Praktekkan Ini Anda Pasti Bahagia Selamanya Dunia Akherat

Yang dicari seluruh manusia sebenarnya adalah kebahagiaan hidup. Itulah mengapa banyak teori kebahagiaan dari pakar seluurh dunia. Sebenarnya bagaimana meraih kebahagiaan? Simak Praktekkan Ini Anda Pasti Bahagia Selamanya Dunia Akherat.

 

CARA MERAIH KEBAHAGIAAN SEKARANG DAN SELAMANYA

Masya allah ustad ini baru saya mengerti taskiatunnafs yg sebenarnya terima kasi ustad. Jadi bole ustad kita jikir dalam hati Allah Allah sebanyak banyak bole ya ustad

Jawab: Dalam dunia ruqyah cukup familiar dengan istilah tazkiyatun nafs. Secara ringkas tazkiyatun nafs berarti membersihkan hati dari segala penyakit hati. Apa saja penyakit hati? Misalnya marah, dendam, dengki, hasad, takabur, sum'ah, riya' dan masih banyak lagi. 

Lalu beberapa praktisi membuat metodenya masing masing dimana tujuannya supaya pasien bisa membersihkan hatinya dari sifat sifat tercela diatas. Misalnya dengan menyampaikan keutamaan tazkiyatun nafs, kembali ke Al Quran dan Sunnah, jauhi bid'ah dan syirik, kembali ke tauhid dll.

Silahkan saja dengan metodenya masing masing sesuai kadar pemahaman dari praktisi, yang penting hati pasien bisa adem kembali setelah sekian lama panas membara. Yang penting hatinya tenang.

Saya mau tanya, apa tujuan belajar tazkiyatun nafs? Tujuannya adalah membuat hatimu tenang, lapang damai dan bahagia apapun yang terjadi. Dan kebahagiaan hidup inilah yang menjadi tujuan semua manusia di dunia. Lalu muncullah berbagai teori kebahagiaan yang disusun oleh para pakar diseluruh dunia.

Saya mau tanya lagi, apakah ketika anda sembuh dari penyakit (sihir) anda pasti bahagia? Apakah jika sekarang anda miskin lalu hidup kaya pasti bahagia? Atau apakah jika anda giat amal ibadah dan mempraktekkan sunnah pasti bahagia?

Jika anda sembuh dari penyakit pasti bahagia, maka setelah sembuh lalu ada masalah lainnya artinya anda sedih kembali. Kalau saat kaya anda bahagia, maka ketika anda kaya tapi pasanganmu selingkuh maka anda akan sedih kembali. Jika anda ibadah dan mempraktekkan sunnah tapi hidupmu dikucilkan masyarakat maka anda merasa bersedih.

Ingat ya? Bahagia itu tentang rasa yang jujur dalam hatimu. Tidak bisa dibuat buat. Kalau anda mengatakan, "aku bahagia kok meskipun bla bla", tapi nyatanya hatimu ada pergolakan artinya ucapanmu dusta belaka.

Ingat juga ketika kebahagiaanmu diukur dengan kata "jika" maka itu bukan kebahagiaan. Itu syarat yang diajukan oleh hawa nafsumu. Dan hawa nafsu yang selalu memakai tolok ukur materi tidak akan pernah ada puasnya alias tidak akan bahagia selamanya.

Sebab kebahagiaan itu bukan "jika nanti...". Bahagia itu bukan nanti tapi sekarang ini juga dan tanpa syarat apapun. Kebahagiaan itu sekarang dari hatimu. Artinya sumber kebahagiaan berasal dari hati bukan dari luar dirimu.

Sumber dari luar misalnya ketika pasanganmu romantis anda bahagia, tapi ketika marah anda sedih. Ketika anda dihargai maka bahagia, tetapi jika dihina akan marah. Jika ekspektasi sesuai harapan anda bahagia, jika tidak sesuai keinginan anda merasa kecewa. Artinya tolok ukur kebahagiaanmu bukan dari dirimu sendiri tapi dari orang lain.

Oleh karena itu jika anda ingin bahagia longok saja hatimu sendiri. Jika sekarang hatimu penuh kemarahan dan kekecewaan artinya ada yang salah dengannya. 

Nah... Sebelum kita lanjut hati itu dimana dan diciptakan untuk apa? Kalau kita membahas secara agama maka hati ada didada dan diciptakan untuk mengingat Allah. Artinya hati itu tempat bersemayamnya Allah. Hati adalah tempat cinta kepada Allah. Hati adalah tempat kebahagiaan bersama Allah. Dan atau apapun istilahnya yang penting anda paham.

Jika ada sesuatu selain Allah dalam hatimu maka hidupmu tidak akan bahagia selama lamanya. Meskipun engkau bergelimang harta, tahta dan wanita. Meskipun hidupmu penuh kehormatan dan kemuliaan. Mengapa demikian? karena pada saatnya apa yang engkau sandang pasti akan fana/ hancur. Saat itulah hatimu menderita dan merana.

Kesimpulannya kunci kebahagiaan adalah ketika hatimu hanya ada Allah seorang, tidak ada yang lain. Kunci kebahagiaan adalah ketika hatimu selalu ingat (berdzikir) kepada Allah.

Sahabat kita bertanya, "ustad kita jikir dalam hati Allah Allah sebanyak banyak bole ya ustad". Jawabannya boleh boleh saja dan bagus. Tapi maksud saya bukan itu. Maksud ingat kepada Allah (dzikir) dalam hati bukan itu. Sebab dzikir hati itu tidak berhuruf dan tidak bersuara. Dzikir hati itu adalah "paham dalam diam"

Tapi kalau anda mau dzikir menyebut "Allah Allah" secara batin silahkan dan bagus. Itu bukan dzikir hati sebenarnya, tapi otakmu yang menyebut kalimat Allah dan hendak dihunjamkan ke dalam hati yang ada dalam dada. Jika anda dzikir demikian selama sekian bulan atau tahunan, anda bisa sakti. 

Ahli dzikir yang sakti, punya karomah, bisa masuk alam gaib dll biasanya disebabkan oleh wasilah dzikir seperti ini yang dilakukan secara kontinyu dan terus menerus. Tapi apakah ini tujuanmu dzikir? Sebab dzikir yang bener tujuannya bertemu Allah bukan bertemu kesaktian dan karomah. 

Sekali lagi ingat Allah dalam hati yang saya maksud bukan melafadzkan Allah dalam batin/ pikiranmu. Yang saya maksud adalah hatimu menyaksikan Allah dalam segala bentuk, rupa dan suara. Atau menyaksikan Allah dalam segala keadaan dan kondisi. Atau menyaksikan Allah dalam nikmat maupun musibah. Hati menyaksikan Allah dibalik segala galanya, ini yang saya maksudkan.

Misalnya ketika melihat anak yang bandel, hati melihat Allah dibalik anak anakmu. Yang semula ingin marah marah lalu langsung istighfar dan bisa diredam. Marah marahnya diganti dengan memberikan nasehat penuh kasih sayang. Demikian pula ketika melihat pasangan, pelaku sihir, orang dzalim, kucing, pohon, batu, makanan dan semuanya tak terkecuali bahkan dirimu sendiri.

Mata kepala boleh melihat seribu nama, seribu rupa tetapi dalam hatimu hanya ada satu nama yaitu Allah saja, tidak ada yang lain. Jika anda mampu melakukannya maka saya jamin seribu persen anda akan bahagia apapun yang terjadi. Bahagia selama lamanya bersama Allah.

Mengapa anda pasti bahagia? Simak penjelasan singkatnya ya?

Ketika engkau sudah tidak mampu melihat sesuatu yang lain selain Allah sebenarnya yang melihat saat itu adalah RUH. Hanya ruh saja yang kenal Allah dengan sebenar benarnya. Kita tidak akan membahas diatas RUH ada apa atau siapa nanti malah puyeng. Cukup anda pahami bahwa yang mampu melihat Allah adalah RUH, bukan hatimu dan jiwamu.

Ketika RUH melihat Allah maka cahayanya akan menyinari hatimu. Ketika hatimu sudah terang maka segala kegelapan akan sirna. Kegelapan inilah segala penyakit hati dan entitas entitas negatif (jin, setan, iblis, sihir dll). Hati yang bercahaya ini menembus/ memantul kepada jiwa. Jiwa inilah yang merasa tenang, damai dan bahagia. Jiwa itu siapa? Ya kamu dibalik jasadmu yang membaca tulisan ini.

Sehingga jiwa yang sudah terkena pantulan cahaya Allah akan selalu syahdu apapun yang dialami dan apapun yang terjadi. Melihat pelaku sihir yang sudah menghancurkanmu malah ketawa. Melihat pasangan yang tersenyum romantis, malah nangis. Hari ini makan nasi kecap rasanya puaasss banget, dilain hari makan direstoran malah malah berkaca kaca. Mengapa demikian? Karena jiwanya paham semua adalah hidangan dari Allah.

Sementara segini dulu semoga menambah pencerahan baru. Next Insya Allah akan saya bahas lebih dalam lagi.

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Begini Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah Saja

Banyak yang mengatakan saya hanya bergantung kepada Allah. padahal aslinya itu perkataan dusta saja. Lalu bagaimana caranya bergantung kepad...