Anda pasti akan protes ketika mengatakan bahwa Allah bisa dilihat di dunia ini dengan jelas sejelas jelasnya. Jangan protes dulu, tapi baca artikel ini sampai selesai ya? Bagaimana Cara Melihat Allah di Dunia dengan Terang Benderang?
SAAT HIDUPMU HANCUR BARULAH ENGKAU SADAR
Baca sampai selesai ya?. Ada sahabat yang chat sbb
"Saking udah hbis2an akhirnya pasrah... Akhirnya ketemu ramuan pak ustad... Saya cuma terapy pakai minyak pak ustad.. (Dulu saya sudah habis) Baanyaaaaaaak paak. Usaha hancur. Tabungan. Warung. Udah kaya org gila saya pak...
Kaya ga ada semangat hidup... Ketemu kyai ustad tapi cuma kaya azas manfaatin saya...karna saya pingin sehat...akhirnya saya ikuti...saat uang saya habis...saya di cuekin habis2an paak ustad...🙏🙏🙏🥹 Udah kaya gembel. .anak saya tinggalin saking streees nyaa."
Jawab: Kemarin ada kerabat yang telpon, intinya beliau mengalami post power syndrome selepas pensiun. Stress depresi akhirnya sakit. Beliau malu, takut dan cemas menghadapi hari esok. Yang biasanya gajian bulanan jadi nggak ada pemasukan sama sekali.
Padahal sebelumnya kerabat saya ini fasih sekali kalau bicara agama. Bahkan dulu sering menasehati saya supaya meningkatkan ibadah, menjalankan sunnah, belajar sabar, ikhlas dan bersyukur. Saking fasihnya mungkin ustadz guru ngaji anda kalah.
Tapi ternyata setelah kena ujian yang membuat hatinya hancur, apa yang beliau ceramahkan seperti debu yang beterbangan. Ketika hidupnya hancur baru paham bahwa apa yang dulu dibicarakan saat ceramah ternyata tiada guna. Beliau baru sadar bahwa bergama bukan pakaian jasad saja, tetapi yang lebih penting adalah pakaian ruhaniah.
Dan kasus kerabat saya ini PASTI akan dialami oleh mereka baik yang merasa alim atau awam. Saya meyakini akan dialami juga oleh mereka yang saat ini sering ceramah, tausiyah, memberikan kajian, menasehati umat dll. Pasti tidak bisa tidak. Akan ada waktunya untuk membuktikan apa yang dahulu diceramahkan. Yaitu waktu dimana satu persatu miliknya diambil oleh Sang Pemilik baik dengan cara halus atau dengan cara dirampas.
Kapan itu? Yang jelas pasti ada waktunya. Apakah saat pensiun, saat sudah renta, atau saat terkena penyakit kronis. Ketika saat itu datang maka akan sangat sulit untuk bersabar. Oleh karena itu saya ucapkan selamat bagi anda yang diberikan musibah berat ketika masih muda, masih cukup kuat untuk melanjutkan kehidupan. karena anda diberikan waktu lumayan panjang untuk belajar.
Terkait dengan orang yang saat ini menjadi panutan karena ceramahnya atau kajiannya maka saya menduga mereka akan sama atau mirip dengan kerabat saya. Yaitu mengalami stress dan depresi atau post power sindrome. Ceramahnya yang dahulu cetar membahana pada saat itu tiada guna. Kajian tentang tauhid, ikhlas dan sabar yang pernah disampaikan akan menjadi debu yang beterbangan. Mengapa demikian? Karena hanya sekedar tekstual dan sama sekali tidak membekas dalam relung jiwa.
Saya tidak ada maksud mengkerdilkan siapapun loh ya? Tetapi supaya saya dan anda aware akan sebuah masa yang sangat berat dimana mata kita terbelalak. Percayalah kepadaku pada saat itu seluruh kajian yang anda ikuti tidak ada gunanya sama sekali. Pada saat itu saya dan anda pasti berusaha lari dari kengerian sakaratul maut.
“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya“. [Qaaf: 19]
Baca firman Allah diatas ya?. Tapi janganlah anda membayangkan sakaratul maut hanyalah moment menjelang kematian jasad lalu dikubur. Termasuk anda jangan membayangkan orang kafir itu adalah orang diluar islam. Atau menganggap malaikat adzab adalah sosok mahluk yang menyeramkan. Kalau anda tetap dengan anggapan ini maka PASTI akan ada moment dimana anda lari ketakutan karena melihat kengerian adzab. Saya bisa jamin ini.
Yang saya maksud bukan adzab akherat setelah mati loh ya? Tetapi pada saat anda diberikan musibah yang bertubi tubi. Sebuah musibah yang tidak ada jalan keluar. Rasanya sungguh sangat menyesakkan jiwa dan raga.
Maka ketahuilah pada saat itu anda sedang mengalami sakaratul maut yang nyata. Yakni satu persatu nyawa yang anda miliki dibetot dengan kejam dan sangat menyakitkan. Nyawa yang saya maksudpun bukan roh tetapi apapun yang selama ini anda anggap sebagai milikmu. Yang selama ini anda anggap sebagai bagian dari dirimu. Bisa pasangan, anak, bisnis, relasi, kecerdasan, ilmu dan masih banyak lagi.
Pada saat itu anda akan merasakan sakit dan pedih yang tiada terkira. Para malaikat adzab akan datang dari segala penjuru untuk melepas satu persatu nyawamu (milikmu). Malaikat ini bukan sosok tetapi apapun yang menajdi sebab hidupmu hacnur lebur.
Maka percayalah pada saat itu anda akan merasakan neraka dengan sebenar benarnya. Nyata dan haqqul yakin. Anda akan merasakan panasnya neraka sampai relung hati. keadannya antara hidup dan mati. Dan semua manusia pasti akan merasakan neraka tidak terkecuali. Inilah ketetapan Tuhan Semesta Alam.
Lalu diangkatlah dari neraka orang orang yang dalam hatinya ada iman meskipun sebesar dzarah. Atau dalam bahasa lain saya dan anda akan selamat jika saat berada dineraka mau belajar iman kepada Allah. Tetapi sekali lagi camkan bahwa neraka yang saya maksud bukanlah neraka di akherat sana setelah mati. Kalau itu (neraka akherat) lain urusan. Urusannya adalah sekarang anda sedang merasakan kepedihan neraka dunia.
Pun iman yang saya maksud bukan karena engkau rajin menjalankan ritual ibadah. Iman yang dimaksud bukanlah ucapan fasih saat engkau masih bermesraan dengan dunia. Iman yang dibutuhkan saat itu bukanlah kata kata indah saat anda ceramah atau mengisi tausiyah. Iman saat itu ketika qalbumu mampu memandang Allah dibalik mahluk dan dibalik segala galanya.
Dan balasan bagi orang kafir adalah adzab neraka yang kekal. Awas anda jangan salah mendefinisikan istilah kafir, musyrik. Kalau anda salah mendifinisikannya maka saya pastikan anda akan merasakan penderitaan yang tak terluksikan pada saat diberikan musibah. Kafir itu bukan sekedar orang diluar islam akan tetapi siapa saja yang hatinya tertutup dari melihat Allah. Musyrik itu tidak hanya penyembah patung tetapi siapa saja yang masih meyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah.
Percayalah kepadaku bahwa anda akan sadar kalau dirimu ternyata belum benar benar menjadi muslim (orang yang berserah). Justru anda sadar kalau ternyata kafir musyrik pada saat diberikan ujian yang berat.
Anda akan sadar kalau selama berpuluh puluh tahun sudah mengerjakan syirik tapi nggak sadar. Selama anda masih marah dan dendam kepada orang yang merampas kehidupanmu maka selama itu anda musyrik dan akan merasakan panasnya api neraka. Selama anda masih kecewa, sedih, nglokro, nyesek, dongkol dll artinya dirimu (hatimu) masih kafir (ketutup) dari melihat Allah. Sebagai akibatnya anda akan merasakan kepedihan neraka. Anda akan merasakannya secara real dan haqqul yakin meskipun masih hidup di dunia.
Sampai kapan? Selama hatimu masih syirik (menduakan Allah dengan mahluk) dan kafir (ketutup) dari melihat Allah maka selama itu anda akan tenggelam dalam neraka, kecuali Allah menghendaki yang lain.
Oleh karena itu saya mengajak diri sendiri dan anda semua untuk muhasabah diri. Coba longok hatimu apakah ada kesedihan disana? Apakah anda stress depresi dan nyaris gila menghadapi kenyataan hidup yang diluar nurul? Kalau iya artinya hatimu sedang sakit sebagai efek buta dari melihat Allah. Hatimu/ jiwamu berada dalam alam kegelapan dimana di alam tersebut terdapat iblis dan setan. Anda akan menjadi santapan mahluk mahluk mengerikan setiap saat setiap waktu.
Sekali lagi muhasabahlah. Ketika anda mendapati hatimu sedang terluka mohon kepada Allah untuk memberikan hidayah, karena hanya itulah satu satunya cara untuk sembuh. Nah satu istilah lagi yang sering anda pahami dengan keliru yaitu hidayah. Hidayah bukan sekedar pindah agama atau masuk aliran tertentu. Hidayah bukan sekedar anda menjalankan sunnah. Bukan itu sobat. Kalau hidayah yang seperti itu masih tahap awal. Yang saya maksud hidayah adalah Allah berkenan membuka hijab dalam hatimu yang selama ini tertutup sehingga gelap.
Yang saya maksud hidayah adalah anda diberikan kepahaman bahwa yang memberikan ujian adalah Allah bukan mahluk. Hidayah adalah pada saat anda mampu melihat Allah dibalik mahluk dan dibalik segala galanya lalu beriman kepadanya.
Ketika anda diberikan kepahaman, "Oo ternyata yang merampas kehidupanku bukan pelaku sihir tetapi Allah. Oo ternyata Allah memberikan musibah kepadaku untuk memanggilku pulang". Maka pada saat itu hidayah mulai meresap dalam hatimu. Amarah dan dendam membara pelan pelan redup. Saya jamin seribu persen.
Dan hidayah ini akan mengarahkan wajah imanmu untuk menghadap Allah. Jika selama ini yang anda pandang adalah mahluk, "Ini gara gara....." maka pelan pelan wajah iman dalam jiwamu mulai menghadap kepada Allah. Mungkin lahiriahmu memandang dukun, pelaku, jin dll tapi wajah hatimu melihat hanya ada Allah seorang saja. Inilah makna dari taubat/ taabaa yang artinya kembali. Bahasa lainnya mudik ke Allah.
Jika sudah demikian maka saya jamin anda akan diangkat dari neraka lalu masuk surga. Dalam bahasa lain rasa dendam, kecewa, marah, sedih dll pelan pelan akan hilang berganti dengan rasa haru dan bahagia. Mengapa anda terharu dan bahagia? Karena merasakan sendiri kisah cinta bersama Allah yang mendayu dayu. Kisah cinta yang tidak akan pernah mampu dibuat seorang sutradarapun.
Ketika anda sudah berada di maqom ini, maka keadannya seperti orang kurang waras. Sebagai contoh anggap saja ada seseorang yang melempar kotoran ke muka anda. Anda tidak marah tapi malah tersenyum lalu menangis. Karena mata batinmu tidak melihat orang yang melempar kotoran tetapi melihat Allah yang sedang bercanda.
Tetapi sekali lagi ini murni hidayah Allah. Tulisan ini semoga bisa menjadi jalan hidayah kita semua, tetapi tetap saja hidayah itu bukan dari tulisan tetapi dari Allah. Oleh karena itu sama sama berdoa semoga saya dan anda adalah orang orang yang mendapatkan hidayah Allah, sehinga bisa keluar dari neraka menuju surga.
Terkait dengan curhatan sahabat diatas secara lahiriah saya sangat berempati. Saya tahu rasanya sangat menyesakkan. Tetapi secara pandangan qalbu saya bangga kepadanya. Saya salut, sebab Allah menjadikannya spesial.
Dan bagi anda yang sedang diberikan ujian yang berat, secara lahiriah saya trenyuh. Tetapi secara batiniah saya tersenyum. Saya merasa senang sebab Allah sedang memanggilmu. Oleh karena itu palingkan wajah hatimu dari segala mahluk lalu hadapkan kepada wajah Allah. Sekali lagi dengarkan seruan Allah yang sedang memanggilmu lalu menghadaplah kepadaNya.
Selama engkau menghiraukan panggilanNya maka selama itu pula dadamu akan merasa sesak. Nyesek nggak kira kira. Sebagaimana tulisan saya pada paragraf awal, anda akan merasakan pedihnya neraka kalau masih buta dari melihat Allah.
Oleh karena itu hilangkan wajah, rupa dan nama selain Allah dalam hatimu. Hilangkan wajah rupa dan nama dukun, pelaku, jin, orang dzalim dll dari hatimu lalu sisakan satu wajah satu rupa dan satu nama yaitu Allah. Jangan sampai ada wajah lain selain wajahNya. Karena jika ada wajah lain selain diriNya, DIA akan cemburu lalu mencubitmu.
Dan perjuangan menegakkan tauhid dalam qalbumu akan panjang dan menyakitkan. Mengapa demikian? Karena selama ini, sudah puluhan tahun ada terlalu banyak tuhan tuhan lain selain Allah dalam ruang hatimu. Ada buanyak sekali berhala dalam qalbumu yang tidak engkau sadari. Bayangkan saja ketika anda meyakini, "nasi ini mengenyangkan", itu sudah satu berhala loh.
Dan berhala yang paling sulit dibuang dari dalam hati adalah berhala dirimu sendiri. Berhala yang sangat sulit dihilangkan adalah "aku". Inilah thoghut yang sesungguhnya. Namun ketika berhala "aku" dalam qalbumu sudah berhasil engkau m4tikan maka musnah lah segenap berhala lain yang ada dalam dirimu dan diluar dirimu.
Ketika itulah engkau akan melihat Allah dengan terang benderang. Engkau akan menyaksikan Allah dengan nyata, lebih nyata dari segala sesuatu. Karena DIA lah Yang Maha Nyata.
Dan ketika itulah engkau merasa damai dan bahagia...
Demikian semoga mencerahkan
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar