Lakukan Ini, Sholat Anda Pasti Khusuk dan Nikmat

Menurut anda sholat yang khusuk yang kayak gimana? Apakah sholatnya harus menghayati bacaan? Ternyata tidak demikian. Yuk simak Lakukan Ini, Sholat Anda Pasti Khusuk dan Nikmat.

Kitab penghancur sihir selengkapnya klik disini


Lakukan Ini, Sholat Anda Pasti Khusuk dan Nikmat

Langit subhanallah.. Brrti gk pp Y tadz solat krna D paksa. Bkn dr hati. Dn blm bsa bener2 menikmati sepenuhnya.???. Melawan rasa malas itu luar biasa Y tadz apa lagi dlm pengaruh gangguan jin dn sihir.

Jawab: Gpp yang penting mau sholat. Mau karena dipaksa, mau karena ada keinginan, mau karena ingin curhat, mau khusuk atau tidak nggak ada masalah. Jangan sekali kali tinggalkan shollat.

Apalagi ketika dalam keadaan kena sihir dan terserang malas yang luar biasa, masih mau sholat itu bagus sekali. Dan orang yang kena sihir pasti akan dihalangi ibadahnya dengan berbagai cara.

"....Brrti gk pp y tadz solat krna di paksa. Bkn dr hati. Dan blm bsa bener2 menikmati sepenuhnya.?".

Statement sahabat diatas singkat tapi kalau dibahas panjaaaaaang banget. Yaitu membahas tentang hati, hati yang mana? Atau tentang menikmati sholat, bahasa lainnya khusuk. Yang menikmati siapa dan yang dinikmati apanya? 

Saya tidak akan membahas tentang hati dan kekhusukan. Sekarang saya mau share tentang maqom. level atau derajak sholat seseorang.

Apa itu sholat? Sholat dari bahasa arab yang artinya doa. Kalau dari akar katanya sholat sebenarnya bermakna "menunduk (raka'a)". Atau dalam kata lainnya bermakna "menyatu" atau terhubung atau connecting. Terhubung dengan apa? Tentu kalau umat islam terhubung dengan Allah.

Jika terjemahan sholat dalam bahasa Indonesia artinya doa/ du'a maka sholat itu maknanya menyeru atau memanggil. Siapa yang diseru? Allah. Atau dalam bahasa yang lebih mudah dipahami sholat bermakna "menghadirkan Allah".

Sholat itu adalah ritual ibadah untuk  "menghadirkan Allah" dalam hati. Menghadirkan Allah loh ya? Bukan menghadirkan/ mengingat hutang, duit, jodoh, sihir, pelaku sihir dll.

Sholat adalah rukun islam yang kedua setelah syahadat. Sedangkan makna syahadat adalah bersaksi. Atau dalam bahasa lain syahadat adalah pengalaman "menyaksikan/ melihat Allah". Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Atau dalam bahasa yang lebih dalam bersaksi bahwa segala sesuatu itu tiada, yang ada hanya Allah.

Lalu bersaksi juga bahwa nabi Muhammad shollallaahu alaihi wasallam yang ada di Mekah adalah rosulullah atau utusan Allah. Atau dalam bahasa yang lebih dalam bersaksi bahwa Muhammad yang ada dalam dirimu adalah utusan Allah. Ini tema yang dalam, kapan kapan kita bahas supaya tidak salah paham.

Kesimpulannya ketika kita sudah pernah mengalami "kisah tauhid" yaitu menyaksikan Allah setelah itu sholatlah. Atau hadirkan Allah dalam hatimu. Yang diwajibkan adalah sholat 5 waktu, akan tetapi sebenarnya menghadirkan Allah dalam hati harus dilakukan setiap saat setiap waktu.

Itulah alasan mengapa saat diakherat kelak yang pertama kali dihisab adalah sholat (lihat hadits). Kalau sholatnya bagus yang lain pasti bagus, tidak bisa tidak. Pertanyaannya sholat yang mana?

Tentunya sholat 5 waktu. Masalahnya khan banyak orang yang sholatnya rajin maksiat juga rajin. Sholatnya sempurna tapi masih suka marah marah, masih berontak terhadap takdir, masih suka ghibah, masih iri dengki dll. Pertanyaannya adalah, apakah orang yang rajin sholat, maksiat juga rajin akan aman ketika dihisab? Ini anda tanya yang besar.

Artinya tidak sekedar sholat secara ritual yang dihisab pertama kali melainkan juga seberapa sering saya dan anda sholat atau menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari hari. Jika dalam setiap aktifitas kita selalu menghadirkan Allah, maka sudah pasti semuanya akan baik baik saja. Kalau yang dilihat dalam segala sesuatu adalah Allah maka semua pasti aman. 

Oleh karena itu coba cek sekali lagi apakah sholat kita selama ini sudah benar benar menghadirkan Allah atau belum? Apakah selesai sholat tetap menghadirkan Allah atau ngomong kejelekan orang lain? Apakah setelah sholat bisa legowo atau nangis nangis saat kena ujian/ musibah?

Terkait dengan hal ini ada beberapa maqom atau level sholats seseorang yaitu:

1. Sholat karena keinginan dunia

Yaitu orang orang yang sholat karena keinginan dunia. Orang ini sholat sambil menyerahkan proposal dunianya kepada Allah. Ada tendensi keduniaan sebagai objeknya. Misalnya supaya kaya, bisnisnya lancar, dapat jodoh, supaya sembuh dari penyakit, supaya lulus, naik jabatan dll.

2. Sholat karena identitas

Yaitu orang orang yang sholat karena ingin dilihat orang lain (riya'). Ada tendensi supaya dibilang orang sholeh, calon mantu idaman, calon penghuni surga, ustadz yang alim, ustadzah yang sholehah dll. Biasanya menjangkiti para ustadz, ustadzah, ulama, pimpinan pondok, pemuda pemudi dll.

3. Sholat karena pahala

Yaitu sholat orang orang yang ada tendensi pahala berupa surga. Orang ini sholat karena takut dengan ancaman neraka. Lalu rajin sholat dengan harapan bisa ketemu bidadari jelita di surga.

4. Sholat karena sedang galau

Yaitu sholatnya orang orang yang sedang ditimpa musibah dan ingin menumpahkan perasaan sedihnya diatas sajadah. Misalnya sholatnya orang yang ditolak cintanya, sholatnya orang yang sakit nggak sembuh sembuh, sholatnya orang yang bisnisnya bangkrut, sholatnya orang yang sedang kena fitnah dll.

.

Sholat seperti diatas tidak benar benar menghadirkan Allah, meskipun menyangka sudah menghadirkan Allah. Atau menyangka sudah menghadirkan Allah tetapi hanya dijadikan sebagai perantara/ mak comblang saja. Allah dijadikan mak comblang untuk hajat keduniaan. Pun hanya dijadikan jembatan saja supaya dapat surga.

Apakah salah? ya nggak salah namanya juga proses, wong saya juga masih proses kok. Yang penting sudah sholat meskipun terselubung tendensi macam macam. Tetaplah sholat meskipun belum mampu menghadirkan Allah secara sempurna. Seiring proses seiring terus belajar sholat yang tanpa syarat dan tanpa tendensi apapun.

"Lalu sholat seperti apa yang benar benar menghadirkan Allah?". Jawabannya sholat yang ihsan. Yaitu sholat yang seakan akan melihat Allah atau kalau tidak bisa merasa seolah olah Allah sedang melihat kita (lihat hadits).

Kata melihat Allah jangan dimaknai seperti kita melihat benda atau mahluk loh ya? Karena mata kita tidak akan mampu melihat Allah secara lahiriah selama lamanya. Melihat Allah yang saya maksud adalah merasakan kehadiran Allah dalam diri dan segala sesuatu.

Sehingga sholat yang menghadirkan Allah adalah sholatnya orang orang yang tidak merasa dirinya sedang sholat. Tidak merasa "aku" yang sholat akan tetapi digerakkan oleh Allah untuk sholat. Ketika takbir tidak merasa dirinya takbir tetapi digerakkan oleh Allah untuk membesarkan namaNya. Demikian pula saat rukuk, sujud, tahiyyat sampai salam tidak merasa dirinya yang melakukan tetapi sekali lagi digerakkan oleh Allah.

Kalau saya dan anda sudah dimaqom ini otomatis tidak ada tendensi apapun bahkan surga sekalipun. Ketika anda mengucapkan "Allaahuakbar" saat itu merasa lidahmu digerakkan dan dididik untuk membesarkan dan memujiNya. Bukan mengucap takbir dengan berharap imbalan harta benda misalnya.

Sholatnya orang ihsan sebenarnya ada dalam petikan doa iftitah sbb:  ".....Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk golongan orang-orang berserah diri." 

Artinya sholat orang yang menghadirkan Allah ketika jiwa raganya tunduk dan pasrah tanpa mempersekutukan Allah (baca: tendensi) dengan apapun jua. Sholat orang yang ihsan adalah sholatnya orang orang yang hidup mati dan segala galanya diserahkan kepada Allah. "Mau dibikin kayak apa terserah Allah saja dah", gitu maksudnya. Bukanlah sholat orang orang yang punya tendesi pahala, surga, ngatur ngatur Allah dan punya kepentingan hajat keduniaan.

Nah pertanyaanya saya dan anda sudah dimaqom ini belum? Dari wajahnya kayaknya belum sih? Hehhee. Sama saya juga belum.

Gpp namanya juga proses....

Tetapi kalau kita sudah dimaqom diatas, inilah yang disebut khusuk.  Khusuk itu artinya tunduk dengan kerendahan hati yang tenang. Inilah sholat yang "nikmat". Sehingga kalau anda ingin menikmati sholat caranya dengan ihsan. Alias anda tidak merasa sedang melakukan ritual sholat karena menyadari kalau semuanya digerakkan oleh Allah.

Bisa?

Dan sahabat yang kena sihir punya peluang besar untuk bisa sholat dalam keadaan ihsan. Yaitu mereka yang menyadari bahwa segala kehancuran hidupnya adalah cara Allah untuk mengambil sebagian titipanNya. Mereka menyadari itu lalu memutuskan untuk melemaskan ego untuk kemudian berpasrah diri seraya tidak mempersekutukan Allah dengan sihir, dukun, pelaku dan apapun juga. Saat itulah anda sudah sholat secara ihsan.

Semoga mencerahkan

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Ruqyah Dukunnya Game Over Setelah Korban Lakukan Ini

Mau mengalahkan dukun? Coba praktekkan tulisan ini ya? Kisah Ruqyah Dukunnya Game Over Setelah Korban Lakukan Ini. Simak baik baik.