Cara Supaya Hati Bisa Lapang, Ikhlas dan Ridho Terhadap Ujian

Hidup adalah ujian. Dan banyak ujian yang menimpa kita bikin hati nyesek. Kadang saking beratnya ujian sampai menderita lahir batin. Tersiksa sekali rasanya. Bagaimana Cara Supaya Hati Bisa Lapang, Ikhlas dan Ridho Terhadap Ujian? Simak tulisan ini ya

 


CARA SUPAYA HATI LAPANG NGGAK DONGKOL LAGI

Niatkan ngaji kita ini karena Allah, bukan karena makhluk🙏Karena makhluk bisa datang dan pergi🙏

Jawab: Betul sekali, kita semua harus berjuang dalam setiap aktifitas semua "karena Allah". Bahasa arabnya "bismillah". Sebuah ucapan yang mudah dilisan tapi berat diaplikasinya.

Karena kalau karena Allah maka hati kita kudu lapang. Semakin karena Allah semakin lapang. Lapang itu seperti bingkai atau bungkus. Isi bungkusannya ada sabar, ikhlas, tenang, bahagia dll

Ketika kita mengucap bismillah atau "bersama Allah" atau karena Allah tapi hati kita masih sempit maka ucapan itu dusta. Dada yang sempit berisi ekspektasi yang tidak sesuai harapan dan keinginan. Isi didalamnya ada kecewa, ngambeg, baper, sedih, marah, dongkol dll. Jika kita mengucapkan "semua karena Allah" tapi hati masih dongkol artinya ucapan itu belum lurus. Tidak singkron dengan hati.

Ketika kita sudah berucap bismillah, atau semua karena Allah maka hati wajib lapang meskipun realitas tidak sesuai dengan ekspektasi. Allah datang bersama realitas yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Artinya Allah datang sesuai dengan kehendakNya, tidak harus nuruti keinginanmu. Kalau kita berdoa nyuruh nyuruh Allah, "harusnya khan begini begitu" secara tidak langsung kita menganggap Tuhan adalah jongos yang bisa diperintah sesuka hati. kalau demikian sebenarnya yang tuhan itu siapa?

Contoh: Kita sudah mengucapkan bismillah sebelum ngojek dengan harapan dapat uang banyak untuk makan anak istri, tapi nyatanya pulang zonk. Maka kita wajib lapang hatinya karena realitasnya seperti itu. Pasti Allah punya maksud lain ketika belum berkenan memberikan rezekinya hari itu. Kalau kita pulang dalam keadaan dongkol maka lisan berucap bismillah tapi hati berucap "bisminafs" atau atas nama keinginan hawa nafsu.

Contoh lain saat kita ruqyah selalu baca bismillah dan banyak doa doa lainnya dengan harapan sembuh. Ketika kita belum sembuh tetap wajib lapang hatinya. karena itulah keinginan Allah yang datang bersama realitas taqdir. Kalau kita kecewa sebab sudah ruqyah setiap saat tetapi tidak sembuh juga artinya lisan berucap bismillah hati berucap "atas nama keinginan hawa nafsu"

Mengapa hati kita susah sekali untuk mengatakan "atas nama Allah meskipun lisan sudah ribuan kali mengatakannya?. Mengapa sudah baca basmalah tapi tetap saja benci, baper, dongkol, kesel dll?"

Jawabannya gamblang sebenarnya. Sebab hati enggan memandang Allah, yang dipandang adalah dirinya sendiri, nafsunya sendiri, keinginannya sendiri. Yang dilihat bukan Allah tapi mahluk. Nafsu menginginkan dan mengharap mahluk melakukan sesuai apa yang diinginkan. Sehingga ketika mahluk tidak seperti ekspektasi akan memicu kekecewaan.

Dalam kata lain hatinya tertutupi oleh dirinya sendiri yang memandang mahluk. Coba pegang dada masing masing, apakah masih ada marah, benci, kecewa, nyesek dll? Kalau masih ada artinya hatinya masih memandang mahluk. 

Ketika engkau menerima penjelasan saya ini maka anda akan mencari tahu, bagaimana caranya supaya nggak nyesek lagi? bagaimana supaya nggak marah dan baper lagi? Bagaimana supaya hatinya lapang lalu merasa plong?

Saya yakin dan percaya jika anda sering menanyakan hal ini sambil merenung Insya Allah pada masanya akan menemukan jawaban. Bukan menemukan tulisan tentang "lapang dada" tetapi mengalami sendiri rasa lapang tersebut. Inilah yang disebut hidayah, yaitu pengalaman merasakan hati yang lapang karena mampu memandang Allah dibalik segala galanya.

Saya mau kasih kisah analogi tentang lapang dada. Dulu saya sering main topeng hantu sama anak saya Reyfan kecil. Awal awal kita main topeng hantu, reyfan kecil ketakutan. Ketika topengnya saya buka barulah ia sadar kalau itu wajah bapaknya. Next kita main topeng hantu lagi, reyfan kecil nggak ada takut takutnya malah ketawa tawa. Ketika saya berteriak "Wuaaaa aku hantu yang serem". Reyfan kecil malah pasang tampang yang lebih menakutkan, "Wuaaaa aku juga hantu, aku gigit kamu". Setelah capek bercanda canda main topeng hantu saya ajak reyfan kecil jalan jalan cari jajanan. Sueneenng dia

Satu topeng yang membuat reyfan kecil sangat ketakutan meskipun tahu didalamnya ada wajah bapaknya yaitu topeng ondel ondel. Reyfan kecil ketakutan karna trauma pernah melihat manusia ditelan ondel ondel hidup hidup. Padahal itu bukan ditelan melainkan memang ondel ondel harus seperti itu. Harus ada orang masuk didalamnya, tapi disangka dimakan ondel ondel. Ada ada saja. Makanya ketika saya pakai topeng ondel ondel pasti histeris.

Pertanyaannya mengapa reyfan kecil ketakutan saat bapaknya memakai topeng ondel ondel? Jawabannya karena pikirannya fokus kepada wajah serem ondel ondel. Wajah bapaknya tidak kelihatan sebab ketutup oleh wajah ondel ondel. Ditambah dengan miss trauma masa lalu. Trauma yang nggak bener tapi diyakini sebagai sebuah kebenaran.

Pertanyaannya ketika mas reyfan melihat wajah bapaknya yang terlihat wajah siapa? Yang terlihat wajah ondel ondel. Tapi kalau mas reyfan melihat dengan hatinya siapa yang dilihat? Yang dilihat adalah bapaknya. Reyfan kecil tahu itu bapaknya meskipun secara pandangan lahiriah berwajah ondel ondel yang menyeramkan.

Dngkol, sebel, baper, kesel, ngedumel dll karena fokus kita melihat wajah ondel ondel. Bagaimana supaya hatinya lapang tidak baper, tidak kecewa, tidak marah dll? Caranya anda harus kenal dengan siapa yang ada dibalik ondel ondel.

Kalau dalam dinamika kehidupan mengapa kita kecewa, lalu dengan kekecewaan tersebut kita melakukan perbuatan yang merusak? Karena selama ini kita memandang mahluk. Selama ini kita tertipu dengan casing.

Mungkin anda akan membantah paragraf diatas seraya mengatakan, "aku tidak peduli dengan mahluk, karena aku selalu bersama Allah. Hanya Allah dihatiku". Tapi disisi lain bahasa hati tidak bisa bohong loh ya? Hati anda menjawabnya dengan rasa, apakah rasa lapang atau rasa marah. Mungkin anda sholat, ngaji setiap hari, dzikiran terus dll tapi jika hatimu masih penuh kemarahan, dendam dan sulit memaafkan orang lain mau tidak mau harus saya katakan, "hatimu tidak kenal Allah dan belum mampu memandang Allah dibalik segala casing/ mahluk"

Mau tidak mau kita harus mengakui hal ini. Paksa dirimu untuk mengakuinya, supaya ke depan ada jalan hidayah sehingga kita mampu mengenali Allah. Karena ketika saya dan anda sudah mampu melihat Allah dibalik casing mahluk maka saya jamin akan mudah sekali hati merasa lapang. 

Awal awal dongkol wajar namanya juga manusia. Sebagaimana reyfan kecil awal awal kaget karena bapaknya pakai topeng hantu. Tapi kagetnya nggak lama karena hatinya langsung paham bahwa dibalik topeng ada wajah bapaknya yang ingin ngajak bermain. Setelah itu reyfan kecil akan menikmati permaiannya sampai lupa waktu.

Artinya benar sekali petikan ayat Al Qur'an, "Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?" (QS al-An'am ayat 32)

Artinya dunia ini adalah panggung permainan. Permainan siapa? Permainan Allah untuk menguji penglihatan mata hati hambaNya. Allah hendak bercanda dengan hambaNya melalui ujian supaya dengannya sang hamba mampu mengenali DIA yang ada dibalik mahluk dan dibalik segala galanya.

Saya bapaknya reyfan kecil sangat menyayangi anaknya. Dan Allah lebih sayang kepada hambaNya melebihi rasa sayang kedua orang tua kepada anak anaknya. Artinya ketika hamba mampu mengenali Allah yang sedang bersembunyi dibalik mahluk maka permainan selesai. Kalau saya ketika permainan selesai ngajak jalan jalan reyfan kecil cari jajanan, kalau Allah beda. DIA akan memberikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

"Ooo begitu ya ustadz. Berarti dapat surganya nanti diakherat setelah kita mati ya?"

Ya nggak juga. Surganya dunia akherat. Di dunia dapat di akherat apa lagi. Di dunia dapat ketenangan dan kebahagiaan. Dapat solusi dan jalan keluar. Dapat kemenangan atau kesembuhan. Dan masih banyak bonus bonus tak terduga lainnya.

Sekali lagi ini hanya sekedar tulisan yang bisa anda jadikan sebagai road map. Praktekkan sampai anda mengalami sendiri. Oleh karena itu yuk praktek melihat Allah dibalik mahluk dan dibalik segala galanya sampai akhir hayat. Praktek tidak melihat apapun kecuali Allah inilah yang disebut ilmu tauhid atau mengesakan Allah.

Demikian semoga mencerahkan

Wallaahu a'lam

Klinik Pendekar Langit



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Orang Lain Karena Allah Kamu Pasti Dapat Surga

Mau dapat surga? Bentuknya solusi dari permasalah hidup, rumah tangga harmonis, rezeki lancar dll. Mau? kalau mau Maafkan Orang Lain Karena ...