Banyak orang yang ceramah tentang ikhlas. Tapi banyak yang bilang ikhlas sebenarnya dirinya juga belum ikhlas. Karena ikhlas adalah bahasa hati bukan bahasa ceramah dan bahasa linsa. lalu Bagaimana Cara Belajar Ikhlas yang Benar dan Jujur? Simak tulisan ini baik baik ya?
BEGINI RASANYA IKHLAS YANG SEBENAR BENARNYA
Asalamualaikum ustad,mudah2 bsok chat saya ustad baca knp sih ustad KLO orang lagi kena sihir hancur semua😭😭😭,bsok seharusnya hari pertama anak2 msuk sekolah,TPI terpaksa hrus libur karna kami skrg lgi, dalam keadaan ekonomi sosial pekerjaan rusak semua,tlong bimbing saya ustad,saya ingin sembuh,hidup bahagia bersama keluarga ibadah dgan tenang😭😭😭
Jawab: Waalaikumsalam. Saya mengerti keadaannya sangaaat sulit. Mau ditulis dalam buku berjilid jilid tetap tidak bisa melukiskan keadaan yang sebenarnya.
Saya mengerti karena pernah mengalami dan merasakan keadaan yang sangat berat seperti ibu diatas. Ibu diatas tidak bisa layaknya seperti orang lain mengantar anak di hari pertama sekolah karena batinnya sangat tertekan.
Mau keluar rumah sudah malu duluan karena nama baiknya sudah hancur dimata warga dan masyarakat. Nggak keluar rumah kasihan anak nggak sekolah. Padahal hari pertama sekolah adalah hari kebahagiaan bagi anak. Bayangkan betapa terpukulnya hati orang tua yang tidak mampu membahagiakan anaknya..
Tapi mau keluar rumah nggak ada uang sepeserpun. Kasihan juga sang anak mau sekolah nggak sarapan karena nggak ada uang. Meskipun andai keluar rumah pasti dada bergemuruh sangat kencang. Saya dahulu nyaris pingsan padahal baru keluar pagar....
Kalau dipaksa keluar rumah dadanya sakit. Atau kepalanya sakit, giginya sakit, motor bocor dan macam macam dah... Pokoknya aneh bin ajaib....
Solusinya bagaimana?
"....tlong bimbing saya ustad, saya ingin sembuh, hidup bahagia bersama keluarga ibadah dgan tenang".
Saran saya dijalani saja meskipun memang sangat berat. Habis mau gimana lagi? Karena ruqyah kayak apapun pada saat itu kurng begitu berefek.
Ruqyah mah tetep dan wajib... Tapi pada saat kondisinya sedang dipuncak seakan sia sia saja. Ruqyahlah dengan harapan hatimu bisa sedikit bertambah kuat. Tapi jangan terlalu berekspektasi sembuh normal seperti sedia kala. Nanti malah tambah kecewa karena ekspektasi tidak sesuai harapan.
Jangan merayu Tuhan begini, "Ya Allah sembuhkan aku. Supaya aku bisa ibadah dengan tenang. Kalau aku sembuh pasti aku akan menjadi orang yang baik dan suka sedekah". Sering berdoa seperti itu tapi nggak sembuh sembuh malah tambah nyesek.
Meskipun seandainya dikabulkan biasanya lupa akan janjinya... hal ini disindir dalam Al Quran surat yunus ayat 22 dan 23 yang subtansinya begini, ketika manusia nyaris tenggelam ditengah laut maka ia akan berdoa dengan sepenuh hati, tapi saat diselamatkan tiba tiba lupa diri. Begitulah manusia termasuk saya...
"....knp sih ustad klo orang lagi kena sihir hancur semua😭😭😭". Memang begitu. Nyaris hancur semuanya hanya menyisakan sedikit saja. Meskipun andai tidak kena sihirpun semua akan hancur pada saatnya.
Berat memang... Tapi percayalah akan ada satu masa dimana anda bersyukur pernh dihancurkan. Sebab saat itu anda belajar bagaimana rasanya sebagian titipanNya diambil. Sehingga ketika pada masanya titipan yang lain diambil tidak begitu pedih.
Lain cerita seseorang yang sedang bergembira dengan dunia lalu tiba tiba dicabut nyawanya. Artinya saat itu semua diambilNya dan tidak menyisakan apapun bahkan nafasnya sendiri. Bayangkan bagaimana pedihnya sakaratul maut pada saat itu.
"Terus bagaimana solusinya?"
Pada saat sihir sednag dipuncak sering seringlah berdoa supaya Allah kuatkan. Karena kuat atau tidak kuat pasti akan dibanting banting dari segala penjuru. Menerima atau berontak tetap saja dihancurkan.
Kalau pada saat itu anda berontak maka yang anda rasakan semakin pedih. Jika anda belajar menerima tetap saja pedih. Tapi pedihnya seperti minum kopi. Meskipun pahit ada manis yang tidak bisa dijelaskan.
Tahukah anda "manis yang tidak bisa dijelaskan" itulah nur atau cahaya Allah yang berusaha menyeruak dari dalam qalbumu. Artinya cahaya Allah berasal dari penerimaan hati.
Kalau anda memahami tulisan ini maka akan paham bahwa hidayah itu tidak dari luar tetapi dari dalam. Hidayah itu bukan saat pergi ke kajian lalu mendengarkan orang yang ceramah, tetapi hidayah itu saat engkau mendengar bahasa qalbumu sendiri. Yaitu bahasa iman dalam penerimaan terhadap taqdir.
Ada sahabat yang WA, "Teruslah menulis pak ustadz,,saya slu membaca tulisan nya pak ustadz di FB , kata2 nya bikin hati ini sejuk, adem ayem , pokoknya obat penenang untuk kami yg korban sihir 🙏🏿"
Ketika anda membaca tulisan saya menggunakan hati yang ada didalam dada pasti adem, mak nyesss. Sebab saya mengajak hati untuk beriman kepada Allah bukan kepada mahluk. Iman itu percaya. Artinya percaya bahwa Allah lah yang memberikan ujian bukan mahluk. Allah lah yang mengijinkan datangnya sihir bukan mahluk.
Lain cerita kalau anda membaca tulisan saya masih membawa serta pengetahuanmu maka nggak akan masuk. Misalnya ada yang mengatakan "Tapi dalam hadits bukankah kita boleh membalas kedzalimans seseorang ust?". Nah kalau pengetahuanmu masih dibawa pasti akan ada bentrok. Kalau saya meladeni ujung ujungnya debat.
Oleh karena itu ketika saya menulis tentang manajemen hati, letakkan dulu pengetahuanmu. Bukan dibuang loh ya, tapi letakkan dulu lalu simak baik baik supaya hatimu adem.
Semakin lama semakin adem sehingga pada masanya lupa dengan keinginan untuk membalas kedzaliman orang lain dan lebih memilih memaafkan. Mengapa memaafkan? karena ia paham ketika kita memaafkan orang lain pada hakikatnya menerima kedatangan Allah dibalik ujian dengan hati yang terbuka.
Mengapa hatinya terbuka? Karena melihat Allah dibalik ujian. Mengapa mampu melihat Allah? Karena hatinya sudah dibuka. Oleh karena itu buka hatimu jangan ditutupi oleh "ego" dalam dirimu sendiri.
Sebagai penutup saya mau menyampaikan sesuatu yang sangaaaat penting dengan satu pertanyaan. "Apakah manusia bisa ikhlas?".
Percayalah padaku bahwa manusia tidak akan bisa ikhlas selama lamanya jika masih membawa ego. Tidak peduli orang awam atau ustadz, orang islam atau non islam sama saja tidak akan bisa ikhlas jika masih punya ego. Catat ya?
Apa itu ego? Ego adalah diri atau nafs atau hawa nafsu. Dalam bahasa lain ego adalah harga diri. Artinya anda mustahil bisa benar benar ikhlas kalau masih punya harga diri. Ketika harga dirimu disinggung anda pasti marah, apalagi dihancurkan. Inilah ego
Apa tujuan atau hikmah dari ujian yang ugal ugalan? Tujuannya supaya egomu hancur. Kalau tambah mengeras maka akan dihancurkan lagi sampai sirna. Ketika egomu sirna maka barulah anda bisa merasakan pengalaman ikhlas yang sebenarnya. Dalam bahasa lain ketika anda menerima kenyataan bahwa manusia memang tdak punya harga diri maka disitulah anda akan merasakan manisnya ikhlas.
Mengapa ada seseorang yang menerima sebuah kenyataan bahwa dirinya memang tidak punya harga diri? karena di maqom itu ia mengerti bahwa yang punya diri hanya Allah semata mata.
Di level ini seseorang tidak lagi protes akan apapun yang menimpa dirinya dan orang lain. Bagaimana bisa protes? Padahal saat itu ia sadar bahwa dirinya bukan apa apa dan bukan siapa siapa. Dirinya hanya wayang saja. Dirinya sudah tiada yang ada hanya diri Allah saja. Maka pada saat itulah ia sedang menyaksikan Tuhan. Saat itulah ia bersyahadat tanpa huruf dan tanpa suara. Bersyahadat dengan bahasa hati yaitu penerimaan dalam bingkai ikhlas.
Artinya yang menutupi hati dari melihat Allah siapa? Ya dirimu sendiri. Diri (harga diri), ego atau hawa nafsumu sendiri yang membutakan hati. Ketika hatimu tertutupi oleh diri maka akan gelap. Hidupmu gelap tersesat tak tahu jalan. Sedangkan manifestasi dari kegelapan adalah hidup yang penuh tekanan dan penderitaan.
Makanya ketika hatimu berada dalam kegelapan berarti butuh cahaya. Cahaya apa? Cahaya Allah. "Allaahu waliyyulladziina aamanuu, yukhrijuhum minaddzulumaati ilannuur". Artinya Allahlah yang mendampingi/ memimpin orang orang yang percaya, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). (QS Al Baqarah: 257)
Bagaimana cara mengakses cahaya Allah? Caranya seperti yang sudah saya tulis diatas yaitu pelan pelan terimalah kehancuran diri. Dalam bahasa lain untuk membuka pintu hati sehingga muncul cahaya Allah caranya dengan menyadari bahwa kita semua tidak punya harga diri, yang punya diri hanya Allah saja.
Bagi yang sudah pernah mendengar ujian adalah tanda cinta dari Allah ya beginilah penjelasannya. Ujian yang ugal ugalan dimaksudkan supaya engkau kembali kepada (pelukan) Allah. Untuk kembali kepada Allah sekali lagi anda harus sadar bahwa yang punya diri adalah Allah.
Ketika engkau sudah di maqom ini maka saat itulah engkau sedang melihat Tuhan yang sebenarnya. Dan engkau pasti akan melihat bagaimana hebatnya Tuhan membereskan semuanya tak terkecuali.
Demikian semoga mencerahkan
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar