Halaman

Mendoakan Adzab Kepada Pelaku Sihir, Bolehkah?

Bolehkah? Mendoakan Adzab Kepada Pelaku Sihir? Boleh saja namanya berdoa. yang penting habis itu tawakal, meskipun pelaku sihirnya tambah sehat makmur dan kaya. Yuk simak Mendoakan Adzab Kepada Pelaku Sihir, Bolehkah?

 

SANTAPAN ROHANI, SEMAKIN MENDOAKAN PELAKU KENA ADZAB SEMAKIN DIRIMU YANG HANCUR

Bnr itu sya yg dlu menginginkan pelaku dapat adzab segera mungkin TPI pada akhirnya malah makin parah derita sya dan serangan makin brutal sampai kena mental, namun sekarang ga lagi mendo'akan apa² setelah sya sadar cuma bisa menerima dan membuang penyakit sebisa sya, sekarang cuma fokus sembuh dada sudah tak lagi gemuruh walau serangan banyak cuma kusenyumin semuanya dan menerima lalu mengusir jin nya dengan ruqyah

Jawab: Gini saya kasih tahu hukum Allah ya? Kalau terkait dengan kasus diatas coba simak dan renungkan firman Allah berikut ini:

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan ftinah (menyakiti, mendzalimi dll) kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (QS Al Buruuj: 10)

Kalau bahasa kita kitanya gini, siapapun orangnya yang mendzalimi orang yang beriman kepada Allah maka akan dapat balasannya berupa adzab neraka. Yang dimaksud orang beriman adalah mereka yang hatinya melihat Allah dibalik segala sesuatu lalu dengan itu lapang dadanya. Sedangkan adzab neraka bisa berupa apapun juga yang berbentuk panasnya api dalam hatinya. Bisa berupa kehilangan, penyakit, kehancuran dll.

Tapi bukan berarti ketika anda didzalimi pelaku sihir lalu berdoa, "Ya Allah berikan adzab berlipat ganda kepada orang dzalim" lalu orang dzalimnya pasti kena adzab. Malah dalam banyak kasus ketika anda berdoa supaya pelaku sihir kena adzab justru makin sehat, makmur, terkenal, kaya dan sejahtera. Contohnya sahabat diatas, semakin menginginkan pelakunya dapat adzab malah pelaku semakin sehat, dan dirinya diserang sihir semakin brut4l.

Ayat diatas yang bercerita adalah Allah bukan kamu. Dirimu cukup menyaksikan saja cerita diri_Nya alias nggak usah ikut ikutan. Sebab DIA tidak butuh serikat. Kalau anda merasa benar lalu dengan lantangnya mengatakan, "Kamu pasti akan kena adzab Allah", maka yang terjadi malah sebaliknya. Dirimu yang semakin menderita. 

Orang beriman nggak gitu. Orang beriman kepada Allah itu hanya bisa nonton. Misalnya anda dihancurkan orang lain dengan dikirim santet maka orang beriman itu hanya bisa nonton saja. Nonton kalau dirimu didzalimi orang lain. Karena hanya nonton cerita yang bukan ceritamu maka hatimu harus lapang. Dirimu harus percaya kepada skenario Tuhan. Karena DIA lah sebaik baik pembuat skenario.

Mungkin sampai detik ini saya dan anda sulit sekali untuk lapang hatinya. Maunya jadi pemain. Dalam bahasa lain mau jadi dalang sendiri selain Allah. Ya silahkan saja, tapi jaminan kamu akan ditendang oleh Sang Dalang. Makanya setelah anda membaca tulisan santapan rohani kali ini cobalah belajar lapangkan hatimu lalu jadilah penonton yang baik. Cukup sedakep, diem, jangan nakal dan jadilah anak yang baik.

Jika anda melakukannya maka pasti akan melihat realitas ayat yang saya share diatas. Sedangkan realitasnya terserah Allah. Tapi intinya orang yang mendzalimi orang beriman pasti akan kena akibat buruk. Jika memang pelaku sihir dzalim kepadamu dan dirimu orang beriman maka pelakunya pasti akan kena adzab. Sedangkan orang beriman itu ketika hatinya lapang karena Allah. Dirinya nggak ikut ikutan jadi pemain. Ketika pelakunya kena adzab misalnya sekarat lalu meninggal maka anda hanya bisa mengangguk anggukkan kepala. "Oo gitu toh cerita Tuhan"

Jadinya tidak ada keangkuhan dan kesombongan dalam hatimu. Sebab hatimu meyakini semua adalah cerita Tuhan. Yang membuat dirimu kena sihir adalah Allah, yang membuat pelaku dzalim kena adzab juga Allah. Nggak ada andil dirimu dan diriku sama sekali. Sebab saya dan anda sebagai orang yang beriman sifatnya hanya nonton. Lalu dengan itu anda mengucapkan, "Subhanallah". Atau menggucapkan, "Shodaqollaahul adziim", Maha Benar Allah dengan segala firman_Nya.

Ketika anda melihat dengan mata kepala sendiri orang orang dzalim mendapatkan adzab jahannam maka dirimu akan semakin tawaduk, bukannya nyukurin. Semakin percaya/ iman kepada Allah. Semakin percaya kepada firman Allah dalam Al Quran. Semakin memasrahkan hidupmu kepada Allah. Atau dalam bahasa lain dirimu semakin ingin menjadi penonton yang baik. Diem tanpa komentar apa apa.

Jika dengan itu didatangkan jalan kesembuhan lalu dirimu sembuh maka yang anda lihat bukanlah jalan kesembuhannya tapi DIA Asy Syafii. Dan ketika anda nonton proses kesembuhanmu seiring dengan imanmu yang semakin menancap dalam dada. Lalu semakin lama anda akan melihat surga dengan semakin jelas sejelas jelasnya. Hingga saya dan anda akan mengangguk anggukkan kepala kembali sebab paham akan cerita Tuhan. Paham bahwa orang yang percaya kepada cerita Allah lalu menjadi penonton yang baik maka akan melihat happy ending.

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushshilat: 30)

Jannah atau surga yang dimaksud apa? Yaa solusi semua masalahmu tanpa kecuali. Ketika anda nonton takdir lalu meyakini semua dari Allah maka jalan ceritamu akan berubah. Yang semula hidupmu hancur hancuran akan berubah jadi penuh karunia dan kemuliaan. Dirimu paham sepaham pahamnya mengapa hidupmu hancur. Sebab saat itu hatimu gelap dari Allah. Qalbumu tidak mampu melihat cerita Tuhan. Yang dilihat adalah ceritamu dan cerita mahluk.

Ketika anda sadar bahwa semua adalah cerita Allah lalu dengannya ceritamu berubah penuh karunia dan kemuliaan maka anda akan bahagia. Misalnya yang semula rumah tanggamu penuh prahara berubah jadi harmonis. Yang semula ekonominya hancur hancuran berubah jadi mudah dan lancar. Dan semuanya akan berubah yang membuat hatimu bahagia. Tapi bukan bahagia dengan rumah tangga, harta benda dll melainkan bahagia bersama Allah. Hatimu bahagia karena melihat Allah sedang bercerita melalui dirimu dan mahluk lainnya. Kalau bahagia dengan rumah tangga harmonis, harta melimpah, kehormatan yang tinggi dll itu hanya dunia yang hancur pada masanya. Tapi kalau bahagia bersama Allah itu kekal. Dan inilah yang disebut dengan surga akherat yang kekal itu.

Oleh karena itu bagi sahabat yang saat ini menderita karena kelakuan orang dzalim maka janganlah nafsumu berontak. Lalu dengan itu berdoa siang dan malam supaya pelaku kena karma. Percayalah harapanmu nggak akan jadi kenyataan. Yang ada malah dadamu semakin nyesek dikarenakan melihat orang dzalim semakin sehat kaya dan sejahtera. Sebab yang doa bukan hatimu melainkan nafsumu. Yaitu nafsu ingin balas dendam. Akan tetapi redam kemarahan dan dendam dalam dadamu. Lalu buka hatimu dan lihat Allah sedang bercerita. Jangan lihat mahluknya tapi lihat Allahnya.

Apa indikasi dirimu sedang berjuang melihat Allahnya bukan mahluknya? Tandanya adalah hatimu yang pelan pelan mulai lapang. Semakin lama semakin merasa lapang. Semakin lama semakin menjadi penonton yang baik. Ketika hatimu sudah benar benar lapang maka percayalah dirimu akan melihat cerita Allah sebagaimana ayat yang saya share diawal. Anda akan nonton dan mengalaminya. Anda pasti akan melihat ini:

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan ftinah (menyakiti, mendzalimi dll) kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (QS Al Buruuj: 10)

Ayat diatas adalah salah satu ayat ruqyah yang sering saya baca saat meruqyah media PL. Akan tetapi ketika hatimu lapang ketika hidumu dihancurkan orang lain maka anda akan mengalami ayat diatas. Anda akan melihat, merasakan, menyaksikan dan mengalami sendiri alias bukan sekedar membaca secara lisan. Makanya jangan keseringan kemakan dokrin dengan membaca Al Quran supaya dapat pahala, atau supaya masuk surga, tapi cobalah masuk lebih dalam lagi. Bukan hanya membaca tapi ngalami.

Mengalami inilah yang disebut dengan membaca yang sebenar benarnya. Yaitu membaca tanpa huruf, tanpa suara dan tanpa lafadz. Inilah yang disebut dengan Iqro' atau membaca Al Quran yang sebenar benarnya. Sebab anda juga melihat kebenaran firman Allah dengan sebenar benarnya. Dan anda juga melihat surga dengan senyata nyatanya. Ketika anda mengalaminya maka saat membaca ulang dengan lafadz dirimu mengangguk angguk. Sebab paham sepaham pahamnya. Ketika anda paham dalam hati yang sudah menyaksikan niscaya bacaanmu akan sangat powerfull. Ketika ayat suci dibaca dengan powerfull maka cahayanya akan mampu menghancurkan kebatilan sihir.

Demikian Mendoakan Adzab Kepada Pelaku Sihir, Bolehkah?

Syukron

Pendekar Langit Tampilkan lebih sedikit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar