Apakah Setan/ Iblis di Suruh Sujud Kepada Manusia? Jawabannya nggak. Mana ada mahluk disuruh sujud kepada mahluk. Ini khan nggak masuk akal. Lalu bagaimana penjelasannya? Simak ya?
SANTAPAN ROHANI, APAKAH SETAN DIPERINTAHKAN SUJUD KEPADA MANUSIA??
Pak ustad mungkin yg menyelamatkan saya atas macam macam sihir yg dikirimkan karena saya menyadari bahwa setan itu diperintah Allah sujud kepada manusia bukan kebalik….kepada pelaku sihir saya sdh bilang bahwa nggak takut sama setan karena ada Allah yg maha kuat dan tinggi…alhamdulillah sejauh ini masih Allah lindungi diri sehingga tidak begitu berdampak… hanya kena imbasnya dikit dikit dan masih berkegiatan seperti biasa
Jawab: Sudah bagus itu tidak takut sama setan karena meyakini Allah maha kuat dan maha tinggi. Kalau takut kepada setan maka seakan akan sudah menyembahnya. Dan menyembah atau sujud kepada setan itu dalam bentuk mengikuti dorongan kemarahan, dendam, kekecewaan, kesedihan dll. Akan tetapi karena hati kita menyembah atau sujud kepada Allah makanya tidak takut alias santai saja.
Tapi dalam hal ini banyak sahabat yang salah paham. Dikira sujud itu nunduk nunduk kepada setan misalnya. Maksud sujud atau menyembah setan ketika hatimu meyakini setan itu memiliki kekuatan untuk menghancurkanmu lalu takut, gentar, sedih dll. Ketika amal perbuatanmu didorong oleh ketakutan itu tadi maka ini disebut dengan menyembah, sujud atau mengikuti ajakan setan. Dalam bahasa lain menyembah setan itu melihat mahluknya. Sedangkan menyembah Allah itu melihat Allahnya dibalik setan dan dibalik mahluk lainnya.
Sehingga ketika hatimu menyembah Allah maka akan lebih tegar, tangguh, sabar dan ikhlas. Ketika diserang setan maka secara lahiriah anda akan membaca taawudz. Tapi secara ruhaniah anda tetap tegar dan bertahan karena meyakini Allah sedang datang untuk mengujimu. Contoh ketika anda diserang setan yang membuat dadamu bergemuruh lalu emosi memuncak berisi kecurigaan kepada pasangan. Jika anda menyembah/ sujud kepada setan maka akan melampiaskan kemarahanmu kemudian cekcok dengan pasangan dan bsia bisa berakhir cerai.
Jika setan mengajakmu kepada neraka maka kebencian kepada pasangan itulah nerakamu. Lalu neraka itu berkobar kobar sehingga membakar duniamu dalam hal ini cekcok lalu rumah tangga bubar. Setelah bubar makin hancur jiwa dan ragamu. Inilah miniatur neraka dunia sebelum neraka akherat.
Akan tetapi jika anda menyembah Allah maka langsung sadar bahwa Allah datang untuk menguji kesabaranmu. Lalu dengan itu anda membaca taawudz seiring berjuang untuk tetap tegar dan tangguh lalu meredam kemarahan dalam dada. Setiap saat anda meredam kemarahan karena Allah sehingga dengannya rumah tanggamu terselamatkan. Bukan hanya terselamatkan tapi makin harmonis, dapat momongan, rezeki lancar dll. Inilah manifestasi surga ketika hatimu beriman kepada Allah.
Artinya menyembah atau sujud itu kepada siapa? Terserah anda yang penting paham konsekwensinya. Jika anda sujud kepada setan maka setan akan membawamu ke neraka. Jika anda sujud kepada Allah maka Allah akan memasukkanmu ke dalam surga.
Relate dengan WA sahabat diatas yang tidak takut dengan setan karena katanya setan disuruh sujud kepada manusia bukan sebaliknya maka ijinkan saya merevisi sedikit ya? Yang benar adalah jin/ setan disuruh menyembah Allah dan manusia juga disuruh untuk sujud kepada Allah. Tidak boleh ada mahluk yang menyembah mahluk karena itu akan membawanya kepada penderitaan.
Ada ayat dimana banyak sekali yang salah paham tentang maknanya. Yaitu dalam Al baqarah ayat 34 yang bunyinya: "(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir." (QS Al Baqarah" 34)
Banyak yang menafsirkan ayat ini dimana Allah menyuruh Iblis untuk sujud kepada adam. Atau Allah memerintahkan setan untuk sujud kepada manusia. Artinya Allah memerintahkan mahluk untuk sujud/ menyembah kepada mahluk lainnya. Ini keliru. Mengapa kebanyakan manusia keliru? Sebab Al Quran itu baru sampai pada akalnya belum sampai pada qalbunya. Sehingga yang dilihat adalah redaksi dan tekstual saja.
Ayat diatas hanya dipahami oleh mereka yang imannya sudah sampai di qalbu. Karena imannya sudah sampai di qalbu otomatis akalnya sudah diletakkan sebelumnya. Mengapa akalnya sudah diletakkan? Sebab dahulu pernah mengalami menjadi Iblis yang tidak mau sujud kepada adam. Adam itu artinya tanah, tapi dalam makna lain berarti tiada. Kalau mahluk dari tanah yang berjalan hakikatnya tiada maka yang ada siapa? Allah.
Bagaimana mungkin seseorang dahulunya pernah jadi Iblis? Saya sudah beberapa kali menulis tema ini di artikel santapan rohani lainnya. SIlahkan dicari ya? Intinya adalah dahulu nama Iblis adalah azazil, lalu dirubah menjadi nama Iblis karena memberontak kepada perintah Allah. Azazil itu adalah mahluk yang terhormat dan mulia, kemudian kemuliaan itu diambil kembali oleh Allah. Contoh realnya dahulu si fulan cerdas, berilmu, kaya, punya jabatan, kehormatan dll lalu semua itu diambil oleh Allah. Lalu dengan itu si fulan memberontak terhadap takdir. Ketika ia berontak terhadap takdir itulah si fulan sudah berubah menjadi iblis.
Mengapa si fulan memberontak terhadap takdir? Sebab kerasukan Iblis yang merasa lebih baik dari orang lain dengan satu ucapan "ana khoirum minhu". Artinya Iblis itu tidak mampu melihat dari sisi ruhaniah melainkan hanya sisi lahiriah saja. Misalnya kenyataannya si fulan memang kaya raya tapi dirinya merasa "akulah yang kaya" lalu mulai merendahkan orang miskin.
Lalu ketika Allah mencabut semua kekayaannya kemudian si fulan marah dan berontak terhadap takdir. Pertanyaannya siapa yang merampas kekayaannya si fulan? Maka kalau pertanyaan ini ditanyakan kepada si fulan yang sudah kerasukan iblis akan mengatakan, "orang dzalim sudah merampas harta bendaku". Si fulan yang kerasukan iblis tidak mampu melihat Allah dibalik adam karena hanya memandang dari sisi lahiriah saja.
SI fulan yang kerasukan Iblis akan mengingat si A, si B, si C dll yang menjadi bagian dari kehancurannya lalu memutuskan untuk balas dendam. Atau paling tidak akan selalu mendoakan supaya musuh musuhnya mendapatkan adzab. Padahal perintah Allah jelas, yaitu sujudlah kamu kepada adam karena adam itu sebenarnya bukan adam. Dibalik adam yang merampas harta bendamu ada Allah. Allah lah yang mengambil harta bendamu melalui mahluk lainnya supaya kamu sadar bahwa selama ini sudah ngaku ngaku, "akulah yang kaya". padahal kamu tidak pernah kaya selama lamanya sebab yang kaya hanya Allah.
Kerena itulah Allah menegurmu lewat takdir, dan menyuruhmu untuk tunduk kepada DIA yang datang bersama takdir. Dalam bahasa lain yang lebih tegas perintah_Nya adalah, "sujudlah kepada Allah". Lalu semua malaikat bersujud kecuali Iblis. Dan iblis menyombongkan diri dan termasuk golongan kafir. Siapa yang sombong? Yaa kamu yang kerasukan iblis sehingga dengannya tidak mau tunduk kepada ketetapan Allah yang menggelar takdir. Siapa yang kafir? Yaa kamu sebab dirimu hanya mampu melihat secara dzohir saja tidak mampu melihat secara batin atau ruhaniah. Hatimu gelap dan tertutup dari Allah itulah makna kafir.
Berarti siapa Iblisnya yang membangkang perintah Allah? Jawabanya kamu. Jangan tersinggung ya? Sebab saya juga pernah jadi azazil yang dikutuk jadi Iblis kok. Bertahun tahun malahan. karena dahulu saya jadi Iblis makanya masuk neraka. Lucunya saat itu saya jadi Iblis yang merasa akan menjadi ahli surga dengan statement, "Aku ingat nama nama kalian ya? Ingat aku akan menuntutmu dihadapan Allah dihari pengadilan. Aku pastikan kamu akan masuk neraka semuanya dan aku akan masuk surga". Dan ketahuilah ini tipuan Iblis yang tidak disadari.
Seiring waktu Alhamdulillah Allah menyadarkanku dan memberikan petunjuk kepadaku. Bahasa Qurannya, fatalaqqo aadamu mirrobiihi kalimaatin fataaba alaih. Talaqqi itu mengajarkan sesuatu secara berhadap hadapan. Sehingga artinya Allah mentalaqqi atau mengajarkan dengan berhadap hadapan tentang satu kalimat. Pertanyannya bagaimana cara Allah mengajarkanku dan mengajarkanmu dengan berhadap hadapan. Apa yang ada dihadapan kita? Jawabannya takdir dengan segala mahluknya. Kalimat apa yang diajarkan oleh Allah bersama dengan takdir? Jawabannya adalah kalimat tauhid, "laailaaha illallaah" tiada ada Tuhan selain Allah. Atau segala sesuatu hakikatnya 'adam atau tiada, yang ada hanya Allah. Atau segala mahluk hakikatnya tidak memiliki kekuatan apa apa, karena yang memiliki kekuatan hanyalah Allah.
Artinya yang datang bersama takdir itu hakikatnya Allah yang sedang mengajarkan kalimat tauhid. Dalam bahasa lain yang datang sebenarnya adalah Allah bukan mahluk. Dan paradigma ini hanya bisa dipahami oleh mereka yang ruhaniahnya hidup. Sementara tidak bisa dimengerti oleh mereka yang cara pandangnya hanya sebatas lahiriah atau akal semata mata. Orang yang mendewakan akal akan mengatakan, "sudah jelas jelas yang menghancurkanku adalah dukun". Pandangan mata hatinya tidak bisa tembus ke qalbu.
Sedangkan orang yang ruhaniahnya hidup lalu mengenal Allah dibalik segala sesuatu tidak dihasilkan dari proses belajar dengan manusia, mahluk, kitab, ustadz, ulama dan semacamnya. Akan tetapi orang yang ruhaniahnya hidup dihasilkan dari proses pembelajaran bersama Allah lansgung. Yaitu melalui ujian, musibah, hidunya dibanting banting sampai mentok tidak ada jalan keluar. Ketika tidak ada jalan keluar barulah ia meletakkan ego dan akalnya. Ketika ia meletakkan ego dan akalnya secara tidak langsung sedang belajar beriman kepada sesuatu yang tidak nampak oleh mata lahiriah tapi terasa nyata dalam alam ruhaniah.
Mahluk yang akalnya sempurna tapi rela diletakkan atau diserahkan kepada Allah disebut malaikat. Makanya disebutkan dalam Al Quran ketika datang perintah Allah yang tidak masuk akal, semua malaikat sempat protes. Namun ketika Allah yang memberi peritah akhirnya sang malaikat mau meletakkan akalnya. Artinya ketika anda mau menyerahkan ego dan akalmu maka dirimu sudah sama seperti malaikat bahkan lebih tinggi derajadnya disisi Allah.
Ajaibnya ketika anda mau meletakkan ego dan akalmu justru menemukan solusi yang tidak diduga. Solusi itu didatangkan tanpa anda melakukan usaha apapun. dalam bahasa lain ketika anda mau tunduk kepada perintah Allah maka Allah akan memberikanmu surga. Bentuk kongkretnya adalah solusi bagi semua masalahmu yang sebelumnya sangat rumit dan ruwet. Ketika anda sudah menyerahkan ego dan akalmu maka semua masalahmu akan terurai dengan cara yang tidak masuk akal. Mengapa caranya tidak masuk akal? Thats God. Itulah Allah. Itulah balasan bagimu yang beriman kepada_Nya.
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar