Mengapa banyak manusia menderita? mengapa banyak yang terkena luka batin dan tidak kunjung sembuh? Karena hatinya gelap. Simak artikel ini ya? Baca Ini, Maka Penderitaanmu Akan Hilang Berganti Kebahagiaan.
SETELAH PAHAM INI, PENDERITAANMU PASTI HILANG BERGANTI KEBAHAGIAAN
Saya klu teringat wajah dan nama pelaku, saya nangis sejadi2 nya. Dlu dia adlah tetangga yg pendiam dan tak bnyak bicara ,dia baik sama saya, bahkan dlu sering main ke rumah ank2 nya si Jxxx ini. Sekarang semuanya berubah menjadi monster yg menakutkan bagi kami , kenapa pelaku itu tidak merasa iba sedikitpun kpda korbannya ðŸ˜ðŸ˜ saya sedih yg dlu tetangga saya baik, malah nusuk dari belakang,, mengingat kehancuran dari 2012 sampai sekarang, penderitaan ini blum usai,,sakit sekali rasanya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Jawab: Iya saya sangat mengerti bagaimana perasaannya. Sama saya dulu juga gitu. Bagaimana bisa sahabat melebihi saudara tega menusuk dari blkg hanya karena pernah ada kesalahpahaman. Bertahun tahun saya marah, dendam dan tak percaya dengan dirinya yang tiba tiba berubah menjadi m0nster. Kalau ingat ini dadaku nyesek banget.
Malam ini pukul 00.37 saya mulai menulis artikel santapan rohani... Baru saja selesai mencampur herbal ruqyah tumbuk PL plus garam, untuk mandi 13 hari tanpa jeda pesanan sahabat. Sebenarnya belum selesai tapi berhubung sudah terlalu malam mungkin lanjut esok hari.
Biasanya dahulu saat kena sihir malam malam gini saya mojok di sudut ruangan. Seringkali terkenang dengan wajah wajah jahat yang menjadi bagian dari kehancuran. Wajah dukun dan pelaku yang kirim sihir. Wajah pasangan yang sempat melukai perasaan. Wajah tetangga teman dan relasi yang tiba tiba menjauh pergi. Wajah orang tua dan kerabat yang sempat marah besar. Dan wajah wajah jahat lainnya.
Benar benar shock tidak percaya bagaimana orang orang dekat dan pernah mengisi hari hari semua meninggalkanku. Sendiri dalam keramaian. Sendiri dalam kepedihan.
Bertahun tahun saya bertanya kepada Tuhan, bagaimana cara melupakan wajah wajah itu? Aku sungguh tidak kuat lagi. Aku ingin balas dendam. Dan bisikan balas dendam terus berseliweran di pikiran. Rasanya sungguh tidak puas sebelum melihat mereka semua merasakan apa yang aku rasakan.
Rasanya semakin sakit ketika melihat mereka semakin sehat, sukses dan bahagia. Sementara diriku??? Diriku yang nggak salah malah harus merasakan kepedihan diatas normal. Mereka yang salah tapi aku yang kena dampaknya. Dimana keadilan Tuhan?
Sampai disatu titik aku mengerti. Dan inilah yang tak bosan bosannya aku share kepadamu, dengan harapan luka batinmu bisa sembuh normal kembali seperti semula. Cuman aku yakin awal awal kalian akan menolakku. Kalian akan menganggapku sesat. Tapi saya yakin lama lama engkau akan mengerti juga..
Mengapa kalian akan menolakku dan menganggap aku sudah gil4? Sebab aku menyampaikan bahasa qalbu. Padahal bahasa qalbu itu tidak berhuruf dan tidak bersuara. Bahasa qalbu itu seharusnya tidak ditulis. Kalau dihurufkan alias ditulis jadi salah. Tapi mau tidak mau harus saya tulis untuk menghantarkan kepahaman ini dalam qalbumu.
Di santapan rohani kali ini saya mau berbagi tentang bagaimana caranya belajar "iman". Yaitu iman atau percaya kepada Allah. Yaitu hati mampu melihat Allah yang meliputi segala sesuatu.
Ketika saya menulis, "bagaimana cara melihat Allah", ini sudah salah. Sebab Allah bukan mahluk yang bisa dilihat. Allah adalah khalik sedangkan kita adalah mahluk. Tapi kalau tidak saya tulis anda jadi nggak paham. Mosok saya diem diem bae didepanmu terus kamu paham? Khan nggak akan nyampe pemahaman ini kalau tidak disampaikan.
Bagaimana cara melihat Allah?
Saya kasih satu contoh sederhana. Malam tadi habis isya istri saya menyiapkan makan malam untukku dan anak anak. Pertanyaannya siapa yang ngasih makan untukku dan anak anak? Atau secara global siapa yang kasih rezeki kepada manusia?
Kalau pertanyaannya, siapa yang kasih makan malam ini? Maka jawabannya istri saya. Tapi kalau pertanyaannya saya rubah, siapa yang ngasih rezeki kepada manusia maka anda akan menjawab Allah. Pertanyaan lanjutannya, Allahnya mana?. Bukankan pertanyaan siapa yang ngasih makan malam ini dengan siapa yang ngasih rezeki artinya sama saja?
Banyak sahabat yang menjawab Allah, tapi sebenarnya mereka nggak paham. Mereka menjawabnya karena kebiasaan. Karena agama mengatakan demikian. Padahal jelas sekali yang ngasih rezeki/ makan malam ini adalah istri saya bukan Allah. Jelas sekali saya melihat istri saya goreng telur, masak nasi lalu menghidangkannya kepada saya dan anak anak. Wajahnya jelas orangnya jelas. Tapi mengapa saya harus menjawab Allah? Siapa Allah? Kok saya nggak ngelihat?
Saya mikir tentang ini bertahun tahun loh? Termasuk pertanyaan siapa yang kasih aku jodoh, siapa yang kasih aku gaji, siapa yang kasih aku anak, siapa yang kasih aku jabatan dan ribuan pertanyaan yang sama. Dan jawabannya "nggak ada Allah disitu". Mau akalmu diperas peras, dibanting banting, diputer puter tetap jawabannya, "mahluk".
Makanya berkali kali saya sampaikan sebelum menulis artikel santapan rohani, letakkan dulu akalmu. Pinggirkan dulu ilmumu, kealimanmu, hapalanmu, haditsmu, dalilmu dan semuanya yang nempel di otak. Sebab kalau akalmu masih kau bawa pasti kesasar alias nggak akan ketemu selama lamanya. Kalau akalmu masih kau bawa, ujung ujungnya kamu akan ker4cunan lalu menuduhku sesat dan syirik.
Pening kepala saya memahami hal ini. Pusing saya memahami jawaban pertanyaan, "siapa yang kasih rezeki". Sebab yang aku lihat tetap saja istri yang ngasih makan malam ini. Aku nggak ngelihat Allah yang sedang kasih makan hamba_Nya. Artinya apa? Artinya untuk mampu melihat Allah, aku harus menggunakan penglihatan yang lain. Tidak pakai kedua biji mata ini.
Terus pakai apa dong? Jawabannya pakai penglihatan qalbu. Yaitu melihat tanpa pakai mata, mengerti tanpa pakai akal, beriman tanpa pakai suara. Diem, ngerti, paham. Dan nggak usah diomongkan sebab kalau diomongkan jadi salah. Mosok mengatakan, istriku adalah Allah, khan fatal tuh.
Misalnya saya ngomong sama istri, "Makasih ya Allah, Engkau sudah kasih makan kami malam ini". Khan fatal. Dan kalau saya sebar pemahaman ini pasti ditolak semua manusia. Tapi khan realitanya istriku yang kasih makan malam ini. Atau istriku yang ngasih rezeki malam ini. Coba direnungkan dalam dalam paragraf ini sampai anda mengangguk anggukkan kepala tanda paham.
Kalau sudah paham, diem aja deh.. Cukup hatimu ngerti, paham dan beriman...
Paham apakah gerangan?
Pada tingkatan dasar paham kalau rezeki yang ngasih Allah. Tapi Allahnya masih jauuuh sekali dilangit sana. Seakan akan Allah sedang rehat di arsy. Tapi sudah bagus jika keyakinanmu yang ngasih rezeki adalah Allah. Cuman jangan berhenti sampai disini, lanjutkan ke kelas berikutnya yaitu dibalik mahluk ada Allah. Atau dibalik istriku ada Allah yang menggerakkan. Dah sampai disini saja supaya tidak gil4.
Sekali lagi cukup sampai disini saja supaya engkau tidak ker4cunan. Celakanya kalau engkau memaksa lanjut bisa benar benar gil4. Gil4 sama Allah. Sebab engkau tidak melihat apapun kecuali Allah. Tapi lihatnya dengan qalbu yaitu diem, ngerti dan paham. Nggak usah diomongkan. Sebab kalau diomongkan jadi salah dan sesat.
Jika engkau ingin lanjut kepada keimanan yang lebih dalam saya ingin sampaikan satu hal, supaya pembahasan berikutnya bisa masuk. Manusia itu spesial, sebab sudah ditiupkan ruh Allah kedalamnya. Inilah yang membuat Iblis nggak mau tunduk, sebab iblis nggak mampu melihat ruh Allah dibalik manusia/ insan. Yang dilihat Iblis adalah seonggok tanah berjalan yang bernama Adam. Padahal dibalik Adam ada Ruh Allah.
Nah relate dengan paragram diatas artinya dibalik istriku yang memberi makan malam ini ada ruh Allah didalamnya. Oleh karena itu tunduklah. Dalam pengertian terimalah rezekinya dengan senang hati, jangan protes jangan berontak. Mengapa senang hati? Sebab dalam pandangan hati yang ngasih Allah.
Btw anda sudah mulai gil4 belum? Kalau belum kita lanjutkan...
Mata dengan mata. Artinya mataku melihat yang nyiapin makan malam adalah istriku. Demikian pula istriku melihat suami dan anak anaknya sudah tak sabar menunggu. Ini wilayah mata yang ada di otak atau akal. Kalau mau masuk ke tingkatan yang lebih dalam letakkan akalmu lalu masuk ke hatimu.
Hati dengan hati. Artinya hatiku melihat dibalik istriku ada Allah yang menggerakkan. Ada Allah yang melayani dan memberi rezeki kepadaku, kepada anakku dan kepada seluruh mahluknya dilangit dan dibumi. Dengan inilah aku merasa senang dan bahagia. Ucapan Alhamdulillah ada disini nih. Nah kalau mau masuk tingkatan yang paling dalam letakkan hatimu dan masuk ke alam ruh.
Ruh vs ruh.. Sekilas ijinkan saya menyampaikan bahwa hanya ruh yang mampu melihat Allah dengan nyata senyata nyatanya. Sehingga padangan ruh mengatakan bahwa, "istriku nggak ada yang ada hanya Allah". Artinya ruh dalam diriku tidak melihat istriku sedang menyiapkan makan malam, tetapi melihat Allah. Termasuk padangan ruh mengatakan, 'aku dan anak anakku nggak ada yang ada hanya Allah".
Nah saya ucapkan selamat, sebab sampai disini engkau pasti sudah gil4. Gil4 sama Allah. Sebab ruh tidak melihat apapun dan siapapun, yang dilihat hanya Allah saja.
Padangan ruh mengatakan, istriku nggak ada, aku nggak ada, kamu nggak ada, alam semesta nggak ada yang ada hanya Allah, sendirian, ahad. Yang ada hanya Allah yang membuat cerita dari diriNya untuk diriNya sendiri.
Dari tulisan yang mungkin membuat anda gil4 paling tidak mulai ada sedikit pemahaman bahwa, dibalik ujian ada Allah. Atau dibalik mahluk ada Allah. Ketika hatimu sudah dimaqom ini maka apapun yang terjadi engkau akan merasa senang dan bahagia. Kalau belum senang dan bahagia artinya akalmu masih mendominasi. Karena akal mendominasi jiwa sehingga hatimu jadi gelap. Karena hatinya gelap maka masuk neraka (penderitaan).
So mulailah resapkan dalam hatimu bahwa dibalik temanmu yang menusuk dari belakang ada Allah. Mengapa Allah melakukan demikian? Sebab hendak menguji kepekaan iman dalam hatimu. Pelaaan pelan dan pelaan resapkan dalam qalbumu ya? Niscaya pelan pelan rasa sakit dalam hatimu karena pengkhianatan teman akan mereda lalu hilang berganti rasa senang dan bahagia.
Lalu lihatlah pasanganmu, kerabat dan temanmu yang pernah melukaimu. Lihatnya jangan pakai mata dzohir tapi mata hati. Yaitu penglihatan tanpa melihat, tanpa huruf dan tanpa suara. Melihat dalam diam dan paham. Melihat bahwa dibalik mereka semua ada Allah yang sedang mencandaimu. Jika hatimu tajem melihat Allah dibalik segala sesuatu maka hilanglah penderitaan (neraka) lalu berganti dengan kebahagiaan (surga).
Ketika mata hatimu sudah tajem maka pelan pelan tersingkaplah hijab dalam relung hatimu. Ketika hijab dalam relung hatimu kebuka maka terlihatlah ruhmu. Yaitu ruh yang dari sononya sudah kenal dekat dengan Allah. Ruh yang mampu melihat Allah dengan nyata senyata nyatanya. Saking nyatanya sampai sampai tidak ada segala sesuatu selain DIA sendiri.
Ketika itulah engkau sudah mati rasa. Mau disihir atau dibanting banting sudah nggak kerasa. Pada saat itu engkau hanya menjadi penyaksi atas perbuatan Tuhan Semesta Alam.
Demikian semoga kalian semua jadi gil4
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar