Dunia sementara akherat selamanya. Ini kata kata yang sering anda dengar tapi belum tentu anda pahami. Yuk simak Makna Dunia Sementara Akhirat Selamanya yang Membuatmu Terkejut lalu paham sepaham pahamnya.
SANTAPAN ROHANI, REALITAS AKAN BERGANTI, KEBERSAMAAN DENGAN ALLAH ABADI
Karena faktor yg paling penting dalam menghadapi cobaan sihir itu adalah tawakal kepada Allah dan ikhlas menjalani hidup ini..banyak bersabar krn spt kt dlm ujian sihir itu emosi kita itu diuji luar biasa..jinnya selalu memacing emosi agar marah..entah dgn merusak barang, menghilangkan barang, mengurangi jumlah barang yg kita pakai.. Semuanya sdh pernah saya alami..KLO TDK dibarengi dgn rasa tawakal mustahil bs bertahan dalam ujian sihir ini..saya mungkin sdh sakit sakitan atau gila bahkan mati.. Saya banyak belajar mengelola emosi dari santapan rohani yg sering ustadz share di group.. .banyak sekali ilmu dan manfaat nya.. Jazakallah Khoyr ustadz ilmunya 🙏🙏
Jawab: Baca tuh tulisan sahabat diatas karena memang bener banget. Saya dan anda harus benar benar belajar bersabar karena ujian sihir emosimu benar benar dipermainkan oleh setan. Benar sekali kata sahabat diatas bahwa jin/ setan pintar sekali memancing emosi kita. Mereka licik sekali dalam mengadu domba antar manusia khususnya antar umat islam.
Segala cara dilakukan oleh setan agar kita kepancing emosinya. Misalnya sebagaimana contoh sahabat diatas setan menghilangkan barang di rumah sehingga saling tuduh satu sama lain. Contoh lain misalnya anak dibikin sakit, rewel, berantem dll. Atau suami dibikin abai, acuh. Dan puncaknya ketika salah satu digiring setan untuk selingkuh. Itu semua ulah setan dimana seringkali sukses mencerai beraikan rumah tangga secara khusus, dan mencerai beraikan umat secara umum.
Ada sahabat lain yang WA, "Sekarang juga lagi malas-malasnya lagi bergerak,jangankn kluar rumah aktifitas di rumahpun sulit Skali sy lakukan,,,".
Saya dulu juga ngalami apa yang dialami sahabat diatas yaitu mager atau malas tingkat dewa. Bahkan saya malas membuka HP untuk sekedar membalas pesan dari teman dan klien. Akhirnya usaha saya bangkrut gara gara diserang malas. Yang saya heran kok bisa ya??? Kok bisa saya malas ampun ampunan. Aneh bin ajaib saya seorang pekerja keras tiba tiba jadi pemalas tingkat dewa.
Sekarang saya dan anda tahu mengapa tiba tiba mager khan? Itu semua karena ulah setan yang nempel pada jiwa/ hawa nafsu kita. Termasuk ketika saya dan anda marah marah, dendam, kecewa, sedih, cemas, was was, takut, nglokro, putus asa, khawatir, kikir, sombong, angkuh, riya' dll. Silahkan ditambahkan sendiri sesuai dengan apa yang anda alami ya? Intinya semua itu adalah hawa setan. Atau lebih tegasnya "itulah setan".
Sekarang akhirnya anda jadi paham bahwa setan adalah musuh yang nyata bahkan lebih nyata dari apa yang anda pikirkan selama ini. Nyata sekali. Misalnya hari ini saya melihat istri saya marah marah gara gara anak bandel dan nakal, maka saya barusan melihat setan. Siapa dia? Ya istri saya. Kalau hari ini kamu marah marah maka kamulah setannya. Ketika kamu baca taawudz sebenarnya anda berdoa supaya berlindung dari diri anda sendiri yang seringkali jadi setan.
Artinya: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", (Yasin: 60)
Nah sekarang saya dan anda juga paham firman Allah diatas khan? Sebab setan adalah musuh yang nyata dan setannya nggak jauh jauh. Setannya ada pada dirimu sendiri. Oleh karena itu jangan sembah setan dengan mengikuti dorongannya. Misalnya jin dalam jiwamu membuat kemarahamu berkobar kobar lalu merusak barang barang dirumah. Ini namanya menyembah setan. Setannya siapa? yaa kamu lah. Sedangkan jin hanya menghasut, menjebak dan mengadu domba sambil kipas kipas.
Artinya jangan ikuti/ menyembah Iblis dengan cara mengikuti gemuruh dalam dadamu. Ketika pikiranmu ditarik kepada kenangan masa lalu yang membuatmu berprasangka buruk kepada pasangan dan orang lain maka jangan diikuti. Kalau diikuti nanti dirimu bisa interogasi pasangan, cekcok lalu berujung cerai/ berpisah. Ketika kamu sedih, dendam, dongkol, sebel, takut, was was, cemas dll segera taawudz jangan malah dilampiasakan. Ketika dadamu bergejolak namun kamu mampu meredamnya itulah proses belajar menyembah Allah. namun jika dadamu bergemuruh lalu dilampiaskan dengan cara cekcok dengan pasangan ini namanya menyembah Iblis atau setan.
Ada sahabat yang WA, "Iy itu bener. Tapi tuan rumah seharusnya ga minta aq dtg..Ini kemarin ampe 2x kerumah bilng ,dtg y kan jd panitia ibu katanya. Ini berarti udh di sengaja. Kalo aq sebetulny suka ga jd panitia kok .aq bnyk krj an juga..🙏🏻. Jngn harap aq mau nnti bila di panggil 😁"
Jadi ceritanya sahabat diatas diundang rapat tapi nggak dijadikan panitia. Lalu sampai rumah nangis nangis karena merasa direndahkan. Kemudian beliau dongkol dan nggak mau datang lagi ketika dipanggil. Dan ini wajar sebab seakan akan nyepelein. Makanya marah, dongkol, sebel dll wajar. Tapi jangan dilampiaskan misalnya berencana tidak akan membantu, tidak akan datang ketika dibutuhkan. Ini pelampiasan dendam namanya. Dan harus saya katakan apa adanya ini salah satu contoh menyembah setan.
Apa yang terjadi jika kita menyembah setan? Simak firman Allah berikut ini:
Artinya: Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. (QS Yasin: 62-64)
Nah lagi lagi saya dan anda jadi paham ketika kita menyembah setan maka akan masuk neraka jahanam? Kapan masuknya? Masuknya sekarang dalam bentuk neraka akherat dan neraka dunia. Neraka akherat itu ada dalam hatimu yaitu rasa rasa yang membuat batin terluka misalnya sedih, kecewa, dongkol, cemas, takut dll. Sedangkan neraka dunia dalam bentuk kehancuran kehancuran yang sudah anda alami. Misalnya hancurnya rumah tangga, ekonomi, sosial, penyakit dll.
Dan inilah prototype atau miniatur atau cerminan atau hologram dari apa yang akan anda alami nanti saat di akherat. Khan sudah terang benderang kalau saya dan anda menyembah setan maka akan masuk neraka. Ketika sekarang ini anda sering melampiaskan kemarahan, dendam, kekecewaan, kesedihan dll apakah layak nanti diakherat masuk surga? Apapun alasannya saya ragu dengan prasangkamu.
Saya sih berharap, meskipun harapan saya terasa ambigu. Saya berharap sahabat yang kena sihir kemudian jiwanya mudah diombang ambingkan setan dengan cara melampiaskan kemarahan, kekecewaan dll semoga nanti diakherat masuk surga. Alasannya karena kena sihir. Tapi jujur saya ragu dengan harapan saya ini. Sebab marah itu dari setan dan melampiaskan amarah berarti menyembah setan. Sementara kalau anda menyembah setan maka akan masuk neraka. Khan begitu jalan ceritanya.
Oleh karena itu supaya kita semua bisa membuang keraguan maka jadikan ujian kena sihir ini sebagai media pembelajaran yang sesungguhnya. Belajar apa? Belajar mengingkari bisikan setan dalam jiwa kita untuk kemudian lebih percaya kepada Allah. Belajar meredam kemarahan, dendam dan kekecewaan karena Allah. Bisakah? Bisa tapi swuuliitnya nggak ketulungan.
Tapi paling tidak ketika anda mengalami sendiri bagaimana sulitnya ikhlas karena Allah, anda menjadi paham bahwa menjadi orang beriman nyatanya nggak mudah. Dengan ujian ini anda jadi paham menjadi muslim itu butuh perjuangan jiwa dan raga. Percaya/ beriman bahwa dibalik ujian ada Allah itu sulitnya luar biasa. Dan belajar tunduk/ pasrah atau menjadi muslim itu perjuangannya sungguh mengharu biru.
Menjadi islam versi manusia itu mudah sekali. Cukup membaca syahadat lalu sholat maka sudah islam. Apalagi hari hari pakai gamis, isi ceramah sana sini, meruqyah sana sini, dll seakan akan terlihat begitu islami. Akan tetapi menjadi islam menurut Allah itu perjuangannya luar biasa. Artinya ketika anda kena sihir seebnarnya anda sedang diajari cara beriman dan berislam yang benar. Gurunya bukan manusia, bukan malaikat apalagi pendekar langit tetapi gurunya Allah sendiri. Allah yang menjadi guru atau mursyidmu.
Oleh karena itu bagi anda yang kena sihir atau sedang mengalami ujian berat sering seringlah muhasabah diri. Sering merenung dan tanyakan kepada diri sendiri apa maksud dibalik ujianmu. Ketika anda mulai menyadari bahwa ujian sihir ini dari Allah maka saat itulah dimulai proses pembelajaran tauhid yang sebenar benarnya. Proses belajar tauhid dimana gurunya bukan mahluk tetapi Allah sendiri. Oleh karena itu yang serius belajarnya ya? Supaya lulus dengan nilai yang baik.
Caranya ketika pikiran anda didorong untuk berprasangka buruk segera ingat Allah. Ini ujian dari Allah bukan dari sihir. Ketika dadamu tiba tiba bergrmuruh lalu mendorongmu untuk cekcok dengan pasangan segera ingat Allah. Ini ujian dari Allah bukan dari pasangan. Ketika dadamu panas berisi kemarahan, dendam, kekecewaan, kesedihan dll segera redam dan buru buru ingat Allah. Ingat bahwa ini ujian Allah bukan ujian dari mahluk.
Catta paragraf ini ya? Ketika lihat anakmu yang memancing kemarahan segera ingat Allah. Ketika melihat suami/ istrimu yang pernah melukaimu lalu mendorongmu untuk cekcok segera ingat Allah. Ketika dirasa ada serangan jin segera ingat Allah. Ketika berpapasan dengan pelaku sihir atau dukun segera ingat Allah. Setelah itu netralkan pikiran dan perasaanmu jangan dilampiaskan. Ketika anda bisa netralisir pikiran dan perasaanmu artinya anda mulai mampu menjadi orang yang beriman dan berislam dalam artian yang sesungguhnya.
"Tapi sulit ustadz, seringnya jebol benteng pertahanan". Ya nggak apa apa namanya juga belajar. Yang penting anda benar benar berniat untuk belajar kepada Sang Guru. Mana ada belajar sekali langsung bisa. Thomas Alfa Edison saja harus gagal seribu kali sbelum bisa menciptakan lampu listrik. Saya dulu juga sering jebol kok, bahkan ratusan gali. Oleh karena itu ketika gagal, segera istighfar dan mulai lagi dari awal. Jatuh berdiri lagi, bangkrut bangkit lagi. Begitu seterusnya sampai Allah memberikan petunjuk_Nya, sehingga anda dimampukan.
Saya mau kasih tips rahasia. Tapi ini rahasia ya? Sebelum saya beritahu rahasia besar ini pahamilah bahwa ingat Allah itu dihati. Ingat Allah dalam hati itu tidak ada huruf dan suaranya, tetapi dalam bentuk "paham". Paham bahwa dibalik ujianmu ada Allah yang sedang menguji. Artnya yang memberikan soal ujianmu siapa? Jawabannya Allah. Dah gitu aja, cukup paham aja. Dan pahamnya hatimu jangan diucapkan ya? Ingat pahamnya hatimu jangan disuarakan, sebab nanti jadi kacau balau. Sip? Kalau begitu mari kita praktek.
Eh ntar dulu prakteknya. Saya mau mengulang pertanyaan. Yang kasih ujian kepadamu siapa? Yang nguji kamu siapa? Jawab ".......", dihatimu. Kalau hatimu sudah mengangguk yuk kita praktekkan. Saat praktek turunkan akalmu dan hidupkan hatimu. Saya mau menulis ulang paragraf sebelumnya sbb:
"Ketika lihat anakmu yang memancing kemarahan segera ingat Allah. Ketika melihat suami/ istrimu yang pernah melukaimu lalu mendorongmu untuk cekcok segera ingat Allah. Ketika dirasa ada serangan jin segera ingat Allah. Ketika berpapasan dengan pelaku sihir atau dukun segera ingat Allah. Setelah itu netralkan pikiran dan perasaanmu jangan dilampiaskan. Ketika anda bisa netralisir pikiran dan perasaanmu artinya anda mulai mampu menjadi orang yang beriman dan berislam dalam artian yang sesungguhnya."
Saya mau sedikit mengganti kata katanya. Baca dan renungkan dalam dalam. "Ketika lihat anakmu yang memancing kemarahan segera ingat Allah. Ingat dalam hatimu kalau ada Allah dibalik anakmu yang memancing kemarahan. Allah sedang menguji kesabaranmu. Dalam bahasa yang lebih dalam ingat bahwa "yang didepanmu itu Allah". Cukup paham saja dan jangan diucapkan. Karena kalau diucapkan akan menjadi satu nama mahluk. Kalau diomongkan kacau balau dunia ini. Mosok ngomong, "Wahai Allah mengapa kamu nakal dan bandel yang membuatku marah?. Khan jadi kacau".
"Ketika melihat suami/ istrimu yang pernah melukaimu lalu mendorongmu untuk cekcok segera ingat Allah. Ingat bahwa dibalik suamimu ada Allah yang sedang menguji kesabaran dan kesetiaanmu. Atau jika dengan itu kamu masih belum mampu menahan kekecewaan maka ingatlah bahwa didepanmu itu "Allah". Tapi sekali lagi jangan diucapkan, cukup hatimu paham. Lalu setelah itu tunjukkan kepada_Nya kalau dirimu bisa bersabar. Caranya tetap tersenyum lalu bikinkan kopi kesukaan suami"
"Ketika dirasa ada serangan jin segera ingat Allah. Ketika setan menyerangmu sehingga menimbulkan rasa sakit, atau malas, atau gemuruh dalam dada dll segera ingat Allah. Ingat bahwa setan melakukan demikian karena ijin Allah. Atau ingat bahwa sihir menimpamu karena ijin dari Allah. Kalau dirasa dengan ini dirimu tidak mampu menahan gejolak dalam dada maka segera ingat bahwa "itu Allah" yang sedang menguji pandangan mata hatimu. Ingat dalam qalbumu sebenarnya yang menyerangmu juga Allah. Sehingga ketika dadamu sakit, sesak atau seperti terikat maka katakan dengan qalbumu, "Yaa Allah aku bisa bertahan kok, lihat aku bisa bertahan". Jika hatimu mampu duduk dimaqom ini saya yakin sekali dirimu akan muntah muntah hebat lalu ploong"
"Ketika berpapasan dengan pelaku sihir atau dukun segera ingat Allah. Ingat bahwa dibalik dukun dan pelaku sihir ada Allah yang sedang mengujimu. Ingat Sang Guru sedang mengujimu real dilapangan bukan di teori. Jika dengan itu dirimu belum mampu menahan kemarahan dan dendam maka ingatlah bahwa "itu sebenarnya Allah sendiri". Ketika anda bertemu pelaku sihir yang membuat dadamu bergemuruh ingatlah dalam qalbumu, "itu Allah". Tapi sekali lagi jangan diucapkan, cukup dipahami dalam ruhaniahmu. Lalu tunjukkan kepada Allah kalau dirimu mampu meredam kemarahan dan dendam"
Nah begitu caranya. Dan untuk mempraktekkannya maka mau tidak mau anda harus menurunkan akal pikirmu. Kalau tidak pasti anda akan menganggapku sesat. Tapi nggak apa apalah anda menuduh aku sesat yang penting anda mau mencobanya. Praktekkan apa yang saya tulis diatas sekarang dan seterusnya sampai anda benar benar bisa menetralisir pikiran dan perasaan yang negatif karena Allah. Ingat ya? karena Allah bukan karena mahluk. Atau karena pandangan ruhaniahmu mengatakan, "itu Allah" bukan mahluk. Karna sifatnya mahluk adalah laa haula wala quwwata illa billaah.
Praktekkan ya? Karena percayalah hanya itu cara meraih kesembuhan yang sempurna selama lamanya jiwa raga lahir batin dunia dan akherat. Inilah satu satunya cara meraih kebahagiaan surga yang abadi selama lamanya.
Apa tandanya dirimu berhasil beriman dan berislam kepada Allah? Atau apa result ketika anda bisa menetralisir kemarahan karena melihat Allah? Resultnya adalah anda akan dikasih pahala, reward atau balasan atas keimananmu. Dan itu pasti langsung bisa anda alami dan rasakan sekarang dan seterusnya. Sedangkan reward keimanan adalah surga. Tapi bukan surga yang jauuuh disana, melainkan surganya sekarang dan selamanya.
Apa bentuk kongkret balasan Allah? Balasannya adalah surga dunia dan akherat. Surga akherat dalam hatimu dalam bentuk kebahagiaan karena bisa bertemu Allah setiap saat. Sedangkan surga duniamu berbentuk kesembuhan dan karunia lainnya. Misalnya saat suami ngajak cekcok tapi anda memilih meredam gejolak dalam dada lalu tersenyum sambil bikin kopi. "Dari pada marah marah ini diminum kopinya. Tunggu bentar, mama mau goreng ubi dulu ya?". Jika anda melakukannya sekarang dan seterusnya maka saya jamin rumah tanggamu jadi lebih harmonis pada saatnya. Atau jika pasanganmu ngotot mau cerai maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik segala galanya. Ketika rumah tanggamu harmonis itulah surga pemberian Allah.
Maka praktekkan untuk yang lain sehingga anda akan melihat pertunjukan Tuhan yang sebenar benarnya. Anda akan dijelaskan mengapa diberikan ujian sihir ini. Anda akan nonton bagaimana nasib dukun dan pelaku sihir. Anda akan diberikan rezeki dari arah yang tidak diduga duga. Dan saat itu anda menyaksikan dan meyakini semuanya adalah perbuatan Allah. Misalnya anda sembuh dari sihir itu semua karena Allah bukan karena mahluk atau karena ikhtiar ruqyahmu.
Disuatu waktu, malam itu hujan turun dengan derasnya. Di malam yang sungguh dingin suamimu mengajakmu untuk hub. Atau istrimu dandan cantik seperti bidadari yang membuatmu tergerak untuk mencumbu. Malam itu sungguh malam yang membahagiakan lahir dan batin. Dan malam itu anda sedang memadu cinta dengan mahluk, tapi ruhaniahmu tidak bisa dibohongi kalau malam itu sebenarnya anda sedang bercinta dengan Robbmu. Dalam bahasa lain secara jasmaniah anda baru mengalami kenikmatan yang lebih dari biasanya bersama pasanganmu, sedangkan secara ruhaniah anda merasakan kebahagiaan bersama Tuhanmu. Itulah surga dunia dan akherat. Itulah kebahagiaan yang tidak bisa diuraikan dengan kata kata.
Lalu pagi hari anda sudah merencanakan membawa anak anakmu untuk liburan, lalu berenang, lalu makan direstoran. Secara lahiriah memang anda sedang menghabiskan hari libur bersama keluarga dengan bahagia. Tapi ruhaniahmu tidak bisa bohong kalau dirimu sudah menghabiskan kebahagiaan hari ini bersama Robbmu. Bahkan saat anda memberi uang parkir 50.000 yang membuat mata tukang parkir berbinar binar saat itu ruhaniahmu sedang bercanda canda dengan Sang Kekasih. karena membahagiakan sesama manusia itu sama saja dengan membahagiakan Allah.
Maka sejak anda mengenal Allah, dijamin tidak mau kehilangan untuk selamanya. Dunia itu sementara dan akherat itu kekal. Rumah tangga, harta benda, jabatan dll itulah dunia yang sementara. Meskipun anda sudah memiliki semuanya lalu membuatmu puas namun anda meyakini suatu saat akan ditinggalkan. Realitas surga dunia bisa berganti ganti, tapi surga diakherat tidak akan berganti. Dalam bahasa lain realitas dunia bisa berganti ganti tapi Allah tak akan tergantikan selama lamanya.
"....Tiap-tiap sesuatu pasti hancur binasa, kecuali wajah_Nya.... (Lihat QS Al Qashash ayat 88)
Maksudnya adalah segala realitas akan ada masanya untuk berganti dengan realitas berikutnya. Rumah tangga, kekayaan, anak sholeh, kehormatan, jabatan dll semuanya adalah realitas yang akan sirna pada masanya. Ketika anda selesai dengan realitas dunia materi maka anda akan beralih ke dunia lain yang disebut alam barzakh. begitu seterusnya selama lamanya. Dan ketika hatimu sudah bersandar kepada Allah maka anda akan kekal bersama dengan Sang Realitas/ Keberadaan. Karena DIA adalah Sang Keberadaan itu sendiri.
Oleh karena itu jangan sampai saya dan anda tertipu dengan realitas dunia yang semu dan tidak kekal. Apalagi sampai hatimu terpaut dengannya. Sebab akan ada masanya berpisah dengan dunia yang membuatmu menderita. Jika saat berpisah dengan dunia membuatmu merana maka perjalanan menuju realitas berikutnya lebih sengsara. Akan tetapi tautkan kebahagiaanmu bersama Allah. Caranya berbahagialah dengan realitas apapun yang dinyatakan oleh Allah dalam takdirmu sendiri. Sehingga ketika berganti dengan seribu realitas yang lain anda tetap bahagia. Bukan bahagia karena realitasnya akan tetapi hatimu bahagia berduaan dengan Sang Pencipta Realitas.
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar