Ngobati orang yang kena santet sangat beresiko. Apalagi yang ngobati pakai jasa jin. Bahkan resikonya bisa meninggal dunia. Simak Resiko Praktisi & Peruqyah Kena Serangan Balik Sampai Meninggal
MENINGGAL DUNIA KARENA SERANGAN BALIK
Setiap saya berobat ke kyai atau rukyah. Selalu jawabanya tumbal pesugihan. Dan yg menangani saya byk yg sakit, bahkan sampai meninggal dunia setelah bilang ke saya bahwa saya mau ditumbalkan buat pesugihan. trs setiap ada teman yg mau mencarikan obat buat saya, ada yg dibuat kecelakkan sampai patah tulang.
Jawab: Itulah resiko bagi praktisi yang coba coba bantu orang lain yang kena santet. Resikonya nggak main main yaitu m4ti.
Apalagi bagi praktisi yang mengobati orang lain menggunakan bantuan jin, pakai tenaga dalam, pakai energi reiki dan semacamnya sangat rentan dan beresiko. Mengapa demikian? Karena yang terjadi adalah perang jin.
Itulah mengapa orang yang masih ada gangguan tapi ikut bantu ruqyah justru dia yang berpeluang kena serangan balik dari penyihir. Disatu sisi lebih peka dari peruqyah biasa disisi lain rentan serangan balik.
Bahasa kerennya perang energi, perang batin atau perang kesaktian. Atau bahasa saya perang kejiwaan, karena yang menjadi korban jiwanya. Jika yang ngobatin kalah artinya jin (khodam) yang bersembunyi dalam jiwanya kalah. Ketika jinnya sekarat maka praktisinya akan sakit. Jika jinnya mati maka praktisinya bisa sekarat bahkan meninggal dunia.
Kalau yang ngobati tidak pakai jin alias hanya baca doa dan ayat ruqyah maka khodam dari penyihir akan sulit menembus jiwanya. Tetapi tetap saja kena serangan balik misalnya dalam bentuk bisikan tertentu. Contohnya bisikan merasa dirinya sakti, bisikan untuk menikahi pasien (padahal pasiennya sudah punya pasangan) dan atau bisikan adu domba. Misalnya selepas meruqyah pasien cantik lalu cekcok dengan pasangan karena salah paham. Oleh karena itu waspadalah.
Terkait tumbal pesugihan...
Mengapa pesugihan harus pakai tumbal jiwa? Karena memang seperti itulah syaratnya. Artinya harga "jiwa" di alam jin sangat mahal. Satu jiwa bisa berharga ratusan juta rupiah. Misalnya satu tumbal nyawa diganti dengan uang 200 juta. Ketika masa tumbal habis harus mempersembahkan tumbal berikutnya, begitu seterusnya. Kalau pelaku tidak bisa menyediakan tumbal maka dia sendiri yang akan menjadi tumbal.
Ada juga tumbal yang tidak langsung mati tetapi disiksa dulu. Selama korban tumbal merasa tersiksa maka selama itu cuan mengalir ke pelaku pesugihan. Ketersiksaan itu bisa dalam bentuk rasa sakit, rasa marah, rasa sedih, rasa kecewa dan masih banyak lagi.
Artinya energi negatif yang terpancar dari jiwa manusia di alam iblis sangat berharga sekali. Mungkin energi negatif ini dikonversi menjadi vitamin, makanan, kesaktian dll. Oleh karena itu berjuanglah untuk tidak terpancing perangkap setan ya?
Makanya saya sering menulis tentang keikhlasan yang muncul dari lubuk hati terdalam. karena dengan energi inilah iblis bisa terbakar.
Dari lubuk hati loh ya? Bukan dari ucapan lisan... Bukan dari ucapan "aku ikhlas" tapi dada masih bergemuruh.
Next kita bahas lebih detail mekanisme tumbal pesugihan
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar