Yang Bertanggung Jawab di Akherat Jiwa apa Ruh?

Saya yakin mayoritas manusia belum paham tentang jiwa dan ruh. Sama saya juga belum paham, hehehe. Jadi nanti yang bertanggung jawab diakherat yang mana? Simak penjelasan Yang Bertanggung Jawab di Akherat Jiwa apa Ruh?

 

RAHASIA BESAR DIBALIK MIMPI KENDARAAN

Tadi mlm saya ngelilir  ngeliat ular dibawah mesin mobil ular nya kyk' benang ruwet gk' bisa jalan karna ke ikat sama tubuhnya sendiri warna nya ngk' begitu hitam dan ngk' begitu abu². dan saya hanya lihat di bawah mesin mobil dan saya ngk' ngeliat mobil nya warna apa?¿'🤔 maksud nya apa ya Tadz.?!

Jawab: Pernahkah anda mimpi mobil atau kendaraan? Bagi korban sihir pasti sering ya? Dan tahukah anda apa makna mimpi mobil? Nah penting ini. Mobil dalam mimpi maknanya adalah jiwamu atau dirimu sendiri. 

Misalnya mimpi naik mobil dan terperosok artinya jiwamu hendak dibikin jatuh terperosok. Mimpi mengendari mobil lalu mesinnya rusak, artinya mesin jiwamu (otakmu) dirusak. Mimpi mobilmu hilang artinya kamu akan kehilangan dirimu yang dulu. Mimpi mobilnya kebakaran sampai mengepul asap artinya jiwamu hendak dibikin terbakar oleh kemarahan. Mimpi mengendarai mobil dan susah direm artinya esok hari kamu akan susah mengendalikan diri meskipun sudah berjuang keras. Mimpi melihat mobil banyak penumpangnya artinya jiwamu ditumpangi banyak penumpang jin. Dan masih banyak mimpi tentang kendaraan lainnya.

Sahabat coba bayangkan sebuah mobil, ada bodinya ada mesinnya. Bahkan ada beberapa jok. Dan yang pasti ada sopirnya. Mobil tanpa sopir tentu nggak bisa jalan.

Tahukah anda bahwa manusia sebenarnya sangat mirip dengan mobil. Persis malahan. Sebagaimana anda sering mimpi mengendarai mobil, hakikatnya anda sedang mengendarai diri anda sendiri. Atau anda sedang mensopiri dirimu sendiri.

Mobil = dirimu atau jasadmu

Mesin mobil = otakmu

Roda = tangan dan kakimu

Lalu siapa sopirnya? Nah ini sangaaaat penting untuk sahabat pahami dan camkan. Sopir inilah nanti yang akan bertanggung jawab terhadap amanah yang sudah diberikan. Sopir inilah yang nanti pindah alam ketika meninggal dunia. Sedangkan mobilnya dikubur menjadi tanah.

Sopir ini yang mengendarai mobil. Melihat jalan, injak gas, injak rem. Sopir inilah yang sudah mengantarkanmu sampai dititik sekarang. Jika sekarang anda seorang pengusaha artinya sopirnya nyetir sehingga menjadi pengusaha. Jika sekarang jadi ulama maka sang sopir mengendarai mobil menuju alim ulama.

Untuk menjadi sopir yang baik, pintar dan tahu jalan mau tidak mau harus belajar. Anda harus tahu arah dan tujuan kemana mobil harus dikendarai. 

Dan tahukah anda sopir itu adalah jiwamu. Maka jika kamu bingung jiwa itu yang mana bayangkan Mobil yang sedang disetir oleh seseorang. Sopir itulah "jiwa". Istilah lainnya adalah nafs, diri atau ego.

Jika jiwa adalah sebuah entitas maka entitas inilah yang nanti akan dimintai pertanggung jawaban di akherat kelak. Yaitu pada saat kamu disuruh keluar dari mobilmu sendiri lalu disidang. Disuruh bertanggung jawab terhadap segala titipanNya.

Jika saat di dunia engkau mempergunakan mobilmu untuk manfaat sesama maka diakherat kelak akan dikasih hadiah mobil mewah mercy atau lamborghini. Sebaliknya jika engkau menggunakan mobilmu saat di dunia untuk hal hal yang tidak baik maka diakherat kelak akan dikasih mobil yang bobrok.

Makanya diakherat nanti bentuk tubuhmu macam macam tergantung amal perbuatan. Ada yang berbentuk indah rupawan ada pula yang buruk rupa. Ada yang perutnya sebesar gunung, ada yang kepalanya berbentuk b4b1, ada yang lidahnya panjang dll. Padahal saat di dunia berbentuk normalnya manusia tetapi di akherat bentuknya berubah.

Manusia diciptakan dan diturunkan ke muka bumi bersamaan dengan buku manual. Oleh karena itu sebagai sopir yang baik belajarlah pada manual tersebut. Ia adalah Al Quran dan Al Hadits. Jika hidup anda berpegang kepada keduanya maka selama lamanya tidak akan tersesat jalan.

Yang saya maksud berpegang kepada Al Quran dan Al Hadits (sunnah) bukan tentang boleh pakai qunut atau tidak, celananya cingkrang atau tidak, jenggotan atau tidak dll yang malah memicu perdebatan tiada akhir. Padahal perdebatan ini membahas body mobil bukan sopirnya.

Yang saya maksud adalah berpeganglah kepada Al Quran dan Al Hadits didalam menjalani kehidupan yang lebih terarah. Misalnya tentang kejujuran, kesabaran, kesyukuran, keikhlasan, kegigihan, optimisme dan masih banyak lagi. Misalnya Al Quran yang mengajarkan pribadi pemaaf (wal 'aafiina 'anin naas) bukan pendendam. Jadilah pribadi yang pemaaf agar terbuka rute perjalanan yang lebih lancar.

Bagaimana bagi umat yang jauh dipelosok dan awam tentang Al Quran dan Hadits? Jawabannya jadilah orang baik. Default dari sononya sebenarnya manusia memiliki sisi kebaikan misalnya menyukai kejujuran, kasih sayang, empati, merangkul, menghormati dll. lakukan itu maka engkau sudah menjadi sopir yang baik.

Yang ingin saya tekankan dalam tulisan ini adalah, sebenarnya kita semua hanyalah sopir bagi kendaraan masing masing. Kitalah yang memutuskan hendak kemana dan mau melakukan apa. Kitalah yang mengendalikan pikiran dan perasaan. Oleh karena itu sekali lagi jadilah sopir yang baik.

Dan bagi korban sihir saya mengerti bahwa anda kesulitan untuk menyetir mobilmu sendiri. Bagaimana tidak? Mesinnya dirusak setan, roda rodanya diikat, rem dan gas diganjel. Gimana mau nyetir? Meskipun anda sudah berjuang untuk mengendari mobil tetap saja akan ada hambatan. Makanya ada hadits yang mengatakan korban sihir matinya mati syahid mungkin karena alasan tersebut diatas. 

Sebagai penutup saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri dan anda semua bahwasanya suatu hari nanti kita akan keluar dari mobil masing masing. Saat kita keluar dari mobil masing masing barulah kita sadar bahwa mobil tersebut hanyalah bangkai. Mobil tersebut tidak bisa melakukan apapun tanpa adanya sopir.

Saat itulah anda sadar bahwa yang membuat mobil berjalan bukan roda rodanya tapi anda yang menggerakkan dengan cara injak gas. Yang membuat lampu bisa menyala sehingga bisa melihat dalam kegelapan ternyata bukan lampu tetapi anda yang menyalakannya. Artinya anda akan sadar bahwa yang menggerakkan untuk berpikir, melihat, mendengar, melangkah dll bukanlah anda secara jasad, akan tetapi jiwamu. Jiwamulah yang mengendalikan semuanya.

Dan tahukah anda sebenarnya jiwamu juga hanya sekedar mobil yang tidak bisa melakukan apapun tanpa adanya sopir. Siapa sopir bagi jiwa? Jawabannya adalah ruh. Sopir bagi ruh adalah cahaya Allah. Dan dibalik cahaya Allah ada DIA. Sehingga kesimpulannya kita semua seakan akan hidup, bisa berpikir, bisa melihat, mendengar, berjalan dll. Itu hanya seakan akan saja, sebab jiwa raga kita sebenarnya hanyalah bangkai. Jiwa raga kita tidak bisa melakukan apapun tanpa adanya DIA.

Tapi saya tidak akan membahas paragraf diatas. Yang saya bahas adalah jiwa sebagai sopir dari jasad. Jiwa inilah yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak. Oleh karena itu jangan terlalu fokus kepada jasadmu tapi fokuslah kepada jiwamu.

Begitu kira kira

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Doa Nabi Yunus untuk Mengobati Luka Batin/ Sakit Jiwa

Orang yang sakit jiwa disebut dengan OODGJ. Mereka terluka batinnya dan sulit sekali sembuh? Bagaimana cara mengobati luka batin? Simak Doa ...