Halaman

Mengapa Ingin Ikhlas tapi Sulit?

Bagi anda yang kena ujian inginnya ikhlas tapi kok sulit ya? Adanya marah dan dendam ketika diberikan musibah yang besar. Simak Mengapa Ingin Ikhlas tapi Sulit?

 

SANTAPAN ROHANI, BAGAIMANA CARA IKLHAS & MERUBAH KISAH PALING EPIC?

Assalamualaikum pak ustadz saya mau nanya knpa ya saya sulitsekali untuk ikhlas setelah belasan tahun d bohongi selalusjameras skit ... tpi susah untuk lepas .padahal suamiku emosian seringmarah marah..sering fitnah suka menjelek jelekan saya juga kluarga saya...sayabenci banget sama dia.. TPI semakin saya marah dan benci makin sulit untuk lepas (Sahabat 1)

Stelah begarang saya uda kelelahan menunggu. Saya di marah2in. Istri gak pecus urus anak. Gak pecus urus auami. Saya merasa tidak tahan Saya banyak disalah2kan. Rasanya ingin pergi dr sini. Tapi ibu saya baru saja meninggal. Kemana lagi saya harus pergi. Rasanya lelah banget ustadz. Apakah ustadz dlu jg suka marah2 dg istri? Apakah yg dilihat dr istri kekurangannya ustadz? 'afwan apakah sekali ... Atau... Lebih ustadz (Sahabat 2)

Jawab: Dalam sihir ada yang namanya gendam dan pelet. Gendam itu kurang lebihnya kobannya manut saja nggak bisa nolak seperti kerbau di cucuk hidungnya. Awalnya mau nagih hutang begitu sampai ketemu orangnya langsung takluk, kasihan, nggak tega dll. Atau korbannya dibentak bentak, dihina, bahkan KDRT tapi korbannya nggak berkutik. Nggak berani bisa melawan, mulut terasa kaku, hanya bisa manut apa katanya. Tapi begitu berjauhan sadar kalau dirinya seperti kerbau dicucuk hidungnya lalu merasa diperdaya. Begitu ketemu orangnya nggat tega lagi, kasihan lagi, kaku lagi dan seterusnya.

Apakah artinya korban diatas kena gendam atau pelet? Tentu saya nggak tahu dan saya tidak hendak membahasnya. Karena saya ingin membahas santapan rohani tentang "cara ikhlas".

Sahabat kita WA/ komentar, "seringmarah marah..sering fitnah suka menjelek jelekan saya juga kluarga saya...sayabenci banget sama dia.. TPI semakin saya marah dan benci makin sulit untuk lepas". Maka ketahuilah yang benci, yang marah, yang lelah, yang capek, yang putus asa dll itulah yang disebut dengan hawa nafsu. Bahasa lain adalah jiwa, sukma, ego atau diri. Kita sering mengatakan dengan perasaan. Rasa itu dimana? Di dada. Secara ruhaniah tepatnya dipermukaan hatimu. Tapi bukan disebut dengan hati. Bahasa arabnya sudur yang bisa sempit dan bisa lapang. Seperti layaknya sebuah pintu.

Kemarin saya menulis tentang bahaya main jin dan khodam. Kemudian diprotes oleh beberapa sahabat yang mengatakan ada khodam yang baik. Ya silahkan saja anda berpendapat seperti itu. Saya hanya ingin sampaikan bahwa khodam, jin, setan dan iblis itu menempel pada cermin jiwamu. Sehingga mereka bisa mempengaruhi kondisi hati atau perasaanmu. Makanya orang yang kena gangguan jin atau punya khodam biasanya mudah marah. Mengapa demikian? Sebab khodam itu rumahnya ada di jiwamu/ nafsmu. Sedangkan jiwa isinya adalah berbagai perasaan perasaan yang membawa hawa/ energi.

Jika jiwa adalah lapisan penutup hati maka hati itu tidak boleh dijadikan rumah bagi jin, khodam, setan dan iblis. Jiwamu tidak boleh dijadikan sebagai cermin dunia. Sebab hati adalah baitullah atau rumah Allah. Maka ketika rumah Allah dihuni oleh selain diri_Nya itu sama saja dengan rumah yang terbakar sehingga dengannya anda merasa panas layaknya masuk neraka. 

Jin setan khodam iblis, atau harta benda, pasangan, jabatan dan keduaniaan lainnya yang masuk ke jiwamu bakalan menjadi bahan bakar api. Makanya kemarin saya menulis orang yang punya khodam matinya susah, dan setelah mati akan masuk ke alam kegelapan (api). Mengapa demikian? Sebab sekali lagi jiwamu yang membingkai hati bukanlah rumah mahluk akan tetapi rumah Allah. Sehingga ketika jiwamu dikuasai khodam maka khodam itulah yang akan menguasai jiwamu. Jiwamu akan susah lepas karena dikuasai khodam. Ketika lepaspun akan tetap dikhuasai oleh jin yang selama ini menguasainya.

Tapi sahabat yang selama ini main main dengan khodam mana percaya? pasti perasaan dalam jiwanya menyangkal lalu benci kepadaku. Terus ada bisikan, "aku khodam baik" dan anda mempercayainya. Mengapa demikian? Sebab jiwanya khan dikuasai khodam, lalu khodam itulah yang membisikin dan menyuntikkan kebencian. Ada yang komen kurang lebih, "Saya belum percaya karena belum ada orang yang mati membocorkannya". Kalau percaya atau tidak percaya itu terserah kamu. Lagian khan diirmu yang akan menanggung konsekwensinya. Kalau tentang orang mati yang membocorkannya maka anda sedang mendengar pengakuan. Sebab saya sudah pernah m4ti.

Sahabat yang dirahmati Allah

Sahabat kita lelah dengan kenyataan. Ingin rasanya untuk ikhlas dengan kenyataan yang tidak sesuai harapan tapi nggak bisa. Sahabat kita WA, "Kemana lagi saya harus pergi. Rasanya lelah banget ustadz". Sahabat lainnya WA, "knpa ya saya sulitsekali untuk ikhlas setelah belasan tahun d bohongi selalusjameras skit". Dua curhatan diatas sebenarnya mewakili hampir semua manusia di bumi ini. Yaitu perasaan yang lelah dengan ujian yang datang bertubi tubi. 

Artinya rasa yang anda rasakan juga dialami oleh hampir semua manusia. Jadi jangan khawatir temannya banyak. Hehehe. Mengapa ingin ikhlas tapi nggak bisa? Jawabannya sebenarnya sudah saya tulis diparagraf awal yaitu karena baitullahmu direbut oleh wajah wajah mahluk. Jiwamu menjadi rumah bagi mahluk, dengan itulah anda merasa lelah dan capek. 

kalau bagi sahabat yang kena sihir cermin jiwamu menjadi rumah bagi setan dan iblis. Saya ibaratkan jiwa adalah cermin, lalu yang bercermin adalah setan dan iblis. Mereka mampu masuk ke cermin jiwamu disebabkan mereka bukan materi melainkan energi. Maka dalam banyak kasus sihir, jin bisa masuk ke ruimahmu lewat cermin yang ada dalam rumah. Dan atau dukun punya cermin sebagai keluar masuknya jin. Maka bayangkanlah jiwamu seperti itu, yaitu seperti cermin. Ketika cermin jiwamu menjadi rumah jin akan membuat perasaanmu mudah diombang ambingkan kesana kemari.

Mau anda berusaha untuk ikhlas dan lapang sekuat apapun tetap nggak akan bisa selama mahluk masih berdiam diri dalam rumah jiwamu. Mau kamu ruqyah segigih apapun hasilnya adalah sembuh kumat lagi. mengapa demikian? Sebab sekali lagi cermin jiwamu masih dipakai buat bercermin mahluk. Apakah itu jin, khodam, pelaku, pasangan, harta benda, jabatan, ilmu dan segenap wajah selain diri_Nya.

Terus bagaimana cara ikhlas yang nyata rasanya?. Kalau anda membaca tulisan saya pasti mulai paham bahwa caranya jangan biarakan mahluk bercermin dalam jiwamu. Jangan biarkan mahluk membuat rumah dalam hatimu. Dalam bahasa lainnya janganlah kamu meyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah. teorinya begitu, tapi prakteknya luar baisa.

Sehingga ikhlas itu asalnya dari dalam bukan dari luar. Bukan dengan membaca kitab tentang ikhlas dan atau anda membaca tulisan ini lalu bisa ikhlas. Bukan pula lisanmu mengatakan ikhlas lalu jaminan hatimu ikhlas. Ikhlas itu masalah rasa. Ikhlas itu bukanlah kata kata ikhlas sebagaimana surat Al Ikhlas tiada kata ikhlas didalamnya. Tapi jika anda mengalami surat Al Ikhlas sudah pasti hatimu sudah ikhlas. Yaitu mengalami "Allahu ahad" yang artinya Allah itu ahad, tunggal, esa, satu tiada duanya. Mengalami loh, bukan membaca.

Ikhlas itu adalah rasa yang asal muasalnya dari ruh yang kenal Allah. Ruh yang diberikan pemahaman akan surat Al Ikhlas yang mengatakan bahwa Allah itu ahad. Ruh itu ada diujung relung hati. Sehingga ketika ruh ini sudah bersinar dengan kalimat tauhid maka ia akan menyinari hati. Dengan itu hati akan beriman, percaya atau melihat Allah dibalik segala sesuatu. Sehingga poinnya adalah tempat beriman adalah dihati, sedangkan tempat tauhid ada di ruh.  Saya menekankan hal ini supaya anda jadi paham bahwa bicara tauhid adalah bicara ruh, dan bicara keimanan adalah bicara hati. Tauhid dan iman itu nggak ada hubungannya dengan akal yang dicekoki dengan seribu kitab tebal tentang ilmu iman dan ilmu tauhid.

Lanjut... Setelah hati tersirami atau disinari cahaya tauhid dalam ruh maka ketika sampai dipermukaan hati akan membias. Permukaan hati itulah yang disebut dengan jiwa/ nafsu. Ketika jiwamu disinari oleh cahaya iman dalam hati maka akan membias menjadi warna warna perasaaan mejikuhibingiu. Bias sinar keimanan itu akan menenggelamkan segala perasaan negatif lalu merubahnya menjadi segala perasaan positif. Misalnya lapang, tenang, ridho, damai, cinta, tulus, dan ikhlas tentunya.

Dalam bahasa lain ketika tauhid dalam ruh menyinari hatimu maka hati akan beriman kepada Allah. Iman dalam hatimu inilah yang akan membuka pintu dalam jiwamu. Sehingga yang semula pintu jiwamu ketutup lalu menjadi terbuka. Yang sbeelumnya sempit menjadi lapang. Ketika pintu hati sudah kebuka maka yang terlihat didalamnya siapa? Jawabannya Allah. Dalam bahasa lain ketika cemrin jiwamu disinari oleh hati maka yang nampak sedang bercemin siapa? Jawabannya ternyata Allah yang sedang bercermin. Ketika dirimu sadar yang bercermin ternyata Allah maka hilanglah segala mahluk dalam jiwamu. Dalam bahasa lain ketika dirimu sadar yang bercermin adalah Allah maka tiba tiba hatimu menjadi lapang.

Lanjut lagi...

Ketika jiwamu disinari oleh hati yang beriman maka akan membias. Bias bias sinar itu berbentuk energi positif misalnya ikhlas, ridho, tulus, syukur dll. Bias bias sinar inilah yang akan menyinari akal. Akal yang disinari bias sinar dari jiwa yang lapang akan membuat akalmu ikut tunduk. Akal akan tetap tunduk meskipun kejadiannya tidak masuk akal. Mengapa akal tetap tunduk meskipun ujianmu tidak masuk akal? Sebab akal sudah dikasih tahu sama hatimu yang sudah beriman bahwa kejadian yang tidak masuk akal itu dari Allah. Hati, jiwa dan akal yang tunduk inilah yang disebut dengan nafsul muthmainnah. Sedangkan nafsul muthmainnah adalah jiwa jiwa yang dijanjikan dengan surga. Jika diturunkan sampai langit akal, maka akal akan menemukan segala solusi dari semua permasalahan hidupmu. Mengapa demikian? Karena akal menerima ilham dari ruh melewati langit hati dan bias jiwa. Dan ujungnya adalah akal menerima petunjuk dari Allah.

Saya tidak tahu apakah anda paham dengan tulisanku ini apa malah tambah puyeng. Intinya adalah jika anda ingin merasakan ikhlas yang sebenar benarnya maka jangan ijinkan segala mahluk untuk bercermin dalam cermin jiwamu. Contoh kongkret misalnya anda dihina oleh tetangga maka jangan ijinkan wajah tetanggamu bercermin dalam jiwamu. Kalau wajah pelaku diijinkan bercermin maka akan membuatmu marah dan dendam. Berikutnya jangan biarkan jin, khodam, dukun, pelaku sihir dll diijinkan untuk bercermin. Jangan biarkan pasangan, anak, harta benda, jabatan dll bercermin dalam jiwamu. Karena kalau dirimu ijinkan malah membiarkan masuk dengan leluasa maka anda akan merasakan panasnya api.

Akan tetapi berusahalah untuk meyakini yang sebenar benarnya bercermin dalam jiwamu adalah Allah. Meyakini bahasa arabnya beriman, dan untuk beriman maka dirimu harus menghidupkan hati. Kamu harus mulai membuka hatimu bahwa mahluk itu tidak memiliki kekuatan meskipun sebesar dzarah. Mahluk itu seperti patung yang tidak bisa bergerak kalau tidak digerakkan. Ketika hatimu mulai meyakini bahwa dibalik mahluk ada Allah yang menggerakkan maka anda akan diajari tauhid yang sebenar benarnya. Dalam bahasa lain ketika hatimu mulai hidup menandakan bahwa ruhmu mulai bangun. Ruhmu mulai mengenal Allah yang ahad.

Ketika masuk ke alam ruh maka yang ada hanya Yang Esa atau Tunggal. Ketika keluar sampai alam dunia nampaklah berjuta juta rupa dan wajah mahluk. Ketika masuk lagi ke alam ruh maka terlihatlah Yang Tunggal lagi. Saat keluar lagi sampai alam dunia nampaklah seribu nama seribu rupa mahluk lagi. Sehingga anda paham sepaham pahamnya ternyata yang bercermin dalam jiwamu adalah Allah sendiri. Sedangkan mahluk adalah bayangan, cerminan atau kenyataan dari diri_Nya.

Ketika anda sudah sampai di maqom ini maka saya yakin seribu persen anda pasti merasakan ikhlas dengan rasa yang sangat natural. Ikhlas karena membiarkan Allah bercerita di alam dunia melalui dirimu. Ketika pada akhirnya engkau mengenal Allah yang sedang bercerita maka sudah pasti anda akan mengalami dan merasakan surga. Mengapa demikian? Sebab anda sudah diberikan kesadaran dan pemahaman bahwa yang berkisah dalam seribu takdir adlah Allah sendiri. Ketika Allah sudah tidak tersembunyi lagi maka saat itulah DIA akan memperlihatkan cerita yang paling epic. Mengapa demikian? karena DIA lah Tuhan yang sebenar benarnya. DIA lah sebaik baik pembuat skenario.

Realnya sebelum anda kenal Allah maka duniamu hancur dan peraaanmu patah sepatah patahnya. Titik baliknya adalah ketika jiwamu mampu mengenal Allah yang sedang bercermin. Ketika itulah kisahnya akan berubah menjadi kisah yang memunculkan rasa yang bahagia sebahagia bahagianya sekarang dan selama lamanya.

Syukron

Pendekar Langit Tampilkan lebih sedikit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar