Yang di Bawa Saat Mati Bukan Sholatmu Tapi Imanmu

Judulnya memang provokatif, Yang di Bawa Saat Mati Bukan Sholatmu Tapi Imanmu. Maksudnya sholat yang tidak sampai ke hati bisa dikatakan sia sia saja. Sebab yang dibawa adalah iman yang ada dalam hatumu. SImak penjelasannya ya?


HANYA INI YANG DIBAWA SAAT MATI

Kenapa ya pak ustadz mengharapkan kesembuhan itu begitu menyakitkan, di saat kita sakarat bgini, apa ngk ada secuil pun petunjuk atau arah,, jalan supaya di berikan kesembuhan

Jawab: Baca tulisan ini dengan seksama ya? Hadirkan hatimu sepenuh penuhnya sampai muncul sebuah rasa yang berusaha bangkit dari tidur yang panjang.

Saya ada satu kisah yang tidak perlu diceritakan kronologisnya secara detail. Intinya saya ingin cerita dengan sedikit tambahan dan pengurangan bahwa saya pernah terjebak disebuah alam dimana disitu apa yang pernah saya hapalkan hilang semuanya. Apa yang tersimpan di memori dalam otak menghilang tak berbekas.

Ilmu, kecerdasan, hapalan, kepintaran dll hilang. Misalnya dulu saya hapal banyak sekali ayat ayat ruqyah tiba tiba di dimensi tersebut lupa semuanya. Nggak kepikiran untuk baca ayat kursi saat berhadapan dengan mahluk menyeramkan misalnya. Yang ada saat itu hanyalah ketakutan, kengerian, kecemasan dan hawa horor yang sangat mencekam.

Ketika itu satu persatu mahluk menyeramkan muncul dari kegelapan datang mendekat. Seiring dengan ketakutan yang aku rasakan semakin besar. Sungguh menyeramkan sekali keadaannya. 

Ketika mahluk mahluk tersebut hendak mencekik tiba tiba saya menyadari bahwa dibalik mahluk tersebut ada Allah yang menggerakkan. Entah datang dari mana tiba tiba saya membaca surah Al Ikhlas 3 kali. Bersamaan dengan itu tiba tiba semua mahluk yang hendak menyerang meledak menjadi abu yang beterbangan.

Hati saya mengimani saat itu Allah menolongku. Seiring dengan saya membaca surah Al Fath 3 kali, "Idzaa jaa'a nasrullaahi wal fath". Ketika itu tiba tiba saya melihat tubuhku sendiri sedang terbaring diatas kasur. Ditengah rasa heran dan takut saya mencoba masuk ke dalam jasadku sendiri seiring dengan terus membaca surah Al Fath. 

Proses menyusupnya jiwa (ruh) untuk masuk ke dalam jasad rasanya sangat menyakitkan. Seperti merayap dengan susah payah. Sampai pada satu titik saya terbangun dengan tersengal sengal.

Apa pesan yang ingin saya sampaikan terkait dengan kisah diatas?

Pesan saya jangan engkau terlalu bangga dengan isi otakmu karena itu semua tidak akan dibawa ke alam barzakh (akherat). Kalau terkait dengan agama, jangan engkau bangga dengan banyaknya ilmu agama, dalamnya fikihmu, hapalan Quranmu dll. Akan tetapi yang engkau bawa adalah iman dalam hatimu.

"Terus apakah nggak boleh belajar fikih dan atau menghapal Al Quran?". Jawabannya boleh bahkan wajib. Saya juga terus belajar menghapal kok. Akan tetapi jangan hanya berhenti di otak, melainkan jadikan Al Quran menjadi sebuah pengalaman iman dalam hati. Dari seribu ayat yang masuk ke hati satu ayat sudah sangat bagus kok. Apalagi bisa lebih.

Kalau kita bicara otak maka ia adalah perangkat untuk menjalani kehidupan di bumi supaya bisa berjalan dengan baik. Misalnya anda belajar sampai S3 sehingga bisa bekerja di perusahaan besar lalu dapat gaji untuk menghidupi keluargamu. Ijazah S3 tidak berlaku di kehidupan akherat. Akan tetapi ilmu yang anda gunakan untuk manfaat sesama dalam bingkai iman kepada Allah itulah yang akan dibawa.

"Iman" yang saya maksud adalah ruhaniah saya dan anda mampu melihat Allah dibalik segala kejadian. Catat paragraf ini, ingat dengan otakmu dan hunjamkan dalam dadamu. Meskipun sekarang ini anda belum paham apa yang saya maksudkan, tetap ingat ingat paragraf ini. Insya Allah suatu saat nanti anda akan paham.

Mata melihat pasangan yang buruk akhlaknya tetapi ruhaniah anda memandang Allah. Sehingga dengannya anda akan melayani pasangan dengan baik meskipun sempat dongkol. Demikian pula melihat anak, kucing, tumbuhan, nasi, dukun, jin dll. Mata dan otak anda boleh melihat mahluk tapi hatimu jangan. Hatimu harus mampu melihat Allah dibalik segala galanya. Iman seperti inilah yang akan anda bawa saat pindah alam.

Artinya jangan sampai saya dan anda meninggal dunia tetapi keadaan hati masih melihat mahluk. Jangan sampai meninggal dunia membawa dendam dan kemarahan kepada orang dzalim. Sebab jika demikian artinya hati kita buta dari melihat Allah dibalik mahluk. 

Sebab di alam sebelah keadaannya jauh lebih menyeramkan lagi, khususnya bagi mereka yang hatinya masih gelap. Di alam sebelah mahluk mahluknya jauh lebih buas. Jika saat meninggal dunia hatimu masih gelap dari melihat Allah maka pasti keadannya akan sangat mengenaskan. Setiap detik jiwamu penuh dengan kengerian, ketakutan, kecemasan, kekhawatiran dll.

Misalnya saat pindah alam melihat ular raksasa pasti anda akan lari ketakutan. Sebab yang anda lihat adalah mahluk, sebagaimana dahulu saat di dunia selalu yang dilihat adalah mahluk. Percayalah saat itu semua hapalan ayat ruqyah anda saat di dunia hilang entah kemana tenggelam dalam ketakutan. 

Jika saat itu anda punya iman meskipun sebesar atom maka peluang selamat dari terkaman ular raksasa masih ada. Misalnya saat didunia dimalam hari anda digigit nyamuk namun tidak anda bunuh karena meyakini nyamuk adalah mahluk Allah yang sedang cari makan. Anda membiarkan nyamuk menggigitmu sampai kenyang lalu terbang. Bisa jadi itulah yang akan menyelamatkanmu.

Apalagi bagi anda yang mampu melihat Allah setiap saat setiap waktu saat di dunia. Hingga ketika anda diberikan musibah besar yang menghancurkan, hatimu tetap tenang karena melihat Allah dibalik takdir. Ketika anda didzalimi dukun melalui sihir/ santet hatimu tetap meyakini semua karena ijin Allah lalu pelan pelan tenang kembali. Maka saat pindah alam anda bisa jadi super hero. Baca tulisan saya tentang super hero sebelumnya ya?

Anggap saja saat pindah alam anda melihat ular raksasa yang siap menerkam. Anda sempat kaget tapi hanya sebentar saja lalu tenang kembali. Mengapa tenang? Karena anda yakin/ beriman bahwa dibalik ular ada Allah yang menggerakkan. Niscaya ular itu akan meledak melihat cahaya iman dalam dadamu.

Disatu sisi anda bisa melumpuhkan ularnya, disisi lain anda menyelamatkan banyak orang yang nyaris dimakan ular tersebut. Saat itu jadilah anda super hero.

Sahabt yang dirahmati Allah. Tulisan ini bukan sekedar dongeng tetapi saya bicara pengalaman saat pindah alam meskipun hanya sesaat. Percayalah saat pindah alam seluruh isi otakmu yang kamu pikir akan dibawa mati benar benar akan hilang. Yang tersisa hanya iman dalam dadamu. 

Ketika di dunia imanmu menghadap kepada mahluk dengan ucapan "ini gara gara....", maka saat pindah alam akan lebih banyak lagi mahluk yang lebih menyeramkan berusaha menyerangmu. Sehingga setiap detik hari harimu dipenuhi dengan ketakutan, kengerian, kecemasan dll tanpa ada jalan keluar.

Sebaliknya ketika di dunia saya dan anda mampu melihat Allah dibalik segala galanya maka saat pindah alam tidak akan ada satu mahlukpun yang bisa mencelakakanmu, hatta malaikat penjaga neraka sekalipun. Ketika di dunia wajah hatimu beriman kepada Allah maka saat pindah alam anda akan menjalani trip/ perjalanan yang seru dan menyenangkan.

Oleh karena itu mumpung masih di dunia saya dan anda wajib belajar. Iqro' atau baca kehidupan anda sendiri sampai menemukan Allah dibalik segala peristiwa. Sehingga dengannya anda tetap tenang meskipun berada ditengah badai.

Semoga mencerahkan

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Begini Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah Saja

Banyak yang mengatakan saya hanya bergantung kepada Allah. padahal aslinya itu perkataan dusta saja. Lalu bagaimana caranya bergantung kepad...