Benarkah orang yang Kenal Allah tidak Wajib Sholat?

Ada sebagian anggapan orang yang sedang belajar makrifat dimana orang yang sudah sampai kepada Allah tidak perlu sholat. Benarkah demikian? Simak Benarkah orang yang Kenal Allah tidak Wajib Sholat?

 

SANTAPAN ROHANI, BENARKAN ORANG YANG KENAL ALLAH TIDAK WAJIB SHOLAT?

....kakaku seorang pengamal ilmu torekot yg meyakini bahwa yg memberikan petunjuk itu Alloh bukan zikir atau ibadah mu karna zikir dan ibadahmu selamalamanya tak akan mampu menjadi jalan untuk sampe kepada Alloh seperti yg pak ustadz tulis. dengan modal keyakinan itu kakaku  jarang sekali solat dan nggak mau  baca alquran katanya percuma karna dia sudah merasa dekat dan mengenal Alloh dg cara zikir setiap saat. apakah pemikiran ini benar apa kakAku ini gagal dalam memahami kata kata? itu mohon jelaskan yg sejelas jelasnya biar nggak gagal paham karna diluaran sana banyak yg berpikir seperti kakaku pak ustadz

Jawab: Kalau mau ngetes coba tampar pipinya, atau ambil semua duit dalam dompetnya. Kalau dengan itu kakaknya marah berarti pengakuan kalau dirinya sudah kenal Allah itu dusta. Itu hanyalah bisikan hawa nafsu. Atau bisa jadi kemasukan jin. Atau bisa jadi dirinya gagal memahami. Mengapa harus ditampar pipinya? Nah nanti kita jelaskan.

Salah satu rukun islam adalah sholat. Apa makna sholat? Maknanya adalah nyambung ke Allah. Sedangkan tingkatan hati yang nyambung ke Allah itu beda beda. Ada yang ketika sholat dominan hatinya nyambung ke hajatnya. Misalnya saat sholat menginginkan Allah mengabulkan doanya supaya kaya, supaya sembuh, supaya orang dzalim diberikan adzab dll. Ada juga level orang sholat hatinya ingin surga dan dibebaskan dari neraka. 

Dan yang paling tinggi maqom sholat seseorang adalah ketika hatinya full nyambung ke Allah. Hatinya nggak nyambung dengan hajatnya dunianya bahkan nggak nyambung dengan surga dan neraka. Dalam sholatnya ia memuji Allah dengan pujian yang sebenar benarnya.

Dan sholat itu kewajiban bagi orang yang beriman. Secara fikih orang yang sudah baligh sudah wajib sholat. Artinya anak kecil yang belum baligh tidak wajib sholat. Mengapa demikian? Sebab akalnya belum sempurna. Artinya orang yang akalnya tidak sempurna alias gila atau setengah gila maka ia tidak wajib sholat. Mana ada orang gila disuruh sholat?

Sedangkan penyebab gila atau kurang akal itu ada beberapa macam. Misalnya karena cidera otak, depresi berkepanjangan, sukmanya dibawa jin, kerasukan setan atau kena sihir. Dan ada satu lagi orang gila yaitu gila kepada Allah. Orang yang kurang akal, kurang waras atau gila seperti diatas tidak wajib sholat.

Kok bisa gila kepada Allah? Sebab Allah menghendaki demikian. Ada loh seorang laki laki yang cinta kepada wanitanya atau sebaliknya sehingga gila. Disebut dengan cinta gila alias tergila gila. Saking cintanya sehingga akalnya jadi nggak waras. Contohnya orang yang kena pelet. Jika anda melihat seseorang kena pelet pasti menganggap cintanya gila. Atau nggak kena pelet juga bisa kok. Saking cintanya kepada seseorang menyebabkan akalnya jadi nggak waras. Misalnya jarang makan jarang mandi yang disebut sebut hanya pujaan hatinya. Lihat boneka dipeluk, lihat tiang listrik dipeluk, lihat kamu juga bisa bisa dipeluk. Karena dalam pandangan matanya boneka tersebut seperti pujaan hatinya.

Atau seseroang yang baru saja kehilangan anak bayinya sehingga akalnya kurang waras. Mosok bantal guling digendong sambil disusuin. Ibu muda ini malah ngajak ngobrol dengan bantal tersebut. Dan orang orang yang melihatnya memaklumi sebab ia sudah gil4. 

Dan orang yang cinta gila kepada Allah juga seharusnya dimaklumi ketika nggak sholat. Sebab akalnya dicabut oleh Allah. Dalam pandangannya semua yang dilihatnya adalah Allah. Lihat kucing seperti melihat Allah, lihat bakso seperti lihat Allah, lihat kamu juga seakan akan lihat Allah. Setiap saat dirinya ngobrol dengan Allah dibalik segala sesuatu. Dan orang yang cinta gila kepada Allah biasanya penampilannya memang seperti orang gil4 beneran. Rambut nggak dicukur alias dibiarkan gondrong, muka awut awutan, bada kurus, baju kumal dan semacamnya. 

Ketika orang yang cinta gila kepada Allah ini dihina ia tertawa, ditampar pipinya malah jingkrak jingkrak, diambil duitnya malah terbahak bahak. Meskipun kadang nangis, merajuk lalu tiba tiba tersenyum dan tertawa. Mengapa demikian? Sebab dalam pandangannya yang menghinanya adalah Allah makanya ia tertawa. Dalam pandangannya yang menampar pipinya adalah Allah, yang ngambil duitnya juga Allah. Apakah orang seperti ini wajib sholat? Ya enggak lah khan sudah gila. 

Dan orang gila kepada Allah ini memang setiap detik sholat. Sebagaimana makna sholat adalah nyambung kepada Allah. Maka orang gila kepada Allah setiap detiknya selalu nyambung, interaksi dan berduaan dengan Allah selama lamanya. Nah pertanyaannya kakak anda yang enggan sholat seperti itu keadaannya tidak? 

Makanya diawal tadi saya menulis, kalau mau ngetes coba tampar pipinya, hujat dia, ambil duitnya dll. Kalau dirinya tertawa kegirangan berarti memang hatinya sudah nyambung ke Allah. Dalam bahasa lain dirinya sudah cinta gila kepada Allah sehingga tidak wajib sholat. Mengapa tidak wajib sholat? Khan sudah gila alias kurang akal. Dan orang gila itu tidak terkena hukum syariat. Tapi kalau masih marah artinya ucapannya adalah dusta. 

Dan memang ada beberapa orang yang ikut tarekat atau jamaah dzikir tertentu kemudian gila. Dan sebagian gilanya bukan cinta gila kepada Allah tapi gila beneran. Mengapa demikian? Karena sukmanya dibawa jin. Hal ini disebabkan karena niat awal ikut tarekat salah. Niatnya supaya bisa tembus alam gaib, punya karomah, kebal dll. 

Sebagiannya lagi salah memahami alias hanya ikut ikutan apa kata guru atau mursyidnya. Mursyidnya mengatakan tidak perlu sholat secara ritual yang penting hatinya sholat. Lalu anak buahnya ikut latah. Ditambah lagi dengan bisikan jin yang mengatakan hal yang sama. "Kamu itu sudah dekat dengan Allah sehingga tidak perlu sholat lagi". Dalam banyak kasus ini bisikan setan. Biasanya orangnya tidak sholat tapi ngomong agama setinggi langit. Kdang mengatakan baru saja ketemu jibril dan disuruh bikin pesantren. Tapi puluhan tahun nggak jadi jadi juga pesantrennya alias hanya omdo. Atau baru saja dapat wangsit untuk menarik harta karun atau uang gaib dengan ritual tertentu. Tapi sampai detik ini nggak kunjung muncul uang gaibnya.

Lalu saya harus bagaimana ust?. Sekali lagi kalau mau ngetes coba tendang p4nt4tnya dari belakang sampai terjerembab jatuh. Kalau dengan itu ia tersenyum lalu tertawa meskipun bibirnya b0nyok lalu memekik, "makasih ya Allah", maka bisa jadi ia cinta gila kepada Allah. Karena dirinya sudah kurang akal alias gil4 maka memang tidak berlaku hukum syariat misalnya sholat. Tapi kalau dengan itu dia membalas atau marah marah lalu ngancam, "awas ya kamu sudah keterlaluan sama wali Allah, kamu akan kena karma". Maka bisa dipastikan dirinya tidak gila. Atau bisa jadi dirinya sudah dikendalikan jin. Apalagi pasca ancamannya anda mengalami mimpi buruk maka kemungkinan jin yang ada dalam tubuhnya marah lalu mengintimidasi anda.

Soo silahkan saja ikut tarekat atau kajian dzikir apapun tidak ada masalah. Tapi luruskan niatmu semua karena Allah bukan yang lain. Bukan supaya kamu jadi wali, tembus alam gaib, punya karomah, sakti, kebal, bisa menerawang dll. Kalau niatmu bukan murni karena Allah otomatis ada sisipan keinginan hawa nafsu. Ketika dzikirmu karena nafsu ingin sakti misalnya maka yang masuk jin. Sebab jin itu nempel pada setiap nafsu manusia. Dan jin yang nempel pada hawa nafsu itulah yang mengabulkan keinginanmu. Sehingga ketika anda jadi sakti, bisa tembus alam gaib, ketemu berbagai jelmaan mahluk dll akan membuatmu jadi angkuh dan sombong. Keakuanmu yang dominan membuatmu marah ketika ada orang yang merendahkanmu. Ketika kamu marah kepada orang lain, bisa menyebabkan orang itu tiba tiba lumpuh. Lalu kamu menyangka itu semua adzab karena menyakiti wali. Padahal itu semua kelakuan jin.

Sekali lagi berdzikir sebanyak banyaknya itu bagus sekali tapi lakukan karena Allah. Jika kamu melakukannya karena Allah maka otomatis ego/ hawa nafsumu semakin tengg3lam kepada kebesaran Allah. Ketika nafsu sudah tengg3lam kepada Allah maka dirimu merasa hina, tidak bisa apa apa dan tidak kuasa apa apa. Semakin lama nafsumu semakin t3ngg3lam kepada kebesaran Allah sampai disatu titik dirimu bisa gil4. Bukan gil4 karena jin, sebab sudah tidak ada lagi tempat menempel. Nafsumu sudah nggak ada sehingga jinnya nggak bisa nempel.  

Ketika itu terjadi tentu syariat tidak berlaku, sebab dirinya sudah cinta gil4 kepada Allah. Bagaimana mungkin orang gil4 disuruh sholat sementara akalnya sudah ilang? Ia sudah lupa dengan cara sholat, cara puasa, lupa baca Quran dll karena akalnya sudah tidak ada. Ia sudah tidak ingat apa apa kecuali hanya Allah saja. 

Tapi ketika seseroang mengatakan tidak perlu sholat, tidak usah puasa, nggak usah ngaji karena itu semua tidak bisa mengantarkan kepada Allah tapi disisi lain masih doyan biduan, doyan makan bakso, doyan duit dll maka bisa dipastikan ucapannya adalah dusta. Wong akalnya masih utuh apalagi nafsunya masih dominan kok. 

Terakhir saya ingin mewasiatkan untuk diri sendiri dan anda semua bahwa yang melakukan perjalanan kembali kepada Allah adalah diri kita sendiri. Dari pada mengaudit orang lain lebih baik audit diri kita saja. Kita menuduh orang lain yang tidak sholat adalah orang yang jauh dari Allah, padahal diri kita sendiri belum tentu juga sudah dekat dengan Allah. Kita seringkali tertipu oleh akal kita sendiri. Hanya karena rutin sholat, suka ngaji, sering dzikir dll lalu menganggap sudah dekat dengan Allah. Tidak salah sih, tapi indikasi kedekatan dengan Allah itu bukan terletak pada seberapa gigih ibadah ritualnya. AKan tetapi terletak kepada seberapa lapang hatinya menerima ujian dari Allah. 

Ketika hatinya lapang menerima ujian Allah pasti dirinya tulus, dermawan, empati, penuh cinta kasih dll. Ketika hatinya sudah lapang menerima ujian maka Allah akan mendekatinya. Sesuai dengan hadits yang kurang lebih maknanya ketika kamu berjalan menuju Allah, maka Allah akan berlari menjemputmu. Dalam artian ketika kamu lapang menerima ujian, maka Allah akan memperkenalkan diri_Nya kepadamu. Awal awal DIA akan memperkenalkan diri_Nya kepadamu lewat sifat/ asma asma_Nya. Misalnya DIA memperkenalkan Asy Syafii sehingga kamu sembuh dari penyakit kronis. Dia memperkenalkan Ar Rozaaq sehingga rezekimu lancar. Dan DIA akan memperkenalkan kepadamu nama nama diri_Nya yang lain.

Hingga pada saat yang sudah ditentukan DIA akan memperkenalkan diri_Nya sendiri kepadamu. Bukan lagi nama, asma, sifat dan a'mal tapi diri_Nya. Ketika anda sudah dimaqom ini maka ritual ibadah yang anda lakukan misalnya sholat rasanya benar benar berkesan. Ketika sholat rasanya sungguh khusuk. Seakan akan jiwamu terbang ke langit 7 dan bertemu dengan Allah langsung. Disinilah maqom dimana seakan akan anda sedang melakukan ritual sholat, tapi dirimu merasa bukan kamu yang sedang sholat. Inilah maksud dari statement "orang yang kenal Allah maka tidak perlu sholat", yang membuat sebagian pengikut tarekat atau majelis dzikir salah paham. Bukan dalam artian dirinya tidak wajib sholat. Malah sebaliknya, orang yang kenal Allah itu otomatis sholat atau terhubung dengan Allah sepanjang waktu. Dirinya tetap mendirikan ritual sholat tapi tidak merasa dirinya sedang sholat. Dalam bahasa lain dirinya meyakini Allah lah yang menggerakkannya untuk sholat.

Begitu kira kira

Syukron

Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Benarkah orang yang Kenal Allah tidak Wajib Sholat?

Ada sebagian anggapan orang yang sedang belajar makrifat dimana orang yang sudah sampai kepada Allah tidak perlu sholat. Benarkah demikian? ...