Salah satu serangan setan yang bermain sihir adalah menyuntikkan kemarahan. Sulit sekali menegndalikannya. Nah bagaimana cara ngerem kemarahan? Baca artikel Cara Mengendalikan Kemarahan Bagi Korban Sihir.
MENGAPA GONDOK KESAL DAN AMARAH MEMUNCAK?
Kenapa ya saat hati gondok kesal.. Intinya gak karuan perassan suami juga sama merasakn nya smpe meuncak amarah... Dan hati begojlak menahan amarah🙏🙏
Jawab: Seperti itulah gangguan sihir disuntikkan. Nggondok rasanya. Kesel luar biasa. Dada berkecamuk, bergejolak dan bergemuruh membawa muatan kebencian dan kemarahan.
Bagi korban sihir kebencian dan kemarahan ini menjadi teman sehari hari. Rasanya benar benar tidak nyaman ketika harus menahan kemarahan yang memuncak. Badan nggreges panas dingin...
Apalagi dalam sihir perceraian hawa nggondoknya lebih dahsyat lagi. Sampai kepala seakan akan keluar asap berisi kebencian terhadap pasangan. Selalu saja ditarik tarik kepada kenangan buruk masa lalu. Atau selalu teringat dengan omongan yang nggak mengenakkan hati.
Artinya dalam badanmu ada hawa negatif yang membuat jiwamu berat. Hawanya benar benar membuat badan tidak nyaman. Ketika kamu ruqyah lalu muntah angin percayalah beban berat itu tiba tiba hilang. Kemarahan dan kebencian yang semual bergemuruh dalam dada tiba tiba pergi entah kemana.
Kesimpulannya apa? Kesimpulannya saat anda muntah artinya jinnya keluar. Jin atau energi negatif yang membawa hawa tidak nyaman itu tadi.
Tapi celakanya perginya nggal lama. Beberapa hari kemudian jinnya balik lagi. Biasanya dihari yang sama setiap minggunya. Berawal dari tiba tiba keinget perlakuan tidak mengenakkan pasangan atau orang lain dimasa lalu kemudian memicu dada bergemuruh kembali. Dongkol lagi, kesel lagi, nyesek lagi. Harus menahan kemarahan lagi.
Tak jarang jebol juga lalu cekcok dengan pasangan dan orang lain. Habis cekcok nangis nangis, lemes, nglokro, hilang semangatnya. Lalu kepala mulai cekot cekot, badan panas dingin, lemah seperti habis digebukin. Terpaksa tepar dan harus istirahat 3 hari bahkan lebih.
Dan faktanya sangat sulit bagi korban sihir untuk menahan kemarahan. Orang waras yang nggak kena sihir saja sulit menahan lisannya ketika marah, apalagi yang kena sihir? makin sulit lagi.
Makanya rosulullah shollallaahu alaihi wasallam mengatakan dalam sebuah hadits, yang maknanya: “Jangan kamu marah, maka bagimu Surga.” (HR Ath-Thabrani).
Apakah dengan hadits ini bisa ngerem sahabat yang kena sihir supaya bisa mengendalikan diri? Seharusnya begitu. Tapi khan faktanya nggak mudah. Sangat tidak mudah. Saya aja dulu sering jebol kok. Bahkan orang alim seperti ustadz dan kyaipun nggak mudah kalau harus menahan marah dengan berbagai alasan.
"Tapi khan dia yang salah, tapi khan dia orang dzalim, tapi khan dia kafir, tapi khan dia sesat" dan berbagai hujjah serta alasan untuk membenarkan sebuah kemarahan. Mau mereka atheis tengil sekalipun apa susahnya sih tetap berusaha kalem?
Artinya sebenarnya bukan mereka saja yang salah, tapi hatimulah juga bermasalah sebab ada penyakit dan harus dibersihkan.
Makanya PR terakhir bagi korban sihir adalah menata hati. Sebenarnya bukan korban sihir saja tapi kita semua, supaya tidak modah dongkol, gondok, kesel, marah, benci dll. Hadiahnya besar banget loh? Surga. Mosok nggak tertarik? Mosok masih saja melampiaskan kemarahan?
Realitanya menata hati supaya tetap tenang dan kalem dalam situasi genting adalah berlian. Jika memilih diam ketika sedang marah adalah emas, maka hati tenang ketika ada sesuatu yang memancing kemarahan adalah berlian. Jika anda melihat orang yang tetap kalem, senyum bahkan nraktir bakso saat dihina ketahuilah dia adalah berlian. Barang langka...
Makanya saya sering menulis tema tentang "dibalik musibah ada Allah yang sedang menguji imanmu". Apakah engkau percaya/ beriman kepada Allah yang sedang mengujimu, atau engkau beriman/ percaya kepada mahluk yang sedang menguji kesabaranmu.
Kalau engkau percaya bahwa Allah yang mengujimu niscaya engkau akan berjuang untuk menahan amarahmu kepada pasangan, tetangga, kerabat bahkan kepada dukun dan pelaku sihir sekalipun. Engkau akan berusaha sekuat tenaga untuk mengingkari bisikan (nasehat setan) yang menyuruhmu untuk marah marah. Engkau akan berjuang sekuat tenaga untuk mengendalikan dada yang bergejolak sehingga tenang kembali.
Sebaliknya jika engkau percaya/ beriman bahwa mahluk yang sedang menguji kesabaranmu otomatis engkau akan marah. "Gara gara kamu hidupku hancur". Lalu berkobar kemarahan dan dendam. Bisa bisa berantem/ berkelahi sampai berd4rah d4rah seperti saya dahulu.
Mengapa berkobar kemarahan dan dendam? Sebab dadamu beriman kepada mahluk. Hatimu meyakini mahluklah yang ngetes kesabaranmu alias bukan Allah. Pada akhirnya muncullah perpecahan, perceraian dan permusuhan antar umat manusia. Dan inilah yang dikehendaki oleh Iblis, yaitu mengobarkan permusuhan abadi. Serem juga ya?
"Astaghfiruallah ustadz, tapi dia (pasangan) khan yang salah. Disuruh ngaji, sholat dll malah marah marah. Mosok disuruh beribadah kepada Allah malah emosi. Saya khan jadi teringat kenangan buruk masa lalu. Jadinya saya terpancing. Rasa rasanya ingin cerai saja. Suami kayak gitu nggak ada untungnya untuk akheratku".
Ssst udahlah.. Iya saya mengerti (anggap saja) dia yang salah bukan kamu. Tentang urusan dosa surga dan neraka (bagi dukun, pelaku atau pasangan dan orang lain) biarlah itu urusan Allah. Kita nggak usah ikutan ngurusi. Urusanku dan urusanmu adalah berjuang untuk mengademkan hati yang panas membara, jangan sampai terpancing. Kalau terpacing api kemarahan, artinya hatimulah yang sebenarnya tersulut bisikan setan lalu terbakar api (naar).
Bagaimana supaya hatinya adem kembali? Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya yaitu Allah yang menguji kesabaranmu bukan dukun, jin, pelaku, pasangan dan orang lain. Memang secara lahiriah seakan akan ada manusia yang menguji kesabaranmu, itu hanya seakan akan saja. Jangan sampai engkau tertipu penampakan lahiriah. Karena yang benar, yang menguji iman dalam dadamu adalah Allah. Camkan...
Artinya: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (QS Al Mulk: 2)
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah: 155)
Dua ayat diatas seharusnya cukup untuk memahamkan kita semua bahwa "hidup adalah ujian". Objek yang diuji adalah hatimu. Coba pegang dadamu dan longok kedalam. Apakah dengan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hatimu masih tetap bisa tenang, sabar, ikhlas, legowo, nerimo atau sebaliknya?
Jawabannya kamu sendiri yang tahu..
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar