Kita kadung meyakini alam kubur surga neraka sirath dll nanti setelah mati dan dikubur. Padahal surga dan neraka sudah ada sekarang. Bagaimana ceritanya? Simak artikel Alam Kubur, Surga dan Neraka Ternyata Ada Sekarang. pasti mencerahkan.
CIPTAKAN AKHERATMU SEKARANG
ustadz.apakah sy mau sembuh?teman2ku yg membenciku semua menjauh skrng tersenyum mulai PD mendekat.ak yg tadinya koplak skrng mulai encer.hilang dendam sakit hatiku.teringat terus tulisan ustadz yg ayo kita pulang. sama dibalik semua ujianku ada Alloh jangan liat mahklukmya
Jawab: Saya sering menulis tema pulang kampung ke akherat. Pulang kampungnya sekarng jangan nunggu nanti setelah mati. Juga menulis melihat Allah dibalik ujian. Bertemu dan melihat Allah sekarang jangan nunggu dikubur dulu.
Kalau akherat setelah kita meninggal lalu dikubur saya juga percaya. Termasuk percaya dengan alam jin, alam malaikat, dimensi kubur/ alam barzakh, sirath, timbangan amal, buku catatan amal, surga, neraka, sidrotul muntaha, langit ke 7, bidadari surga, dll. Saya juga beriman kepadanya karena diberitakan dalam Al Quran meskipun belum pernah melihat atau sampai kepadanya. Seperti apa bentuknya saya tidak tahu. Khan belum pernah ke sana.
Yang saya tahu akheratnya adalah sekarang.. Atau bahasa lainnya pantulan negeri akherat adalah sekarang. Maka sekarang saya harus merasakan dan mengalaminya. Ciptakan akheratmu sekarang supaya akherat nanti bisa seperti yang kita inginkan. Masuklah surga sekarang supaya nanti kita masuk surga. Ma4tilah sekarang supaya kita bisa bertemu dengan Allah sekarang. Kalau sekarang sudah ketemu Allah maka otomatis di akherat kelak pasti akan ketemu juga. Sebaliknya kalau sekarang tidak mampu melihat Allah maka diakherat juga gelap tersesat.
Bagaimana caranya pulang ke Allah sekarang?
BIasanya pengalaman ini dirasakan oleh mereka yang pernah mengalami ujian yang sangat berat. Mereka pernah mengalami sakaratul maut disebabkan satu persatu miliknya diambil. Pada akhirnya mereka sadar bahwa tidak ada sebesar dzarahpun miliknya didunia ini. Setelah sadar lalu mereka menyerahkannya kepada Tuhan. Bahkan menyerahkan dirinya juga. Inilah yang saya sebut dengan M4ti lalu melihat Allah.
Yaitu merasa tidak bisa apa apa dan tidak punya kuasa apa apa. Dirinya lenyap dan kembali ke asal yaitu ketiadaan. Merasa dirinya nggak ada yang ada hanya Allah. Inilah maksud mati sebelum mati.
Supaya memudahkan pemahaman kita ambil dari kisah saya sendiri ya? Pada awalnya hidup saya penuuuuh dengan karunia dan kehormatan. Lalu satu persatu diambil dan hanya menyisakan sedikit saja. Rasanya sangaat sakit seperti sakaratul maut. Saking sakitnya Pada akhirnya saya memutuskan untuk m4ti.
Ketika saya merasa tiada maka nampaklah Yang Ada. Nampaklah dibalik segala galanya ada Allah. Yang Ada hanya Allah saja tidak ada yang lain. Tidak ada dukun, tidak ada jin, tidak ada pasangan dan semuanya tidak ada. Inilah yang saya maksud pulang kampung lalu kembali kepada Allah. Atau mati lalu bertemu dengan Allah.
Mati dan bertemu Allah itulah akherat. Secara lahiriah kita masih hidup dan belum dikubur. Kita masih makan bakso, masih kerja, masih jalan jalan. Tetapi hati merasa semua digerakkan oleh Allah, bukan bergerak sendiri. Maka saat itulah kita bertemu Allah. Atau saat ada yang pesan produk pendekar langit secara lahiriah saya melihat manusia, tetapi secara batin saya sedang melihat Allah memberi rezeki.
Dan ada seribu satu kejadian dimana mata hati tidak melihat itu perbuatan mahluk. Semua perbuatan Allah.
Pertanyaan Man Robbuka itu juga sekarang bukan nanti. Urusan nanti itu lain cerita. Yang penting kita sekarang bisa menjawab pertanyaan malaikat man robbuka. Siapa yang ditanya? Yang ditanya jiwa yang membungkus ruh. Letaknya ada dihati. Kalau pertanyaan man robbuka saat kita dikubur maka sekarang juga sedang dikubur tanah. Sekarang kita sudha berada di alam barzakh. Jiwa kita terkubur oleh tanah yang bernama jasad. Jiwa kita terdinding/ terpenjara dalam jasad. Terdinding itu bahasa arabnya barzakh
Ketika kita gagal menjawab pertanyaan man robbuka maka malaikat akan memukul kita sampai hancur. Dan saya sudha mengalaminya juga. Saya ngalami betapa pedihnya dipukul malaikat karena tidka bisa menjawab pertanyaan, "siapa Tuhanmu". Padahal secara lahiriah saya suka dzikir menyebut nama Allah loh? Nyatanya ketika jiwa/ ruh terkubur dalam tanah tidak bisa menjawabnya. Malah saya menjawab tuhanku adalah mahluk, tuhanku adalah nafsu. Makanya langsung dicelupkan dalam api yang sangat panas.
Ketika saya kena sihir sebenarnya itulah pertanyaan Man Robbuka. Saya salah menjawabnya makanya dipukul dan direndam dalam api. Saya menjawab mahluk (dukun, jin dan pelaku adalah Tuhan), makanya langsung kena adzab. Adzabnya dalam bentuk api kemarahan, dendam, kesedihan, kekecewaan dl. Dan api inilah yang menghancurkan seluruh sendi kehidupan.
Pertanyaan malaikat terus diulang ulang. Pada akhirnya saya bisa menjawabnya, "Allah tuhanku". Maka api neraka dalam bentuk kemarahan, dendam, kesedihan dll pelan pelan hilang. Ketika saya pelan pelan mulai mampu melihat Allah dibalik ujian, seiring dengan pelan pelan mulai mencium baunya surga.
Makan nasi sama tempe ketika kita sudah kembali kepada Allah rasanya seperti disurga. Melihat istri yang cerewet seperti melihat bidadari surga. Semua serba surga.
Mengapa dahulu saat diuji dengan musibah rasanya sakit sekali seperti sakaratul maut? Karena pada saat itu saya belum beriman kepada Allah alias masih kafir musyrik. Kalau agama saya secata KTP islam, sholat, ngaji bahkan ngaji tauhid. Tapi ketika ditimpa musibah ngajinya seakan tiada guna. Sebab saya tak mampu melihat Allah dibalik ujian. Hati saya gelap dan tertutup, bahasa arabnya kafir. Hati saya masih melihat mahluk misalnya dukun memiliki kesaktian. Meyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah bahasa arabnya musyrik.
Lalu saya banyak muhasabah diri. Sampai akhirnya Allah memberikan hidayah. Hidayahnya dalam bentuk mampu melihat Allah dibalik ujian lalu beriman kepadanya. Setelah saya berjuang keras beriman kepada Allah pelan pelan api neraka menjadi dingin. Maksudnya adalah ketika sadar bahwa sihir itu adalah ujian dari Allah pelan pelan menerima lalu mulai muncul rasa tenang.
Bagaimana dengan shirat?
Sama saja shiratnya adlaah sekarang. Ketika anda berjuang untuk melihat Allah dibalik ujian maka setan akan berusaha keras mengail kaki kita supaya terjatuh kembali dalam neraka. Mereka punya seribu satu cara untuk menggelicirkan kita ketika meniti shiratal mustaqim atau jalan yang lurus. Dan saya melihat banyak sekali manusia yang jatuh saat meniti jembatan rambut dibelah 7.
Ketika saya kena sihir lalu berjuang melihat Allah dibalik ujian maka setan akan berusaha keras untuk menjatuhkan saya kembali. Mereka menarik kepada kenangan buruk masa lalu, menghadirkan orang lain yang menguji kesabaran, mempersulit perekonomian dan masih banyak lagi. Saya juga berkali kali jatuh, tapi saya terus mencoba. Hingga akhirnya saya bisa sampai diujung jembatan lalu melihat surga nun jauh disana.
Dari pada panjang lebar saya kasih clue saja ya?
Dunia ini adalah panggung untuk ngetes keimanan kita. Dunia ini adalah sandiwara atau pura pura. Ketika kita dites lalu gagal maka bisa remedial. Gagal lagi coba lagi, jatuh lagi berdiri lagi. Sampai kapan? Sampai dead line yaitu pada saat ajal menjemput.
Atau bahasa lainnya dunia ini adalah prototype atau miniatur negeri akherat. Kalau negeri akherat yang saya maksud pada paragraf ini adalah alam dimana kita tinggal setelah mati dan dikubur.
Dunia ini adalah pantulan negeri akherat. Disini adalah ajang pembuktian iman. Disinilah kita merangkai kehidupan akherat kita sendiri. Di dunia ini kita mempersiapkan tempat tinggal kita diakherat nanti.
Oleh karena itu di dunia ini jawablah dengan benar pertanyaan man robbuka di alam kubur. Di dunia ini anda harus bisa meniti jembatan shirath. Di dunia ini anda harus m4ti lalu bertemu Allah. Di dunia ini saya dan anda harus bisa keluar dari neraka. Di dunia ini kita sudha harus masuk surga. Ingat ujian ada deadlinenya loh? Jangan sampai sudah deadline tapi saya dan anda belum selesai mengerjakan soal.
Ketika didunia ini kita sudah menjawab pertanyaan dengan benar lalu ajal menjemput maka itulah yang dimaksud pulang yang sesungguhnya. Pulang ke alam keabadian yaitu surga.
Tetapi jika saya dan anda belum bisa menyelesaikan ujian tapi sudah kepotong deadline maka kita tidak akan bisa pulang. Jika ajal menjemput disisi lain kita masih buta melihat Allah saat di dunia maka saat pindah alam berada dalam kegelapan. Tersesat tak tahu arah jalan pulang. Tersesat selama lamanya.
Selamat mengerjakan soal ujian ya? Semoga saya dan anda semua lulus. Aamiin
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar