Ternyata ujian yang menurut kita buruk menyimpan hikmah besar sekali. Karena dengan wasilah ujian kita bisa memetik buah surga. Yuk simak Cara Memetik Surga dari Kesabaran Menghadapi Ujian.
SELESAI BACA TULISAN INI BISA BISA ANDA PINDAH AGAMA
Bener...bayangkan 18 thn. Dorongan kuat betah di rumah yang kirim sihir. Saya tau saya di santet.. dan mau dibunuh.. saya nangis berdoa.. apa yg harus saya lakukan. Padahal.. kita solat dan mengaji. Saya ingin sembuh.. ingin tenang.. ingin bahagia. ingin punya uang
Jawab: Anyway bagaimana rasanya kena sihir selama 18 tahun? Waww pasti luar biasa cetar membahana tak terlukiskan. Penderitaannya benar benar lahir batin jiwa dan raga. Saya hanya berharap semoga kuat lebih lama lagi.
Yang 3 tahun saja sudah ngap ngapan apalagi yang 10 tahun, 20 tahun bahkan 30 tahun. Malahan ada yang sampai ke anak cucu. Kok bisa? Bisa saja, mekanismenya pernah saya jelaskan di artikel sebelumnya. Silahkan di search.
Sahabat yang dirahmati Allah. Saya sangat mengerti anda yang kena sihir sudah tahunan bahkan puluhan tahun pasti kering sudah air mataku. Hari hari penuh kesedihan, ketakutan, kemarahan, kekecewaan, dendam dll. Mengapa saya sangat mengerti? Khan saya juga pernah ngalami cuyyy...
Oleh karena itu dari pada sedih terus bagaimana kalau paradigma kita balik... Paradigma adalah sudut pandang bahasa arabnya ad diin, translate lagi ke bahasa indonesia menjadi agama. Bagaimana kalau malam ini sudut pandang (baca: agama) kita balikkan 180 derajad?
Dibalik bagaimana?
Penderitaan karena sihir selama 18 tahun yang menyebabkan penderitaan lahir dan batin kita rubah menjadi "18 tahun panen raya" yang membuat kita bahagia.
Sebenarnya banyak artikel saya terutama saat ditulis tengah malam berisi tulisan tulisan yang membalikkan paradigma anda selama ini. Jika anda membaca dan merenungkan dalam dalam niscaya anda akan pindah haluan alias berubah cara berpikirnya. Bahasa mak jleb nya jika anda membaca dan merenungkannya bisa bisa anda pindah agama (pindah cara pandang)
Coba diangen angen alias direnungkan dengan qalbumu yang paling jujur. Bahwa setiap manusia pasti akan diuji dengan kadar kesanggupannya masing masing. Dan orang yang diuji dengan ujian yang nggak kaleng kaleng artinya Allah cinta padamu. Baca hadits ya? Bunyinya kurang lebih, "Ketika Allah mencintai suatu kaum (baca: anda) maka akan diuji (dengan ujian yang ugal ugalan). Sekali lagi renungkan.....
Dicintai mahluk itu biasa, dicintai Allah baru luar biasa. Mau nggak dicintai Allah? Kalau mau wajib baca sampai selesai ya? Soalnya panjaaang artikelnya.
Sekali lagi ketika Allah mencintaimu maka akan diuji. Ujiannya berbentuk apa saja?
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah: 155)
Ujiannya dalam bentuk ketakutan dan segala turunannya misalnya was was, cemas, kecewa, benci, dongkol dll. Kemudian ada lagi kelaparan, kebangkrutan, hutang numpuk. Ada lagi kekurangan jiwa dalam hal ini bisa bermakna kehilangan orang atau sesuatu yang dicintai, fitnah, harga diri diinjak injak dll. Persis kamu kamu yang kena sihir.
Tapi dibalik itu semua ada khabar gembira. Artinya ada berita gembira bagi orang orang yang sabar. Orang yang sabar itu seperti apa, dan khabar gembiranya berbentuk apa?
Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Baqarah: 156-157)
Orang yang sabar adalah mereka yang mengatakan "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Artinya kita ini milik Allah dan kepadaNya akan kembali. Dalam bahasa lain, "Kita ini milik Allah dan cepat atau lambat, suka tidak suka akan mbalik/ rujuk atau kembali jua kepadaNya, oleh karena itu kembalilah". Kalimat diatas keren banget, menggambarkan cinta yang sangat posesif.
Ucapan diatas bukan ucapan mulut loh ya? Tapi ucapan hati yang tidak berhuruf dan tidak bersuara. Yakni sebuah gelombang rasa "penyerahan diri". Sebagaimana musuh mengangkat bendera putih tanda menyerah. Lepaskan semua senjatamu, kepintaranmu, ilmumu, kecerdasanmu barulah mengangkat bendera putih.
Justru orang yang mengangkat bendera putih tanda menyerah itulah yang mendapatkan petunjuk. Bukan orang yang sok bisa, sok mampu dan sok kuasa melainkan orang yang merasa dirinya hina tak bisa apa apa. Sebab ketika seseorang menyerahkan dirinya, setelah itu ia akan melihat Tuhan Yang Maha Bisa dan Maha Kuasa akan turun tangan. Keren khan?
Kembali ke ujian sihir 18 tahun yang rasanya cetar membahana...
Setelah anda membaca pesan ujian maka saya mengajakmu untuk merubah cara pandangnya. 18 tahun menderita menjadi 18 tahun panen raya. Seberat beratnya ujian sihir 18 tahun yang membuat anda bertahan maka selama itulah anda sedang memetik buah kesabaran. Katakanlah 90% anda berontak dan meronta ronta lalu 10% anda mencoba bersabar. 10 persen itulah yang akan sangat berharga nanti diakherat kelak.
Nah ini relate dengan pertanyaan sahabat lain sbb: "...pak ustad mau tanya apakah orang yang sedang ada gangguan jin / sihir ,tiap hari pikirannya kan di ganggu setan ,apabila tidak bisa mengendalikan bisikan kemaksiatan dari setan, apakah dicatat oleh Allah sebagai dosa baginya ,meskipun dia sadar dirnya sedang di ganggu setan ,kadang bisa mengendalikan kadang tidak?"
Bagi sahabat yang khawatir apakah berdosa ketika tidak mampu mengendalikan diri pada saat kena sihir? Justru saya berpikir sebaliknya, bahwa ujian sihir adalah momen dimana kita sedang memanen bekal akherat. Sejebol jebolnya anda tetap ada nilai plus yaitu perjuangan mengendalikan diri yang nyatanya sangat tidak mudah. 10 persen saja anda bisa mengendalikan diri itulah panennya.
"Terus 90 persen itu bernilai dosa tidak?". Enggaklah. Mana tahu kita dapat dapat ujian sihir, mak bendunduk tahu tahu hancur. Artinya ujian ini Allah sendiri yang mengirimkannya. Sehingga penilaiannya adalah seberapa mampu anda mengendalikan diri. Apakah 10 persen atau bisa lebih?
10 persen itulah yang akan menyelamatkanmu dari jilatan api neraka. 10 persen yang menjadi asbab anda duduk bertelekan diatas permadani surga. Memang meskipun sudah berada dalam surga pada saat itu anda akan menyesal. Anda sangat menyesal mengapa dahulu tidak memetik buah kesabarannya lebih dari 10 persen. Coba kalau 20%, 30% bahkan diatas 50% tentu maqom surgamu akan jauh lebih tinggi.
Pada saat itu anda sangat menyesal mengapa pernah mengucapkan sebagaimana sahabat kita mengatakan, "saya nangis berdoa.. apa yg harus saya lakukan. Padahal.. kita solat dan mengaji. Saya ingin sembuh.. ingin tenang.. ingin bahagia. ingin punya uang".
Apa yang dikatakan sahabat diatas adalah wajar sekali. Karena kita hanya manusia yang lemah. Tapi bayangkan kalau kata kata diatas diganti dengan begini, "Saya menerima ujian ini yaa Robb. Saya sudah berikhtiar supaya bisa sembuh dan hidup tenang. Namun apapun hasilnya saya menerima yaa Robb. Lihat Yaa Robb kami kuat kok".
Coba katakan seperti diatas meskipun sambil sesenggukan karena menangis. Tapi saya jamin air mata yang keluar mengandung makna yang berbeda dari sebelumnya. Kalau sebelumnya menangis karena penderitaan, tetapi ketika anda berushaa menerima takdir maka tangisannya adalah tangisan syahdu karena rindu pulang. Itulah tangisan sujud yang sebenar benarnya.
Pulang kemana? Pulang ke tempat atau sesuatu yang tak terdefinisikan. Terbingkai dalam kalimat yang pernah saya tulis sebelumnya, "innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun".
Pertanyaan: Mengapa ketika diberikan ujian kita meronta ronta? Karena hatimu gelap dari kehidupan akherat yang kekal. Kita lari dari Allah, nggak mau kembali atau tidak mau sujud kepada apapun kehendakNya. Kita maunya sembuh, lalu hidup tenang, kaya, bahagia dll artinya fokusnya adalah kehidupan dunia yang tidak kekal. Mau dirimu sudah sholat dan ngaji mau tidak mau tidak mau kita harus mengakui hal ini.
Bukankah sudah jelas dan gamblang bahwa ujian adalah momentum bagi kita semua untuk memetik buah kesabaran yang akan dipanen diakherat? Musibah adalah wasilah bagi kita untuk memetik hidup bahagia, kaya raya selama lamanya diakherat kelak. Dalilnya ada baik di hadits atau di Al Quran sebagaimana yang sudah saya cantumkan diatas.
Oleh karena itu saya mengajak diri sendiri dan anda semua untuk memetik buah surga yaitu kesabaran. Petiklah semampu yang bisa anda petik. Apakah 10 %, 20% atau lebih itu terserah anda. Caranya berjuang untuk menerima ujianmu dan bersabarlah sejenak. Hidup nggak lama kok, bentar lagi juga pindah alam yaitu di alam barzakh. Kalau mau hidup bahagia dan kaya raya di alam barzakh maka kumpulkan bekalmu sebanyak banyaknya melalui wasilah ujian yang sedang anda emban. Oke?
Makanya saya sering sampaikan bahwa ujian sihir adalah ujian yang paling keren. Keren versi ruhaniahmu bukan versi hawa nafsumu, karena kalau hawa nafsu pasti menolak. Asli kereen banget.
Sekeren apa? Saya mau membocorkan pandangan versi ruhaniah terkait ujian sihir. Bayangkan ketika kamu dikhianati oleh pasanganmu maka (ketika kamu sabar) hakikatnya kamu sedang dipersiapkan untuk diberikan seribu bidadari/ bidadara paliing cantik ganteng di surga yang tidak akan pernah berkhianat. Ketika kamu dijauhi teman dan relasi hakikatnya engkau sedang dipersiapkan untuk diberikan sejuta teman (baca: pelayan) disurga. Ketika ekonomimu dihancurkan hakikatnya engkau sedang dipersiapkan untuk menjadi orang yang paling kaya disurga. Mau tambahan lagi?
Ketika penyakit menggerogoti tubuhmu pada hakikatnya engkau sedang dipersiapkan untuk menjadi orang paling sehat sentausa di surga. Bahkan jadi dokter yang kapan saja masuk neraka untuk menyelamatkan orang orang tercinta yang sedang kesakitan karena adzab. Ketika engkau difitnah dan direndahkan hakikatnya engkau sedang dipersiapkan untuk menjadi artis paling terkenal disurga.
Seberapa banyak hadiah dan keutamaan yang bisa didapatkan disurga? Sekali lagi tergantung seberapa banyak engkau memanen kesabaran. Bahkan sekecil kecilnya 10 persen kesabaran saja sudah cukup kok. Apalagi bisa lebih..
"Ustadz bagaimana caranya supaya saya bisa yakin akan adanya surga atau kehidupan lain diakherat?". Jawabannya ini pasti panjang. Jangan dikira orang yang rajin sholat dan ngaji benar benar yakin akan adanya hari akherat loh? Nggak jaminan. Saran saya baca baca tulisan saya yang lain terkait teman ini ya?
Secara global saya katakan bahwa hidup kita sekarang ini adalah cerminan (prototype) apa yang akan kita alami nanti diakherat. Kondisi hati kita saat ini adalah cerminan akherat. Jika hati kita penuh kemarahan, kebencian, kesedihan dll maka itulah yang akan kita alami saat pindah alam. Sebaliknya jika kita bahagia, tenang, damai dll maka itulah yang akan kita alami saat pindah alam. Catat baik baik ya?
Artinya alam barzakh, surga, neraka dll sudah ada di dunia ini dalam bentuk pantulan (prototype). Sedangkan surga yang dijanjikan diakherat adalah realitas yang sesungguhnya. Sehingga jika batin anda sudah kebuka sebenarnya tahu siapa siapa yang akan masuk surga dan siapa yang akan masuk neraka. Parameternya adalah kondisi ruhaniahmu, terutama saat diberikan ujian.
Cluenya: Dunia adalah alam lahiriah, akherat adalah alam ruhaniah. Dunia ada dimata (kepala), akherat ada dihati (dada). Sehingga dikatakan dunia adalah kesenangan yang menipu. Oleh karena itu jika anda ingin kebahagiaan negeri akherat maka perhatikan hatimu. Jangan sampai hatimu larut dan tertipu oleh sesuatu yang fana dan tidak kekal.
Ingin tahu akheratmu seperti apa jika meninggal detik ini? Kalau ingin tahu coba pegang dadamu lalu longok kedalam. Apakah isinya adalah api neraka (kemarahan, dendam, kekecewaan dll), ataukah isinya surga (penerimaan, kepasrahan, kesabaran, kebahagiaan dll)?. Makanya saya katakan dalam paragraf sebelumnya, surga dan neraka sebenarnya sudah ada sekarang.
Sekarang bayangkan si fulan meninggal dunia. Kita melihat jasadnya masih utuh namun tidak bisa lagi melakukan apapun. Kita tidak tahu bahwa baru saja ada yang keluar dari jasadnya meningalkan dunia yang selama ini digenggam. Orang bilang rohnya keluar. Sebenarnya yang keluar adalah jiwanya. Jiwamu keluar membawa serta isi ruhaniahmu. Jiwamu baru saja keluar dari dunia menuju alam akherat.
Artinya yang dibawa saat roh/ nyawa keluar apanya? Jawabannya jelas, hatimu. Yang kau bawa bukan hapalanmu, ilmumu, kepintaranmu dll tetapi isi dalam hatimu. Apakah dalam hatimu ada kesabaran atau tidak? Apakah dalam qalbumu ada iman atau tidak? Itu kuncinya.
Makanya sebagai penutup saya ingin sampaikan, sesaat setelah anda (sahabat yang diuji dengan sihir) meninggal dunia maka itulah yang disebut "merdeka". Terlepas anda hanya bisa membawa bekal 10% kesabaran saat kena musibah itu sudah sangat bagus. Apalagi membawa bekal 20%, 50% atau malah 90%?. Waah kereeeen sekali.
Makanya saya mengajak anda untuk merubah cara pandang 18 tahun menderita menjadi 18 tahun panen raya memetik buah surga. Maka petiklah buah cinta bidadari ketika anda bersabar dikhianati, petiklah buah kekayaan abadi ketika anda bersabar bisnisnya hancur, petiklah kehormatan surga ketika anda bersabar saat difitnah dan masih banyak lagi buah surga yang bisa anda petik.
Saya mengajak untuk merubah cara pandang dari pemberontakan menjadi penerimaan. Dari kemarahan menjadi kesabaran. Saya mengajak diri sendiri dan anda semua untuk mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Hatimu berserah diri kepada Allah yang memberikan ujian. Berserah diri bahasa arabnya muslim (islam).
Bingkainya adalah saya mengajak anda untuk pindah agama (cara pandang) dari agama lahiriah menuju agama ruhaniah. Dari agama kekafiran (pemberontakan) menuju agama penerimaan. Dari agama ketertutupan hati menuju keterbukaan hati. Yaitu hati yang berserah atau islam. Yuk pindah agama islam.
Semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar