Bagaimana Cara Bertemu dan Bertatap Wajah dengan Allah?

Ketemu sama Allah sekarang jangan nunggu dikubur. Iya kalau ketemu, kalau enggak gimana? Berikut ini Bagaimana Cara Bertemu dan Bertatap Wajah dengan Allah?.

 

TANYA JAWAB SANTAPAN ROHANI, BAGAIMANA CARA BERTATAP WAJAH DENGAN ALLAH?

Tanya: Aihh pas banget saya lagi pusing Ustadz, ruqyah ke peruqyah cuman bertahan sebentar trs saya coba ruqyah sendiri dgn Az Zahrawain mulai berhasil tp iblisnya malah datang lagi 😹🫢 Sebenarnya kalo iblis kalahnya dgn apa ya tadz? Tapi say melihat ada si badut juga tadz

Jawab: Siapa yang bisa mengalahkan iblis? Bukan kamu, manusia, jin dan malaikat, tapi Allah. Makanya saat baca ayat ruqyah kamu jangan merasa sudah membaca, sebab iblis akan mentertawakanmu. Tetapi posisikan dirimu dan lisanmu digunakan/ digerakkan oleh Allah untuk mengusir iblis, niscaya setan setannya akan keluar ditandai dengan muntah muntah.

Tanya: Ustadz anakku mimpi pendekar langit bekelahi sm pratek.berkelahi di kamar mandi di rmh ibuku. Dukunnya berd4rah d4rah di tinju sm pendekar langit. Sering ada cicak jatuh di sampingku saat ak solat atau bc Qur an.ustadz dulu  gitu gak

Jawab: Ya itu real. Tapi bukan saya yang melakukannya. Tapi tentara Allah. Entah jin entah malaikat yang jelas bukan saya. Kalau saya mengatakan itu saya maka "saya dalam bahaya". Btw kalau sahabat mau bermimpi melihat pendekar langit menolongmu sering kirim doa ke saya ya? Mau kirim fatihah, ayat kursi, al falaq, an naas atau apapun terserah anda.

Tanya: Hari ini sampe paketannya pak ustadz, dada gemuruh bgt, takut hadap2an sama barang tsb, pikiran lgsg tenang gk kyk sblm barang rukyahnya smpe di rumah, ruwet pikirannya, cemas, hari ini gk krj krn biasa ada ajj masalahnya,  tp pasrah Allah ajj gk di terima gpp legowo ajj,, belum rejeki. Makasi bgt ya pak ustadz,, alhamdulillah lewat pak ustadz di kasih jalan kesembuhan oleh gusti Allah,,

Jawab: Langsung nyetrum ya? Setan setannya pada gelisah ketakutan. Apakah setan takut sama garam dan racikan ruqyah klinik pednekar langit? Enggak lah. Mereka takut kepada kalam Allah yang ada dalam media ruqyah. Camkan bahwa mata lahiriahmu boleh memandang media ruqyah apa adanya, tapi ruhaniahmu harus meyakini bahwa itu adalah kalam Allah. Sehingga ketika anda menggunakannya lalu muntah dan merasa plong tidak serta merta WA saya ngucapin makasih. Akan tetapi makasihmu kepada Allah.

Tanya: Tapi kalau yg ruhyah sy sendiri ya  nggak mempan bener bacaaan sama tapi  kedekatan sama tuhan beda,,, Saya masih bnyk dosa ustad

Jawab: Ketika anda baca ayat ruqyah pasti ngefek sekecil apapun itu. Abaikan saja bisikan bacaanmu nggak ngefek. Memang tingkat efektifitas ayat ruqyah sebanding dengan keimanan. Semakin anda beriman kepada Allah semakin dahsyat bacaan ruqyahmu. Tapi iman yang saya maksud bukan seseorang yang giat sholatnya, ngaji sehari sejuz, banyak sedekah dll. Iman yang saya maksud adalah wajah hatimu menghadap Allah dibalik segala kejadian dan dibalik segala galanya. 

"Saya masih bnyk dosa ustad". Apa itu dosa? Dosa itu tidak hanya ketika engkau bermaksiat, mencuri, berzin4 dll. Dosa adalah wajah hatimu memandang kepada selain Allah. Dan setiap dosa akan dibersihkan dalam neraka. Makanya saat engkau memandang selain Allah pasti menderita. Misalnya mengatakan, "penderitaanku gara gara pelaku sihir", maka dijamin bangkit dendam dan kemarahanmu yang sangat menyiksa.

Tanya: Ada yang WA ketika saya sarankan ruqyah, kurang lebih begini, "Iya ustadz saya sudah ruqyah dan sudah hijrah. Saya sudah mentauhidkan Allah"

Jawab: Tema tauhid sudah pernah saya tulis, mungkin next saya tulis lagi. Saya nggak peduli dengan mereka yang ngajari tauhid harus begini dan begitu, terserah mereka. Tapi kalau anda mau belajar tauhid langsung aplikasi dilapangan maka belajarlah meyakini dalam hati bahwa semuanya berasal dari Allah.

Tauhid dari kata ahad. Arti ahad adalah esa, tunggal, tiada duanya. Sehingga mentauhidkan Allah adalah mengesakan, menunggalkan Allah. Sehingga ketika anda meyakini ada aku, dan ada Allah, itu tidak bisa disebut dengan mentauhidkan Allah sebab sudah ada 2 wujud. Tidak ada serikat bagi Allah dalam mengurus langit dan bumi dan juga dirimu sendiri. Allah tidak butuh dukun, jin, pelaku dll untuk menegurmu. Secara lahiriah memang nampak dukun dan mahluk, tetapi hakikatnya semua dari Allah.

Kamu tidak perlu berkoar koar sudah bertauhid atau menegakkan tauhid, sebab indikasi orang bertauhid bukan seperti itu. Karena tauhid adalah akidah maka letaknya dalam qalbumu. Yaitu hati yang hanya ada nama Allah saja disitu, tidak ada nama mahluk. Sehingga tanda ketika anda sudah bertauhid adalah akhlak. Lebih spesifik adalah akhlak yang positif, baik dan terpuji.

Kalau anda memang sudah bertauhid maka pasti akan menerima ujian/ musibah yang menimpamu. Tidak ada protes, pemberontakan dan kemarahan. Bahkan kamu merasa senang dengan apapun pemberian Allah, entah baik atau buruk menurutmu. Jika kamu sudah bertauhid maka pasti akan memaafkan takdir, tidak dendam dan tidak marah kepada orang yang menyakitimu. Engkau akan memaafkan semuanya. Mengapa demikian? Sebab hatimu tidak melihat perbuatan mahluk, yang dilihat adalah perbuatan Allah.

So jika kamu merasa sudah bertauhid, merasa sudah berdakwah tauhid, merasa sudah menegakkan tauhid dll apakah kamu sudah mampu menerima realitas? Apakah kamu sudah menerima banyaknya perbedaan yang tidak sesuai dengan keinginanmu? Apakah engkau mau merangkul semua kalangan? Apakah kamu bisa menerima takdir kena sihir? Apakah kamu mampu memaafkan pasangan, dukun, jin dan pelaku sihir? Kalau belum sepertinya saya dan anda masih harus belajar lagi.

Tanya: Setelah saya membaca santapan rohani tentang jebakan setan abyad khodam harimau putih. Dada saya makin panas, seakan ada dua yang berbicara dalam hati saya.bagaimana caranya pak ustadz membedakan antara bisikan setan, hawa nafsu dan hati nurani pak.

Jawab: Segala bisikan yang dialami lihatlah endingnya. Jika endingnya kebencian, permusuhan dan perpecahan dan perceraian itu dari setan. Jika endingnya meninggikan dirimu dan merendahkan orang lain itu bisikan nafsu. Jika endingnya mengajak kepada kesabaran, keikhlasan, pemaafan, penerimaan dll itu bisikan qalbu yang beriman. Lihat endingnya ya?

Sebagai contoh ketika anda didorong untuk tabayyun dengan pasangan. Ada bisikan, "coba tabayyun, khan islam mengajarkan klarifikasi/ tabayyun. Tanya istrimu dan berikan bukti buktinya supaya dia ngaku kalau sudah sel1ngkuh". Jika anda ngikutin bisikan ini artinya kamu mengikuti bisikan setan/ sihir. Dan endingnya jelas yaitu kebencian, percekcokan yang bisa berakhir dengan ucapan perceraian. Kamu merasa tidak salah, sebab apa yang kamu lakukan sesuai dengan perintah agama. Kamu nggak sadar kalau sudah melakukan kesalahan besar.

Contoh lainnya ada bisikan yang menyuruh sholat. Jam 3 dini hari tiba tiba kebangun lalu ada yang menyuruh untuk tahajud sampai jelang subuh. Setelah itu anda ke masjid untuk jamaah subuh sambil melihat seluruh pintu rumah kompleks masih tertutup. Lalu kamu membantin, "Hmm apakah mereka tidak tahu kalau sholat fajar itu lebih baik dari dunia dan seisinya? Mosok nggak ada satupun yang ke masjid kecuali aku? Ya Allah berikan mereka petunjuk, Allaahu yahdik"

Anda tidak sadar betapa nafsu begitu lihai menipumu. Kamu pikir sudah menjadi orang paling suci, padahal aslinya kamu dijebak hawa nafsu. Yaitu perasaan merasa paling benar, paling suci, paling sunnah dan paling pantas masuk surga sementara tetanggamu sesat, syirik dan pasti masuk neraka. Inilah bisikan iblis yang sangat halus dan banyak memperdaya ahli ilmu dan ahli ibadah.

Kalau bisikan hati nurani seperti apa? Bisikannya adalah menerima takdir, menerima musibah, ikhlas, ridho, memaafkan orang lain. Semua dilakukan karena Allah bukan karena yang lain. Ibadah karena Allah inilah yang diterima, sementara ibadah karena dorongan jin, dorongan nafsu dan iblis tidak diterima. Ibadah karena Allah inilah yang disebut dengan amal sholeh.

Ibadah karena Allah itu seperti apa? Nah kayaknya tema ini juga akan saya bahas lain kali di tulisan santapan rohani tersendiri. Ibadah karena Allah itu tidak hanya sekedar sholat, ngaji, sedekah, sholawatan dll. Ibadah karena Allah itu adalah meyakini dalam hati bahwa semua dari Allah, sehingga setelah itu hati menerima alias tidak protes. 

Misalnya kamu kehilangan uang sejuta lalu bangkit emosinya dan mulai menuduh orang lain. Ini disebut amal dosa sebagaimana saya tulis diatas. Tetapi ketika kamu sadar bahwa semua dari Allah kemudian kamu mengelus dada sambil istighfar, seiring dengan hatimu yang ikhlas menerima kehilangan. Nah inilah yang disebut dengan ikhlas karena Allah. 

Ketika kamu sedekah uang yang cukup banyak tapi tidak merasa kamu yang sedekah melainkan Allah, sehingga tidak pernag mengungkitnya, itulah ibadah karena Allah yang disebut dengan amal sholeh. Ketika kamu marahan sama pasangan dan diem dieman, lalu memutuskan untuk minta maaf karena meyakini semua ujian Allah, inilah yang disebut dengan memaafkan karena Allah. Semua yang dilakukan karena Allah inilah yang disebut dengan amal sholeh yang kekal. 

Ketika kamu terus melakukan segala amal perbuatan semua karena Allah maka saatnya nanti akan ketemu dengan Allah. Tapi ketemunya tidak seperti kamu ketemuan sama teman lama, nggak seperti itu. Lalu ketemuannya gimana? Itu terserah Allah. Salah satunya adalah akan didatangkan segala hal/ takdir yang menjadi bagian dari jalan keluar semua masalah masalahmu. Bukan kamu yang meminta tapi didatangkan. Sampai pada satu titik anda meyakini dengan seyakin yakinnya bahwa secara lahiriah memang anda didatangi dan dilimpahi berbagai karunia, tapi secara ruhaniah Allah lah yang datang.

Artinya: Katakanlah: .....Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan AMAL SHOLEH dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam BERIBADAH kepada Tuhannya". (Al Kahfi: 110)

Terakhir apakah anda ingin berjumpa/ bertemu dengan Tuhanmu? Kalau mau ketemunya jangan nunggu m4ti lalu dikubur. Ya kalau ketemu, kalau enggak gimana? Tapi ketemunya sekarang. Kalau sekarang sudah ketemu, nanti setelah dikubur pasti juga akan ketemu. Caranya sudah saya jelaskan dan sebagaimana bunyi surat Al Kahfi ayat 110 diatas yaitu:

1. Beribadah karena Allah

2. Lakukan amal sholeh

Beribadah kepada Allah yaitu menghadapkan wajah hatimu kepada Allah bukan kepada diri dan mahluk. Kemudian setelah itu melakukan amal sholeh yang didasarkan pada ibadah karena Allah diatas. Caranya peluk pasanganmu yang pernah menyakitimu, elus kepala anakmu yang bandel dan melawanmu, bantu tetangga yang pernah menghinamu, rangkul lawanmu yang pernah menghujatmu, berikan senyuman kepada teman yang pernah kirim santet kepadamu. 

Bisa? Kalau bisa maka janji Allah adalah, anda akan menjumpaiNya. Anda pasti akan bertatap wajah denganNya. Tapi kalau belum mampu maka berjuanglah. Tidak apa apa, sebab semua berproses. Misalnya memaafkan pelaku santet itu butuh waktu yang tidak instan. Yang penting saya dan anda mau belajar dari proses proses tersebut.

Sip? Share

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rezeki Tak Tertukar, Tapi Ketika Rezekinya Seret Kok Sedih dan Menjerit?

Banyak yang mengatakan tenang saja rezeki tak akan tertukar. Tapi ketika bisnisnya bangkrut galaunya luar biasa. Simak Rezeki Tak Tertukar, ...