Semua manusia ingin hidupnya bahagia? Menurut anda apa parameter kebahagiaan? ternyata parameternya bukan materi tapi hati. Yuk simak Cara Menjalani Hidup dengan Ringan & Bahagia.
SANTAPAN ROHANI, CARA HATI TENANG DAN MENJALANI HIDUP DENGAN RINGAN PART. 1
..pk ustadz. Mau tanya boleh. Hidup terasa berat banget knp y pk ustadz. Udah usaha apapun belum berhasil mlah hutang makin banyak. Tiap hari semangat pk ustadz tpi lum ad hasil. Y itu tdi pk kebutuhan yg tdk bisa sabar
Jawab: Ini artikel santapan rohani yang berarti hidangan untuk hatimu bukan untuk akal dan egomu. Karena ini adalah santapan rohani maka seringkali bertabrakan dengan akal dan ego. Karena bertabrakan kadang membuat anda tersinggung. Makanya saya katakan dari awal jangan tersinggung ya?
Pertanyaan: Mengapa hidup ini terasa berat? Mengapa sudah ibadah tapi hidup miskin sementara yang maksiat malah hidup kaya? Mengapa ibadah rajin malah kena sihir yang menghancurkan nyaris semua sendi kehidupan sehingga membuat hati terasa sesak?
Hari ini saya mendengarkan khutbah jumat dimana memberikan tips supaya hati tenang dan ringan menjalani hidup. Kata penceramahnya ada 4 cara yang bisa dipraktekkan yaitu:
1. Dzikir kepada Allah
2Baca Al Quran
3. Sabar dan sholat
4. Istighfar.
Apa yang diceramahkan oleh pengkhutbah adalah benar adanya, meskipun penjelasannya masih sebatas syariat. Karena dibahas secara lahiriah sehingga hanya bisa dipahami sebatas akal saja. Sementara hati tetap saja gersang.
Yang dimaksud pembahasan sebatas syariat adalah sebatas ritual. Misalnya yang dimaksud dzikir adalah melafadzkan kalimat thoyyibah seperti tamid, tasbih, atau tahlil. Sementara membaca Al Quran adalah membuka lembaran kitab suci lalu membacanya sehari sejuz misalnya. Sedangkan sabar dan sholat adalah mendirikan banyak sholat wajib dan memperbanyak sholat sunnah. Dan membaca istighfar adalah membaca lafadz istighfar sebanyak banyaknya setiap hari.
Benarkah 4 poin diatas adalah cara supaya hidup tenang dan menjalani kehidupan bisa ringan? Ya benar sekali. Secara kelimuwan benar karena memang ada dalilnya. Tapi kalau pemahaman anda hanya sebatas lahiriah atau syariat saya jamin tidak akan membuatmu benar benar tenang.
Kalau tidak percaya silahkan dibuktikan saja sendiri. Khususnya bagi anda yang saat ini sedang diuji dengan musibah yang besar. Coba saja setiap hari melafadzkan dzikir yang banyak, sholat hajat yang banyak, baca quran 3juz sehari, baca istighfar 1000 kali sehari. Apakah dengan itu hatimu bisa tenang lalu menjalani hidup dengan ringan? I dont think so.
Saya tidak yakin. Yang ada anda malah capek sendiri. Kelelahan dengan ibadahmu sendiri. Misalnya dzikir setiap hari 1 jam, baca quran 3 jam, sholat hajat 1 jam, istighfar 2 jam. Dan itu dilakukan setiap hari dengan harapan hati tenang lalu mendapatkan solusi dari permasalahan hidupmu. Kemungkinannya hati tetap gersang dan masalahmu malah makin besar. Ditambah hatimu lelah dan capek karena harus melakukan ritual berjam jam setiap hari.
Makin lama makin lelah karena tidak kunjung melihat perubahan. Ujungnya anda malah ragu dengan ritual ibadahmu sendiri. "Jangan jangan Allah itu nggak ada. kalau memang Tuhan itu ada mengapa tidak mendengarkan doaku? Mengapa sudah ibadah dan dzikir tapi hati tidak bisa tenang. Mengapa tidak kunjung ada solusi? mengapa dan mengapa".
Tapi meskipun anda lelah dan capek dengan ritual ibadahmu mengapa anda tetap memaksakan diri? Mengapa anda bersikeras dengan perkataan ahli kitab (orang yang diotaknya hapal banyak kitab) yang harus gini harus gitu?. Padahal buktinya khan kamu lelah. Mengapa tidak sedikit saja melunakkan hatimu?
Saya dulu ahli kitab loh? Kitab kitab agama saya ada 3 lemari. Dan sebelum kena sihir saya banyak membaca kitab itu sehingga merasa menjadi orang paling benar, paling sholeh dan paling suci. Saya bersikeras dengan kebenaran hanya karena sudah hapal dalil/ hadits. Padahal hapal kitab tidak serta merta menjadi orang yang tenang hidupnya. Nyatanya pada saat kena sihir hidup saya nggak ada tenang tenangnya meskipun dikepalaku sudah ada ribuan kitab. Akhirnya kitab kitab itu saya buang semua tanpa sisa.
Oleh karena itu jangan ikuti perkataan ahli kitab. Siapa ahli kitab itu? Jawabannya saya pendekar langit. Sebab kitab kitab saya dahulu ada ribuan, makanya disebut ahli kitab. Saya loh ya, bukan anda atau yang lain. Makanya jangan ikuti saya ketika terlalu banyak mendalil.
Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti segolongan dari orang yang diberi Alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir setelah beriman. (QS Ali Imran: 100)
Terus bagaimana cara supaya hati tenang dan bisa menjalani hidup dengan ringan? Jawabannya sebagaimana saya tulis diatas yaitu ada 4 poin sbb:
1. Dzikir kepada Allah
2. Baca Al Quran
3. Sabar dan sholat
4. Istighfar.
Saya akan menjelaskan sekilas satu persatu tapi bukan sebatas penjelasan secara harfiah atau lahiriah semata mata. Bukan penjelasan sebatas syariat tapi lebih dalam dari itu. Yuk simak...
1. Dzikir kepada Allah
Dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan tenang dan hidup menjadi ringan. Allaa bidzikrillaahi tathmainnul quluub, ketahuilah dengan ingat Allah maka hatimu akan menjadi tenang. Dan jika hatimu tidak ingat Allah maka akan terasa sesak dan sempit seperti naik ke langit.
Artinya: Dan barangsiapa berpaling dari ingat akan Aku (dzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS Thoha" 124)
Artinya: Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat petunjuk, Dia akan melapangkan dadanya untuk islam (tunduk kepada takdir). Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS Al An'am: 125)
Artinya orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak mengingat_Nya (dzikir) maka hidupnya akan sempit dan sesak dadanya. Dan dihari kiamat akan dihimpun dalam keadaan buta. Waah ini bahaya loh?
Orang yang tidak beriman kepada Allah artinya iman/ wajah hatinya menghadap mahluk atau selain Allah. Sementara orang yang tidak dzikir kepada Allah otomatis dzikirnya kepada mahluk atau selain Allah. Yang beriman dan berdzikir apanya? Hatinya. Hati loh ya bukan lisan, atau pikiranmu.
Contoh kongkret begini, "Saya bingung apa yang terjadi pada saya, saya tidak pernah dzolim sama orang lain, saya juga tidak iri dengan kehidupan orang lain, bahkan saya sering bantu orang,, Tapi kenapa kehidupan saya seakan-akan dunia ga adil pada saya,,,ππ. Sekarang saya menjauhi orang-orang, termasuk saudara dari napa dan ibu saya lebih nyaman sendirian,,, ga mau bantu orang lagi, ga mau. Saya capeee,,,, saya cape.... Saya lelah dengan semua iniπππ"
Pertanyaannya sahabat diatas hidupnya sempit dan dadanya sesak tidak? Jawabannya YA. Hidupnya lelah dan capek dengan semua yang terjadi. Mengapa demikian? Jawabannya adalah:
1. Ia tidak beriman kepada Allah
2. Ia tidak dzikir kepada Allah
Apakah sahabat diatas tidak sholat? Sholat. Apakah tidak dzikir? Bahkan tiap hari ribuan dzikir. Apakah tidak baca quran? Bahkan 3 juz sehari. Tapi mengapa hidupnya tetap saja lelah dan capek? Mangapa hatinya sesak dan sempit? Mengapa hidupnya tidak tenang? Jawabannya karena tidak beriman dan tidak dzikir kepada Allah dengan sebenar benarnya. Yang diimani adalah dan di dzikiri adalah mahluk atau selain Allah.
Yang beriman dan dzikir apanya? Sekali lagi hatinya bukan lisan atau pikirannya. Ketika dirinya difitnah tetangga yang dilihat dalam hatinya adalah mahluk yaitu tetangga tersebut. Dengan itulah hatinya sempit dan sesak berisi kemarahan dan dendam. Hatinya melihat mahluk lalu beriman/ percaya bahwa mahluk bisa memberikan manfaat dan mudharat. Dengan itulah hatinya membara.
Ketika bertemu dengan pelaku dzolim langsung bangkit kemarahan. Ketika melihat pasangan yang pernah melukai langsung bangkit kekecewaan dan kesedihan. Mengapa demikian? Sebab yang di dzikiri/ diingat dalam hatu adalah mahluk yaitu pelaku dzolim dan pasangan.
Kalau anda meninggal masih membawa paradigma seperti ini maka diakherat akan dihimpun dalam keadaan buta. Maksudnya buta tidak mampu melihat Allah. Diakherat nanti kemarahan, dendam, kekecewaan dan kesedihanmu akan dibawa. Sedangkan kemarahan cs tidak akan pernah berada di surga melainkan berada dineraka. Sehingga dengan kemarahan cs tersebut (dalam neraka) anda akan saling hujat, saling menyalahkan dan saling mengutuk satu sama lain.
Oleh karena itu jika kita ingin hidup tenang dan ringan maka tutp akalmu dan bukalah hatimu. Jika kita tidak mau buta di akherat buka buka mata matimu sekarang. Caranya bagaimana? Caranya buka hijab yang menutupi hatimu. Apa hijab yang menutupi hati? Jawabannya mahluk dan segala sesuatu, singkirkan itu. Ketika semua tutupan hati disingkirkan lalu siapa yang terlihat? Allah lah yang terlihat.
Contoh kongkret ketika diirmu difitnah tetangga lalu membuatmu marah itu wajar, sebab kita hanya manusia biasa. Tapi jangan kelamaan marahnya. Segera buka hatimu lalu sadarlah bahwa dibalik mahluk yang memfitnahmu ada Allah. Ingat/ dzikirlah Allah dibalik mahluk yang menguji kesabaranmu. Secara pandangan lahiriah itu memang mahluk, tapi dalam pandangan ruhaniah (hati) itu Allah. Dalam bahasa lain Allah sedang mengujimu melalui perantaraan mahluk. Atau Allah bersembunyi dibalik mahluk untuk ngetes keimananmu.
Demikian pula dibalik pelaku dzolim yang menghancurkanmu, dibalik pasangan yang membuatmu kecewa ada Allah. Beriman/ percayalah itu Allah yang sedang mengujimu. Ingatlah dalam hatimu itu Allah. Dzikirlah/ ingatlah Allah nya jangan ingat mahluknya. Dengan itulah hatimu yang panas membara pelan pelan akan reda dan adem kembali.
Ketika hatimu adem karna ingat Allah otomatis terasa lapang. Saat hatimu lapang otomatis menjalani hidup dengan ringan ringan saja. Ketika hidup dijalani dengan ringan otomatis happy selalu. Ketika dirimu selalu berbahagia otomatis solusi akan datang dengan sendirinya. Paham khan? Kalau paham segera praktekkan.
2. Baca Al Quran
3. Sabar dan sholat
4. Istighfar.
Karena tulisan ini sudah panjang Insya Allah poin 2,3 dan 4 kita bahas next time ya? Yang penting sekarang praktekkan dulu poin 1 yaitu hatimu beriman kepada Allah bukan kepada mahluk. Hatimu ingat Allah bukan ingat kepada mahluk.
Cara prakteknya ketika ingat pelaku dzolim segera alihkan ingat Allah dibalik pelaku dzolim. Ketika ingat pasangan yang membuatmu kecewa segera alihkan menjadi ingat Allah dibalik pasanganmu. Anda harus mempraktekkannya setiap hari Insya Allah pelan pelan hatimu akan lebih lapang.
Demikian Cara Menjalani Hidup dengan Ringan & Bahagia
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar