Siapan orang orang yang tidak bisa diganggu Iblis? Jawabannya tidak ada manusia yang tidak bisa diganggu iblis kecuali mukhlasin. Siapa mukhlasin? Yuk simak artikel Inilah Ikhlas Tertinggi, Iblis Tidak Akan Mampu Menggodanya.
TINGKATAN IKHLAS TERTINGGI
Ada sahabat WA, "Kenapa ada iming2.misalnya contoh jika kita mengerjakan sholat Sunnah rowatib akan ada istana di syurga, atau misal kita suka nolong orang maka Allah akan menolong kita dan memudah kan urusan kita.dan masih banyak contoh yang lainnya.termasuk sholat wajib puun ada iming2.trus kenapa kita tidak boleh sholat atau mengerjakan kebaikan yang lainnya dengan niat yang lain selain cuma semata2 karna Allah.(Misal conto "ah aku mau sholat Sunnah sebelum fardhu zohor ni biar ada istana di syurga"kita kan gak mungkin ujug2 sholat karna Allah pasti yang menguat kan karna liat iming2 nya itu.memang karna Allah si tapi karena liat hadiah nya juga yaitu istana tadi."
Jawab: Kemarin saya membahas tentang "level ikhlas". Artinya ikhlas itu ada level levelnya. Misalnya dari level 1 sampai 100. Salah saya memang menulis tema ikhlas di high level atau level tertinggi jadi agak berat.. Atau malah sangat berat.
Ketika saya menulis tingkatan ikhlas tertinggi lalu dibaca oleh sahabat yang belum nyampe pasti nggak akan nyambung. Namun saya akan tetap menulisnya meskipun dibaca oleh semua orang dalam berbagai level keimanan. Tujuannya supaya saya dan anda terus berproses.
Sekali lagi saya sampaikan ikhlas itu ada tingkatannya. Sebagaimana sabar, ridho, surga, neraka, kafir, syirik dll masing masing ada tingkatannya.
Jika kita bicara surga maka ada 7 atau 8 tingkat, demikian juga neraka. Dan masing masing tingkatan ada ratusan sub tingkatan. Masing masing sub tingkatan ada penghuninya masing masing. Masing masing mendapatkan derajad yang berbeda beda sesuai dengan amalannya.
"Bolehkah kita beramal dan berharap surga". Ya boleh banget lah. Dan harus itu. Apalagi banyak ayat di Al Quran yang mengajak manusia untuk melakukan amak kebaikan dengan balasan surga. Atau melakukan kejahatan dengan balasan neraka. Tinggal pilih saja.
Oleh karena itu lanjutkan amaliahnya baik yang wajib maupun yang sunnah... Seiring belajar terus meningkatkan level keikhlasan, ketaqwaan dan tawakalnya. Dan keikhlasan tertinggi ketika sudah tidak berharap apa apa. Hanya ingin ketemu Allah saja.
Ini level tertinggi ya? Anggap saja level 90 sampai 100. Dan memang hanya sedikit yang mampu. Saya juga belum mampu kok. Saya masih punya pamrih ketika ibadah. Tetapi saya terus belajar supaya bisa naik kelas.
Tingkatan ikhlas ada mukhlis ada mukhlas. Keduanya diterjemahkan dalam bahasa indonesia dalam satu kata yaitu "ikhlas". Mukhlis itu seseorang yang ikhlas beribadah semata mata berharap balasan dari Allah. Dan ini sudah bagus banget. Dari pada berharap pada mahluk endingnya pasti kecewa.
Misalnya sholat dhuha biar kaya, sholat tahajud biar naik karir, sholat 12 rakaat biar dapat istana surga, dan masih banyak lagi. Silahkan dipilih saja amaliah yang anda sukai.
Dan dalam beberapa artikel saya menulis tentang tingkatan ikhlas yang tertinggi yaitu mukhlas. Mukhlas itu kita tetap beribadah tetapi tidak mengharapkan apa apa. Pada tingkatan mukhlas mereka menganggap bahwa yang ibadah bukan dia. Bahkan yang bernafas bukan dia. Karena orang ini sudah menyadari bahwa hakikatnya dirinya tiada/ adam.
Memang untuk sampai pada tingkatan mukhlas sangat panjang proesnya. Dan hanya bisa dialami oleh orang orang tertentu saja alias segelintir. Salah satunya oleh hamba yang dicintai Allah. Siapa hamba yang dicintai Allah. Yaitu mereka yang diuji dengan ujian ugal ugalan diluar nurul lalu mereka lulus.
Mereka adalah orang orang yang dihancurkan dri segala sisi sampai tidak ada tersisa sedikitpun. Atau dihancurkan nyaris segala galanya sampai tidak ada jalan keluar. Pada akhirnya mereka paham bahwa maksud dan tujuan musibah tersebut supaya mereka menyerah kepada Allah. Mereka menyerah dengan cara menyerahkan "diri" nya kepada Allah. Artinya orang yang mukhlas adalah mereka yang sudah tidak punya "diri" lagi.
Mengapa beberapa kali saya menulis tingkatan ikhlas di level mukhlas. Karena hanya orang yang mukhlasin saja yang tidak bisa diganggu Iblis dan bala tentaranya. Selain mukhlasin masih ada celah untuk diganggu.
Khan saya dan anda ingin sembuh dari sihir lalu tidak bisa lagi digoda oleh Iblis khan? Makanya beberapa kali saya menulis artikel tentang ikhlas pada level mukhlasin alias tidak berharap apa apa. Harapanya supaya saya dan anda mau untuk terus berproses lalu naik kelas dan naik kelas lagi.
Mengapa orang mukhlis masih ada celah untuk ditipu oleh Iblis? Karena mereka beribadah masih ada syarat. Masih ada tendensi baik tendensi dunia maupun akherat. Ketika ibadah ada tendensi maka nafsu masih terlibat didalamnya. Dan iblis akan mengincar nafsu supaya teruus condong kepada mahluk dalam aktifitas ibadahnya. Mahluk itu bisa berupa pahala, reward, surga, kenikmatan, benda, orang dll.
Bayangkan seseorang yang beramaliah dengan amalan akherat dimana ada tendensi. Misalnya sudah dhuha bertahun tahun tapi nggak kaya kaya juga. Atau sudah sedekah habis habisan tapi nggak sukses juga. Atau udah ruqyah sangat gigih tapi nggak sembuh sembuh juga. Kira kira Iblis bisa nggak membisiki begini, "tuh khan apa saya bilang, kamu capek capek dhuha bertahun tahun, sudah sedekah habis habisan nggak kaya khan? Kamu juga sudah baca Az Zahrawain selama beberapa tahun tapi sihirnya belum hancur khan? Kayaknya Tuhanmu tidak menepati janji deh. Kayaknya kamu salah ber Tuhan. Ganti saja tuhanmu dengan aku, pasti aku kabulkan permohonanmu". Kira kira mulai luntur enggak keimanannya?
Mungkin awal awal enggak luntur. Tapi lama kelamaan mulai muncul keraguan. Lama lama karena tidak ada hasil lalu meninggalkan dhuha, sedekah dan ruqyah. Lama lama percaya kepada bisikan jin. Lama lama minta bantuan dukun.
Kalau sahabat pernah membaca kisah Barshisho Insya Allah akan lebih paham. Barshisho itu seperti pimpinan pondok pesantren terkenal yang muridnya ada puluhan ribu. Semua muridnya sangat alim, sakti dan punya karomah. Bahkan ketika mendengar ceramahnya Barshiho, para murid berjejalan. Ada yang menembus bumi, ada yang terbang diawan. Namun pada akhir hidupnya Barshisho menyembah Iblis lalu mati dalam keadaan kafir.
Diatas hanya satu kisah saja. Semoga kisah diatas tidak menimpa saya dan anda semuanya. Aamiin
Sekali lagi saya sampaikan orang ikhlas di level mukhlis masih ada tendensi dalam ibadah. Sementara orang yang tingkatan ikhlasnya sudah mukhlasin sudah tidak melihat itu semua. Mengapa demikian? karena sekali lagi ia tidak merasa dirinya yang beribadah. Ia tidak merasa dirinya yang bicara, melihat, mendengar dll. Dirinya sudah m4ti, karena "diri" sudah diserahkan kepada Allah.
Sekali lagi hanya orang seperti inilah yang tidak bisa diganggu iblis sebagaimana firman Allah dalam QS Al Hijr ayat 39 sampai 40
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (40)
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (amal amalnya) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas (mukhlasin) di antara mereka.” (QS. Al Hijr: 39-40).
Terus bagaimana sebaiknya?
Semuanya berproses. Saya anda dan mayoritas umat islam juga berproses untuk menuju ikhlas tanpa syarat kok. Saya juga masih ada pramrih dalam ibadah. Asalkan pamrihnya kepada Allah itu tidak ada masalah. Itu masih disebut dengan ikhlas. Misalnya ingin sembuh dengan ruqyah, ingin kaya dengan sedekah, ingin masuk surga dengan menjaga sholat 5 waktu dll.
Sekali lagi semua berproses. Tidak akan bisa langsung lompat ke ikhlas level tertinggi alias mukhlasin. Sebab ikhlas pada semua tingkatan tidak bisa dipaksakan. Semua mengalir saja seiring dengan tingkat pengalaman dan keimanan masing masing.
Kalau saya dan anda beribadah masih ada tendensi sekali lagi tidak apa apa dan itu bagus sekali. Yang penting tingkatkan tawakalnya kepada Allah. Mau diganjar atau dibalas cepat Alhamdulillah, dibalas lama juga Alhamdulillah. Jangan sampai ketika tidak kunjung dibalas lalu mulai luntur keimanannya.
Makanya kemarin saya menulis kurang lebih, saya dan anda yang hidupnya hancur karena sihir punya peluang untuk menjadi mukhlasin. Asalkan kita menyerah kepada Allah. Asalkan kita kembali sepenuhnya kepada Allah. Hidup dan mati, jiwa dan raga, baik dan buruk diserahkan kepada Allah.
Apa yang terjadi diakherat ketika seseorang menyerahkan dirinya kepada Allah? Tentu saja tidak akan dihisab. Sebab memang tidak ada yang bisa dihisab. Dan malaikat juga tidak berani menghisab insan yang sudah dimaqom mukhlasin.
Ketika ditanya malaikat, "Sholatmu bagaimana?". Maka anda menjawab tidak tahu. Karena selama ini anda sholat tapi tidak merasa dirimu yang sholat. Anda menyadari dan meyakini segala gerak karena digerakkan Allah. Tidak ada sebesar dzaroh gerakmu sendiri.
"Terus kalau tidak dihisab akhirnya kemana?"
Saya tidak tahu karena belum sampai kesana. Tapi tentu saja langsung ke Allah. Dan yang namanya kekasih pasti bebas melakukan apapun. Kadang ke neraka untuk menyelamatkan orang orang yang dikenal. Kadang juga ke surga, kadang ke Arasy, kadang kemana mana.
"Emang saat ke neraka untuk menyelamatkan orang lain tidak hangus terbakar?". Tidak lah. Sebab saat di dunia sudah dibakar dengan berbagai macam ujian tetap tenang dan kalem. Saat diberikan berbagai api ujian tidak terbakar kemarahan, kekecewaa, kesedihan, ketakutan dll.
Mau seperti itu? Pasti mau dong... Oleh karena itu saya dan anda sama sama harus mau untuk terus berproses. Jika engkau siap maka hidupmu akan menempamu. Takdir akan mendidikmu.
Kurang lebih seperti itu. Semoga mencerahkan
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar