Siapa & Dimana Pemilik Nama Allah?

Allah itu apa atau siapa? Allah itu bentuknya seperti apa? Sekarang lagi ngapain? Nah anda pernah bertanya demikian tidak? Tahu jawabannya tidak? Kalau tidak tahu simak penjelasan Siapa & Dimana Pemilik Nama Allah?

 

SANTAPAN ROHANI, SIAPA DAN DIMANA PEMILIK NAMA ALLAH?

Mau tanya pak ustadz katanya ALLAH itu Nama. Betul atau tidak, dan mohon minta penjelasan Islam itu apa. Terima kasih.

Jawab: Allah itu nama, betul apa tidak? Kalau kita ganti pertanyaan misalnya, apakah pendekar langit itu nama, jokowi itu nama, bambang itu nama, wati itu nama? Jawabannya YA benar. Apakah jeruk itu nama, kucing itu nama, bakso itu nama, gunung itu nama? Jawabannya Ya benar. Apakah bumi itu nama, planet itu nama, galaksi itu nama, cahaya itu nama, elektron itu nama? Ya benar. Apakah surga itu nama, neraka itu nama, malaikat itu nama, iblis itu nama, jin itu nama, sihir itu nama? Ya benar.

Semua yang saya tulis diatas disebut dengan nama. Bahasa lainnya mahluk atau sesuatu atau ciptaan. Dan setiap nama pasti ada pemiliknya. Disebut dengan diri yang punya nama. Misalnya nama pendekar langit siapakah orangnya? Silahkan tonton video saya di FB ini, itulah orangnya atau diri yang punya nama. Bakso itu nama? Kalau mau tahu diri yang punya nama silahkan datang ke tukang bakso lalu pesan semangkok. Itulah diri yang punya nama bakso. bagaimana rasanya diri bakso? Rasanya bisa dirasakan dengan lidah yaitu enak, lezat, gurih, pedas dll.

Dan Allah juga nama. Tuhan, robb, Gusti, Sang Hyang Widhi, Lord, God, Yahweh dll juga nama. Karena hanya sekedar nama tidak perlu rebutan. Wong hanya nama. Seperti 2 orang yang berdebat tentang bakso sampai keluar ototnya dan tidak akan mendapatkan apa apa. Sementara yang kenyang adalah dia yang pesan bakso lalu dimakan. Setelah kenyang makan bakso lalu ngomong, "2 orang bodoh sedang berdebat yang nggak guna". Oleh karena itu tidak usah berdebat tentang nama Tuhan, tapi temui dan kenali diri yang punya nama Tuhan.

Lalu siapa pemilik nama Allah? Siapakah diri yang punya nama Allah? siapakah dan dimanakah orangnya?

Kalau dzat Allah bukan nama, bukan sesuatu, bukan mahluk dan bukan ciptaan. Dzat Allah laitsa kamitslihi syaiun, alias bukanlah sesuatu. Jika sesuatu itu masih disebut dengan kata kata maka itu bukan dzat Allah. Karena DIA ada sebelum kata kata ada. Sehiingga DIA tidak akan bisa disebut dengan kata kata. DIA ada sebelum segala sesuatu ada. DIA ada sebelum ruang dan waktu ada, sehingga keberadaannya tidak bisa dibatasi dengan ruang dan waktu. Ada dengan keberadaan yang tiada bisa disebut. Disebut dengan maqom ahad atau kesendirian.

Lalu dzat Allah berkehendak menciptakan sesuatu. Sesuatu itulah yang disebut dengan sifat Allah. Dan segala sesuatu yang bisa disebut dengan kata kata disebut dengan sifat Allah. Apakah itu arasy, surga, neraka, langit 7, bumi, alam semesta, galaksi, cayaha, api, ruang, waktu, manusia, tumbuhan, dll disebut dengan sifat Allag, Bahasa lainnya adalah sesuatu, ciptaan atau mahluk.

Analoginya gini. Ketika anda mencium bau parfum maka pasti ada parfum didekatmu. Bau parfum disebut dengan sifat dan parfumnya disebut dengan dzat. Artinya bau wangi dan parfum itu satu tidak terpisah. Karena tidak mungkin bau wangi parfum tapi tidak ada parfumnya. Dalam bahasa lain sesuatu, mahluk, ciptaan dll dengan Allah adalah satu tiada terpisah. Artinya alam semesta atau sesuatu adalah kenyataan untuk melihat diri_Nya. 

Kita tidaklah mungkin melihat Allah secara lahiriah, face to face selama lamanya. Sebab kita adalah mahluk dan Allah adalah kholiq. DIA baru bisa dilihat ketika mahluk atau segala sesuatu sirna dan hancur. Sementara ketika segala sesuatu hancur atau sirna maka yang ada hanya DIA sendirian. Dalam artian yang bisa melihat Tuhan hanyalah Tuhan sendiri.

Akan tetapi ketika kita nelihat sesuatu itu seakan akan atau sama saja dengan melihat Allah. Artinya untuk melihat Allah lihatlah sesuatu. Analoginya seperti bau parfum, ketika kita bisa mencium bau wangi parfum itu sama saja atau seakan akan sudah bertemu dengan parfum. Kongkretnya ketika anda melihat pasangan, anak, pelaku dzolim, iblis, tumbuhan, hewan dan segala sesuatu itu sama saja atau seakan akan sudah melihat Allah. Sebab segala sesuatu dan Allah itu Esa.

Ketika hidung anda mencium bau wangi parfum maka yang duluan wanginya apa parfumnya? Jawabannya yang duluan ada adalah parfumnya. parfum ada duluan lalu memnacarkan bau wangi. Mustahil ada bau wangi tapi parfumnya nggak ada. Ketika bau wangi sampai dihidung anda lalu anda mengatakan, "Ahaa harum banget baunya? Parfum apa ini ya?". 

Analogi diatas sebenarnya sama dengan takdir yang anda alami sekarang ini. Sebenarnya takdir anda sekarang ini sudah ada duluan apa belum? Jawabannya sudah ada alias sudah tertulis. Anda baru menerima takdirnya karena memang baru sampai. Dan takdir yang anda alami itu mustahil tidak ada sumbernya. Sebagaimana bau wangi parfum mustahil tidak ada parfumnya. Artinya segala takdir yang anda alami sekarang ini sumbernya dari Allah. Dan takdirmu tidak akan meleset sedikitpun. 

Paragraf diatas saya tulis supaya anda tidak takut dan khawatir lagi. Khususnya bagi anda yang kena musibah sihir. Kamu merasa takut dan khawatir sebab meyakini takdirmu berasal dari mahluk. Padahal hakikatnya sumber takdirmu itu dari diri_Nya. Percayakan saja hidupmu pada hidup_Nya niscaya aman selama lamanya.

Lalu mengapa muncul nama Allah? Bukankah Allah hanya sekedar nama? Ya benar Allah itu nama. Analoginya adalah wangi parfum, maka wangi hanyalah sekedar nama. Kalau mau tahu siapa pemilik nama maka hirup baunya. Dalam bahasa lain kalau mau berinteraksi dengan Allah maka berinteraksilah dengan mahluk dan sesuatu. Karena mahluk dan sesuatu adalah sifat_Nya. Dan sifatnya tidak lain adalah diri_Nya.

Allah itu bahasa arab yang artinya adalah DIA Tuhan. Terdiri dari 4 huruf alif lam lam ha. Jika dibuang alifnya menjadi lillah yang artinya milik_Nya atau milik DIA. Kalau dibuang alif yang kedia dibaca lahu yang artinya untuk_Nya atau untuk DIA. Kalau dibuang alif lam lam maka tinggal ha atau hu, artinya adalah DIA. Semua atau segala sesuatu adalah milik DIA, untuk DIA dan DIA DIA juga.

Contoh kongkret, apakah ketika engkau bercermin dirimu merasa itu adalah dirimu? Bukan. Dirimu adalah milik_Nya seutuhnya selamanya. Tidak ada sebesar dzarah dalam dirimu adalah milkmu. Kalau tidak percaya coba ambil satu atom dikulitmu lalu lihat dengan mikroskop kuantum. Apakah satu atom berputar dikelilingi proton dan elektron itu kamu yang menciptakan demikian? Bukan. Tapi atom yang berputar putar adalah untuk_Nya. Ketika atom dibelah lagi maka pada satu titik akan terlihat energi. Inilah yang disebut dengan nur. Allaahu nuurussamaawati wal ardh. Maknanya langit dan bumi sebenarnya adalah lautan medan energi milik_Nya.

Berarti energi adalah Allah? Bukan. Energi itu adalah sifat Allah. Akan tetapi sifat Allah dengan dzat Allah itu esa. Sebagaimana wangi parfum dengan parfumnya. Sedangkan dzat Allah tidak ada satu mahlukpun yang tahu kecuali diri_Nya sendiri.

Dari pada bingung kita langsung praktek saja. Ketika anda mencium bau wangi parfum yang diingat apanya? Parfumnya. Terapkan analogi ini dalam kehidupanmu. Contoh kongkret ketika anda melihat jin, pelaku sihir, orang dzalim dll jangan lihat mahluknya tapi lihat Allahnya. Memang secara lahiriah atau akal pikiran akan nampak sesuatu atau mahluk, akan tetapi jangan sampai sesuatu itu masuk dalam hatimu. Ketika masuk ke hatimu ingat Allah nya. Ingat bahwa segala sesuatu adalah milik DIA, untuk DIA dan DIA DIA juga. DIA itu siapa? DIA itu adalah dzat Allah yang tidak bisa disebut dengan kata kata.

Apa yang terjadi jika hatimu melihat sesuatu atau mahluk? Yang terjadi hatimu pasti panas berisi kemarahan dan dendam. dengan kemarahan dan dendam inilah hidupmu akan semakin hancur. Dalam bahasa lain ketika hatimu ada sesuatu selain Allah maka akan masuk neraka. Sebab segala sesuatu selain Allah nerakalah tempatnya. Sebaliknya ketika sesuatu atau mahluk tidak bisa menembus hatimu sebab dirimu melihat Allah nya maka kemarahan dan dendam akan hilang berganti hati yang lapang. Dalam bahasa lain ketika hatimu mengimani Allah dibalik segala sesuatu maka akan masuk surga. Sebab balasan keimanan adalah surga. 

Surga seperti apa? Dari pada anda penasaran praktekkan saja sendiri. Nanti anda akan tahu surganya seperti apa, rasanya seperti apa, bentuknya seperti apa dll. Ketika anda tahu rasanya surga maka anda akan tersenyum ketika melihat orang orang berdebat memperebutkan nama surga. Ketika orang lain hanya berbicara tentang surga, anda sudah masuk ke dalamnya.

Syukron

Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Menetralisir Pusaka yang Ada Isian Jin/ Khodam

Apakah anda ingin membuang khodam yang ada di pusaka? Kalau begitu praktekkan cara ini ya? Berikut ini Cara Menetralisir Pusaka yang Ada Isi...