Sahabat tahu rajah? Pasti tahu dong? Dan banyak rajah yang disalah gunakan untuk tujuan sihir. Bagaimana cara membaca rajah? Yuk simak Cara Membaca Tulisan Rajah, Wafaq dan Jimat
CARA MEMBACA RAJAH SIHIR PART 1
Ada salah satu bidang ilmu yang membahas tentang angka angka. Ilmu astronomi dan ilmu falaq juga membahas tentang angka angka. Termasuk dalam hal ini ilmu wafaq. Nama lainnya yang mirip tapi tidak sama adalah rajah, isim, hizib, tholasim, syakal, dairoh, khatim. Kalau bahasa indonesianya jimat.
Falaq itu bahas arab, bahasa indonesianya Ilmu Astronomi kalau bahasa jawanya mirip dengan itung itungan primbon (kejawen). Cuma beda objek yang dihitung. Di China juga ada ilmu itung itungan (ilmu hisab) yang disebut dengan Feng Shui yang membahas tentang itung itungan energi. Lalu muncul istilah Yin & Yang.
Saya tahu mayoritas peruqyah menghukumi ilmu wafaq adalah syirik. Padahal kalau kita lihat ke belakang konon Imam Ghazali mengarang buku berjudul "Al Aufaq", Ibnu Qayyim dalam kitab Thibbun Nabawi ada bab yang diberi judul, "Kaaf Al Kitaabah" yang artinya tulisan. Sementara Syeikh Al Buni seorang ulama abad 13 dari Aljazair mengarang buku khsusu pelajaran wafaq judulnya "Syam Al Maarfif" yang artinya matahari pengetahuan.
Kitab Syam Al Maarif atau Syamsul Maarif inilah yang dijadikan sebagai panduan para praktisi ilmu hikmah (supranatural) untuk membuat rajah, isim, syakal dll. Makanya banyak orang yang menuduh praktisi ilmu hikmah mempraktekkan sihir, padahal tidak semuanya.
Ilmu ini sebenarnya adalah degradasi atau memecah sebuah rumus menjadi angka angka. Atau memecah sebuah nama/ isim menjadi huruf lalu dihitung (dihisab/ dihisap/ disedot) jumlah hurufnya. Misalnya memecah kata Ar Rohman menjadi beberapa huruf lalu dihitung jumlahnya. Biasanya setelah itu didzikirkan atau dilarutkan dalam air untuk minum atau mandi.
Konon katanya ilmu wafaq ini dibuat dengan tujuan membentuk pola energi yang diinginkan yang dapat digunakan sebagai sarana penyembuhan, perlindungan, keselamatan, kemudahan dll. Intinya mirip dengan ketika kita membaca ayat kursi pagi dan sore sebagai wasilah perlindungan dan tolak bala. Bedanya yang satu dilafadzkan yang satu ditulis dan diuraikan menjadi huruf dan angka.
Apa hukum wafaq? Syirik atau tidak? Jawabannya silahkan tanya ustadz anda saja. Ketika ustadz anda bilang syirik tentu anda jangan pakai wafaq. Termasuk ketika ustadz anda bilang minyak ruqyah PL adalah syirik saran saya jangan dipakai.
Kalau saya pribadi tidak berani langsung mengatakan syirik nanti jadi bumerang. Sebab saya juga melakukan hal yang mirip saat meracik minyak ruqyah. Misalnya membuat minyak ruqyah, lalu membacakan ayat ruqyah ke dalamnya, membaca sekian kali lalu meniupnya. Niatnya jelas supaya energi dalam media ruqyah tersebut mampu mendesak jin setan yang ada dalam tubuh korban.
Saya pribadi juga tidak melarang seseorang yang menulis petikan ayat suci Al Quran atau ayat ruqyah di kertas atau bejana lalu dilarutkan dalam air untuk mandi misalnya. Karena cara ini juga direkomendasikan oleh Ibnu Qayyim atau Syeikh Ben Halima atau peruqyah lainnya.
Bagi Ibnu Qayyim, Imam Al Ghazali, Syeikh Al Buni, Syeikh Ben Halima dll saya sangat yakin mereka paham tauhid. Saya meyakini mereka tidak melakukan kesyirikan. Hanya saya saya, anda dan mereka yang tidak paham bisa jatuh kepada kesyirikan jika meyakini benda benda tersebut memiliki kesaktian dan kekuatan.
Para ulama yang ngerti ilmu wafaq ngerti juga mekanisme atau cara kerja wafaq. Sebagaimana saya pribadi juga paham cara kerja media ruqyah. Wafaq atau media ruqyah atau bahkan ayat ruqyah bisa menjadi syirik jika anda meyakini benda, media, tulisan memiliki kekuatan.
Oleh karena itu saya sebagai peracik media ruqyah berkali kali menyampaikan supaya anda tidak meyakini minyak ruqyah klinik pendekar langit memiliki kekuatan dan kesaktian. Cara memandangnya sama seperti kita makan nasi. Secara lahiriah memang nasi memiliki kandungan karbohidrat sehingga bisa mengenyangkan, tetapi pandang secara batiniah bahwa yang mengenyangkan adalah Allah. Nasi sama sekali tidak memiliki kekuatan apa apa tanpa ijin dari Allah.
Sekaligus saya juga menyarankan kepada para peruqyah untuk edukasi pasiennya. Jangan meyakini bacaan ayat ruqyah, tulisan ayat ruqyah dll memiliki kekuatan. Apalagi sampai mengatakan "ruqyah dengan saya pasti sembuh karena saya sakti". Kalau begitu tidak ada bedanya dengan dukun. Akan tetapi edukasikan tentang tauhid yaitu jangan pandang mahluknya (ayat ayat ruqyahnya) tetapi pandanglah Allah dalam hatimu. Nah tentang cara pandang ini sering saya tulis di fanpage Klinik Pendekar Langit sudah follow belum?
Saran saya bagi yang nggak paham tidak usahlah pakai rajah rajahan, jimat jimatan dll nanti beresiko syirik. Dan saya melihat umat yang pakai rajah atau jimat rentan sekali kena syirik. Rajah yang paling sakti bukan ayat suci yang tertulis pada kertas apalagi jimat jimatan, tetapi makna ayat yang terhunjam dalam hati menjadi mentalitas. Yaitu mental tangguh orang orang yang beriman kepada Allah.
Apalagi sekarang ini ilmu wafaq banyak sekali disalah gunakan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melaksanakan sihir. Artinya ilmu ini seperti 2 sisi mata pisau, disatu sisi bisa membantu masak didapur, disisi lain bisa digunakan untuk membnh. Bukan salah pisaunya tapi salah penggunanya.
Sekali lagi ilmu wafaq/ hitung hitungan bisa disalah gunakan untuk santet pelet gendam guna guna dll. Para dukun membuat rajah, isim, khatim, syakal dll untuk tujuan sihir. Mereka membuat pagar, pola, simbol dll untuk menangkap energi negatif (setan) lalu kemudian energi negatif ini dimanfaatkan untuk mencelakakan orang lain.
Untuk membuat rajahnya memiliki energi negatif yang kuat, para penyihir menulisnya bukan dengan tinta tapi dengan darah. Lalu menggunakan media najis misalnya kulit b4b1, waktu penulisan ditengah malam, menghadap bintang tertentu, memakai minyak mistik, mengguyurnya dengan d4rah, lalu membacakan kedalamnya mantra kutukan. Mantra ini adalah mantra khusus yang didapatkan pasca puasa 40 hari 40 malam.
Khan beda 180 derajad dengan apa yang saya lakukan. Saya menulis ayat Al Quran dikertas biasa, tanpa mendegradasi. Kenapa saya tidak mendegradasi/ mengurai tulisan tersebut? Karena saya nggak paham ilmu rajah. Atau saya membaca ayat ayat ruqyah didepan media ruqyah, waktunya kapan saja biasanya di waktu doa mustajab, setelah ini meniupkan ke media ruqyah dengan niat memindahkan bacaan. Just like that...
Terkait dengan cara membaca rajah (untuk sihir) maka saya sampaikan rajah itu ada beberapa bagian. Ada pagaran, ada simbol, ada bendera, ada tujuan dll. Misalnya penyihir ingin memagari energi negatif (setan) sehingga tidak bisa keluar maka dukun membuat pagar 3 kolom berisi angka angka tertentu. Jika penyihir ingin membuat korbannya sakit maka dikertas rajah ditulis kata "maridh" yang artinya sakit. Artinya penyihir menangkap jin melalui media dan disuruh untuk membuat korbannya sakit. Kurang lebih seperti itu.
Bagaiman detailnya membaca rajah atau wafaq? Insya Allah bersambung part 2 ya? Yang penting sekarang dipahami dulu mekanismenya. Btw ada yang mau baca part 2 nya tidak?
Wallaahu A'lam
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar