Apakah sekarang kita bisa pergi ke akherat? Bisa dong. Siapa bilang nggak bisa? Simak artikel Longok Akheratmu Sekarang Juga, Ada Siapa Disana?.
DI AKHERAT HANYA ADA SATU NAMA, JANGAN DIBACA NANTI KER4CUNAN
Pak ustadz, misalya saya tu mimpi rumah berantakan , besok nya saya berantam hebaT sama suami,, Tapi saya berusaha kendalikan, tetap jebol jga PK ustadz sesuai mimpi itu, Gimana caranya PK ustadz, supaya bisa ttp ngk jebol 😢 Saya biasanya jebol, sabtu dan Minggu, menjelang magrib, emosi sangat memuncak 😢😢
Jawab: Padahal sudah paham makar setan tapi tetap jebol juga. Misalnya malamnya mimpi rumah berantakan lalu esoknya pasti berantem. Meskipun polanya selalu berulang tetap saja bertengkar hebat dengan pasangan.
Bagaimana supaya tidak jebol? Jawabannya: Aku nggak tahu. Sebab dahulu saya juga sering jebol. Padahal dari awal tidak paham makar setan, lalu paham tetap saja jebol benteng pertahanan. Sebab dadanya begitu bergemuruh seperti digass poll. Sekuat apapun kita ngerem tetap saja mobil melaju. Semakin direm semakin panas mesinnya bahkan berasap. Tapi kalau tidak direm nabrak. Dilema, serba salah.
Sebenarnya solusinya adalah menerima keadaan, ikhlas dengan ujian. Tapi khan faktanya nggak mudah. Bahkan sangat tidak mudah sekali. Bayangin saja analogi mobil yang digass poll diatas, direm mobilnya kebakar karena overheat, nggak direm mobil ringsek karena nabrak.
Mungkin di tulisan kali ini saya ingin memberikan solusi yang beda. Yaitu jalani saja... Terima saja fakta kalau kita mahluk yang lemah sehingga jebol lagi dan jebol lagi. Ikhlasnya bukan tentang mampu menahan marah, tapi ikhlas keadaan kita dibikin marah marah, dibikin cekcok, dibikin hancur dll. Dalam kata lain ikhlas menerima keadaan kalau hidupmu dib4nting banting kesana kemari.
Sedih pasti sedih, kecewa pasti kecewa, sakit hati pasti sakit hati. Akan tetapi kondisikan hatimu untuk ikhlas ketika keadaannya memang harus dibikin sedih, kecewa dan sakit hati. Inilah yang saya maksud jalani saja. Menjalani apa? Menjalani peran Allah yang diberikan kepada kita dimana ada fase penuh dinamika dan mengharu biru.
Dalam kata lain ikhlas ketika nafsu kita dib4kar dalam kawah neraka. Apakah tidak panas? Justru sangat panas sekali. Mana ada naar/ neraka/ api yang tidak panas?. Nanti pada saat nafsu kita sudah jinak Insya Allah diangkat dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Jinaknya seperti apa? Jinaknya yaitu pada saat anda menerima ketika dib4kar.
Nah kita masuk di santapan rohani... Yaitu tulisan yang bisa membuat anda ker4cunan disatu sisi. Tapi disisi lain bisa saja membuatmu ketagih4n.
Sahabat yang sedang diberikan musibah dengarkan ini... Dalam pandangan hati (akherat) ujian yang memberikan adalah Allah. Artinya yang memb4nting banting hidupmu sebenarnya Allah. Memang secara lahiriah anda memandang ada dukun atau pelaku sihir, akan tetapi dalam pandangan hati (iman) yang memberikan ujian tersebut adalah Allah.
Yang mendatangkan dukun, jin, iblis dll adalah Allah. Yang membuatmu jebol lalu bertengkar hebat dengan suami adalah Allah. Yang membuatmu bersedih, marah, nangis nangis adalah Allah. Semua adalah perbuatan Allah bukan yang lain. Artinya terima kenyataan ini. Yakni kenyataan kalau ternyata kita tiada daya dan upaya kecuali atas ijin dan kehendak Allah.
Terima kenyataan dalam hatimu kalau saya, anda dan semua manusia sejatinya tidak mampu berbuat apa apa. Ibarat wayang, apa kata sang dalang. Jika dalangnya berkehendak memb4ntingmu maka kamu akan kebanting. Jika dalang berkehendak untuk memenangkanmu maka kamu akan menang. Wayang itu sifatnya nggak bisa ngapa ngapain, kecuali hanya menerima perannya saja.
Nah maksud ikhlas di artikel ini adalah demikian. Yaitu menerima peranmu yang saat ini sedang dititik nadzir. Menerima kenyataan kalau Sang Dalang sedang membuat satu episode penuh tragedi dalam cerita hidupmu.
Disinilah pentingnya menghidupkan kesadaran bahwa mahluk itu sifatnya, "laa haula wala quwwata illa billah". Mahluk itu nggak punya pilihan kecuali mengikuti kehendak Allah. Bisa? Bisa tidak bisa kita lanjutkan.
Di fase yang berat ini kita dituntut untuk menurunkan ego. Semakin hari semakin turun. Maka turunkan egomu serendah rendahnya dihadapan Allah. Yaitu nafsu yang berontak atau tidak menerima kenyataan kalau episode hidupmu sedang ditiitk nadzir. Menurunkan ego bukan berarti kita tidak menangis saat ditimpa musibah loh? Tetap menangis, tetapi tangisanmu diarahkan kepada DIA Yang Membuat cerita takdir.
"Hiiks, Yaa Allah, sakit rasanya ujian ini.. Pedih sekali rasanya. Mohon kuatkan kami dalam menerima takdir ini". Misalnya ucapan seperti diatas dimana wajah hatimu menghadap Allah, meskipun sambil nangis nangis. Seiring dengan meyakini bahwa segala kepedihan yang anda rasakan adalah bagian dari pendidikan/ tarbiyah Allah yang mengandung hikmah.
Artinya dirimu jangan merasa bisa dan kuasa. Lalu dengan itu kamu berkeinginan merubah takdir. Itu namanya menuhankan diri sendiri. Lebih baik merasa hina dan tidak bisa apa apa. Niscaya Allah yang akan merubah takdirmu menjadi lebih baik.
Jika anda bisa memahami tulisan ini, maka mulai detik ini hunjamkan dalam hati sanubarimu bahwa Allah lah yang membuat cerita hidupmu. Yakini/ imani hanya Allah sendirian saja, tidak ada dukun, tidak ada jin, tidak ada pelaku, tidak ada pasangan dan mahluk lainnya. Sedangkan mahluk yang bisa anda lihat dengan mata lahiriah sifatnya sekali lagi hanya seperti wayang. Camkan ya?
Artinya ketika sudah masuk ke dalam wilayah keimanan (dalam hati), maka jangan ada mahluk yang berlaku seperti tuhan. Atau jangan sampai dalam hatimu ada tuhan tuhan lain selain Allah, bahkan dirimu sendiri. Kalau sudah masuk wilayah qalbu jangan meyakini mahluk memiliki kekuatan, termasuk meyakini dirimu memiliki kekuatan untuk bisa menghancurkan sihir. Jangaan...
Ini sangat penting sekali untuk anda pahami.. Yaitu memahami bahwa alam hati sebenarnya cerminan alam akheratmu. Alam hati adalah alam akherat. Dan di akherat hanya ada Allah saja tidak ada yang lain. Artinya ketika hatimu meyakini mahluk bisa memberikan mudharat kepadamu maka itulah yang akan terjadi diakherat. Bahkan ketika dirimu meyakini kalau kamu bisa dan kuasa maka diakherat akan kena getahnya. Sebab di akherat tidak ada yang bisa dan kuasa melainkan Allah.
Ketika mendengar ceramah dari ustadz tentang neraka ada banyak golongan manusia yang disiks4 tergantung amalnya masing masing. Ada yang disiksa oleh hewan dan binatang mengerikan misalnya dim4kan ular dan kalajengking. Mengapa demikian? Karena saat di dunia anda meyakini kalau para siluman bisa memberikan manfaat dan mudharat.
Ada juga orang yang sombong dan suka merendahkan orang lain. Mereka menyakiti sesama dengan lidah fasihnya. Lalu diakherat lid4hnya menjadi panjang dan dip0tong p0tong dengan tangannya sendiri. Begitu terus berulang ulang. Itu semua disebabkan karena mereka merasa berilmu lalu merendahkan orang lain. Padahal segala ilmu hanya milik Allah semata mata.
Apakah tidak sakit? Bahkan sakitnya nggak ketulungan. Apakah mereka tidak bisa menahan tangannya sendiri? Mereka sangat berkeinginan berhenti dari menyiksa diri sendiri tetapi tidak akan pernah bisa. Sebab manusia itu hanya wayang, diakherat itu hanya Allah yang berkuasa. Ini semua akibat saat di dunia merasa dirinya berilmu, bisa dan kuasa. Padahal segala kekuasaan hanya milik Allah.
Atau misalnya seseorang saat di dunia bersandar kepada pasangan, harta benda, jabatan, kemuliaan dll maka diakherat mereka akan disiks4 dengan itu. Misalnya ada seseorang yang mem4kan tangan dan tubuhnya sendiri, begitu berulang ulang seakan tiada akhirnya. Hal ini disebabkan karena saat di dunia mengumpul ngumpulkan harta benda lalu kikir. Mereka menyangka harta benda bisa memberikan manfaat selain Allah.
Bagaimana rasanya saat itu? Rasa sakitnya tidak bisa diuraikan dengan kata kata. Apakah mereka tidak bisa berhenti mem4kan dirinya sendiri? Besar sekali keinginan untuk berhenti tapi nggak bisa. Meskipun dalam neraka mereka menyebut, "Allah Allah" itu percuma saja. Sebab tuhan mereka saat di dunia adalah harta benda. Seakan akan ada yang bersuara, "Jangan minta tolong Allah, minta tolong sama hartamu yang dahulu kau anggap sebagai tuhan".
Ketika mereka berteriak, "Ya Allah kembalikan aku ke dunia agar kami memperbaiki kesalahan kami". Maka akan dijawab, "sudah telat". Sudah berlalu masa yang cukup agar engkau berpikir lalu menyadari. Yaitu sadar bahwa kita ini hanya wayang baik di dunia maupun di akherat. Jangan sampai kita meyakini ada Dalang selain Allah, karena keyakinan itulah yang akan terjadi di dunia dan akherat. Jangan salahkan Allah tapi salahkan diri kita sendiri yang meyakini tuhan tuhan lain selain diriNya.
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS Yunus: 44)
Oleh karena itu mumpung masih di dunia segera sadar. Yaitu menyadari bahwa segala ujian itu dari Allah bukan dari dukun, jin dan mahluk. Meskipun sangat berat menjalaninya tetapi bingkailah dengan satu keyakinan dalam hati bahwa semua adalah kehendak Allah. Terima kenyataan ini, jangan sampai engkau berontak dan melarikan diri dari takdir.
Sadari dan hunjamkan dalam hatimu bahwa saya dan anda sifatnya hanya sperti wayang baik di dunia maupun di akherat. Di dunia ini seakan akan saja kita bebas berkehendak dan berkeinginan, hanya seakan akan saja. Seakan akan inilah yang menjadi ujianku dan ujianmu. Oleh karena itu jadilah wayang jangan jadi Dalang atau Tuhan. Caranya dengan menerima kenyataan kalau kita ini hanya wayang.
Mau dibikin cerita seperti apapun terserah Sang Dalang. Jangan sampai engkau meyakini ada dalang lain selain Allah. Percayalah jika hatimu menyadari hal ini pelan pelan akan lebih tenang dan labih sejuk dari sebelumnya. Tenang karena bertuhan dengan Allah saja tidak dengan yang lain. Tenang karena menyerahkan segala sesuatu sepenuhnya hanya kepada Allah.
Ketika sudah pindah alam mau dimasukkan ke neraka atau ke surga juga suka suka Dalang. Akan tetapi ketika hatimu sudah sejuk karena Allah, maka meskipun seandainya dimasukkan dalam neraka tetap saja sejuk. Mengapa demikian? Karena saat di dunia hatimu tetap sejuk meskipun bermandikan ujian.
Mengapa saya dan anda malah dimasukkan ke neraka? Tentunya Allah punya cerita tersendiri. Bisa jadi supaya engkau menjadi syafaat bagi keluarga, kerabat dan teman temanmu yang saat itu sedang menderita karena adzab neraka. Atau cerita apapun semua terserah Allah. Saya dan anda tidak bisa cawe cawe.
Atau anda dimasukkan ke surga yang penuh kenikmatan. Meskipun nikmatnya sudah luar biasa tetap saja ditambah lagi ditambah lagi. Mengapa demikian? Karena saat di dunia engkau meyakini bahwa segala nikmat itu berasal dari Allah bukan dari harta benda, pasangan, anak, bos, bisnis, dan segenap mahluk. Engkau meyakini dalam hati bahwa segala kesembuhan itu dari Allah bukan dari pendekar langit, peruqyah, dokter dan lain sebagainya.
Meyakini dalam hati loh ya? Karena berkali kali saya tulis saat engkau memandang dengan kedua biji mata lahiriah memang terlihat bos kasih gaji, atau terlihat dukun yang kirim santet. Itulah yang disebut dengan pandangan dunia. Tapi kalau sudah masuk ke hati (akherat) hilangkan semua mahluk dan sisakan satu nama, pandang satu wujud, "Allah". Hanya Allah yang berkuasa di akherat, tidak ada yang lain.
Hanya dengan ini saya dan anda akan selamat di akherat. Selamat karena satu ucapan dalam hati, "laailaaha illallah". Ucapan inilah yang disebut dengan kunci surga.
Demikian semoga bermanfaat. Jika tulisan ini mencerahkan dan menyejukkan hatimu jangan lupa share.
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar