Cara Sembuh Sempurna Dari Sihir/ Santet

Jika anda kena sihir maka selamanya tidak akan sembuh jika nafsu masih mendominasi. Oleh karena itu kalahkan nafsumu maka kamu akan sembuh. Yuk simak artikel Cara Sembuh Sempurna Dari Sihir/ Santet.

 

CARA MENGADEMKAN HATI, MEREDAM KEMARAHAN

Kemarin saya jebol ustadz 😭saya gk bisa nahan emosi. Sampai pagi ini masih sakit kepala, telinga ,gigi dan punggung sebelah kiri ...,,😭Iya ustadz,,,kemarin susah sekali nahan dada bergemuruh jantung berdetak kencang..,,, akhirnya meluap😭😭Rasanya seperti dipermainkan 😭

Jawab: Sakit kepala, telinga, gigi, punggung dll adalah dampak dari emosi yang jebol. Pokoknya kalau sudah kumat lalu ngamuk ngamuk ikatannya makin kenceng. Keluhannya makin banyak. Badan sakit, lemes, oleng dan ada ada saja sakitnya.

Artinya kemarahan adalah pemantik buhulnya aktif kembali. Makanya setan akan terus memprovokasi supaya korbannya marah, takut, kecewa, sedih dll sehingga buhulnya menyala kembali.

Kalau sudah marah lalu buhulnya aktif maka korbannya akan mudah sekali diombang ambingkan kesana kemari. Benar benar dipermainkan sesuka hati setan.

"Terus bagaimana solusinya ust?" Solusinya jangan marah. Ketahuilah marah itu dari setan (lihat hadits). "Laa taghdzob walakal jannah (Lihat hadits). Artinya jangan marah maka bagimu surga. 

Teorinya begitu. Tapi prakteknya sangat susah sekali seperti itu. Tidak hanya anda, tapi saya, mereka dan hampir semua manusia tidak benar benar bisa mengendalikan amarahnya. Apalagi bagi korban sihri lebih tidak mudah lagi.

Dahulu saat kena sihir saya juga sering sekali jebol. Saat saya marah lalu ngamuk ngamuk suasananya benar benar mengerikan. Rumah saya acak acak, nyaris saya bakar. Bahkan pernah berantem dengan orang lain sampai berdarah darah.

Bahkan sampai detik inipun saya masih bisa marah kok? Paling tidak dongkol, sebel, tersinggung dan semacamnya. Meskipun ketika dongkol akan lebih cepat ademnya. Mengapa cepat adem? Sebab saya menyadari marah itu dari setan, lalu cepat cepat istighfar. Atau dalam bahasa yang lebih dalam, "marah itu tanda saya masih musyrik". Mengapa musyrik? Karena saat marah yang saya lihat adalah mahluk yang memicu kemarahan. Saat marah saya meyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah.

Misalnya melihat anak saya bandel. "Sudah berkali kali papa bilang kamu jangan nongkrong di perempatan mas". Saat dinasehati sih anak saya diam dan berjanji tdak melakukan lagi. Tapi nyatanya esok nongkrong lagi malam malam diperempatan. Tentu saya marah sampai sampai punggungnya saya pukul berkali kali dengan kayu bidara. Saya menganggap ada setan yang ikut mempengaruhi anak saya.

Setelah puas melampiaskan kemarahan saya langsung sadar ternyata setannya adalah saya sendiri. Memang secara lahiriah yang memicu kemarahanku adalah anak yang bandel. Tapi dalam pandangan batin yang menggerakkan anak saya nongkrong adalah Allah. Kalau batin/ hati saya meyakini anak saya (mahluk) yang melakukan maka syirik namanya. 

Saya akan selalu mengajak diri sendiri dan anda semua untuk mempraktekkan tauhid dalam amal perbuatan. Tauhid itu hati mengesakan Allah alias tidak menduakan dengan apapun juga. Tidak menduakan dengan anak, istri, dukun, jin dll. Kalau pandangan lahiriah boleh melihat mahluk, tapi jangan sampai wajah mahluk meresap sampai ke hati.

Setelah menyadari hal ini buru buru saya ke kamar Mas Reyfan yang sudah jadi remaja sedang tiduran sambil menutup wajahnya dengan bantal. "Mas Maafin papa ya? Papa tadi khilaf. Kamu boleh ngumpul sama teman temanmu kok, tapi usahakan yang positif positif saja. Gimana kalau papa daftarin klub Voli?". Singkat cerita sekarang anak saya tetap ngumpul ngumpul dengan teman sebaya tapi di klub voli.

Dari kisah diatas dapat disimpulkan setannya sebenarnya saya sendiri pada saat marah. Artinya sumber masalahnya bukan mas reyfan tapi papah nya. Adapun anak saya suka nongkrong di perempatan adalah ujian bagiku. Apakah saya marah atau mengarahkan kepada aktifitas yang lebih positif. Artinya anak yang menurutmu bandel jangan sering dimarahin tapi diarahkan...

Kembali ke laptop...

Ketika anda kena sihir pasti mudah sekali tersulut amarah. Masalah kecil saja bisa jadi gede. Mengapa demikian? Karena seperti gulungan bola salju. Banyak sekali masalah yang diciptakan oleh sihir seperti benang kusut. Banyak sekali ekspektasi atau keinginan yang hancur oleh makar setan.

Udah badan sakit sakitan, pasangan abai, ekonomi amburadul, tetangga pada nyinyir, relasi menjauh pergi, sering dapat fitnah dll. Hidupnya benar benar seperti benang kusut. Makanya senggol dikit b4cok. Anak bikin masalah kecil langsung dimarahi habis habisan. Apalagi pasangannya acuh tak acuh dengan penyakit anda rasanya kepala mau meledak.

Apa sebenarnya akar masalah kita mudah sekali tersulut amarah? Jawabannya "nafsu". Yaitu keinginan nafsu yang tidak sesuai harapan. Sedangkan setan/ sihir mengalir melalui peredaran darah atau bahasa lainnya nunggangi hawa nafsu. Sihir menembak hawa nafsu supaya liar dan buas.

Artinya kita harus mau jujur kepada diri sendiri, bahwa sebenarnya akar masalah terdalam adalah diri kita sendiri. Yaitu hati kita yang selalu saja melihat mahluk memiliki kekuatan selain Allah. Sedangkan sihir yang menimpa semakin mempertegas bahwa iman kita kepada mahluk, bukan kepada Allah.

Ketika makar sihir berhasil membuat rumah tangga berantakan, hati kita mengatakan, "ini gara gara dukun". Ketika ekonomi kita amburadul karena sihir, hati kita meyakini, "ini gara gara setan". Dan ada banyak kehancuran yang kita alami dimana kita meyakini semua gara gara mahluk. Sampai sampai Allahnya tidak kelihatan perannya sama sekali.

Oleh karena itu ketika anda diprovokasi setan supaya marah maka berjuanglah melihat Allah dibalik segala kejadian. "Tuh khan suamimu acuh, jangan jangan suamimu sudah selingkuh?". Itulah salah satu provokasi andalan setan yang memicu dadamu bergemuruh ingin ngamuk ngamuk. Maka berjuanglah melawan provokasinya dengan mengatakan, "Dibalik suamiku yang acuh ada Allah yang sedang menguji kesabaranku".

Apakah dengan begitu amarahnya langsung reda? Nggak lah. Perjuangan mengingkari setan yang berbisik dalam hawa nafsu benar benar menguras energi karena bisikannya seakan nyata dan masuk akal. Pada akhirnya jebol lagi dan jebol lagi. Ratusan kali jebol padahal sudah berusaha mengendalikan. 

Tapi paling tidak sudah bagus karena cara melawannya dengan berjuang melihat Allah dibalik suami dan dibalik segala galanya. Insya Allah pada saatnya Allah akan memberikan hidayah yang menghunjam ke dalam dadamu sehingga bisa melawan provokasi setan.

Dan dari pengalaman ini anda jadi paham apa kata Rosulullah shollallaahu alaihi wasalam yang mengatakan bahwa orang yang kuat adalah orang yang bisa mengalahkan diri (hwa nafsu) nya sendiri. Atau dalam hadits lain (dhaif) dikatakan bahwa jihad akbar adalah melawan hawa nafsu.

Suuuuuulit sekali melawan dan mengalahkan diri kita sendiri. Mengalah dengan siapa? Mengalah dengan Allah yang datang bersama realitas yang sangat tidak kita inginkan. Bahasa tegasnya setiap hari kita berantem dengan Tuhan. Meskipun setiap hari anda mengucap, "Allah Allah" nyatanya hatimu berantem dengan Tuhan. Mengapa demikian? Sebab saya dan anda berontak alias tidak mau menerima kenyataan takdir yang menurut kita sangat buruk. Padahal buruk bagi kita yang sebenarnya baik bagi Allah.

Makanya sering saya sampaikan ujian sihir ini sebenarnya baik untuk kita, asalkan kita sering muhasabah diri, ngobrol dengan hatimu yang ada dalam dada. Ketika didadamu ada pemberontakan artinya anda sedang dididik untuk belajar tauhid sehingga adem. Tauhid yang saya maksud adalah mengademkan hati dengan cara tidak melihat mahluk yang berperan tetapi Allah.

Sehingga kesimpulannya cara meredam emosi/ kemarahan karena provokasi setan caranya dengan meyakini bahwa semua yang berperan adalah Allah. Cara sembuh sempurna dari sihir adalah ketika saya dan anda mampu mengesakan Allah. 

Semoga mencerahkan

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Begini Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah Saja

Banyak yang mengatakan saya hanya bergantung kepada Allah. padahal aslinya itu perkataan dusta saja. Lalu bagaimana caranya bergantung kepad...