Sudah dari dulu banyak umat yang terjebak untuk mencari kelebihan, kesaktian atau memperlancar urusan dunia dengan ikut kajian tertentu. Nyatanya dalih pengajian ujungnya belajar supranatural. Simak Padepokan Mujahadah Hakitat Makrifat Karomah Ladunni yang Menjebak Umat.
PADEPOKAN MUJAHADAH, HAKIKAT MAKRIFAT LADUNNI YANG MENJEBAK UMAT
terus pak de nya memperkenalkan dukun cbl itu aslinya dalam bentuk pengajian (mujahadah). Kl dukun pen1pu itu aslinya dia ngatain punya pondok pesantren...tp orang e tertutup banget sy sering di ancam kalau tidak bayar Syarat dengan alasan bahwa jasa dia mengunakan leluhur nya itu tidak sedikit x...sy sering di kirim sihir yg bikin tubuh gatal x pusing dll
Jawab: Dahulu awal awal kena sihir saya terpesona dengan ragam cara pengobatan non medis dengan ilmu kesaktian yang dibungkus secara islami. Dan ternyata tidak saya saja yang terpedaya tapi teramat banyak mereka umat yang awam dunia non medis terjebak didalamnya.
Saya dulu menyangka untuk mengobati seseorang yang kena sihir santet dan semacamnya harus dilakukan oleh orang sakti yang punya kelebihan. Yaitu mereka yang bisa menembus alam gaib, berinteraksi dengan jin dan atau yang suka nantang nantang dukun santet.
Akhirnya sekarang saya paham.. Bahwa semua itu adalah pembodohan.
Saya tidak memaksa anda untuk setuju dengan kesimpulan saya. Setuju atau tidak monggo sak kersane. Tetapi saya mengajak kalian untuk terus mengikuti tulisan kami, khususnya santapan rohani. Sampai anda mulai memahami mekanisme gangguan non medis. Sehingga pada akhirnya anda akan sepakat dengan sendirinya.
Maka ketahuilah bahwa mengobati orang yang kena santet/ sihir tidak dilakukan oleh orang sakti yang memiliki kelebihan, karomah, ajian dan semacamnya. Justru semakin merasa sakti seseorang maka semakin lemah kemampuannya mengusir setan. Semakin merasa sakti/ hebat/ mumpuni seseorang maka semakin jauh ia terjebak oleh tipuan iblis.
Tidak harus praktisi hikmah, paranormal, orang pintar tetapi peruqyah syarie sekalipun jika dirinya merasa hebat dan mumpuni maka semakin lemah kemampuannya mengusir setan. Camkan baik baik ya? Karena justru orang yang merasa tidak sakti, tidak merasa bisa apa apa justru dialah orangnya. Yaitu orang yang bisa mengusir jin, setan kelas tinggi bahkan iblis sekalipun.
Semakin merasa sakti, hebat, mumpuni semakin dekat dengan Iblis. Mengapa demikian? Sebab watak iblis itu merasa lebih hebat dan tidak mau ngalah atau rendah hati. Ucapan abadinya "ana khoirum minhu". Sebaliknya semakin dirinya merasa tidak sakti, tidak bisa apa apa semakin kuat energi orang tersebut mengusir iblis. Mengapa demikian? Sebab yang mengusir/ mengutuk iblis bukan dirinya melainkan cahaya Allah yang bersemayam dalam qalbunya.
Tapi sedikit orang yang yakin dan paham akan hal ini. Sebagian besar terpedaya dengan kesaktian, karomah, kehebatan, kecerdasan dll. Banyak umat yang terpedaya dengan perkumpulan yang berisi kajian kajian, dzikir dzikir dan semacanya. Misalnya
1. Dzikir dengan baju mujahadah
2. Padepokan hakikat makrifat
3. Organisasi ruqyah yang menjanjikan kesembuhan instan
4. Pengobatan dengan ajian dengan baju ala syeikh
5. Pengobatan menarik buhul disekitar rumah
6. Pengobatan menarik paku dalam tubuh
7. Padepokan ilmu hikmah
8. Pesantren ladunni
9. Pengajian karomah
10. Dll
Tidak ada yang salah dengan istilah mujahadah, hakikat makrifat, ruqyah syarie, aswaja, pakai baju ala syeikh, pakai tasbih, belajar ilmu hikmah, ilmu ladunni dll. Yang salah adalah orang yang menggunakan istilah diatas belajar ilmu gaib, sakti, karomah dan semacamnya.
Mujahadah itu sebenarnya perjuangan dalam bentuk dzikir untuk mengalahkan nafsu. Hakikat itu melatih pandangan qalbu. Makrifat itu mengenal Allah. Ruqyah itu doa. Ladunni itu ilmu dari sisiNya. Karomah itu mukjizat bagi orang beriman tertentu. Secara bahasa tidak ada masalah, tetapi sekali lagi dibelokkan menjadi pembelajaran supranatural.
Sekali lagi tidak hanya di dunia supranatural akan tetapi di dunia ruqyah syarie juga demikian. Bagus sekali jika anda belajar ruqyah, akan tetapi merasa komunitas ruqyahnya, cara ruqyahnya, metodenya dll lebih hebat dari organisasi lainnya itulah yang salah. Apalagi sampai menyesatkan, mensyirikkan organisasi lain.
Jika anda ingin mencari kesaktian, kehebatan, kemumpunian, karomah, alam gaib dll itu sama saja dengan mencari Iblis. Kalau anda ingin mencari Allah bukan begitu caranya, melainkan meyakini bahwa hanya Allah saja yang sakti, hebat, mumpuni dll.
Buat sahabat yang sedang kena sihir santet, suatu saat cepat atau lambat anda akan percaya kepadaku bahwa apa yang anda putuskan itu salah jalan. Itu sudah pasti, hanya menunggu waktu saja. Yaitu waktu anda menyadari bahwa cara pandangmu tentang dunia non medis keliru. Yaitu pada saat anda:
1. Minta tolong orang pintar/ paranormal
2. Minta tolong orang sakti yang tenar di youtube
3. Minta tolong menarik buhul
4. Percaya dari tubuhmu keluar paku oleh praktisi
5. Tarik santet jarak jauh dengan tenaga dalam
6. Mengobati dengan energi murni
7. Diruqyah oleh peruqyah yang mengklaim paling hebat
8. Dan semacamnya
Percayalah dalam banyak kasus penyakitmu tidak akan sembuh. Meksipun praktisinya berhasil menarik beberapa buhul boneka, keris semar mesem, menarik jarum dari perut, dan semacamnya. Dalam banyak kasus itu hanya trik belaka. Sebab mekanisme gangguan jin bukan seperti itu.
Atau anda sembuh, tapi akan ada waktunya kumat lebih parah. Mungkin anda sembuh sebulan, 3 bulan, setahun, 5 tahun atau lebih. Akan tetapi percayalah akan ada saatnya jiwamu menjadi mainan iblis.
Kalau kamu ingin setan setan takut kepadamu maka jangan merasa hebat. Yakini dalam hati sanubarimu hanya Allah yang hebat. Ikhlas, menerima, ridho kalau Yang Maha Perkasa hanya Allah saja, bukan mahluk. Camkan paragraf ini ya?
"Tapi khan sarana ikhtiar tadz?"
Iya betul, segala sesuatu harus pakai ikhtiar. Dan silahkan saja anda berikhtiar kemana saja saya tidak melarang. Sampai suatu ketika anda akan sepakat denganku bahwa ikhtiarmu itu salah jalan. Jika kata kataku engkau tolak, tidak ada masalah. Biarlah takdir yang akan memberitahumu.
Meskipun biasanya sadarmu itu ketika engkau sudah tergolek lemah ditempat tidur bertahun tahun. Engkau sadar setelah duitmu, sawahmu, rumahmu habis dijual jualin untuk berobat. Akhirnya dalam kelemahan engkau mengatakan, "pasrah". Bagus itu, meskipun terlambat.
Lalu bagaimana supaya tidak terlambat? Caranya "pasrahnya" sekarang jangan nunggu engkau tergolek lemah. Menerima ujian dan pasrah terjadap takdir itu sekarang jangan nunggu nanti. Setelah hatimu tunduk barulah engkau ikhtiar.
Ikhtiarnya dengan apa? Jawabannya sangat amat sederhana sekali. Bukan datang ke orang sakti, peruqyah hebat dan semacamnya. Tetapi diawali dengan "DOA". Mohonlah kepada Allah, minta perlindungan kepada Allah. Hatimu harus nyata nyata mengakui kamu tidak sakti, kamu lemah, kamu hina sementara hanya Allah saja Yang Kuat. Jika kamu melakukannya maka percayalah Allah akan menunjukkan jalan kesembuhanmu.
Allah akan memberikan petunjuk kepadamu tentang orang orang yang bisa kamu mintai tolong. Apakah minta tolong peruqyah yang anda kenal, pengemis yang sering minta minta dipintu, tetangga yang selama ini kau abaikan, ustadz ditempatmu yang terkenal jujur dan bisa siapa saja.
Dan ketika anda menjumpai mereka maka percayalah mereka tidak akan mempertunjukkan kesaktian kepadamu. Mereka memang akan meruqyahmu tapi bingkainya bukan itu. Justru mereka akan mengajakmu untuk merasa rendah dihadapan Allah. Mereka akan mengajakmu untuk kembali kepada Allah.
Dan ketika hatimu sudah merasa rendah dihadapan Allah, maka DIA lah yang akan membereskan semuanya. Yang mengatakan "keluar kalian hai mahluk terkutuk", atau mengatakan ukhruj yaa aduwallaah ketika ruqyah atau bahasa qur'annya (bahasa Allah), "Qola fakhruj fainnaka rojiim", itu bukan orang sakti atau peruqyah tetapi hakikatnya Allah sendiri. Yaitu cahaya Allah yang sudah bersemayam dalam hati orang mukmin pilihanNya.
Begitu kira kira... Share ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar