Silaturahmi memperlancar rezeki, pernah dengar khan? Mau Rezeki Lancar? Simak Makna Rahasia Silaturahmi. Jangan lupa share ya?
SANTAPAN ROHANI, SILATURAHMILAH MAKA REZEKIMU PASTI LANCAR & JALAN SURGA
Ada sahabat yang wa kurang lebih bagini, "Ustadz setelah saya mandi ruqyah dengan racikan herbal PL hari ke 6 pelakunya sakit dan dibawa ke RS. Tetangga pada berkunjung menjenguknya, apakah saya juga harus menjenguk pelaku yang sudah menghancurkan hidup kami?"
Jawab: Kalau imanmu ketutup ego maka dipastikan anda enggan untuk menjenguknya. Akan tetapi ketika egomu ditngglmkan dalam iman kepada Allah maka pasti akan silaturahmi dan menjenguknya. Sehingga jawaban apakah anda menjenguk atau tidak itu terserah dirimu.
Kali ini sehubungan mendekati lebaran saya mau membahas tentang silaturahmi.. Apa makna silaturahmi? Sebelum membahasnya baca dulu beberapa keutamaan silaturahmi sbb:
1. Dilapangkan Rezeki dan Dipanjangkan Umur: Rasulullah SAW bersabda bahwa silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang umur, yang dimaknai sebagai keberkahan umur.
2. Jalan Menuju Surga: Menjaga tali silaturahmi adalah salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mengantarkan ke surga.
3. Dihapus Dosa-Dosa: Silaturahmi dapat menggugurkan dosa-dosa kecil dan memperbaiki hubungan yang renggang. Ketika anda berjabat tangan maka berguguran dosa dosa kecil diantara kalian sampai tangannya dilepas.
4. Mendapat Rahmat dan Kebaikan: Silaturahmi memupuk rasa saling membantu, peduli, dan menyebarkan kasih sayang, yang pada akhirnya mendatangkan rahmat Allah.
5. Dicintai Allah: Allah sangat menyukai hamba-Nya yang menyambung tali silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama
Secara dzohir atau lahiriah silaturahmi bisa dilakukan dengan datang ke kerabat, teman dan relasi lalu saling bersalaman. Dan pembahasan secara lahiriah/ jasmaniah saya yakin anda sudah sering mendengar dari ceramah ceramah ustadz dan kyai. Karena sekarang adalah santapan rohani maka ijinkan saya membahasnya dari sudut pandang qalbu/ ruhaniah.
Apa itu silaturahmi?
Silaturahmi berasal dari kata silah dan rahim. Silah itu menyambung, nyambung, menghubungkan atau terhubung. Rahim itu maknanya kasih sayang. Artinya silaturahim adalah menyambung dengan kasih sayang.
Silah itu akar katanya sama dengan kata shollah, sholeh, islah, shollu dan sholawat. Artinya kata silah itu sangat mirip dengan kata sholat. Karena berasal dari akar kata yang sama maka maknanya juga sama atau mirip. Yaitu menyambung atau menghubungkan.
Menyambung dengan apa? Dengan Ar Rahim atau Allah yang penyayang. Sehingga sasaran silaturahim adalah qalbumu yang nyambung dengan Allah. Sekali lagi akar atau sasaran silaturahmi ada di qabmumu. Sama sebagaimana sholat dimana qalbumu wajib terhubung dengan Allah. Kalau nyambungnya jauh pakai tali supaya tersambung. Makanya ada istilah tali silaturahim. Kalau dekat namanya bukan menyambung lagi, tapi melebur atau menyatu. Ketika qalbumu merasa sudah tidak ada jarak lagi dengan Allah maka istilah menyambung sudah berganti dengan melebur.
Sehingga ketika lebaran nantinya maka jalinlah silaturahmi dengan karib kerabat teman dan relasi. Termasuk sambunglah apa apa yang sudah terputus. Yaitu terputusnya silatiurahmi anda dengan orang lain. Misalnya dengan pelaku sihir. Secara lahiriah mungkin anda bersalaman dan bermaaf maafan, berpelukan atau cipika cipiki. Bersamaan secara batin hati anda nyambung dengan Allah.
Bagaimana penjelasannya?
Ketika anda bersalaman dan bermaafan maka lihatlah secara lahiriah karib kerabat teman dan tetangga adalah mahluk yang banyak kekurangan. Akan tetapi bersamaan dengan pandangan secara qalbu atau ruhaniah. Yaitu pandangan bahwa mereka semua juga ciptaan Allah. Atau dalam bahasa yang lebih dalam dibalik mereka semua ada Allah. Atau dalam bahasa yang paling dalam itulah Allah. Maka sambungkan hatimu dengan Allah. Atau dalam bahsa yang paling dalam leburkan dirimu dengan Allah.
Sehingga ketika silatiurahmi lalu bersalaman dan bermaafan dihatimu tidak ada lagi jengkel, dongkol, marah, dendam, kecewa dll. Kalau masih ada kemarahan artinya hatimu belum silaturahmi. Atau qalbumu belum nyambung dengan Allah. Sehingga silaturahmi seperti ini bisa dikatakan sia sia saja. Karena sia sia maka keutmaan silaturhami tidak akan anda dapatkan.
Misalnya saat lebaran bersilaturahmi kepada orang yang pernah menyakitimu, pernah nyinyir, pernah kirim santet atau malah pernah putus silaturahmi. Saat ketemu bersalaman dengan wajah tersenyum namun ketika engkau pamit hatimu kembali dongkol. "Iiih najis salaman sama orang jahat dan dzolim. Sampai kiamat aku nggak sudi maafan sama dia". Atau sebaliknya pelaku sihir yang memanfaatkan momentum lebaran lalu datang lalu salaman dengan anggapan dosa nyantet bisa diampuni maka ini juga sia sia. Sebab hatinya nggak nyambung ke Allah. Malah cenderung main main saja.
Ini sama dengan statement hadits orang puasa hanya dapat lapar dan haus saja. Sebab masih mengumbar marah dan dongkol dikarenakan qalbunya nggak ikut puasa. Artinya bisa dikatakan puasanya sia sia saja. Kalau dikaitkan dengan sholat maka sholat yang nggak nyambung ke Allah meskipun dilakukan plek sesuai contoh Nabi shollallaahu alaihi wasallam, juga hanya mendapatkan lelah saja. Atau amal kebaikan yang tidak nyambung ke Allah, meskipun sesuai sunnah bukan dinamakan amal sholeh dan sia sia. Mungkin paragraf ini menyinggungmu tapi saya yakin hatimu tidak bisa menyangkal kebenarannya.
Oleh karena itu pahamilah makna silaturahmi.. Akarnya yaitu hatimu nyambung kepada Yang maha penyayang lalu dinyatakan dalam bentuk saling bermaafan antar sesama. Ketika hatimu nyambung atau lebur bersama Allah maka tuluslah dan maafkanlah orang lain. Hilangkan kemarahan dan dendam dan gantilah dengan kasih sayang. Mengapa demikian? Sebab Allah maha pemaaf dan maha penyayang. Jika memang qalbumu nyambung ke Allah tentu otomatis akan menjadi pemaaf dan penyayang.
Bagaimana praktek kongkretnya?
Prakteknya dengan cara, lihatlah secara lahiriah suamimu atau istrimu yang menyebalkan, dan sering bikin dongkol sebagai mahluk yang tidak lepas dari salah dan dosa. Manusia yang banyak kelemahan sebagaimana anda juga demikian. Tetapi lihatlah dalam pandangan ruhaniahmu bahwa dibalik suami/ istri yang menyebalkan ada Allah yang menggerakkan. Allah yang mengirim mereka sebagai ujian buatmu. Setelah itu sambungkan, atau leburkan. Maafkan suami/ istrimu dengan tulus, sebab ketika anda memaafkan pasanganmu maka pada hakikatnya anda sedang memaafkan (ridho) terhadap ujian dari Allah.
Demikian juga ketika pelaku sihir datang ke rumahmu untuk berlebaran/ silaturahmi. Maka berjuanglah untuk menengglmkan ego ke dalam lautan iman kepada Allah. Sambut tangannya seakan akan anda sedang menyambut tangan Allah. Karena pada hakikatnya pelaku sihir juga dikirimkan Allah kepadamu sebagai batu ujian. Atau dalam bahasa yang paling dalam itulah Allah yang sedang mengujimu, oleh karena itu maafkan. Maafkan bukan melihat mahluknya akan tetapi maafkan karena qalbumu melihat Allah. Karena ada Allah dibalik pelaku yang menguji imanmu.
Kondisikan hati seperti ini ketika anda silaturahmi kepada orang tua, kerabat, teman dan tetangga. Jika hati anda benar benar nyambung maka keutamaan silaturahmi sebagaimana yang sudah saya tulis diatas pasti akan anda alami dan rasakan.
Misalnya keutamaan silaturahmi akan memperlancar rezeki. Ketika bertemu dengan orang lain dimana hatimu tersambung dengan Allah yang dibuktikan secara lahiriah dengan senyuman tulus maka saya yakin anda tidak akan menyangkal bahwa jalan rezeki pelan pelan akan terbuka. Misalnya ketika anda jualan dimana menawarkan dagangan anda dengan niat nyambung ke Allah yang dibuktikan dengan pelayanan yang baik, servis dari hati, mendengar dengan empati maka pasti pelangganmu akan nyaman. Semakin banyak pelangganmu yang nyaman maka jalan rezekimu akan semakin terbuka lebar. Pertanyaannya siapa yang memperlancar rezeki? Allah bukan pelanggan. Khan dari tadi kita bicara pandangan iman dalam qalbu yang tidak melihat mahluk, akan tetapi melihat Allah atau nyambung ke Allah.
Keutamaan lain misalnya umurnya jadi panjang/ berkah, sebab setiap hari anda berbagi kebaikan kepada sesama karena Allah. Atau anda akan dicintai Allah melalui orang lain yang anda sayangi dengan tulus. Atau dosa dosa berguguran sebab hatimu tidak ada dongkol kepada orang lain. Atau jalan menuju surga sebab anda memaafkan orang lain karena Allah. Semua dilakukan karena hatimu nyambung ke Allah Yang Penyayang. Semua anda lakukan karna tidak melihat mahluknya akan tetapi melihat Allah dibalik mahluk tersebut. Inilah yang secara makna disebut dengan silah, shollah, sholeh dan atau sholawat. Dan amalan seperti inilah yang diterima Allah, sebab amalannya nyambung kepada Allah.
Ketika lahiriahmu melihat suami, hatimu melihat Allah sehingga melayani dan mentaati sepenuh hati. Otomatis suamimu akan lebih sayang, sehingga rumah tangga makin harmonis. Ketika melihat pelanggan, hatimu melihat Allah sehingga melayani sepenuh hati, sehingga pelangganmu puas dan kembali lagi. Ketika melihat orang lain, hatimu nyambung ke Allah lalu menghormati mereka, sehingga anda dihormati orang lain. Inilah keutamaan menyambung silaturhami, atau hatimu nyambung ke Allah yang saya yakin tidak akan mampu anda sangkal kebenarannya.
Nah sekarang pertanyaannya adalah, "apakah anda ingin mengalami dan merasakan keutamaan silaturahmi?". Kalau mau berjuanglah untuk menngglmkn ego kedalam lautan iman kepada Allah. Caranya buka hatimu, lapangkan hatimu dan maafkan mereka semua. Maafkan mereka bukan karena mahluk melainkan karena Allah. Termasuk maafkan orang orang yang pernah menyakitimu, mendzaimimu, menyihirmu dan menghancurkanmu. Dengan itu niscaya jalan kesembuhanmu, kerezekianmu, keharmonisanmu dll akan terbuka lebar.
Bisa? Semoga bisa ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar