Saya yakin banyak yang belum paham apa itu akal jiwa dan ruh. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan jelaskan dengana analogi listrik/ Yuk simak cara Mengenal Ruh, Hati, Jiwa & Akal Pada Manusia.
SANTAPAN ROHANI, ANALOGI RUH, HATI, JIWA DAN AKAL
pak ustadz ini lagi baru saja listrik rumah saya mati seperti kemarin cuma rumah saya saja persis seperti 1 hari lalu pak ustadz, dukun kirim setan dahsat lagi
Jawab: Sahabat bayangkan jaringan listrik dirumahmu. Listrik masuk ke dalam rumahmu melalui kabel dari tiang listrik yang menuju meteran/ token. Dari meteran/ token kabelnya menuju ke MCB. MCB ada 1, 2 bahkan 7 MCB jika di gedung 7 lantai misalnya. MCB itu sakelar berisi sekring. Jika MCB diturunkan maka listrik mati, jika dinaikkan nyala kembali. Sampai disini masih bisa dibayangkan ya?
Kemudian listrik dari MCB dialirkan melalui jaringan kabel dirumah anda. Ada yang instalasinya menuju ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi dll. Disetiap ruangan anda saklar dan colokan. Saklar untuk menyalakan lampu dan colokan untuk menyalakan kulkas, AC, TV, rice cooker, jetpump, buat cas HP, komputer dan alat elektronik lainnya.
Sekarang gini.. Jika listrik dari MCB 1 ditutup maka apa yang terjadi? Yang terjadi adalah aliran listrik di lantai 1 akan terputus, tapi dilantai 2 masih menyala. Jika arus listrik di MCB 2 diputus maka lampu di lantai 1 menyala sementara di lantai 2 akan mati. Jika kedua MCB ditutup maka seluruh rumah akan mengalami kegelapan. Efek lanjutannya TV, kulkas, AC, kipas dll akan mati.
Jika arus listrik di MCB diputus, buka, putus, buka maka apa yang terjadi? Yang terjadi adalah byar pet. Lampu nyala hidup nyala hidup. Atau dalam jangka waktu tertentu lampu bisa meledak/ pecah. Dampak lanjutannya adalah alat elektronik cepat rusak/ eror. Artinya penyebab alat elektronik dirumahmu cepat mengalami kerusakan karena listriknya nyala mati nyala mati dengan frekuensi yang sering.
Nah sekarang jika arus listrik pada MCB dihambat maka apa yang terjadi? Misalnya arus 220 volt dihambat sehingga yang mengalir hanya 100 volt. Maka yang terjadi lampu menyala redup. Meskipun anda beli lampu dengan watt yang besar tetap saja menyala tidak terang. Dampak lanjutan dari arus listrik yang down bisa merusak alat alat listrik dan alat elektronik.
Satu lagi nih.. Jika pada malam hari semua MCB diturunkan maka apa yang terjadi? Yang terjadi adalah semua lampu mati sehingga rumah dalam keadaan gelap gulita. Jika anda ada dikamar yang gelap karena mati lampu maka tidak bisa melihat kondisi kamar. bahkan tidak bisa melihat dirimu sendiri. Maksud hati mau mencari senter dalam gelap apa daya malah nabrak tembok. Mengapa demikian? karena mencari dalam kegelapan.
Apa maksud saya menulis jaringan listrik dirumah anda?
Tentu saja terkait dengan pertanyaan sahabat diatas dimana saat kena sihir listriknya byar pet yang menyebabkan alat elektronik cepat rusak. Sehingga solusinya adalah buka sumbatan pada arus listrik di meteran menuju MCB. Sumbatannya dalam bentuk apa? Jin/ setan. Setan yang menyumbat aliran listrik sehingga arusnya down bahkan putus sambung. So ruqyah daerah itu dengan cara ciprati air ruqyah setiap hari.
Karena tulisan ini santapan rohani maka saya tidak akan membahas cara ruqyah rumah yang lampunya redup. Saya menulis analogi jaringan listrik PLN karena sama dengan jaringan listrik pada manusia. Dengan listrik itu pula manusia bisa berpikir, melihat, mendengar dan merasakan. Dengan listrik itulah manusia bisa hidup. Artinya manusia bisa hidup karena ada hayat.
Bayangkan arus listrik dari gardu menuju meteran/ token dirumahmu. Arus listrik dalam kabel besar diluar rumah anda itulah yang mengaliri jutaan rumah di indonesia dan dunia. Arus listrik yang mengalir menuju meteran itu kalau pada manusia disebut dengan ruh.
Kemudian listrik menuju meteran dirumah anda lalu diturunkan voltasenya menjadi 220 volt. Semua rumah memilikin arus yang sama yaitu 220 volt. Analogi meteran kalau dalam diri manusia disebut dengan hati.
Lalu arus yang sudah menjadi 220 volt masuk ke MCB. Rumah saya ada 2 MCB karena ada 2 lantai. Kalau dalam diri manusia ada 7 lantai makanya MCB nya ada 7. Disebut dengan jiwa, ego atau nafsu. Dan dalam diri manusia ada 7 nafsu/ sukma. Bisa juga disebut dengan akal.
Mungkin sahabat bingung dengan analogi diatas meskipun saya bermaksud untuk mensederhanakannya. Intinya saya hanya ingin menyampaikan bahwa manusia itu terdiri dari ruh, hati, jiwa dan akal. Ruh itu ibarat listrik dari luar yang masuk ke meteran/ token, hati itu ibarat meteran/ token, jiwa itu ibarat MCB dan akal adalah segala alat listrik yang ada dirumahmu misalnya TV, kulkas, AC dll.
Pandangan lahiriah mengatakan TV bisa menampilkan gambar karena TV dengan teknologinya. Tapi pandangan ruhaniah mengatakan TV bisa menyala karena ada setrum/ listrik. TV tidak tahu kalau dirinya dialiri listrik, yang tahu adalah meteran.
Kalau dalam diri manusia kita meyakini mata ini bisa melihat karena teknologi mata yang tiada tandingannya. Padangan lahiriah mengatakan bahwa aku bisa melihat karena punya mata. Tapi pandangan ruhaniah mata tidak punya kekuatan apa apa kalau tidak ada setrum. Apa setrum itu? Ruh yang ada pada mata. Siapa yang paling tahu tentang ruh? Jawabannya hati yang ada dalam dada.
Artinya mata telinga, tangan dan kaki hanyalah hardware yang tidak memiliki daya kekuatan apa apa kalau tidak ada setrum/ ruh. Dalam bahasa lain saya, anda, mereka, dukun, jin, pelaku dzolim, pasangan dan semua mansuia di dunia ini sebenarnya hanya patung/ berhala. Orang yang tidak mampu melihat hal ini yaitu meyakini bahwa mahluk memiliki daya kekuatan disebut dengan dzolim atau buta. Yang buta apanya? Hatinya.
Oleh karena itu buka mata hatimu. Caranya bagaimana? Caranya sadar. Sadar bahwa matamu itu hanyalah hardware yang tidak mampu melakukan apapun kalau tidak dialiri setrum. Telinga tidak bisa mendengar apapun kalau tidak dialiri listrik. Secara global saya dan anda tidak bisa hidup kalau tidak ada ruh.
Kalau tidak percaya coba lihat orang yang baru saja meninggal. Secara hardware masih lengkap tapi tidak bisa mendengar, melihat dan hidup. Mengapa demikian? Sebab listriknya sudah dicabut. Kalau bahasa jaringan listrik seluruh MCB sudah diturunkan sehingga rumahnya padam. Atau dalam bahasa lain karena ruhnya sudah dicabut.
Pertanyannya ruh itu asalnya dari mana? Dalam bahasa lain listrik itu asalnya dari mana? Listrik adalah energi yang berasal dari energi potensial atau kinetik. Misalnya bersumber dari energi panas, angin, air dll. Dalam ilmu fisika energi tidak dapat dicipatakn dan tidak bisa dimusnahkan hanya berubah bentuk dari satu ke yang lain. Dalam bhasa arab itulah yang disebut dengan nuur.
Nuur itu berasal dari mana? Kalau dibahas tidak akan pernah ada ujungnya. Mengapa demikian? karena nuur itu tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan hanya berubah bentuk dari satu ke yang lain. Meskipun berubah jutaan kali tetap saja ada yang mengendalikan nuur tersebut. Siapa yang mengendalikan? Yang mengendalikan adalah DIA Yang Mengendalikan. Bahasa islamnya Allah.
Sehingga kalau diurutkan begini:
Energi alam > listrik > meteran/ token > TV
Allah > Nuur > ruh > hati > panca indera
Atau kalau dibalik: Panca indera > hati > ruh > nuur > Allah
Ketika anda melihat mendengar, berjalan, berkehendak, berkeinginan dll maka seakan akan andalah yang berbuat. Sebenarnya bukan anda yang berbuat tapi hati yang melakukan. Sebenarnya bukan hati yang melakukan tapi ruh. Sebenarnya bukan ruh yang melakukan tapi nuur. Sebenarnya bukan nuur yang melakukan tapi Allah. Kesadaran inilah yang harus anda hidupkan supaya hidupmu ringan. Kesadaran apa? Kesadaran bahwa sebenarnya semua cerita Allah.
Ketika engkau sadar bahwa hidupmu bukanlah urusanmu maka engkau akan menjalani hidup dengan ringan tenang dan damai. Ketika engkau hidup sebenarnya Allah lah yang hidup. Ketika engkau mati maka Allah tetap hidup.
Ketika engkau diberikan musibah maka Allah lah yang sedang mengujimu sehingga dengan itu engkau mampu bersabar. Ketika engkau diberikan nikmat dan karunia sesungguhnya Allah lah yang sedang memberikanmu kenikmatan sehingga dengan itu engkau mampu besyukur. Dan orang yang bisa melakukannya hanyalah mereka yang sadar bahwa hidup dan mati semua sudah menjadi urusan Allah bukan urusanmu.
Dalam bahasa lain hanya orang yang sudah mengenal Allah maka hidupnya akan ringan, tenang, damai dan bahagia. Bagaimana cara mengenal Allah? Dengan menyadari bahwa engkau bisa melihat, mendengar dan hidup bukan karena jasadmu tapi karena ruh. Yaitu ruh yang sadar bahwa dirinya berasal dari nuur atau cahaya Allah.
Dimana cahaya Allah bersinar? Dihati. Hati yang bersinar akan menerangi seluruh hidupmu. Dalam bahasa lain listrik yang mengalir akan menerangi seluruh penjuru rumahmu. Sehingga dengan cahaya itu saya dan anda akan dibimbing untuk berjalan dalam terang.
Demikian Mengenal Ruh, Hati, Jiwa & Akal Pada Manusia
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar