Begini Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah Saja

Banyak yang mengatakan saya hanya bergantung kepada Allah. padahal aslinya itu perkataan dusta saja. Lalu bagaimana caranya bergantung kepada Allah? Simak Begini Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah Saja.

 

SANTAPAN ROHANI, BAGAIMANA CARANYA BERGANTUNG HANYA KEPADA ALLAH

Pak ustadz selalu bilang tdk ada tempat bergantung selain ALLAH,dan kami di larang mengharapkan nya untuk meruqiyah terus menerus,kami harus berusaha sendiri,ngaji sendiri,kami di ajarkan mandiri

Jawab: Cukup banyak sahabat yang salah memahami bagaimana kita hanya bergantung kepada Allah saja tidak dengan yang lain. Memahaminya dengan cara tidak mau menerima bantuan mahluk. Meskipun kena sihir sampai ancur ancuran menolak untuk diruqyah misalnya. Ini gagal paham berarti.

"Terus yang bener gimana ustadz?"

Yuk kita baca santapan rohani malam ini, buka hatimu lebar lebar. Pinggirkan sementara pengetahuanmu, akalmu, dalilmu, hapalanmu, haditsmu dll lalu buka hatinya masing masing. Siap?

Sekarang ini kita hidup di alam dunia atau alam materi atau alam kasar. Karena kita hidup di alam kasar makanya badan kita harus menyesuaikan. Sehingga kita diciptakan dengan bahan baku dari alam kasar. Disebut dengan jasmani.

Karena kita hidup di alam kasar maka kita wajib berinteraksi dengan segala sesuatu yang jasmani juga. Misalnya saat lapar ambil nasi bukan ambil doa. Saat sakit beli obat diapotek bukan beli amalan. Saat kena sihir datang ke peruqyah bukan diem diem bae mengharap kesembuhan datang dari langit. 

Untuk berinteraksi dengan dunia/ alam kasar kita menggunakan panca indera yang bahan bahannya juga dari alam kasar ini. Misalnya mata untuk melihat pemandangan, telinga untuk mendengar pembicaraan, mulut untuk ngomong, tangan untuk memegang dan kaki untuk melangkah. Semua terbuat dari tanah alias bahan baku kasar.

Untuk mengurus kehidupan dunia kita dibekali dengan otak. Dengannya kita belajar membedakan mana pisang, mana bakso, mana seblak, mana kucing dll. Dengan akal pikiran kita belajar ilmu matematika, fisika, kedokteran, ilmu agama dll. Dengan pengetahuan tentang nama nama inilah kita membuat peradaban dunia. 

Oleh karena itu gunakan akal pikiranmu untuk mencari solusi kehidupan dunia. Anda kekurangan harta maka belajarlah lagi tentang ilmu bisnis sehingga bisa kaya. Anda sakit maka belajarlah tentang ilmu kesehatan sehingga sehat. Anda kena sihir maka belajarlah ruqyah supaya bisa menghancurkan sihirnya. Semua ternyata perlu belajar. Sehingga sekali lagi gunakan otakmu.

Selain sudut pandang jasmani ada juga sudut pandang ruhani. Dalam ruhani ada qalbu sebagai tempatnya iman atau keyakinan. Yaitu yakin kepada Allah. Disinilah kita bergantung kepadaNya. Artinya bergantung kepada Allah itu diqalbumu, bukan dimatamu, telingamu, lisanmu, otakmu, kaki dan tanganmu.

Sekali lagi bergantung kepda Allah ada di qalbumu, catat ya? Contoh sederhana anda sedang lapar disisi lain tidak ada uang buat datang ke warteg. Nah disinilah saatnya anda bergantung kepada Allah dengan qalbumu. Yaitu qalbu yang berharap atas pertolongan Allah. Ketika qalbumu benar benar berharap hanya kepada Allah maka pasti akan datang pertolongan.

Misalnya tiba tiba ada temanmu yang ngajak makan, "Bro udah makan belum, yuk temani gue makan bakso". Maka pada saat itu anda gunakan pandangan jasmaniahmu yaitu lisan untuk berucap dan kaki untuk melangkah. Lisannya berucap, "Ayuuk pas gue belum makan nih bro". Setelah itu langkahkan kakimu bersama temanmu ke warung bakso. Padahal niatnya mau ke warteg yang agak murahan, malah Allah kirim temanmu untuk makan bakso yang lebih lezat.

Sehingga ketika doamu dijawab jangan diam saja. Jangan malah mengatakan, "Gue nunggu Allah bro, silahkan makan sendiri aja ya?". Ini b0doh namanya. 

Satu contoh saja saya yakin sudah bisa membuatmu paham bahwa pandangan lahiriah beda dengan pandangan batiniah atau ruhaniah. Pandangan lahiriah tempat ikhtiar, usaha atau action sedangkan pandangan batin tempatnya iman.

Kalau dalam kasus ujian kena sihir anda wajib belajar menghidupkan kedua pandangan ini. Jangan hanya salah satu saja yang dihidupkan nanti bisa jadi jaka sembung. Kalau hanya memandang dengan satu mata maka disebut dengan d4jjal.

Kalau pandangan secara lahiriah semua sudah paham lah. Sebab setiap hari apapun yang anda lakukan berdasarkan pandangan lahiriah. Yang jadi PR adalah menghidupkan pandangan hati. Hati kita selama ini gelap, makanya hdiup kita juga gelap. Sebab dunia yang kita alami adalah cerminan hati.

Hati atau qalbu itu didada bukan diotak. Banyak yang salah paham tentang ini. Hanya karena hapal banyak hadits dan dalil lalu menganggap orang tersebut ahli hati atau ahli akherat. Anda salah besar. Orang orang yang sering bicara agama, debat dalil dll tidak serta merta hatinya hidup. Jangan sampai anda salah paham.

Yang disebut hatinya hidup ketika hatinya memandang ruh. Sementara ruh adalah entitas yang sangat kenal dengan Tuhan. Sehingga hati yang hdiup adalah hati yang disinari oleh cahaya ruh. Cahaya ruh yang menyinari hati akan membias menjadi berbagai warna mejikuhibingiu. Semua cahaya tersebut berasal dari satu sumber yaitu ruh yang sangat kenal dengan Tuhan.

Apa yang saya maksud dengan warna warna mjikuhibingiu? Itulah dunia. Yaitu ketika hati memandang dunia dengan berbagai bentuk, warna, nama dan rupa. Hati memandang banyak cahaya tetapi paham bahwa semuanya adalah cahaya Allah yang membias menjadi banyak sekali cahaya. Sebagaimana dalam surat An Nuur ayat 35 yang artinya Allah adalah cahaya langit dan bumi.

Sehingga hati yang hidup memandang dunia dengan berbagai rupa adalah cahaya Allah juga. Mungkin mata kepalamu melihat kucing, tapi hatimu melihat itu adalah cahaya Allah. Lalu dengan iman yang seperti in anda tidak sembarangan mengusir atau bahkan memukul kucing yang mencuri ikan asin didapur. Lagian mana berani menyiksa cahaya Allah?

Tidak hanya kucing, nasi, batu dll tetapi juga dukun, jin, pelaku sihir, orang dzalim secara pandangan mata hati adalah bagian dari cahaya Allah juga. Mereka semua mahluk Allah yang dikirimkan kekpadamu sebagai bagian dari ujian. 

Kalau dalam pandangan mata lahiriah anda memandang ada dukun, jin, pelaku sihir dll yang membuat hidupmu hancur. Makanya gunakan akal dan otakmu untuk belajar ruqyah sehingga bisa melawan makar makar mereka. Akan tetapi dalam pandanagn mata hati mereka adalah bagian dari bias cahaya Allah, sehingag dengannya anda akan belajar lebih sabar, lebih ikhlas dan lebih mampu menerima ujian.

Ketika anda diberikan musibah maka anda akan sering berdoa. Doa itu letaknya di hati, sebab iman itu dihati. Lisan anda melafadzkan doa seiring dengan hatimu yang hidup. Hati yang hidup itu meyakini bahwa Allah pasti akan menolongmu, sebagaimana kisah saat kamu kelaparan diatas. Sementara sekali lagi saya ulangi hati yang beriman pasti bercahaya. Yaitu cahaya dari ruh yang membias menjadi banyak cahaya alam semesta.

Ketika anda berdoa dengan hati yang iman/ percaya kepada Allah, maka pasti Allah akan mengabulkan doamu tidak bisa tidak. Akan tetapi doamu tidak dikabulkan dengan cara menjatuhkan harta karun dari langit. Doamu dikabulkan dengan bias cahaya hati yang menyinari alam semesta yang anda alami. 

Contoh. Anda selalu berdoa supaya diberikan kesembuhan, lalu secara tidak sengaja saat membuka buka facebook mata anda terpaku pada tulisan dari klinik pendekar langit. Llau anda tertarik untuk membacanya dan kemudian mendapatkan sedikit pencerahan. Maka ketahuilah anda dipertemukan dengan akun ini juga rangkaian dari proses pengkabulan doa. Oleh karena itu dibaca setiap artikel artikelnya sampai anda memahami sesuatu.

Kalau anda mengabaikan artinya hatimu nggak hidup. Apalagi bergumam, "Ah ini sekedar teori saja, aku akan menunggu Allah saja". Ini nggak paham berarti. Padahal cahaya Allah datang lewat tulisan ini mosok anda abaikan? 

Atau diwaktu yang lain dirumahmu ada pengamen. Jika hatimu hidup maka anda pasti memberikan uang ke pengamen bukan malah mengusirnya. Misalnya yang biasanya anda kasih 1.000, kali ini anda kasih 5.000. Mengapa demikian? Sebab anda meyakini dalam qalbu sebenarnya yang datang bukan pengamen tetapi Allah. Ketika hatimu hidup lalu memberikan sejumlah uang yang membuat pengamen bahagia maka satu jalan kesembuhan sedang dibuka.

Esok hari anda scroll scroll facebook, lagi lagi yang muncul adalah tulisan fanpage klinik pendekar langit. Jika hatimu hidup seharusnya anda berpikir, "mengapa aku terus ditunjukkan fanpage ini ya?". Ternyata anda diarahkan kepada kumpulan ayat ayat ruqyah, maka baca dan catat. Kalau perlu hapalkan. Mengapa demikian? Sebab inilah jalan kesembuhanmu.

Termasuk ketika anda dipertemukan dengan ustadz, peruqyah dll itu bukan kebetulan tapi sudah didesain dengan sempruna dari sononya. Jangan sampai anda mengatakan, "Maaf ustadz saya nggak mau diruqyah, saya hanya bergantung kepada Allah saja", ini salah paham namanya. Padahal cahaya Allah sudah datang tapi anda mengabaikan. kalau demikian gimana bisa sembuh?

Saya berharap artikel santapan rohani kali ini bisa membuatmu sedikit paham bahwa bergantung kepada Allah itu letaknya di qalbumu. Ketika qalbumu hanya bergantung kepada Allah maka akan ditunjukkan berbagai realitas yang bisa anda lihat dialam jasmani, alam kasar atau alam lahiriah. Apapun yang ditunjukkan kepadamu memang secara lahiriah itu mahluk, tetapi secara pandangan qalbu itulah cahaya Allah.

Oleh karena itu ketika anda berinteraksi dengan mahluk, ikhtiar dengan mahluk, muamalah dengan mahluk dll kondisikan hatimu tetap dalam keadaan bergantung kepada Allah. Di alam lahiriah ada seribu nama dan seribu rupa, tapi di alam batiniah hanya ada satu nama yaitu Allah. Allah lah yang sedang bercerita melalui diri anda sendiri.

Jika 2 pandangan ini didudukkan dengan benar saya sangat meyakini anda akan sembuh pada saatnya. 

Begitu kira kira, semoga mencerahkan share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Begini Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah Saja

Banyak yang mengatakan saya hanya bergantung kepada Allah. padahal aslinya itu perkataan dusta saja. Lalu bagaimana caranya bergantung kepad...