Hukum Pelaku Sihir Kafir dan Korban Santet Masuk Surga

Apa hukum dukun atau pelaku sihir secara syariat? Apakah korban santet matinya syahid dan masusk surga. Berikut artikel Hukum Pelaku Sihir Kafir dan Korban Santet Masuk Surga secara syariat atau fikih.

 

HUKUM PELAKU DAN KORBAN SIHIR

Sesekali kutip tentang dahsyat ya dosa dan hukuman bagi orang yg suka dholim kepada orang lain ust 🤭ato angkat apa perbedaan nasib orang ahli ilmu hitam dan putih disisi Rabb nya, apakah mereka yg jaya, hoki karena lantaran menyakiti sesamanya juga kena adzab sisi Allah SWT 🤝

Jawab: Secara hukum fikih orang yang bermain sihir hukumnya kafir dan kekal dalam neraka jika tidak bertaubat. Sementara orang yang kena sihir lalu meninggal secara hukum fikih mati syahid dan masuk surga.

Adapun orang yang kerja sama dengan jin untuk hajat dunia mau istilahnya ilmu hitam atau ilmu putih sama saja. Keduanya tidak ada gunanya. Kerjasama dengan jin hanya menambah dosa dan keburukan.

Artinya: "Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS Al Jin: 6)

Sebagian mereka menyangka mendapat petunjuk karena dengan kerja sama dengan jin segala hajat mereka terpenuhi. Sebagian mereka memanggil jin dengan kalimat kalimat thoyyibah lalu menganggapnya sebagai karomah. Padahal aslinya sesat dan menyesatkan. 

Mereka yang kerja sama dengan jin untuk hajat dunia sebenarnya 30 sampai 50% sudah m4ti. Karena sekian persen jiwanya sudah digadaikan kepada bangsa jin. Makin banyak jiwanya yang digadaikan makin sakti dia. Sebab jiwa (kesadaran) yang kosong dipenuhi oleh jin untuk keperluannya baik untuk sante, pelet, pesugihan, guna guna, teluh, penglaris, mengobati, kesaktian, kebal dan masih banyak lagi.

"Apakah orang yang menyakiti orang lain dengan santet akan kena adzab?"

Ya tentu saja. Orang yang kerja sama dengan jin lalu sebagian jiwanya digadaikan akan kena adzab pada saatnya. Yaitu ketika tubuhnya mulai lemah sampai tinggal tulang tapi nggak m4ti m4ti juga. Mengapa demikian? Karena setengah jiwanya digenggam oleh jin. Dan ketika ajal sudah datang menunggu adzab lain yang lebih besar.

Kalau bicara adzab maka saya dan anda juga pernah kena adzab. Tapi bahasanya dirubah menjadi "Ujian". Misalnya saya saat kena sihir adzabnya pedih banget nggak kira kira. Lalu saya sering berdoa supaya komplotan sihir juga kena adzab. Mirip banget kisahnya dengan ayat sbb

Artinya: Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: "Ya Tuhan kami, mereka (jin & manusia) telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui". (QS Al A'raf: 38)

Oleh karena itu saran saya janganlah keseringan berdoa untuk saling adzab. Nanti keduanya malah kena adzab, karena buta mata hatinya. Jika kita selalu berdoa supaya "mereka" di adzab sebenarnya kita nggak ngerti. Kita tahunya ada mahluk yang mendzalimi dan menyakitimu lalu berharap mereka mengalami hal yang sama. Yang selalu kita lihat adalah mahluk, makanya sakit dan pedih.

Kalau di dunia buta mata hatinya, karena yang dilihat mahluk melulu maka diakherat sama saja. Anda akan saling menyalahkan dan bertengkar terus menerus selama lamanya. Mengapa saya dan anda tidak belajar melihat Allah dibalik ujian lalu belajar menerima? Mengapa selalu saja mahluk yang dilihat sehingga larut dalam kecewa? Bukankah ini artinya hati kita tertutup?

Oleh karena itu jangan terlalu panjang angan angan dengan meyakini nanti diakherat anda akan menuntut orang lain kemudian masuk surga. Iya kalau masuk surga, kalau enggak repot jadinya. Oleh karena itu belajarlah menerima ujian (adzab) ini karena melihat Allah dibaliknya. Insya Allah di akherat peluangnya lebih aman karena anda sudah memaafkan.

Back to laptop...

Sekali lagi hukum orang yang bermain sihir secara syariat adalah kafir dan kekal dalam neraka jika tidak bertaubat. Sebaliknya orang yang menjadi korban sihir secara hukum fikih m4ti syahid dan masuk surga. Kita bicara hukum fikih loh ya? Karena makna dari hukum tersebut tidak ada yang tahu kecuali Allah. Sementara yang sering kita dengar adalah penafsiran demi penafsiran. Apakah korbannya langsung masuk surga, atau mampir neraka dulu, atau masuk surga asalkan ikhlas atau yang lain kita tidak tahu. Atau bahkan masuk neraka karena berontak terhadap takdir kita juta tidak tahu. Khan kita belum ke sana (neraka/ surga)?.

Makanya saya sangat jarang membahas fikih, karena akan banyak sekali penafsiran dan interpretasi. Kalau anda bertanya tentang fikih atau hukum syariat silahkan tanya ustadz anda. Saya menghindarinya karena selain ilmu fikihnya cekak pun perpotensi bikin gaduh karena beda pemahaman. Yang ada bukannya sembuh malah hatinya bertambah panas karena debat sana sini merasa paling benar. Yang ada bukannya nambah teman malah tambah musuh.

Saya membahas yang adem adem saja... Meskipun harus panas dulu sebelum hatimu mak nyesss..

Begitu kira kira, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Ruqyah Dukunnya Game Over Setelah Korban Lakukan Ini

Mau mengalahkan dukun? Coba praktekkan tulisan ini ya? Kisah Ruqyah Dukunnya Game Over Setelah Korban Lakukan Ini. Simak baik baik.