Halaman

Musibah Sihir adalah Jalan untuk Mengenal Allah Bukan Iblis

Bagi anda yang kena musibah berat atau kena sihir baca ya? Selama ini anda meyakini kena sihir itu karena Iblis. Padahal hakikatnya tidak demikian. Simak Musibah Sihir adalah Jalan untuk Mengenal Allah Bukan Iblis.

 

SANTAPAN ROHANI, JANGAN DIBACA NANTI BISA MEMBUATMU K4L4P

gak ŕidho aaya pak ustadz ,ibuju sudah di bunuh,,, aku selama ini diam tdk mambalas tidak membalas kekejiannya atas teror2 nya yang keji  ( tapi masih mengincar nyawaku maupun anak anakku ) 😭 tidak ridho saya pak ustadz 😭yaAllah bila Allah mengambil nyawaku doakan bersama2 dengan anak anakku ya pak ustadz karena di dunia ini saya sudah tidak punya siapa2 hanya Allah dan  jenengan yang ku kenal di dunia ini 😭semua saudaraku ,di buat mrnjauh dariku tanpa sebab, teman temanku yan membantuku di buat sial , kecelakaan terus menerus sampai ketakutan dekat dengan saya ( dan akhirnya saya sendirian didunia ini pak ustadz ) 😭 (sahabat 1)

Saya sering menangis memebaca santapan rohani ustadz, ternyata di luar sana banyak org yg mengalami seperti yg saya alami, kekejaman dan sakitnya sihir, polanya sama semua, ternyata jahat sekali para dukun, iblis dan org yg bersekutu dgn mereka ya ustdz, pantas dlm Al-Qur'an Allah selalu bilang siksa yg pedih buat org2 spt ini. Kdg saya berfikir kok ada manusia, yg cuma sakit hati, bisa membuat manusia lain begitu menderitanya, kenapa bisa sampai sekejam itu.. Begitu sakitnya sihir ini, hari2 yg ada adalah perjuangan bertarung nyawa atau jgn jd gilak.. Belum pernah seumur hidup saya mengalami keadaan spt ini, walaupun dulu pernah bbrp kali di hadapkan dgn penyakit medis yg kronis, tapi gak seperti ini. Ketika serangan dtg, sakitnya luar biasa, sampai menjerit2 gak terkontrol, tapi gak tau nth apa yg sakit. (Sahabat 2)

Bismilah sy mau lawan rasa males ,,rasa malu,,ragu2,,takut,, berfikiran yg tidak2 dll. Astagfirulloh...cukup ak SJ yg kena sihir,,jangan sampe anak2 keturunanku,,amet amet jabang bayiik nauzubilahimindalik,,tobaaatt pokoke 😫😫😫Bener2 ujian sihir ini kayak neraka dunia,, kupikir orang2 yg kena sihir yg sll pergi ke dukun ahirnya gimn ya ,kasihan😭 (Sahabat 3)

Jawab: Bagaimana rasanya kena sihir? Mungkin sekelumit kisah sahabat diatas sedikit bisa menggambarkan betapa ngerinya kena santet. Dan saya menerima banyak sekali curhatan sahabat dimana nyaris semuanya sama, yaitu jiwa raga lahir batin hancur karena sihir. Apakah yang curhat orang biasa, orang alim, orang awam, orang pintar, ustadz, kyai, pemilik pondok pesantren dll semua sama.

Termasuk saya juga sama. Awal awal kena sihir begitu membuatku shock dan tak percaya dengan kenyataan yang terjadi. Ramah tangga, ekonomi, sosial, penyakit dan harga diri semuanya hancur sehancur hancurnya oleh kekejaman manusia yang tak punya hati. Makanya awal awal kena sihir dada saya penuh dengan api dendam dan kemarahan yang menggelora. Penuh dengan kekecewaan, kesedihan, ketakutan dan kecemasan diluar nurul. 

Ingin rasanya melihat orang dzalim dan mereka yang menjadi bagian dari kehancuran hidupku kena adzab sekeras kerasnya. Makanya setiap hari terlantun doa kepada Tuhan Yang Maha Keras siksaanya supaya menimpakan siksa yang pedih. Meskipun kenyataannya makin berdoa pelaku sihir malah makin sehat kaya makmur dan sejahtera yang membuatku mulai ragu dengan Tuhan. Mosok Tuhan tidak mendengar doa dari seorang anak manusia yang didzalimi. Mosok saya yang sholatnya rajin, ngajinya rutin, sedekahnya banyak dll doanya nggak digubris? Dengan keraguan itulah akhirnya saya membuang semua kitab dan buku agama yang saya koleksi selama belasan tahun.

Dari sedikit kisah sahabat diatas artinya maqom semua manusia itu sebenarnya sama pada awalnya. Tidak peduli dia awam, alim, professor, ustadz, kyai, buruh, petani dll semua sama. Anda belum melihat watak aslinya dan atau isi dalam dadanya karena mungkin belum mendapatkan jatah ujian yang berat. Makanya anda masih menganggap mereka orang sholeh hanya karena lulusan kairo, arab atau mesir. Ketika sudah mendapatkan jatah ujian yang berat barulah kelihatan apa isi dalam dadanya.

Misalnya ulama yang anda kagumi lidahnya dibikin cello atau sroke sehingga ilmunya yang setinggi langit ilang plus nggak bisa ceramah lagi lalu ditinggal jamaahnya. Atau seorang kyai pemilik pondok pesantren yang kena kasus asusila sehingga ditinggalkan seluruh santrinya lalu dicampakkan oleh masyarakat. Atau seorang pebinis sukses yang dikhianati pasangannya sehingga stres yang membuat bisnisnya ikut hancur lebur. Coba ketika diuji seperti itu bagaimana reaksinya? Maka percayalah awal awal mereka semua pasti marah luar biasa dan berontak terhadap takdir. Semua akan merasa dirinya didzalimi, difitnah, dijahati, dihancurkan oleh manusia yang nggak punya hati. 

Artinya mau tidak mau kita harus mengakui fakta yang sangat menyakitkanmu. Yaitu fakta bahwa orang yang mungkin selama ini anda kagumi dengan keilmuwannya ternyata mempunyai penyakit hati yang parah. Selama ini keadaan hatinya ketutup oleh ilmunya, kefasihannya, ibadah ritualnya, ceramahnya, hapalannya dll sehingga anda terpedaya. Hatinya yang busuk tertutupi oleh pakaian akalnya yang terbuat dari sutra. Dan semua akan tersingkap ketika pakaian akalnya dihancurkan oleh takdir. Ketika itulah akan kelihatan hatinya yang berdarah darah, bernanah dan tercium bau busuk. Dalam bahasa lain ketika si fulan hidupnya dihancurkan maka akan kelihatan isi hatinya yang selama ini terpendam.

Saya tahu paragraf diatas terdengar sangat menyakitkan khususnya bagi anda yang biasa dipanggil ustadz, kyai, orang alim, orang kaya dan semacamnya. Termasuk terasa menyakitkan bagi anda yang saat ini sedang mengalami kehancuran karena sihir. Mosok dituduh hatinya berdarah, bernanah dan bau busuk. Padahal selama ini sholat rajin, ngaji rutin, mengajar Al Quran, sering ngisi ceramah dll. Tapi khan kenyataannya seperti itu. Yakni ketika anda diberikan musibah yang diluar logika akal pikirmu lalu membuatmu sangat marah. Hatimu penuh dengan kemarahan, dendam, kesedihan dan kekecewaan. Lalu dengan itu anda menyalahkan orang lain sebagai biang kerok kehancuranmu. Bukankah ini artinya hatimu sedang sakit sampai berdarah d4rah lalu tercium bau busuk. Adapun baunya ketika dengan sakit hati itu anda berontak kepada takdir lalu berbuat kerusakan.

"Saya tidak terima dengan perlakuan ini, saya akan mendoakan adzab buatmu. Saya akan tuntut kamu diakherat". Ini bau busuk namanya. Atau, "jamaah dan santri meninggalkanku hanya karena aku kena kasus. Padahal saya sudah mengajari mereka dengan ilmu agama. Kalian tak tahu berterimakasih. Allah akan mengutuk kalian semua". Nah ini juga bau busuk namanya. Sudah mengeluarkan bau busuk tapi nggak sadar sadar juga. Sebab memang ilmu dan akal sudah menutupi hatinya.

 “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (Lihat HR. Muslim). Hadits ini bermakna bahwa Allah tidak melihat segala pakaian kebesaranmu yang selama ini dipuja puji mahluk, akan tetapi yang dinilai adalah keadaan hatimu. Apakah hatimu berisi kesabaran dan keikhlasan atau berisi kemarahan dan kebencian?. Artinya tidak peduli apapun statusmu dimata mahluk, sebab itu semua tidak akan dilihat oleh Allah. Yang dinilai dan dilihat adalah pakaian dalam hatimu.

"Lalu apakah salah kalau kita kecewa terhadap takdir?". Ya nggak salah, namanya kita hanya manusia yang punya rasa. Saya dan anda hanya manusia yang bisa kecewa marah dan sedih ketika diberikan musibah berat. Saya dulu juga nangis nangis kok? Saya dulu juga berdoa setiap hari supaya pelaku sihir kena azab. Wajar.. Tapi paling tidak akuilah bahwa kita semua adalah mahluk yang lemah. Akuilah kalau ternyata kita semua masih sangat takut kehilangan dunia. Akuilah bahwa hati kita ternyata masih banyak penyakit. Akui dan jangan keras kepala lagi. 

Mengakui kelemahan kita artinya muhasabah diri. Melihat ke dalam bukan keluar. Oleh karena itu meskipun mereka memang salah akan tetapi jangan selalu diluar diri kitalah yang salah. Jangan selalu menyalahkan sihir, dukun, jin, pelaku dzolim, pasangan yang khianat, jamaah/ santri yang pindah, tetangga yang nyinyir, teman yang menjauh dll. Sesekali masuklah ke dalam dan lihatlah ternyata hatimu sedang sakit. Ada penyakit hati dalam dadamu yang harus disembuhkan. Selama dirimu menyalahkan yang diluar maka selama itu hatimu tidak akan pernah sembuh selama lamanya. Kalau saya dan anda terus marah dan berontak terhadap takdir maka hatimu akan panas selamanya. Dalam bahasa yang dalam ketika dirimu menolak takdir Allah (mengingkari Allah yang datang bersama takdir) maka akan masuk neraka selama lamanya.

Nah akhirnya kita sampai juga di pokok bahasan. Yaitu ternyata sefasih apapun dirimu, sekaya apapun, sealim apapun, se ustadz apapun, seulama apapun ternyata hatimu belum benar benar beriman kepada Allah. Ternyata selama ini yang anda imani, turuti dan sembah adalah mahluk. Hawa nafsumu senang dipuji oleh mahluk. Sehingga ketika takdir menghancurkanmu lewat mahluk lalu nafsumu berontak. Kalau anda tersinggung dengan paragraf ini silahkan tersinggung saja gpp. Wong saya dulu juga tersinggung luar biasa. Mosok saya yang sholeh ini dibilang nggak beriman kepada Allah? Mosok saya yang rajin sholat ini dibilang menyembah iblis? 

Siapa yang menuduh saya demikian kejamnya? Bukan manusia tapi takdir. Saya tersinggung luar biasa tapi kenyataannya memang begitu. Yaitu kenyataan kalau saya bukan orang yang beriman, saya belum menyembah Allah dengan benar, bahkan selama ini saya menyembah Iblis. Karena saya ngikut dan menyembah Iblis makanya ada dineraka. Buktinya bertahun tahun sakit hatiku nggak ilang ilang. Bertahun tahun saya marah, kecewa dan berontak terhadap takdir. Dalam bahasa lain bertahun tahun saya tengg3lam dalam neraka tapi nggak sadar sadar juga. Saya nggak sadar karena hatiku begitu kaku dan keras mengakui kenyataan ini. Bahkan lucunya saya yang sedang kena adzab lalu masuk neraka yaitu dalam bentuk penderitaan lahir dan batin tapi berdoa siang dan malam supaya pelaku dzolim kena adzab. 

Memang tulisan ini seperti pil pahit yang harus anda telan. Mosok yang jahat mereka tapi yang dituduh salah adalah dirimu. Bukankah ini sangat pahit? Bukankah ini diluar logika akal pikir? Bahkan bukankan ini kontradiksi dengan kitab kitab yang selama ini anda baca dan pelajari? Tapi meskipun pahit tujuan saya cuma satu, yaitu supaya hatimu yang sakit bisa segera sembuh. Nggak ada kepentingan lain. Nggak ada tujuan supaya adu ilmu, pinter pinteran dan semacamnya. Sekali lagi tujuannya supaya hatimu sembuh dengan cara mengenal Allah dibalik segala ujian. Bahasa lainnya supaya saya dan anda beriman kepada Allah dengan iman yang sebenar benarnya.

Kalau secara lahiriah tentu saya empati sebagai sesama manusia. Tetapi secara ruhaniah saya malah seneng hidup anda hancur hancuran. Saya bahagia mendengar anda dihancurkan oleh takdir. Sebab saya melihat bahwa anda adalah orang yang terpilih. Anda adalah satu dari sekian hamba Allah yang sedang masuk sekolah keimanan dimana gurunya bukan mahluk tapi Allah sendiri. Sedangkan mereka yang lulus akan dijadikan wali atau kekasih Allah. Sebagaimana gelar Nabi Ibrahim alaihis salam khalilullah atau kekasih Allah. Sedangkan parameter kelulusan sama sebagaimana Nabi Ibrahim yakni ketika dibakar api maka tetap terasa dingin. Mengapa dingin? karena hatinya ingat Allah. Dalam bahasa lain parameter kelulusan ketika diuji dengan ujian yang sangat berat tapi hatimu tetap lapang karena Allah. Hatimu ikhlas dan ridho karena melihat yang mengujimu atau menghancurkanmu hakikatnya bukan mahluk tapi Allah. Bisa?

Apa reward/ pahala ketika iman dalam hatimu hanya untuk Allah bukan untuk mahluk? rewardnya adalah surga. Artinya surga bukanlah tujuan kita beribadah sebagaimana anggapan anda selama ini. Sebab tujuan ibadah adalah Allah. Ketika cahaya Allah sudah bersemayam dalam hatimu maka surga otomatis akan anda alami dan rasakan secara real. Surganya akan anda alami sekarang bukan nanti setelah dikubur. Yaitu sekarang saat hatimu melihat Allah dibalik ujian lalu dengan itu merasa lapang. Ketika hatimu lapang karena Allah itulah yang akan mendatangkan surga.

Secara kongkret ketika hatimu lapang karena Allah maka solusi dari segala permasalahanmu akan didatangkan. Dan solusinya akan datang dengan ajaib diluar nalar dan akal sehat, sebab dirimu sudah meletakkan akalmu ketika diberikan ujian lalu ikhlas karena Allah. Misalnya rumah tangga harmonis kembali, jamaah dan relasi datang lagi, penyakit sembuh, rezeki mengalir, nama baik pulih dan lain sebagainya. Inilah jalan tol, atau percepatan quantum menuju surga. Sedangkan surga nanti diakherat sudah otomatis akan anda alami dan rasakan ketika di dunia ini sudah mengenal Allah. 

Soo mulailah geser paradigmamu terhadap musibah/ ujian misalnya kena sihir yang menghancurkan. Sebenarnya kamu bukan sedang dihancurkan tapi sedang dibangun ulang pondasi keimanannya. Ujian ini adalah jalan mengenal Allah (iman) lalu tunduk hatimu (islam). Dan gurumu dalam berislam bukanlah ahli fikih, ahli tafsir, ustadz, kyai, ulama dan lsegala mahluk lainnya tapi Allah sendiri. Dan ketika anda lulus maka andalah pewaris nabi dan rosul. Yaitu ada risalah yang wajib anda sampaikan kepada umat. Sampaikan risalah atau pesan kepada manusia bahwa dibalik ujian ada Allah, maka bersabarlah. Oleh karena itu jangan menduakan Allah dengan cara meyakini musibah yang anda alami berasal dari mahluk. Kalau keyakinannya seperti itu maka akan merasakan kepedihan tiada akhir (neraka). Akan tetapi esakan Allah dan jangan diduakan dengan apapun jua. Dengan itulah surga bisa dialami dan dirasakan. Inilah yang dimaksud dengan risalah tauhid.

Demikian Musibah Sihir adalah Jalan untuk Mengenal Allah Bukan Iblis

Syukron

Pendekar Langit 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar