Semua manusia pasti mengalami ujiannya masing masing. Dan ada banyak yang mendapatkan ujian berat ugal ugalan. Lalu bagaimana caranya agar bisa ikhlas dan ridho? Yuk simak Cara Agar Bisa Ridho Menerima Ujian Hidup yang Berat.
MAKNA RIDHO, PENTING DAN HARUS DIBACA
Cara Agar Bisa Ridho Menerima Ujian Hidup yang Berat
Teruslah menulis pak ustadz,,saya slu membaca tulisan nya pak ustadz di FB , kata2 nya bikin hati ini sejuk, adem ayem , pokoknya obat penenang untuk kami yg korban sihir 🙏🏿
Jawab: Alhamdulillah kalau tulisan saya bikin adem. Mak nyess dihati. Dan inilah sebenarnya tujuan dakwah islam yaitu supaya hati menjadi tenang.
Dakwah islam itu tujuannya supaya kita pasrah dan ridho terhadap dinamikan kehidupan. Dan dakwah islam inilah yang diemban oleh semua nabi dan rosul yaitu supaya manusia mau masuk islam. Bingkainya adalah dakwah tauhid.
Artinya dakwah para nabi dan rosul bukan ngajak manusia supaya membaca Al Quran, menghapalkan banyak hadits, menjalankan sunnah dll. Khan sebelum Nabi Muhammad shollallaahu alaihi wasalalm belum ada syariat islam. Akan tetapi dakwah mereka adalah dakwah ruhaniah.
"Tapi mengapa semua Nabi dan Rosul agamanya islam, padahal saat itu agama islam belum ada?". Tentu saja bukan dakwah secara syariat, nggak mungkin dong. Tetapi dakwah ruhaniah yakni meluruskan cara pandang umat pada masa itu yang mengalami penyelewengan.
Dan dakwah ruhaniah islam adalah menyuruh manusia supaya jangan menyembah berhala tetapi ridho menyembah Allah. Dalam artian ridho dengan status kita sebagai hamba yang tidak bisa apa apa. Ridho status kita sebagai hamba bukan tuhan. Oleh karena itu jangan sekali kali menyembah berhala dalam bentuk patung, mahluk, benda dll. Yang lebih penting adalah jangan memberhalakan diri yang merasa bisa lalu disembah sembah.
Karena ketika kita menyembah patung baik patung yang berbentuk benda dan mahluk atau patung dalam bentuk diri sendiri itulah kesesatan yang mengantarkan kepada penderitaan. Dan menyembah itu tidak harus merunduk runduk loh ya? Ketika kita beriman/ percaya bahwa mahluk memiliki kekuatan itu sudah masuk kategori menyembah selain Allah.
Pondasi dakwah islam sebenarnya seperti itu... Sebab ketika pondasinya sudah benar maka bangunannya akan berdiri dengan kuat dan kokoh. Ketika pondasi ruhaniah sudah benar maka itulah sumber ketenangan dan kebahagiaan.
Berbicara tentang ridho, apa sih ridho?
Ridho itu perasaan yang plong tanpa beban. Bayangkan ketika anda merasa melakukan kesalahan lalu diinterogasi oleh yang berwajib kira kira perasaan anda bisa plong tidak? Tentu tidak. Yang ada ketakutan luar biasa karena membayangkan pasti akan dipenjara. Lalu mulailah bersilat lidah untuk menutupi kebohongan.
Sebaliknya jika anda merasa tidak melakukan kesalahan apapun niscaya akan santai saja. Mengapa demikian? Karena merasa tidak melakukan kesalahan apapun.
Contoh lainnya lihat tukang parkir. Ketika motor atau mobil diambil oleh pemiliknya tukang parkir plong tidak? Tentu saja plong sebab tanggung jawab menjaga kendaraan sudah selesai saat kendaraan tersebut diambil pemiliknya.
Tukang parkir malah seneng ketika satu demi satu motor dan mobil diambil pemiliknya. Rasa was was kalau kalau kendaraan hilang dicuri orang berganti dengan rasa ploooong...
Ridho itu rasanya seperti itu. Yaitu rasa tenang dan plooong karena tidak merasa melakukan sesuatu. Tidak merasa "aku" yang melakukan sesuatu. Tidak merasa aku yang sholat, aku yang ngaji, aku yang sedekah, aku yang kaya, aku yang pinter, aku yang bener, aku yang alim dan masih banyak lagi.
Lalu siapa yang melakukan itu semua? Yang melakukan adalah AKU nya Allah. Kalau akunya saya dan anda hanyalah patung, makanya jangan diimani dan disembah sembah.
Ridho itu tidak merasa memiliki seperti tukang parkir. Sehingga ketika barang yang dititipkan diambil pemilikNya justru seneng. Sebab was was dan ketakutan kalau kalau tidak bisa menjaga titipanNya sudah hilang saat titipan diambil.
Ketika kita pasrah, ridho dan menyembah Allah maka ketika titipan Allah dalam bentuk harta diambil, pasangan/ rumah tangga diambil, relasi diambil, kehormatan dan harga diri diambil dll seharusnya kita malah seneng. Haruslah loh ya? nyatanya? Gombal mukiyo.. hehehe
Saya itu kebanyakan gombal. Lisannya fasih banget, tapi kalau sudah diuji mbelgedes. Saat jaya, terkenal, kaya, terhormat dll licin sekali mulut saya bicara agama. Tapi saat hampir semuanya diambil mulut saya melolong seperti serigala malam. Saya loh ya bukan anda. Kalau anda... sama saja, hahaha...
Justru disinilah ladang dakwah islam bagi warosatul ambiya'. Yaitu dakwah memadamkan hati dan qalbu yang membara dalam neraka karena menyembah berhala. Baik berhala dalam bentuk mahluk, benda dan yang terpenting adalah berhala dalam diri. Dakwahnya supaya kita menjadi tukang parkir yang senang saat titipannya diambil.
Cuma jaman sekarang dakwahnya suka nunjuk nunjuk seraya berteriak, "kamu sesat masuk neraka". Kacau deh...
Namun saya melihat ada sedikit hilal akan hadirnya hari kiamat dan atau hari kebangkitan. Sudah mulai bermunculan orang orang yang berani berdakwah/ mengajak manusia supaya bangkit hati/ kesadarannya. Mulai banyak orang orang yang mengajak untuk jadi tukang parkir. Mulai banyak bermunculan orang orang yang mengajak umat untuk ridho menjadi patung yang tidak bisa apa apa.
Dan saya melihat mulai banyak yang sadar bahwa kita memang bukan apa apa dan tidak bisa melakukan apa apa. Ketika kita sadar bahwa kita bukan apa apa akan melahirkan rasa plooong.
Bayangkan dihari pengadilan para malaikat sangat sibuk untuk menginterogasi manusia. Ketika giliran anda disidang, anda tenang tenang saja. Mengapa tenang? Sebab selama ini anda tidak merasa melakukan apa apa. Anda tidak merasa memiliki apa apa yang dibuktikan saat kena sihir yang menghancurkan nyaris segalanya malah seneng. Memang beberapa tahun sempat berontak, namun seiring waktu paham seperti tukang parkir.
"Bagaimana dengan sholatmu, ngajimu, sedekahmu? Bagaimana dengan titipan harta benda, anak, pasangan, pekerjaanmu?". Tanya malaikat.
"Tauuuu deh" Jawab anda tenang
"Mengapa kamu menjawab seperti itu?". Tanya malaikat
"Saya nggak tahu karena tidak merasa melakukan apa apa dan tidak merasa memiliki apa apa. Semua yang melakukan Allah. Semua milik Allah". Jawab anda dengan kalem.
Kira kira kalau seperti ini malaikat akan melanjutkan interogasi atau tidak? Bayangan saya malaikat akan nyengir kuda sambil membungkuk.
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir. (QS Al Baqarah: 34)
Demikian semoga menyadarkan
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar