Pertanyaan Kubur Man Robbuka Sekarang Bukan Nanti Saat Meninggal

Kamu meyakini pertanayan kubur dan siksa kubur nanti setelah meninggal lalu dikubur. Padahal saya mengalami dengan haqqul yakin pertanyaan itu sekarang saat di dunia. Simak Pertanyaan Kubur Man Robbuka Sekarang Bukan Nanti Saat Meninggal


Pertanyaan Kubur Man Robbuka Sekarang Bukan Nanti Saat Meninggal

Saya rasa makar setan ini di ibaratkan kita di tampar puluhan kali, tapi kita tetap nahan rasa sakit nya,tamparan nya kembali berulang2 lagi , kita tetap nahan sakit nya. Ujian sihir ini sungguh beratt ya Allah,,, 😭

Jawab: [11.29, 19/8/2025] J: Ujian sihir ini sungguh beratt ya Allah,,, 😭

[12.23, 19/8/2025] Pendekar Langit: begitulah. seperti itulah rasanya zakaratul maut. seperti itulah rasanya adzab kubur. ibu sekarang sedang ngerasain secara real nyata bukan lagi dongeng. tinggal PR nya adalah menemukan jawaban manrobbuka supaya adzab berganti dengan surga

Mayoritas orang meyakini sakaratul maut terjadi menjelang ajal. Hampir semua orang menyangka adzab kubur itu setelah kita meninggal lalu dikubur. Tentu pendapat ini tidak salah karena sesuai dengan hadits.

Tapi saya meyakini sakaratul maut dan adzab kubur juga bisa kita alami saat masih hidup di dunia. Real, nyata, bukan dongeng, bukan katanya. Haqqul yakin.

Silahkan anda boleh percaya boleh juga tidak percaya, terserah anda. Tetapi saya pribadi mengalami siksa kubur dengan haqqul yakin saat masih hidup di dunia. Meskipun sudah berlalu bertahun tahun tapi pedihnya sakaratul maut itu masih saya rasakan sampai detik ini.

Sakaratul maut terjadi ketika satu persatu milik (nyawa) kita diambil oleh pemilikNya, sampai tidak tersisa satupun. Saya dan korban sihir sudah merasakan betapa sakitnya satu persatu milik kita diambil dengan paksa. Persis seperti ayat dibawah ini:

Artinya: Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri). (QS Al Anfal: 50)

Ya, saya mengakui dengan jujur kalau dahulu saya kafir (ketutup mata hatinya) meskipun sholat, ngaji, sedekah dll. Saya hanya "ngaku ngaku" beriman saja. Nyatanya ketika satu persatu milikku diambil rasa sakitnya nggak tertahankan. Padahal yang diambil bukanlah milikku. Bukankah artinya saya kafir (buta mata hati)?

Lalu saya masuk alam kubur dan didatangi malaikat yang sangat menyeramkan membawa gada yang besar. Alam kubur yang saya maksud adalah jiwa saya terkubur dalam tanah yang bernama jasad. Atau ruh yang terpenjara didalam tanah yang bernama raga.

Lalu malaikat bertanya (melalui taqdir) dengan suara yang menggelegar, "man robbuka.....!!!".

Seharusnya jawaban pertanyaan ini sangat gampang, cukup mulut mengatakan Allah. Tapi ternyata bukan jawaban lisan atau pikiran yang dibutuhkan tetapi jawaban hati. 

"Tuhanku Allah, Ya Allah tolong aku menghadapi ujian ini, aku capek aku lelah". Jawabku

"Kamu bohooongg... Kamu tidak menuhankan Allah tetapi egomu sendiri dan mahluk... Jediaaarrrr...." Lalu malaikat memukulkan palu gada raksasa ke dalam jiwaku yang menyebabkan hancur luluh. Setelah itu menyatu kembali, hidup lagi, dihancurkan lagi. Begitu seterusnya sampai bertahun tahun.

Bagaimana rasanya dipukul oleh kenyataan takdir? rasa pedih dan sakitnya nggak ketulungan.

Pukulan malaikat berupa dihancurkannya rumah tangga, bisnis, keuangan, relasi, reputasi, sosial dll. Bener benar hancur lebur menyisakan kepedihan yang tak terlukiskan. Sakiiiiit sekali. 

Ini semua akibat saya gagal menjawab pertanyaan malaikat "man robbuka". Meksipun lisan fasih menjawab Allah, tetapi jawaban ini real bohong dan dusta. Kalau memang tuhanku Allah mengapa masih merasa sakit ketika apa yang saya sangka menjadi milkku diambil satu persatu?

Sampai akhirnya pada satu titik Allah menyelamatkanku. DIA muncul dari serpihan luka dalam hati memancarkan cahaya menerangi kegelapan. Saat itu barulah saya sadar bahwa yang datang selama ini sebenarnya Allah, tetapi ketutup (kafir) oleh diriku sendiri.

Ketika jiwaku melihat Allah dibalik segala rupa dan mahluk, saat itulah rasa sakit hilang. Saat malaikat hendak memukulku dengan gada raksasa sepersekian detik saya sadar bahwa dibalik malaikat ada Allah. Sontak saya rangkul gada raksasa itu dengan syahdu. 

Kalau sbelumnya mata saya melihat malaikat yang menyeramkan yang memukul jiwaku sampai hancur berserakan, setelah sadar tiba tiba pandangan mataku berubah. Yang aku lihat Allah sedang mencubitku karena cemburu, sebab selama ini buta dari melihatNya. Maka aku terima cubitan Ilahi dengan derai air mata bahagia. Sakit tetap sakit, tapi cubitan Yang Terkasih lebih nikmat dari dunia dan seisinya.

Bagi saya pribadi, saya sudah pernah merasakan sakaratul maut dengan haqqul yaqin. Pun pernah merasakan adzab kubur dengan real, bukan dongeng, bukan katanya, bukan hanya cerita. Bener bener nyata. Dan jika setelah meninggal saya ditanya oleh malaikat, "man robbuka" mungkin akan saya jawab begini, "khan saya sudah pernah menjawabnya kat? Elu khan pernah memukulku dengan gada raksasa. Mosok lupa?"

.

.

Sahabat yang dirahmati Allah khususnya anda yang sedang menderita karena ujian berat (sihir). Yaitu musibah yang menghancurkanmu sehancur hancurnya. 

Ketahuilah anda sedang merasakan dengan nyata bagaimana rasanya sakaratul maut. Bagaimana rasanya? Pedih tiada terkira khan? rasanya seperti dikul1ti hidup hidup khan?

Anda juga sedang merasakan siksa kubur dengan haqqul yakin akibat gagal menjawab pertanyaan "man robbuka". Bagaimana rasanya tubuh jiwamu dipukul oleh malaikat, lalu setelah tubuhmu hancur menyatu kembali kemduian dipukul lagi. lalu ditanya lagi, dan dihancurkan lagi. Bagaimana rasanya siksa kubur akibat buta dari melihat Allah? Pedih tiada terkira khan?

Maka percayalah kepadaku, ketika engkau mampu melihat Allah dibalik segala galanya maka kepedihan sakaratul maut akan sirna. Percayalah ketika wajah jiwamu beriman kepada Allah maka pukulan malaikat hanya seperti digigit semut. Atau malah seperti dicubit sang kekasih.

Setelah itu engkau akan melihat surga...

Ini real, nyata, bukan dongeng, bukan katanya, bukan cerita. Ini sedang anda alami dengan haqqul yakin.

Tinggap PR nya adalah menjawab pertanyaan malaikat man robbuka dengan benar. Tapi bukan jawaban lisan, akal dan pikiran tetapi jawaban qalbu. Meskipun engkau hapal ayat suci, hapal ribuan hadits tidak menjamin mampu menjawab pertanyaan man robbuka. Sekali lagi yang diperlukan adalah jawaban kejujuran dalam qalbumu.

Ketika qalbumu menjawab dengan benar otomatis rasa sakit dan pedih akan hilang, sirna. Berganti dengan rasa damai dan bahagia.

Tulisan ini bukan omon omon. Tulisan ini adalah panduan untuk saya dan anda semua supaya selamat dari siksa menuju hidup yang bahagia. Bahagia karena bertemu dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Oleh karena itu dibaca dengan hatimu yang jujur... Tutup lisan dan akal pikiranmu lalu buka qalbumu. Insya Allah pada saatnya anda akan mampu menjawab pertanyaan malaikat man robbuka dengan benar.

Semoga mencerahkan

Share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kena Sihir adalah Jalan Tol Menuju Sukses Skala Quantum

Kena sihir memang memang menghancurkanmu secara lahiriah. Tapi secara ruhaniah kena sihir satau santet justru jalan kesuksesan dunia akherat...