Pernahkah anda cerita ke sodara kalau anda kena sihir? Saran saya jangan cerita nggak ada gunanya. Mereka tidak akan percaya. Yuk simak tulisan Orang Kena Sihir Dianggap Halu, Lebay, Lemah Iman dan Banyak Dosa.
PERCAYALAH TIDAK ADA YANG BENAR BENAR MENGERTI
Terus harus gimana tadz. Sodara orang tua gak ada yang percaya hal2 begituan. Sampe debat terus. Dibilangnya mistis terus. Disaat jaya mereka gak ada yang berani ngomong begitu ke saya tadz. Disaat bener2 terpuruk kok malah kaya menyepelakan
Jawab: Pesan saya buat para korban sihir santet jangan cerita ke orang yang nggak ngerti. Percayalah mereka tidak akan percaya. Yang ada menyepelekan. Nanti malah anda semakin down.
Yang nggak ngalami nggak akan ngerti. Bahkan kyai, ustadz, atau peruqyah sekalipun nggak akan benar benar ngerti. Mohon maaf jika ada yang tersinggung, tapi begitulah adanya.
Ustadz yang sering nulis tentang talbis iblis, makar setan dll nggak akan ngerti kalau belum ngalami. para penceramah yang sering ngisi kajian tentang "waspada bisikan setan" juga nggak bener bener ngerti.
Sekali lagi saya mohon maaf kalau ada yang tersinggung tapi begitulah kenyataannya.
Yang ada kebanyakan ustadz malah memojokkan korban sihir. Dibilang lemah iman, banyak melakukan amalan menyimpang, banyak dosa, dan seabreg keburukan korban yang dikuliti.
Memang kalau bicara dampak pengaruh sihir akan ada 2 sisi. Sisi pertama korban yang memang kadang terlalu lebay menyikapi keadaan. Misalnya ada daun didepan pintu dikira kiriman.
Disisi lain orang waras yang dicurhati akan menganggap korban sihir bawaannya mistis terus. Yang dibicarakannya jin melulu sampai bosan. Sehningga orang waras menganggap korban sihir kena penyakit mental.
Makanya nggaka akan ketemu seperti minyak dengan air. Oleh karena itu jangan dipertemukan. Jangan cerita kepada orang yang belum pernah ngalami.
Sudah nasib korban sihir kalau cerita pasti diabaikan. Sudah nasibmu supaya engkau menyelesaikan sendiri ujianmu. Percayalah nggak akan ada yang peduli termasuk orang terdekat.
Hal ini mengajarkan kita supaya tidak bergantung kepada mahluk. Termasuk bergantung kepada saya pendekar langit. Yang perlu anda lakukan ketika mendapatkan ujian sihir adalah muhasabah diri.
Jangan keseringan berpikir "kapan sembuh ya?". Nanti malah tambah stress. Lebih baik muhasabah diri dan bertanya kepada diri sendiri, "ada pesan apa ya? Kok aku dikasih ujian seberat ini?"
Karena ujian sihir bukan tentang sembuh atau tidak sembuh tetapi bagaimana engkau bisa menangkap pesan dibalik ujian. Iqra' maka bacalah.
Untuk urusan sihir bacalah dengan hatimu bukan dengan pikiranmu apalagi nafsumu. Makanya saya sering menulis di fanpafe ini tulisan dengan menggunakan bahasa hati. bahasa hati adalah bahasa iman.
Kalau engkau menggunakan hati yang ada dalam dada saat memabca, niscaya akan cocok. Namun ketika pikiran dan nafsumu merecoki sampai kiamat nggak akan ketemu. Yang ada anda akan menuduh saya sesat, syirik, bid'ah dan macam macam dah.
Yang sabar ya? Sudah nasibmu dan nasibku. Diterima saja sambil mencoba menangkap pesannya. Dan ketika engkau berhasil menangkap pesannya maka engkau akan menemukan berlian.
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar