Islamkan Hatimu Niscata Engkau Akan Mampu Mengislamkan Hati Orang Lain

Dakwah dan penyebaran islam itu seharusnya by heart alias dari hati. Menangkan hati orang lain niscaya mereka akan mengikutimu. Islamkan Hatimu Niscata Engkau Akan Mampu Mengislamkan Hati Orang Lain. Simak penjelasannya yuk.

 

APAKAH KAMU SUDAH ISLAM? JAWABANNYA ADA DI HATIMU

Assalamualaikum,minta sarannya pak ustad ,alhamdulilah setelah pakai herbal dan racikan mandi rukiyyah saya ada tawaran loker ,yang sebelumnya riset setahun habis kontrak,kerjanya art cuma yang punya non muslim ,mengenai makan untuk art dipisahkan ,saya minta sarannya apakah boleh saya kerja di non muslim,sedangkan niat saya kan mencari nafkah yang halal atau sebaiknya bagaimana?

Jawab: Waalaikumsalam. Menurut saya ambil saja meskipun bosnya non muslim. Justru bagus malahan. Tunjukkan kharakter muslim yang jujur, pekerja keras, berdedikasi, loyal, bisa dipercaya dan bekerja dengan hati. Service from the heart...

Ketika anda bekerja dengan hati dan penuh empati akan memenangkan hati bosnya. Mereka akan kagum dengan akhlak anda lalu bertanya, "mengapa hatimu begitu mulia?". Lalu anda akan menjawab, "karena aku nerimo ing pandum, alias hatiku berserah kepada Tuhan. Dan aku disuruh untuk menjadi rahmat bagi sesama dan semesta alam". 

Jika engkau menunjukkan akhlak yang baik atau terpuji maka bosmu akan kepo. Bisa jadi bosmu lama lama mempelajari ajaran islam lalu masuk islam dengan tanpa paksaan. Alias dengan hati nuraninya sendiri.

Kesimpulannya orang islam itu sudah mampu menundukkan alias memenangkan hatinya sendiri. Untuk kemudian banyak memenangkan hati orang lain dengan kebaikan dan ketulisannya. Sedangkan orang kafir banyak memenangkan akal dan kecerdasan. Makanya peradaban dan teknologi banyak dimenangkan oleh orang kafir, sebab mereka benar benar menggunakan kecerdasannya. Mereka mungkin cerdas dan menguasai peradaban tapi percayalah hatinya kering dari kebahagiaan.

Siapakah yang disebut orang muslim?

Orang muslim adalah orang yang berserah kepada Allah. Selain menjalankan syariat islam juga menjadi rahmatan lil aalamiin. Yaitu menjadi rahmat, penyejuk, pendamai bagi sesama dan semesta alam.

Orang muslim yang baik ritual syariatnya seharusnya menjadi jalan bagi baiknya akhlak. Jika ritualnya sudah baik tapi akhlaknya belum baik berarti ada yang miss. Ada yang salah dengan ritualnya. Harus segera dicari dimana miss nya supaya nyambung antara ritual lahiriah dan batiniah.

Muslim itu seharusnya menjadi lentera atau cahaya bagi kegelapan. Yaitu kegelapan hati yang kering dari kebahagiaan. Menjadi penyejuk hati yang sedang marah, penghibur hati yang kecewa dan penyemangat hati yang patah. 

Seseorang yang sudah menjadi muslim otomatis pasti hatinya tenang dan damai. Hatinya damai karena hanya ada nama Allah didalamnya. Hatinya tenang karena meyakini semua sudah diurus oleh Allah. Hati yang tenang dan damai akan memunculkan sifat terpuji misalnya sabar, ikhlas, empati, merangkul, tulus, jujur, amanah dan berbagai sifat terpuji lainnya. Harusnya seperti itu..

Seorang muslim itu seharusnya merangkul semua kalangan tidak peduli apa agama dan keyakinannya, karena meyakini keberagaman juga bagian dari rahmat Allah. Bukan malah mengibarkan bendera perang kepada orang atau pihak lain yang berbeda agama dan keyakinannya.

Muslim itu seharusnya fleksibel, teduh dan menyejukkan orang lain. Bukan malah kaku dengan pemahamannya. "Pokoknya kalau nggak seperti ini harus diperangi karena mereka sesat, kafir dan masuk neraka". Seharusnya muslim nggak seperti itu. Seharusnya loh ya?

Muslim itu seharusnya mengedepankan dialog, kekeluargaan dengan tetap mengedepankan rendah hati ketika ada perbedaan/ khilafiah antar umat seagama. Bungkusnya adalah persatuan umat. Artinya kalau memang pada akhirnya harus ada perbedaan dan keberagaman ya sudahlah, yang penting tetap bersatu. Masalah siapa yang benar atau salah serahkan saja kepada Allah. Bukan malah adu debat, adu dalil, adu hujjah membawa nama Tuhan sampai keluar otot lehernya. Ujungnya hanya nambah kebencian dan permusuhan.

Bergaul dengan seorang muslim seharusnya bikin betah karena merasa aman dan nyaman. Bukan malah takut ketika dekat dekat dengan anda. Takut nanti telunjuk jarinya diarahkan kepadamu sambil mengatakan, "kamu salah dan jadi temannya setan". 

Muslim itu seharusnya mengajak kembali kepada Allah dengan hati. Berdakwah dengan kesabaran dan kasih sayang. Bukan malah langsung ngejudge menggunakan kata kata memojokkan atau menyudutkan. 

Menjadi muslim itu tidak sebatas menjalankan sholat saja. Akan tetapi lahiriah dan batiniah harus muslim. Secara lahir menjalankan syariat islam, secara batin tunduk kepada segala ketetapan Allah. Artinya muslim yang bagus ketika sholatnya bagus, akhlaknya juga bagus.

Bagus kepada siapa? Bukan hanya bagus kepada orang yang sepaham atau sealiran saja, tetapi bagus akhlaknya kepada sesama dan semesta alam. Berkasih sayang kepada sesama umat apapun faham dan madzabnya, pun tetap menjaga kepedulian terhadap orang lain yang berbeda agama, bahkan kepada hewan dan tumbuhan sekalipun.

Ketika akhlak yang terpuji menghiasi diri dan hari harimu nanti orang lain akan melihat dan bertanya tanya. Mengapa anda memiliki hati dan akhlak yang begitu mulia? Tidak perlu susah susah mencari jamaah kesana kemari, nanti jamaahnya akan datang sendiri.

Yaitu mereka yang hatinya gelap dan kering dari kebahagiaan pasti akan mendatangimu lalu bertanya tanya tentang ajaran yang kamu yakini. Bukan hanya orang yang ber KTP islam saja akan tetapi non islampun akan kepo denganmu. Sehingga lama kelamaan mereka akan tertarik dengan ajaran islam yang menyejukkan dan mendamaikan.

Seharusnya begitu.., Bukan malah kaku dengan ajaran dan pemahamanmu lalu menyalahkan paham lain. Bukan malah menakut nakuti orang lain dengan neraka jika tidak ikut aliranmu. Bukan malah debat, menyulut kebencian dan permusuhan yang berakhir dengan perpecahan. Jika demikian lama kelamaan anda akan ditinggalkan.

Kalau ada orang islam yang suka marah marah, menebar kebencian, suka menyalahkan, terlalu saklek, dan semacamnya artinya orang tersebut belum benar benar islam. Tidak peduli saya, anda, peruqyah atau mereka yang setiap hari memakai baju gamis, ngisi ceramah disana sini, berlabel ustadz, ngajar ngaji dll tetap saja islamnya belum lengkap. Secara ritual mungkin sudah islam tetapi secara qalbu hatinya masih gelap alias belum benar benar islam.

Sebab makna islam adalah berserah diri. Diri atau nafsu atau egonya diserahkan kepada Allah Sang Penguasa langit dan bumi. Diri itu apa? Diri itu adalah "aku" mu. Aku yang merasa hidup, bisa dan kuasa. Aku yang merasa alim, cerdas, pintar, kaya, terhormat dan mulia. Nah kalau memang mau menjadi islam, serahkan itu semua kepada Allah.

Yang namanya berserah berarti objeknya adalah apa yang ada dalam dada yaitu hatimu. Apakah hatimu sudah kalem, tunduk dan lembut atau sebaliknya hatimu semakin hari semakin keras dan kaku?

Apa indikasi hati yang sudah tunduk berserah diri kepada Allah? Jawabannya sebagaimana saya jelaskan diatas yaitu dirinya berhias dengan akhlak yang terpuji. Misalnya lemah lembut, kasih sayang, empati, suka menolong, dermawan, merangkul semua kalangan, gampang memaafkan, mudah tersentuh dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu lagi dan lagi saya mengajak diri sendiri dan anda semua untuk pegang dadanya dan longoklah ke dalam. Apakah disitu ada ketundukan atau pemberontakan. Apakah didalamnya ada kegelapan hati berupa keangkuhan, kesombongan, merasa benar, merasa suci, merasa lebih alim? Atau disitu ada kepasrahan (islam)? Sekali lagi silahkan dijawab sendiri.

Jawaban saya dan anda adalah cerminan apakah kita sudah islam atau belum islam.  

Tundukkan hatimu maka engkau akan mampu menundukkan hati orang lain. Menangkan hatimu dari egomu maka engkau akan mampu memenangkan hati orang lain. Islamkan dirimu maka engkau akan mampu mengislamkan orang lain.

Demkian semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Doa Nabi Yunus untuk Mengobati Luka Batin/ Sakit Jiwa

Orang yang sakit jiwa disebut dengan OODGJ. Mereka terluka batinnya dan sulit sekali sembuh? Bagaimana cara mengobati luka batin? Simak Doa ...