Hidup adalah ujian dari Allah. Ujiannya ada tapi Allah nya nggak kelihatan. Bagaimana Cara Melihat Allah dibalik Takdir dan Ujian Kehidupan? SImak ya?
SANTAPAN ROHANI, BUKA HATIMU NISCAYA SELESAI MEMBACA ENGKAU AKAN SHOCK
Saya hanya konsultasi ama pak ustadz curhatan saya lewat WA ini, udah membuat beban saya berkurang,, tapi saya udah pasrah dengan. Takdir ini saya sudah sholat minta petunjuk, sedekah jga, sampai sekarang blum ada titik terang nya pak ustadz ðŸ˜
Jawab: Sahabat.. Hidup ini penuh dengan masalah. Jika sampai detik ini kamu belum pernah mengalami masalah yang membuat dadamu berkecamuk maka hanya tinggal nunggu waktu saja. Ingat... Hanya menunggu waktu.. Dan waktu itu pasti datang. Jika engkau masih bergelimang dengan kesenangan sampai detik ini maka percayalah nanti masalahmu akan benar benar menyesakkan jiwa.
Tidak peduli engkau kaya atau miskin, awam atau alim, pinter atau bodoh, ustadz atau abangan semua pasti akan merasakanannya dengan tingkatannya masing masing. Saat itu engkau akan menyadari bahwa kekayaanmu, kealimanmu, kefasihanmu, gelar ustadzmu dan segala identitasmu tidak akan mampu menjadi solusi penderitaan yang engkau alami.
Engkau pasti akan merasakan betapa sesak dadamu menahan penderitaan. Engkau akan mengisi hari hari dengan deraian air mata kesedihan. Lalu engkau merasa tidak kuat menanggung beban sendirian lalu mencari sebidang dada yang bisa dijadikan sandaran. Sampai engkau mengerti bahwa se empati apapun orang lain, tetap saja engkaulah yang merasakan kepedihan.
Bagi sahabat yang sedang mendapatkan musibah, saya mengerti engkau bersedih. Engkau terluka, kecewa, marah dan merasa dunia ini tidak adil. Aku paham engkau sering menangis di pojok kamar. Hatimu benar benar patah sepatah patahnya.
Sahabat... Aku mau kasih tahu sesuatu yang akan membuatmu menangis. Bukan tangisan kesedihan tapi air mata penyesalan. Menyesal mengapa baru sadar sekarang setelah puluhan tahun. Engkau akan sadar kalau yang membuat hatimu patah justru yang anda cari selama ini.
Tapi tolong pinggirkan dulu akal dan nafsumu lalu buka hatimu. Kalau kamu masih membawa akal maka ujianmu yang besar tidak akan pernah masuk akal. Kalau engkau membawa nafsumu maka penderitaanmu tidak akan pernah usai. Sekali lagi pinggirkan dulu akal dan nafsumu lalu buka hatimu lebar lebar.
Bagimu yang sedang bersedih karena takdir sungguh tidak mau kompromi. Takdir itulah yang terus memukulmu hingga terjatuh. Ketika engkau berusaha bangkit, takdir akan memukulmu kembali sampai engkau terjungkal. Dengan sisa sisa kekuatan engkau beranjak untuk bangun kembali, namun belum sempat engkau bangun takdir lagi lagi memukulmu hingga terjerembab bersimbah d4r4h.
Saat itulah engkau hanya bisa menangis meratapi nasib. Setiap hari hanya bisa berbaring terkulai tak berdaya. Setiap hari hanya bisa menyumpahi takdir beserta orang orang didalamnya. Dan hanya tertinggal satu asa yaitu kem4tian. Engkau ingin m4ti lalu mengadu kepada Tuhan atas kejamnya takdir kehidupan. Engkau menyangka setelah m4ti Tuhan akan berpihak kepadamu untuk mengadzab takdir. Engkau berprasangka Tuhan akan memasukkan ke dalam ner4ka orang orang yang menjadi bagian dari kehancuran dan penderitaan. Lalu dengan itu engkau merasa puas.
Sahabat yang sedang terluka, cobalah lebih peka lagi. Hidupkan hatimu dan lihatlah...
Hidup itu milik siapa? Yang Maha Hidup itu siapa? Jika realitas kehidupan yang engkau alami adalah bagian dari hidup, maka siapa sebenarnya Yang datang bersama takdir?
Coba lebih peka lagi.. Tangan takdir itu yang memukul hidupmu hingga terjungkal bersimbah d4r4h. Takdir yang membuatmu menangis, terluka dan kecewa. Disisi lain takdir juga yang memberimu makan, pekerjaan, keluarga, teman dan masih banyak lagi. Apakah engkau tidak bisa merasakan Yang Maha Hidup?
Baiklah jika engkau belum bisa merasakan apa yang aku ceritakan sekarang bayangkan begini. Dalam setiap video yang saya share, kebanyakan pakai peci hitam. Bayangkan pecinya saya lepas lalu kugunakan untuk menutupi buah pisang diatas meja. Pertanyaannya apakah engkau mampu melihat pisang yang tertutup peci hitam? Jawabannya tentu tidak bisa melihatnya. Mengapa demikian? karena ketutup oleh peci hitam milikku.
Bagaimana caranya supaya engkau bisa melihat pisang lalu memakan buahnya? Caranya ambil pecinya maka tiba tiba engkau melihat buah pisang itu. Singkapkan pecinya maka terlihatlah apa apa yang selama ini tiada terlihat. Pertanyaan berikutnya apa sebenarnya peci hitam itu? Itulah dirimu, egomu atau hawa nafsumu. Atau bisa juga itulah kamu yang selalu memandang secara lahiriah. Hanya memandang apa yang terlihat oleh mata dan didengar oleh telinga.
Maka singkapkan dirimu, ego dan nafsumu. Maka tiba tiba engkau akan melihat dengan mata hatimu Siapa sebenarnya yang memukulmu hingga terjungk4l berd4r4h d4r4h. Dia yang memukulmu, DIA juga yang memberimu makan. DIA Yang Hidup dia pula Yang Memberimu hidup.
Lalu apa alasannya takdir memukulmu hingga tidak bisa bangun lagi? Ini sebenarnya pertanyaan tapi engkau nggak peka. Sama seperti seorang ayah yang pakai topeng lalu mencandai anaknya, "aku ini siapa?". Ketika sang anak lari ketakutan, "mamaa ada hamut habibi (hantu)", maka sang ayah akan tertawa seraya mengejarnya. Namun ketika sang anak mengenali ayahnya seraya memukul balik, sang ayah hanya bisa tertawa seraya memeluk dan menciuminya berulang kali.
Sama dengan hidup ini.. Sama sahabat.. Hidup ini hanya main main. Hanya permainan. Hanya pura pura saja. Dan tidaklah kehidupan dunia ini kecuali hanya senda gurau dan permainan. Cuman engkau menganggapnya sangat serius, padahal cuma main main. Itulah yang membuatmu semakin menderita. Sebab engkau hanya fokus melihat topeng. Engkau menganggap topeng itu hidup dan memiliki kekuatan. Padahal hanya topeng yang terbuat dari tanah. Yang sebenar benar Hidup berada dibaliknya. Apakah engkau tidak melihatnya? Apakah engkau tidak mengenalnya?
Kalau sang ayah bertanya dibalik topeng kepada anaknya, "aku ini siapa?", maka Yang Maha Hidup bertanya kepadamu melalui realitas takdir, "man robbuka". Nyatanya engkau lupa dan tidak mampu menjawabnya. Itulah sebabnya penderitaanmu tak kunjung usai. Engkau lupa sebelum permainan ini digelar sudah diadakan kesepakatan, "aku ini Tuhan khan?". Tapi mengapa engkau bisa lupa?
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS Al A'raf: 172)
Singkapkan topeng nafsumu, singkapkan penglihatan dan pendengaranmu lalu lihat Siapa yang datang. Semoga sampai titik ini engkau mulai sadar dan mulai mengenal Siapa dibalik takdir. Ketika topengnya sudah terbuka segera peluk DIA. Peluklah dengan segenap rasa cinta.
Caranya peluk takdirmu... Jangan lagi engkau lari menghindar dari takdir, akan tetapi larilah mendekat lalu peluk erat. Jangan lagi engkau memukulnya, membentaknya, memarahinya bahkan melemparinya dengan sumpah serapah sebagaimana selama ini engkau lakukan.
Terimalah takdirmu.. Terimalah dengan kenyataan kalau rumah tanggamu diujung tanduk, bisnismu bangkrut atau harga dirimu diinj4k inj4k. Peluk saja, toh ini hanya permainan alias tidak yang sebenarnya. Terima saja peranmu toh peran ini hanya cerita pura pura diatas panggung sandiwara. Dan kehidupan yang sebenarnya bukanlah diatas panggung, apakah engkau belum juga sadar?
Ketika engkau mengenal dan sadar siapa sebenarnya yang datang, lalu engkau akan mendekatinya sambil berurai air mata. Mungkin dalam proses menerima takdir engkau akan menangis menahan duka. Ketika mengenang rumah tanggamu yang terancam kandas engkau membuka hati lalu menerima takdir seiring dengan lelehan air mata. Ketika engkau melihat ekonomimu hancur, engkau menerima meskipun dengan memendam kecewa. Ketika engkau terkenang kehilangan lalu engkau menerimanya mungkin saja tetap berkaca kaca. Tidak apa apa, sebab kita hanya manusia.
Bukankah sang anak juga menangis merajuk saat mengetahui kalau dibalik topeng adalah ayahnya sendiri? Bukankah setelah itu sang ayah akan memeluk erat dan menciuminya?. "Ayah khan cuma bercanda sayang.. Maafkan ayah ya? Yuk kita beli mainan".
Sama sahabat.. Ketika engkau mengenal DIA dibalik takdir niscaya engkau akan menangis merajuk. Tangisanmu begitu lepaasss. Bukan tangisan ketakutan melainkan tangisan manja. Maka percayalah sahabat ketika engkau mampu mengenalNya maka saat itu DIA akan memelukmu erat untuk kemudian menghiburmu. Percalah apa yang pergi akan kembali dan apa yang hilang akan diganti dengan yang jauh lebih baik. Dan saat itu juga engkau baru saja menemukan sandaran yang sebenar benarnya. Sandaran dan cinta yang sejati. Cinta yang tak pernah sirna. Abadi selamanya.
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar