Kita maunya hidup enak, kaya, nyaman dll khan? Padahal nggak bisa gitu. Pasti kamu akan diuji, tidak bisa tidak. Oleh karena itu jangan lari dari ujian. Jangan Lari, Hidup Ini Adalah Game yang Harus Dimenangkan.
JANGAN LARI, HIDUP INI ADALAH KOMPETISI
Beberapa hari ini saya tidak mimpi kendaraan, adem ayem aja rasa nya jiwa ini pk ustadz, tanpa meronta sedih nangis,, Fix teka teki nya sudah terpecahkan, kendaraan memang gambaran jiwa, Tanpa saya minum obat penenang lagi Terimakasih pk ustadz, atas pecahan teka teki nya 😀😀😀
Jawab: Saya sudah beberapa kali share tulisan tentang mimpi naik kendaraan dalam sihir yang maknanya adalah gambaran jiwamu akan dikondisikan sedemikian rupa esok hari. Misalnya mimpi naik kendaraan dan susah ngerem, maka esok hari ada dorongan cekcok dan susah dikendalikan meskipun sudah berusaha keras.
Sahabat diatas ketika mimpi naik kendaraan melaju cepat tanpa bisa direm esoknya selalu meronta ronta, ingin nangis, pengin cekcok. Meskipun mencoba mengendalikan diri tetap tidak bisa. Beliau WA saya, "Susah pk ustadz, ttp jebol sayanya".
Dilain hari tidak mimpi naik kendaraan dan keadannya adem ayem jiwanya. Kalau sebelumnya dorongan minum obat penenang begitu besar tetapi setelah tidak mimpi naik kendaraan bisa tenang tanpa obat penenang.
Namun mungkin ada satu yang lupa. Bahwa setan tidak akan berhenti. Mereka akan datang lagi mencoba mengendalikan jiwamu melalui mimpi naik kendaraan atau mimpi lainnya. Dan inilah yang menjadi momok korban sihir. Korban sihir pasti merasa was was jangan jangan mimpi naik kendaraan lagi.
Sahabat yang dirahmati Allah....
Dalam game ada aturan. Barang siapa yang mau menjadi juara harus mau berkompetisi sampai final. Dan dimana mana aturannya sama. Termasuk di kehidupan ini sebenarnya sedang berlangsung game. Game kehidupan adalah bagaimana memenangkan ujian.
Tuhan atau Allah yang mengkondisikan demikian yaitu menjadikan bumi ini sebagai panggung game/ ujian. Semua manusia pasti akan berkompetisi suka atau tidak suka. Dan dari sekian milyard manusia ada yang menang dan ada yang kalah. Dari sekian yang menang ada yang menjadi juara. Bagi yang menang akan mendapatkan reward atau hadiah yaitu surga. Sementara bagi sang juara akan mendapatkan trophy yang dikenal oleh segenap penduduk langit.
Sayangnya dari sekian milyard manusia ada yang kalah. Bagi golongan yang kalah akan mendapatkan punishment atau hukuman yaitu neraka. Seperti itulah aturannya.
Oleh karena itu mumpung masih di dunia mari kita semua memainkan game masing masing sampai kemenangan teraih. Saya, anda, mereka dan semuanya tidak bisa menghindar, semua sedang bermain game kehidupan. Lawannya adalah Iblis dan bala tentaranya yang menyerang jiwa/ diri/ nafs kita semua.
Artinya lawan sebenarnya adalah diri kita sendiri. Sedangkan Iblis dan bala tentaranya berperan sebagai penghalang perlawanan. Mereka dengan segala daya dan upaya akan membisiki untuk meninggikan ego. Bahasa lainnya Iblis dan bala tentaranya menghasut manusia untuk tinggi hati menuhankan dirinya sendiri.
Iblis berkata, "kamu tidak seharusnya disantet, kamu itu orang baik, tidak seharusnya dikhianati. Kamu haru balas dendam kepada pelakunya. Kamu harus berontak kepada Tuhan atas ketidak adilan ini". Inilah provokasi iblis yang menyerang nafs atau jiwa. Lalu anda berkata, "Ya betul, aku harusnya dihormati dan dimuliakan. Aku tidak bersalah dan tidak seharusnya didzalimi. AKu tidak rela diginiin". Nah ini salah satu bentuk dari meninggikan ego sebagai bagian dari tujuan Iblis.
Itulah salah satu medan pertempurannya. Dan anda harus melawan Iblis yang menyerang hawa nafsu sampai menang. Disebut kemenangan ketika kita bisa mengalahkan diri kita sendiri. Yaitu dengan cara merendahkan ego serendah rendahnya, sehina hinanya, lalu meninggikan Tuhan setinggi tingginya.
Artinya tidak bisa tidak anda pasti akan diserang Iblis dan bala tentaranya. Saya dan anda tidak bisa menghindari hal ini. Sehingga jangan merasa senang dulu ketika tidak mimpi naik kendaraan. Karena pasti setan akan datang kembali. Justru dimasa tenang sebab tidak mimpi naik kendaraan adalah moment yang harus dimanfaatkan sebaik baiknya untuk persiapan. Saat masa tenang harus anda gunakan untuk memperkuat benteng pertahanan sekaligus mempersiapkan senjata yang paling mem4tikan.
Ketika hari hari dilalui dengan tenang tanpa gangguan anda merasa senang. Disisi lain seiring berjalannya waktu hati anda was was, jangan jangan setan datang lagi. Ini konsep berpikir yang perlu diluruskan. Yang benar adalah kapan saja Iblis datang kita semua harus siap. Sebab ini adalah pertandingan/ kompetisi kehidupan.
Kita semua kalau ditanya mau masuk surga apa masuk neraka pasti 100 persen jawabannya pengin masuk surga. Sebab disana ada ketenangan, kegembiraan, kenikmatan dan kebahagiaan abadi. Masalahnya adalah masuk surga tidak bisa gratis. Mana ada masuk surga tanpa harus melewati ujian terlebih dahulu. Tidak akan ada masuk surga sementara saat di dunia hidupnya lancar terus, aman terus tanpa ada gangguan.
Kalau memang kita mau masuk surga maka harus rela berkompetisi. Harus mau berjuang dengan segenap jiwa dan raga. Harus mengerahkan segala galanya untuk meraih kemenangan. Kecuali kita semua ragu akan adanya hari akherat. Dan iblis akan semakin memperbesar keraguan ini. Para setan akan memberikan seribu argumen bahwa hidup itu hanya di dunia saja.
Sebagai penutup saya hanya ingin menegaskan bahwa lawan kita adalah diri sendiri. Ketika kita menang melawan diri sendiri maka otomatis Iblis dan setan akan kalah. Otomatis pula anda akan mendapatkan rewardnya yaitu surga dan segala isinya.
Bagaimana cara menang melawan diri sendiri? Seperti yang saya tulis diatas caranya adalah merendahkan ego serendah rendahnya. Makin rendah makin bagus. Dalam artian ketika kita diberikan ujian yang tidak sesuai dengan keinginan diri, maka terimalah dengan ikhlas. Inilah yang disebut dengan merendahkan ego. Jika kita berontak sama artinya dengan kita meninggikan ego dan merasa kita tidak layak diuji seperti ini.
Bahasa tegasnya begini. Ketika kita dihina tersenyum. Ketika kita ditampar tetap tersenyum. Ketika rezeki kita dihancurkan, rumah tangga berantakan, dikhianati pasangan dan teman, ditusuk dari belakang, diinjak injak harga diri dan kehormatan kita berusaha untuk menerima dengan tersenyum. Mengapa kita menerimanya? Karena kita sedang belajar merendahkan ego serendah rendahnya. Kita sedang belajar menenggel4mkan harga diri sampai benar benar tidak punya harga diri lagi.
Mengapa sampai sebegitunya? Kok kayak kejem banget? Jawabannya karena kita sedang berkompetisi untuk membesarkan diri Tuhan sebesar besarnya. Yaitu Tuhan atau Allah yang datang bersama ujian yang harus kita terima apa adanya tanpa pemberontakan. Ketika kita ikhlas menerima apapun ujian dari Tuhan maka hakikatnya kita sudah meninggikan Allah setinggi tingginya.
Dan untuk mampu menerima ujian yang menyesakkan cara satu satunya adalah merendahkan diri/ ego kita. Ketika kita mampu mengecilkan ego kita maka sejatinya kita sedang membesarkan nama Tuhan. Ketika kita mampu menghinakan diri kita sejatinya kita sedang memuliakan diri Tuhan. Barang siapa mampu memuliakan Allah daripada dirinya sendiri maka layaklah ia mendapatkan reward berupa surga.
Apalagi kita mampu mem4tikan ego/ nafsu kita maka saat itulah yang ada hanyalah diri Tuhan semata mata, tidak ada tuhan yang lain. Ketika anda mampu melakukannya maka anda berhak mendapatkan trophy/ mahkota penghargaan tertinggi. Ketika anda memakai mahkota tersebut niscaya seluruh malaikat akan tunduk (sujud) dan patuh kepadamu.
Malaikat penjaga surga akan tunduk kepadamu, kapan saja kamu bisa masuk dari pintu manapun. Termasuk malaikat penjaga neraka juga akan tunduk kepadamu, dimana kamu bisa masuk kedalamnya dan membebaskan orang orang yang tercinta. Termasuk malaikat penjaga arasy dan malaikat manapun akan hormat kepadamu. Mereka tidak akan berani membantahmu.
Mengapa malaikat sujud kepada mahluk? Tidak... Malaikat tidak akan pernah sujud kepada mahluk. Malaikat hanya tunduk kepada Tuhan Sekalian Alam. Malaikat tidak sujud kepadamu, khan kamu sudah tiada. Ego/ dirimu sudah m4ti yang ada hanya diri Tuhan. Malaikat tidak sujud kepadamu tetapi sujud kepada Allah dibalikmu.
Demikian semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar