Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak Masuk Akal

cara sembuh dari luka batin adalah berdamai dengan takdir maafkan orang lain. bagaimana bisa Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak Masuk Akal? Simak caranya

 


SANTAPAN ROHANI, MAAFKAN PASANGAN DAN PELAKU DZALIM MESKIPUN TIDAK MASUK AKAL

Baca paragraf ini tiba2 mw nangis ustad,, sy udh buktiin sendri,, setelah anak pelaku masuk RS,, mlm nya suami mimpi di serang keluarga pelaku,, besoknya ank sya kejang2 berlanjut dr mulai senin smpai kamis,, Tapi hati saya terketuk ustad untuk tetap hilangkan nafsu saya yg awalnya senang lihat ank pelaku sakit,, sya lsg dtg krumahnya ustad untuk jenguk anknya yg pulang dr RS,, berdoa sama allah agar niat baik sya allah jadikan obat untuk ank saya. Alhamdulillah setelah dr rumahnya hati saya bner2 lega dan gak ad rasa terhimpit sama sekali,, mgkn ap ini jawaban dr doa saya ustad?

Jawab: Saya akan selalu menyampaikan tulisan santapan rohani kepada anda, meskipun terkadang apa yang saya sampaikan bertabrakan dengan logika akal pikirmu. Tidak jarang bertabrakan dengan dalil yang sudah kamu hapal diluar kepala. 

Sebenarnya bukan dalilnya yang salah, tapi kamulah yang salah menafsirkan. Karena berulang kali saya sampaikan ketika mengutarakan bahasa keimanan dalam bahasa lisan seringkali sulit. Makanya bahasa hadits dan Al Quran seringkali membuat dengan banyak perumpamaan. Tujuannya supaya hatimu paham, klik dan mengerti kias kias yang disampaikan.

Misalnya WA sahabat sbb: "Pak ustadz kenapa dukun nya KLO di bulan puasa begini. koc pakin parah serangan nya". Jawabannya REAL dan nyata bahwa kebanyakan gangguan sihir pada bulan puasa meningkat dua kali lipat. Bahkan ada sahabt yang WA saya kurang lebih, "Bukan dua kali lipat ustadz bahkan serangan sihir saat bulan puasa berlipat lipat"

Padahal kita seringkali membaca hadits bahwa pada bulan puasa setan setan dibelenggu alias dikurung alias dipenjara sehingga tidak mengganggu manusia. Tapi faktanya bagi korban sihir serangan setan di bulan puasa malah tambah kuat. Yang salah haditsnya atau anda yang salah memahami hadits. Maka jawabannya andalah yang salah memahami hadits.

Oleh karena itu saya menasehatkan diri sedniri dan anda semua supaya belajar hadits/ sunnah dan tafsir Al Quran, tapi jangan merasa paling benar. Mengapa demikian? Karena tafsiranmu meskipun berkiblat pada ulama bisa saja salah. Malahan saya meyakini banyak yang tidak sebagaimana yang anda tafsirkan. Kalau anda koar koar merasa paling benar sementara yang lain salah, lalu diakherat ternyata anda yang salah khan repot. Soo tetap kalem meskipun hapal hadits dan hapal Quran, oke?

Terkait dengan WA sahabat diatas bahwasanya awal awal mandi ruqyah dengan racikan herbal tumbuk PL pelakunya sakit bahkan di bawa ke IGD. Lalu sahabat diatas selaku korban merasa senang sebab pelakunya mendapatkan adzab. Kalau kita bicara bahasa akal maka pelaku sihir yang sakit saat sihirnya berbalik maka itu adalah konsekwensi. Anda senang melihat pelaku sakit, maupun biasa saja maka mekanismenya tetap sama. Yaitu saat jinnya kembali dalam keadaan sakit maka pelakunya sakit.

Apakah anda nyukurin saat pelaku dibawa ke IGD lalu enggan menjenguk, ataupun anda mengalahkan ego lalu menjenguk pelaku yang sakit karena tetanggaan maka mekanismenya tetap sama. Tetap saja pelaku akan sakit bahkan bisa sek4rat bahkan meninggal dunia. Makanya pilihannya ada pada dirimu sendiri. Atau bahasa lainnya pilihannya tergantung dengan keimananmu.

Kalau iman anda bagus niscaya anda memilih untuk menjenguknya. Sebaliknya kalau iman anda ketutup ego/ hawa nafsu maka akan nyukurin lalu enggan menjenguk. Namanya ego/ hawa nafsu pasti akan membawa nama Tuhan untuk membenarkan pilihannya. Misalnya, "Masya Allah, Dia khan yang salah, dia khan yang dzalim. Saya menderita gara gara dia. Jika pelaku sek4r4t itu karena perbuatannya. Dia yang menanam akan menuai. Astaghfirullah, semoga balasan ini bisa menjadi efek jera". Dan kebanyakan kita suka tidak suka masih duduk di maqom ini. Yaitu imanmu ketutup oleh ego. Tidak peduli apakah anda orang awam, ustadz, kyai, ulama, peruqyah atau apapun kebanyakan imannya ketutup oleh ego/ nafsu.

Kalau memang imanmu hanya kepada Allah bukan kepada ego niscaya muncul empati lalu memutuskan untuk menjenguknya. Nah khan, bahasa keimanan bertabrakan dengan logika akal pikirmu. Bagaimana mungkin menjenguk orang yang sudah menusukmu dari belakang dan membuatmu menderita bertahun tahun?. Bagaimana mungkin memaafkan kedzalimannya yang sangat besar. Bukankah ini bertabrakan dengan logika akal dan pikirmu?

Makanya sebagaimana yang saya sampaikan diatas bahwa menjelaskan tentang keimanan itu nggak mudah. Menjelaskan tauhid itu lebih tidak mudah lagi. Menjelaskan bahwa segala galanya adalah Allah dan Allah adalah segala galanya sungguh sulit. Harus menggunakan bahasa bahasa kias supaya bisa masuk dan bisa diterima oleh logika akal dan pikir.

Misalnya ketika saya meminta maafkan pasangan yang sudah mengkhianatimu, maka untuk membuatmu menerima statement ini sungguh tidak mudah. Harus masuk ke logika akal pikir dulu, misalnya pasanganmu melakukannya karena disihir. Jangankan pasanganmu, dirimu jika ngalami juga tidak akan kuat menahan dorongannya. Jangankan dirimu, ustadz atau peruqyah sekalipun jika ngalami juga belum tentu kuat menahan godaan. 

Ketika dengan penjelasan yang logis ini mampu membuat ego/ nafsumu sedikit lemas baru kemudian masuk ke penjelasan keimanan. Ketika nafsu belum lemas akan sangat sulit menjelaskan tentang keimanan. Sedangkan penjelasan keimanan bisa masuk melalui beberapa pintu. Misalnya sebagaimana yang kemarin saya tulis, "anda yang dikhianati pasangan adalah kandidat calon kekasih Allah". Bagaimana penejasannya? Makanya dibaca setiap tulisan santapan rohani dari saya biar paham.

Atau di tulisan lain saya menjelaskan bahwa ketika anda memaafkan pasangan, atau pelaku sihir maka sama saja dengan memaafkan Allah. Naah khan, dahulu saat saya menulis ini langsung diprotes. Bagaimana mungkin memaafkan Allah? Emang Allah salah sehingga harus dimaafkan? Lalu menulis dalil dalil untuk menguatkan hujjahnya dimana endingnya menuduh saya sesat, kafir dan syirik. 

Padahal maksud saya nggak begitu.. Maksud saya adalah ikhlas dan ridho terhadap ujian yang datang dari sisi Allah. Bagaimanapun pasangan dan pelaku sihir yang datang dalam kehidupan anda dibingkai dengan satu kata yaitu ujian Allah. Allah yang datang dan mengujimu. Dalam bahasa yang lebih dalam itu Allah.. Oleh karena itu ikhlaslah, ridholah. Mosok nggak peka? 

Jika kamu masih belum peka artinya iman dalam dadamu ketutup oleh ego/ nafsu sehingga sulit memaafkan. Karena ketutup makanya hatimu gelap. Ketutup bahasa arabnya kafaro orangnya disebut dengab kafir. Sementara gelap bahasa arabnya dzulumat orangnya disebut dengan dzalim. Karena kafir dan dzalim makanya masuk naar, api atau neraka. Bentuknya adalah panasnya hatimu dimana turunannya berbentuk kekecewaan, kemarahan, kesedihan dan lain sebagainya. Bagaimana rasanya masuk naar karena hatinya ketutup dari Allah? Pedih dan perih khan? Bukankah ini real dan nyata?

Sehingga PR besarnya adalah melemaskan nafsumu sendiri supaya mata hatinya bisa hidup. Perjuangannya adalah mengalahkan egomu dan nafsumu sendiri. Oleh karena itu cari alasan sebanyak banyaknya supaya egomu bisa dilemaskan. Cara pertama adalah mencari jawaban yang masuk logika akal dan pikir. Ketika dengannya egomu sudah mulai lemas barulah menggunakan penjelasan keimanan. Sampai nafsumu benar benar lemas lalu menerima kebenaran bahwa yang datang mengujimu sebenarnya Allah.

Ketika nafsumu sudah lemas maka otomatis qalbumu akan hidup. Hatimu akan bercahaya karena melihat Allah dibalik ujianmu dan dibalik segala galanya. Ketika itulah engkau akan mampu memaafkan siapapun dibalik kehancuran hidupmu. Mengapa memaafkan? Karena yang melakukannya adalah Allah, maka maafkanlah. Dengan itu hatimu yang panas membara akan adem kembali, tenang kembali. Dalam bahasa lainnya api neraka akan terasa dingin karena melihat Allah. 

Ketika qalbumu mampu melihat Allah dibalik ujianmu lalu dengannya merasa lapang apakah ujiannya akan ditambah? TIDAK. Barang siapa yang mampu mengenal Allah maka pasti masuk surga. Ini pasti.. Bentuknya adalah kebahagiaan, ketenangan, kegembiraan, kenyamanan, kenikmatan yang bisa dirasakan dalam dadamu. Dan ini baru awal sebab surga itu akan manifest di dunia nyata.

Bentuknya adalah rumah tanggamu pasti lebih harmonis. Atau jika sudah kadung cerai maka anda akan mendapatkan ganti yang lebih baik. Seiring dengan ekonomi yang pulih kembali, penyakit pergi dan hubungan sosial normal lagi. Mengapa demikian? Sebab anda sudah memaafkan Allah yang datang bersama realitas takdir. Bahasa lainnya anda ikhlas dan ridho bahkan merasa senang dan bahagia dengan kedatangan Allah. Meskipun datangnya melalui ujian yang pernah menghancurkan hidupmu.

Kongkretnya ketika hatimu lapang lalu memaafkan pasanganmu dengan tulus, maka pasti pasanganmu akan sangat berbahagia. Bayangkan selama bertahun tahun pasanganmu hancur hatinya karena melakukan perbuatan yang tidak disadarinya dimana membuat hatimu sangat terluka. Kalau m4ti bisa menebus dosa tentu pasanganmu akan melakukannya. Tapi anda malah memaafkannya. Memaafkan karena Allah. Maka jiwa pasanganmu yang m4ti tiba tiba hidup kembali.

Niscaya hari demi hari akan kalian jalani dengan bahagia. Qalbumu tidak lagi melihat pasanganmu adalah Iblis yang melukai hatimu, melainkan malaikat yang datang atas perintah Allah. Ketika melihat pasanganmu, seakan akan qalbumu melihat Allah lalu mencurhakan kasih sayangmu sepenuh hati. Sebaliknya pasanganmu juga bertekad akan membahagiakanmu selama lamanya. 

Ketika hatimu lapang, rumah tanggamu harmonis maka mungkin saja akan diberikan momongan sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi insan yang sholeh sholehah. Seiring dengan ekonomi yang pulih, penyakit pergi, dan hubungan sosial yang normal kembali. Dan begituuuuu seterusnya nggak ada habis habisanya. Nikmat Allah itu tidak akan ada ujungnya. Diberikan kepada mereka yang benar benar hatinya beriman hanya kepadaNya.

Dan ini real... Oleh karena itu berjuanglah untuk menjalani peta yang real saja. Yang nyata adanya. Caranya sekali lagi dengan melemaskan ego, diri dan hawa nafsumu untuk kemudian percaya kepada skenario Allah. Maka saksikanlah bahwa Allah sebaik baik pembuat skenario. Dan anda pasti akan menyaksikanNya. Anda pasti akan bersyahadah dengan sebenar benarnya.

Ending dari cerita apa? Endingnya supaya saya dan anda hanya bertuhan dengan Allah. Bukan bertuhan dengan rumah tangga, ekonomi, sosial dll. Sehingga ketika suatu saat semua diambil Allah anda tetap ikhlas dan ridho. Ambil saja semua yang penting Allah tetap berada disisimu maka semua pasti akan beres. Yaitu pada saat ajal datang dimana anda harus berpisah dengan dunia. Ketika hatimu sudah duduk di maqom ini maka jaminan pasti selamat dunia dan akheratmu. Di dunia bersama Allah, diakherat juga tetap bersama Allah. Bersama Yang Maha Penyayang, kekal abadi selama lamanya.

Semoga mencerahkan, share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak Masuk Akal

cara sembuh dari luka batin adalah berdamai dengan takdir maafkan orang lain. bagaimana bisa Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak ...