Cara Agar Hati Adem Ayem, Tidak Dendam & Tidak Berontak Terhadap Taqdir

Orang yang menghadapi ujian berat biasanya berontak dan marah terhadap takdir. Inginnya tetap adem tapi susah. Sebenarnya nggak susah kalau tahu caranya. Yuk simak artikel  Cara Agar Hati Adem Ayem, Tidak Dendam & Tidak Berontak Terhadap Taqdir

Minyak ruqyah untuk gangguan jin dan sihir KLIK DISINI


AGAR HATI ADEM AYEM, TIDAK DENDAM & TIDAK BERONTAK

Dan kemaren jga saya baca, klu memang kita memandang semuanya karna mahluk kita akn berontak, kalau kita Mandang ada mahluk di balik Allah kita akan adem ayem. Ternyata klu saya pandang semua karna Allah, dendam saya seketika surut sama dukun nya, ,

Jawab: Ini disebut dengan cara pandang. Dan akan ulang ulang bahwa cara pandang bahasa arabnya Ad Diin. Lalu ditranslate lagi dalam bahasa indonesia adalah agama.

Jika cara pandang kehidupan kita seperti sahabat diatas maka Insya Allah hidup kita akan tenang nyaman dan bahagia. Yaitu cara pandang yang memandang ada Allah dibalik segala galanya.

Dan inilah sebenarnya isi dan rasa dari agama islam. Yaitu memandang Allah dibalik segala galanya lalu hati menjadi tenang damai dan bahagia.

Akan tetapi mayoritas manusia menganggap islam itu adalah orang pakai peci, pakai gamis, sholat, ngaji, haji dll. Salahkan? ya nggak salah, itu benar. Itulah pakaian dan warna seorang muslim. Cuma pakaian tidak bisa menjamin ketenangan dan kebahagiaan.

Misalnya si fulan yang tidak pernah meninggalkan sholat dan ngaji, tapi hidupnya nggak pernah tenang dan bahagia. Kalau ada masalah sukanya marah marah, suka nyalah nyalahin orang lain. Pakaiannya islam tapi hatinya tidak damai.

Objek atau sasaran dinul islam adalah qalbu. Namanya cara pandang orang yang pasrah letaknya ada di hati bukan dipakaian. Pasrah/ islam itu adalah rasa di qalbu.

Artinya orang yang pakaiannya islam tapi hatinya belum islam harus terus berproses supaya sinkron antara luar dan dalam. Nah proses inilah yang cetar membahana... Ruar biasah

Mengapa cetar membahana? Karena ucapan dan perbuatan kita akan diuji. Ketika kita mengaku islam lalu mengerjakan syariat islam maka akan diuji. 

Allah berfirman, "DAN sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” [Al-Mulk:2]

Ketika kita sholat lalu mengucapkan "hiduku matiku hanya untuk Allah", maka akan diuji. Ketika kita menasehati teman, "yang sabar ya? kehilangan adalah ujian dari Allah", maka suatu saat anda juga akan diuji kehilangan. Ketika anda mengisi kajian tentang, "keutamaan sedekah" maka suatu saat anda akan diuji dengan hartanya.

Ketika saya dan anda diuji dengan realitas coba deh siapa yang dilihat... Allah atau mahluk? Apakah ucapannya selama ini hanya nggombal atau real. Dan ini sekali lagi cetar membahana. Karena praktek sungguh tidak semudah teori.

Nah jika ada 2 orang, yang satu seorang petani bodoh yang tidak begitu paham agama. Kalau sholat baju dan sarungnya lusuh, habis sholat tidak dzikiran tapi langsung cabut karena harus ke sawah. Tapi saat diuji panennya gagal ia bisa tetap bersabar. Ia tetap tersenyum khas wong ndeso seakan tiada masalah sama sekali. Karena panen gagal akhirnya sang petani sering kerja sebagai buruh di sawah tetangga.

Yang kedua kisah imam masjid yang setiap hari mengajar ngaji. Kalau sholat gamisnya baru, wangi dan pakai imamah ala syeikh timur tengah. Kalau sholat dzikirnya lamaaa banget. Suatu ketika sang imam diuji dengan muridnya yang jelita. Singkat cerita sang murid hamil. Bukannya mengaku salah malah menyalahkan muridnya. Akhirnya karena didorong oleh masyarakat lalu sang imam menikahi muridnya lalu beberapa hari kemudian diceraikan.

Kisah yang kedua kisah nyata loh ya? Pertanyaannya yang lulus ujian siapa? Petani bodoh apa imam masjid kampung?. Yang lebih islam siapa? Petani bodoh apa imam masjid? Silahkan jawab dengan hati nuranimu sendiri.

Dari kedua kisah diatas mengajarkan kepada kita bahwa islam itu tidak hanya terletak pada pakaian tetapi hati. Saya menyampaikan demikian karena otak kita selalu saja menganggap mereka yang bergelar kyai, ustadz, habib dll pasti islamnya lebih baik daripada orang awam. 

"Lalu bagaimana supaya kita islam kita benar?"

Syariat tentu saja harus dilaksanakan misalnya sholat wajib 5 waktu tidak boleh ditinggalkan. Jasmani kita wajib sholat yang terhubung sampai ke ruhaniah. Keduanya harus sholat atau terhubung ke Allah. Dan dampak dari keterhubungan ini harus terpancar dalam segala aktifitas. Silahkan sahabat baca lagi tulisan saya tentang makna sholat ya?

Sampai akhirnya ketika ujian itu datang, maka saya dan anda wajib mempraktekkan makna sholat atau keterhubungan itu tadi. Yaitu dengan cara memandang bahwa dibalik ujian ada Allah. Karena melihat dibalik ujian ada Allah maka kita harus belajar menerima dan sabar dengannya.

Teorinya khan begitu, dan saya yakin kita semua sepakat. Meskipun sekali lagi praktek tidak semudah teori. Prakteknya suliiiiit sekali memandang Allah dibalik ujian, yang dilihat selalu saja karena mahluknya sehingga kita marah, dendam, kecewa dan sakit hati.

Artinya ada PR besar yaitu mengapa kita suliiit sekali melihat Allah lalu berpasrah diri. Ada tali yang terputus diantara jasmaniah dan ruhaniah. Ada sesuatu yang menutup pandangan mata hati. Dan PR ini harus sering kita renungkan supaya mendapatkan jawabannya.

Sekali lagi kita tidak mampu memandang Allah dibalik ujian karena ada sesuatu yang menutup pandangan mata hati. Makanya kita tersesat tak tahu arah karena berjalan pada kegelapan.

Apa yang menutup mata hati? Jawabannya adalah "ego". Yaitu diri yang merasa ada, bisa dan kuasa. Lalu meyakini dukun, jin, orang dzolim dll ada, bisa dan kuasa. Menganggap diri dan mahluk memiliki kuasa dan kekuatan selain Allah untuk memberikan manfaat dan mudhorot, inilah yang menutup pandangan hati. Dan meyakini benda atau mahluk memiliki kekuatan selain Allah, inilah yang disebut syirik.

PR berikutnya adalah mencari jawaban, "emangnya benar kalau saya sebenarnya tidak ada, tidak bisa dan tidak kuasa?. Khan kenyataannya saya ada, hidup dan bisa melakukan sesuatu? Kenyataannya dukun memiliki ilmu dan kekuatan untuk kirim santet? Nyatanya banyak yang kena santet lalu gil4 atau m4ti". 

Lalu apa jawaban dari pertanyaan diatas? Jawabannya silahkan dicari sendiri. Silahkan menyelami dirimu sendiri. Mencari ke dalam bukan keluar diri. 

Sebagai penutup saya mau mengomentari chat sahabat diatas. Benar sekali bahwa cara supaya kita tidak berontak, tidak dendam sehingga hati adem ayem hanya satu. Yaitu melihat Allah dibalik ujian dan dibalik segala galanya. Kalau kita sudah di maqom ini maka meskipun ujiannya masih ugal ugalan, akan ada satu cahaya keyakinan yang kamu lihat memancar dari palung hati. 

Memang hidup anda masih berat, sihir belum hancur, masih sakit sakitan, ekonomi hancur dll tapi ada secercah keyakinan yang bulat tidak tergoyahkan bahwa ada masanya badai akan berlalu. Anda melihat dengan mata hati bahwa Allah sedang mengajarimu sebuah hikmah yang besar. Dan hikmah itu pasti akan ada lihat di waktu yang sudah ditentukan.

Kalau bahasa fisika ini disebut dengan kuantum leap... Yaitu sebuah kondisi pikiran dan perasan anda meyakini bahwa anda akan sembuh, sukses, dan bahagia di masa depan. Namun bayangan masa depan itu sudah bisa anda rasakan sekarang. Anda percaya dengan kepercayaan penuh bahwa waktu itu pasti datang.

Benar bahwa saat ini adalah masa yang berat. Tapi ruhaniah anda sudah melompat dan berada di masa depan yang anda inginkan. Disebut juga quantum jumping. Dan berdasarkan hukum fisika kuantum maka anda pasti akan berada ditempat dimana anda meyakini sebelumnya.

Kalau bahasa islamnya, "Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya". Kalau anda yakin Allah Maha Pemurah maka anda akan mengalami kemurahanNya secara real dan nyata. Kalau saya meyakini Allah Maha Menyembuhkan maka saya pasti akan mengalami kesembuhan.

Oleh karena itu sekali lagi PR besarnya adalah "anda mampu memandang Allah dibalik segala sesuatu baik dulu, sekarang, masa depan dan selama lamanya". Ketika anda mampu melihat Allah maka hati akan damai & tenang (muslim). Ketika hati tenang maka bayangan kesembuhan seakan akan sangat nyata dimasa depan. Dan masa depan itu sudah anda alami dalam imajinasi/ iman anda sekarang. Dan pada masanya anda pasti akan berada ditempat kesembuhan itu.

Ketika anda belum mampu melihat Allah lalu berkata, "Ya Allah, kenapa hidupku hancur begini? kapan aku bisa sembuh ya Allah, lelah sekali rasanya". Maka anda tidak akan kunjung sembuh. Mengapa demikian? karena anda belum mampu melihat Allah meskipun lisan sering berucap Allah Allah. 

Sebaliknya ketika anda sudah mampu melihat Allah dibalik segala sesuatu maka hatimu akan lebih tenang lalu berkata, "makasih ya Allah". Tidak ada kata yang bisa melukiskan, yang ada adalah keyakinan berbingkai pujian. Dan gambaran keyakinan itu pasti akan menjadi realitas pada saatnya.

Sementara ini dulu.. Next disambung lagi 

Sepertinya membahas quantum leap sangat menarik nih.. Insya Allah kapan kapan saya bahas...

Semoga mencerahkan

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Ruqyah Dukunnya Game Over Setelah Korban Lakukan Ini

Mau mengalahkan dukun? Coba praktekkan tulisan ini ya? Kisah Ruqyah Dukunnya Game Over Setelah Korban Lakukan Ini. Simak baik baik.