilaku, psikoanalitik dll. Dokter juga akan meresepkan obat penenang untuk meredakan penyakit anda. Jika penyakit mental/ kejiwaannya sudah parah biasanya akan dikarantina di rumah sakit jiwa.
Apa penyebab penyakit kejiwaaan? Apakah karena gangguan jin atau sihir?
Dalam dunia ilmu kedokteran atau psikiater, penyakit kejiwaan tidak ada kaitannya dengan gangguan jin. Penyakit ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya:
1. Faktor biologis dan genetik
Salah satu penyebab penyakit kejiwaan adalah ketidakseimbangan zat kimia dalam otak dan tubuh. Apa itu zat kimia otak? Ini seperti listrik di tubuh manusia. Aktifitas kelistrikan dipengaruhi oleh zat kimia ini. Contoh zat kimia otak misalnya dopamin, serotonin, norepinefrin, endofin dll.
Ini erat kaitannya dengan neurotransmitter atau zat kimiar yang mengirim pesan antar neuron. Jika terjadi ketidak seimbangan ini akan memicu depresi, kecemasan dan skizofrenia dan gangguan gangguan kejiwaan lainnya. Disisi lain bisa juga disebabkan faktor genetik/ turunan. Misalnya orang tua yang pernah gila bisa menurun ke salah satu keturunannya.
2. Faktor Psikologis dan Trauma
Trauma masa kecil, seperti kekerasan fisik, seksual, atau emosional, dapat mengubah perkembangan otak dan meningkatkan kerentanan terhadap gangguan jiwa di masa dewasa. Pola asuh yang tidak sehat, kehilangan orang tua di usia muda, atau kegagalan dalam membangun hubungan interpersonal yang kuat juga menjadi pemicu psikologis yang signifikan.
3. Faktor Lingkungan dan Sosial
Tekanan hidup yang tinggi, masalah ekonomi, isolasi sosial, serta penggunaan zat adiktif seperti narkoba dan alkohol dapat memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang. Stigma sosial yang kuat juga sering kali membuat penderita takut mencari bantuan, sehingga kondisi mental mereka semakin menurun.
Kapan seseorang membutuhkan bantuan medis? Anda perlu mendapatkan dukungan secara medis ketika terdapat perubahan drastis pada kebiasaan tidur dan makan (insomnia atau oversleeping). Perasaan sedih, hampa, atau putus asa yang berlangsung lebih dari dua minggu. Adanya halusinasi (mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata). Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup.
Apakah gangguan kejiwaan seperti diatas bisa disebabkan oleh gangguan jin/ sihir? Kalau anda bertanya kepada psikiater tentu tidak ada kaitannya sama sekali. Kalau anda bertanya kepada peruqyah tentu ada kaitanya. Jika anda bertanya kepadaku saya tidak akan langsung menyimpulkan karena medis atau non medis. Sebab semua butuh kajian dan konsultasi terlebih dahulu.
Dan saya sebenarnya sering membahas tentang penyakit kejiwaan dalam tulisan santapan rohani. Sedangkan tulisan santapan rohani erat kaitannya dengan membahas alam ruhaniah dalam hal ini akal dan hati. Tapi lebih cenderung membahas kondisi hati. Sedangkan akal hanyalah hasil proyeksi dari hati yang berpenyakit. Misalnya ketika anda sedih maka akal akan memberikan gambaran kepada anda alasan kesedihan yang dirasakan.
Artinya akar masalah kejiwaan sebenarnya ada pada hatimu sendiri. Jika hatimu bisa disembuhkan maka pemyakit kejiwaannya juga akan sembuh dengan sendirinya.
Lalu apa peran jin dan sihir? Gangguan jin dan sihir sifatnya menciptakan dan atau memperparah gangguan mental yang sudah ada. Misalnya sihir menciptakan makar kehancuran rumah tangga yang membuatmu marah dan sedih. Artinya potensi marah dan sedih memang sudah ada dalam jiwamu dimana sihir sifatnya menuangkan bahan bakar sehingga marah dan sedihnya semakin berkobar kobar. Artinya ketika sihir bisa dihancurkan namun jiwamu belum disembuhkan akan berpotensi besar untuk kambuh kembali.
Apa kaitannya neurotransmitter/ zat kimia otak dengan gangguan setan? Secara medis produksi zat kimia diotak yang berlebihan dan atau kurang akan menyebabkan ketidakseimbangan psikologis. Sementara emosi bisa mempengaruhi produksi atau distribusi zat kimia tersebut. Misalnya seseorang yang mudah cemas akan memicu zat kimia atau hormon tertentu diproduksi berlebihan sehingga memicu produksi zat asam juga berlebihan. Hal ini bisa memicu asam lambung.
Sedangkan setan sifatnya memberikan bisikan sehingga seseorang merasa was was dan cemas. Ketika bisikan setan dipercaya oleh pikiran akan memicu kecemasan berlebihan. Sedangkan kecemasan berlebihan akan memicu produksi hormon diotak juga berlebihan. Hal inilah yang memicu ketidakseimbangan secara psikish.
Bagaimana cara menyembuhkan penyakit kejiwaan?
Caranya sama sebagaimana yang dilakukan oleh psikiater atau psikolog yaitu tentang merubah cara pandang. Rubah atau geser paradigamu tentang kehidupan. Kalau dalam dunia psikiater ada psikoterapi atau hipnoterapi yaitu bagaimana merubah pola pikir negatif menjadi lebih konstruktif. Atau bagaimana cara merubah suasan hati yang negatif menjadi lebih positif.
Kalau psikiater dan psikolog menyusun berbagai model terapi dimana didasarkan pada ilmu pengetahuan psikologi atau sains. Dalam bahasa lain sadarannya adalah akal. Misalnya orang yang trauma saat melihat kucing akan diberikan pemahaman secara akal bahwa kucing itu mahluk lucu dan cantik sama sekali tidka ada bahayanya. Karena kucing itu lucu sehingga tidak ada alasan yang masuk akal dimana membuatmu trauma saat melihatnya. Dalam bahasa lain psikiater dan psikolog bermaksud meluruskan cara pandang anda yang keliru.
Tahukah anda apa bahasa arabnya cara pandang? Bahasa arabnya ad diin, ditranslate lagi dalam bahasa indonesua menjadi agama. Artinya untuk menyembuhkan penyakit kejiwaan anda harus memiliki cara pandang yang benar dalam menyikapi kehidupan. Dalam bahasa lain untuk menyembuhkan penyakit jiwa maka anda beragama yang benar.
Agama atau cara pandang apa yang benar? Kalau dari sisi dunia kedokteran dalam hal ini psikiatri maka cara pandang yang benar adalah paradigma yang masuk akal. Dalam bahasa lain agama psikiatri adalah agama yang masuk akal. Benarkah itu? Ya benar secara akal. Tapi secara hati tidak sepenuhnya benar.
Mengapa demikian? Karena dari sekian hal yang masuk akal ada beberapa kejadian yang tidak masuk akal. Misalnya yang dialami oleh korban sihir dimana banyak sekali kejadian yang sungguh tidak masuk akal. Banyak kehancuran sendi kehidupan yang penyebabnya tidak masuk logika. Sehingga ketika korban sihir datang ke psikiater menurut saya tidak akan pernah menyelesaikan akar masalahnya. Sebab akar masalahnya bukan diakalmu.
Karena semua serba tidak masuk akal maka pengobatannya dengan cara merubah cara pandang, paradigma atau agamanya ke hati. Artinya semua yang terjadi harus masuk hati. Ketika semuanya bisa masuk ke hati niscaya kejadian seburuk apapun bisa diterima. Sehingga anda perlu menggeser cara pandang, agama atau pardigma dari yang semua memberontak karena tidak masuk akal menuju kepada penerimaan sebab semua masuk hati.
Bagaimana caranya supaya hati bisa menerima kejadian yang buruk? Caranya hati harus paham dan sadar bahwa semua kejadian yang buruk tersebut ada sesuatu yang sengaja mendesain demikian untuk sebuah tujuan. Singkatnya ada Tuhan yang menghendaki demikian untuk sebuah hikmah. Dengan itulah hati bisa menerima.
Sehingga sekali lagi cara pandang atau agama yang benar sebagai bagian dari kesembuhan penyakit kejiwaan adalah penerimaan dalam hati. Bahasa lainnya ketundukan dan kepasrahan hati disebabkan meyakini semua berasal dari Tuhan. Agama kepasrahan hati inilah yang disebut dengan islam. Karena makna islam adalah pasrah atau tunduk. Yang pasrah apanya? hatinya
"Innaddiina 'indallaahil islam"
Artinya: Sesungguhnya agama (cara pandang/ paradigma yang benar) di sisi Allah ialah Islam (hati yang menerima, pasrah dan tunduk kepada takdir Allah)..... (QS Ali Imran: 19)
Ketika hatimu meyakini ada Allah dibalik ujianmu maka itulah obat/ syifa bagi penyakit kejiwaaanmu.
Artinya: Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi syifa (obat hati) dan rahmat bagi orang-orang mukmin (orang yang percaya lalu tunduk hatinya), dan tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim (hatinya gelap dan berontak kepada takdir Allah) selain kerugian (kehancuran). (Al Isra': 82)
Dari penjelasan diatas kesimpulannya adalah seharusnya orang islam tidak akan pernah menderita penyakit jiwa, mental atau psikish untuk selamanya. Malah sebaliknya orang islam itu adalah manusia paling tenang damai dan bahagia. Mengapa demikian? karena sudah menyerahkan hidup matinya kepada DIA yang punya takdir.
Dalam bahasa lain orang islam seharusnya lebih psikiater dari pada psikiater dan lebih psikolog dibanding psikolog. Namun fakta dilapangan sebaliknya. Rumah sakit jiwa disesaki oleh pasien pasien yang memiliki gangguan jiwa. Dan mayoritas pasiennya adalah orang orang yang ber KTP islam. Sementara psikiater dan psikolognya kebanyakan orang yang KTPnya non islam. Mengapa bisa demikian? Silahkan direnungkan saja sendiri.
Syukron
Klinik Pendekar Langit
WA 0852-8595-6659
Web media ruqyah klik sites.google.com/view/klinikpendekarlangit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar